RADARNASIONAL,- (Sleman)— Pasar Bela Negara (PBN) edisi ke-19 kembali digelar di kawasan utara Lapangan Pemda Sleman, Jumat pagi, (12/12/2025).
Kegiatan yang rutin dilaksanakan setiap Jumat ini menjadi ruang edukasi publik yang memadukan penguatan nilai kebangsaan, pemberdayaan UMKM, serta hiburan edukatif bagi masyarakat.
Pasar Bela Negara merupakan inisiatif Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman bekerja sama dengan Carya Budhi Chantya, lembaga pendamping UMKM.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang transaksi produk UMKM lokal, tetapi juga sarana menanamkan nilai-nilai bela negara secara inklusif dan menyenangkan.

Pada edisi kali ini, Pasar Bela Negara semakin semarak dengan hadirnya stand hasil bumi sebagai wujud ketahanan pangan.
Berbagai produk dibagikan secara gratis kepada pengunjung, mulai dari sayuran segar, bibit tanaman, buah-buahan, hingga tempe. Antusiasme warga terlihat tinggi dalam menyambut program berbagi pangan tersebut.
Suasana Pasar Bela Negara juga semakin meriah dengan kehadiran anak-anak TK As Surur Prujakan yang mengikuti kegiatan outbound Bela Negara.
Keceriaan anak-anak semakin lengkap dengan hiburan sulap edukatif bersama Kak Akur, Pesulap Jujur, yang menyampaikan dongeng perjuangan dan pesan-pesan nasionalisme melalui pertunjukan sulap interaktif.

Salah satu agenda utama PBN edisi ini adalah talk show yang dipandu Lina Syafira dan Bobby Tinampi. Talk show berlangsung seru dan edukatif dengan menghadirkan narasumber Dr. Yayuk Hidayah, M.Pd., M.H., seorang Training of Facilitator (TOF) Bela Negara Kementerian Hukum dan HAM RI sekaligus dosen Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Tema yang diangkat adalah “Mengenalkan Nilai-Nilai Dasar Bela Negara Sejak Usia Dini”.
Dalam pemaparannya, Dr. Yayuk menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan lima Nilai Dasar Bela Negara dalam kehidupan sehari-hari, yakni cinta tanah air, sadar berbangsa dan bernegara, setia kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk bangsa dan negara, serta memiliki kemampuan awal bela negara.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut bukan sekadar konsep, melainkan harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku nyata di lingkungan keluarga, sekolah, komunitas, dan masyarakat.
Penanaman nilai bela negara sejak usia dini dinilai menjadi kunci pembentukan karakter bangsa yang kuat.
Melalui pendidikan, keteladanan, dan pembiasaan, generasi muda diharapkan tumbuh sebagai penerus bangsa yang berjiwa nasionalis dan patriotik, siap menghadapi tantangan global.
Pasar Bela Negara diharapkan terus menjadi ruang edukasi publik yang menarik, interaktif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat karakter cinta tanah air di tengah masyarakat Sleman dan sekitarnya. (Aa/Ang)





