RADARNASIONAL – Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok buka suara terkait pernyataannya yang beredar di media sosial yang mengatakan Jokowi dan Gibran tidak bisa bekerja.
Ahok mengungkapkan bahwa videonya yang berisi ucapan Jokowi-Gibran tak bisa kerja tersebut dipotong, sehingga menimbulkan salah paham dan kegaduhan di masyarakat.
Menurut Ahok, akibat potongan video bersama nenek yang beredar di media sosial itu, orang memahaminya tidak sesuai konteks.
Lebih jauh, mantan gubernur DKI Jakarta itu menceritakan situasi yang sesungguhnya terjadi dalam video tersebut.
Ahok menegaskan bahwa penjelasannya kepada nenek itu dipotong. Padahal dia tidak ada maksud mencari musuh ataupun masalah dengan siapapun.
Selain itu, Ahok juga menyinggung terkait nawacita.
“Karena dasar pak Jokowi kan nawacita, Trisakti kan,” kata Ahok di Jakarta, Kamis (8/2).
Sembilan program pembangunan unggulan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dikemas dalam program nawacita diharapkan bisa mewujudkan cita-cita Trisakti dari Bung Karno, presiden pertama RI.
Ahok menuturkan, jika Joko Widodo (Jokowi) sudah tak menjadi presiden, maka dikhawatirkan program nawacita yang didukungnya menjadi terhenti.
Ahok menegaskan bahwa segala keputusan pemerintah berada di tangan presiden.
Sedangkan wakil presiden dianggap “ban serep” atau menyesuaikan tugas masing-masing jika terpilih.
“Maksudnya Gibran ini wakil, dalam struktur negara wakil tuh cuma ‘ban serep’,” kata Ahok.





