Beranda blog

Kuliah Perdana Aisyiyah Senior School Hadirkan Prof.(Emrt)Dr.M Noor Hadjam,S.U

0

RADAR NASIONAL,(Seman),- Kehidupan adalah sebuah perjalanan yang berkesinambungan yang harus maju.Dari satu tahapan ke tahapan lainnya. Perubahan dari satu tahap ke tahapan lainnya adalah sebuah kewajiban yang harus dihadapi dengan keberanian.

“Untuk memudahkan setiap insan di dalam menghadapi perubahan dari satu ke tahapan lainnya setiap insan diberi modal oleh Tuhan Yang Maha Kuasa yang disebut modal manusia yang bersifat maya (selalu ada pada diri manusia).

Namun tidak setiap manusia menyadari betapa besar modal yang dia miliki.Modal intelektual,Kesehatan Moral,-Etika ,Emosional, Sosial dan Spiritual.” demikian papar Prof.(Emrt) Dr.M.Noor Rochman Hadjam SU Psikolog dalam kuliah perdana Aisyiyah Senior School tingkat III #2 Mewujudkan Kehidupan yang lebih indah dan Bermakna di Usia Senja berlangsung di Kampus Day Care Lansia jalan Gempol Raya ,Condongcatur Depok,Sleman Selasa (4/8/2026)“Hati hatilah anda dengan pikiran anda,karena pikiran anda akan menentukan perkataan anda.Hati hatilah dengan perkataan anda,karena perkataan anda akan menentukan perbuatan anda.Hati hatilah dengan perbuatan anda karena perbuatan anda akan menentukan watak anda.Hati hatilah anda dengan watak ànda akan menentukan nasib anda.” tandas Prof.Noor Rochman pengajar di Universitas Gunadarma.

Lebih lanjut, Prof.Noor menyebutkan beberapa aspek berubah atau menurun sejalan dengan makin bertambahnya usia seseorang.

Menurutnya, ada beberapa aspek diantaranye aspek fisik Psikologi, mental Sosial.Aspek fisik gejala. Karena kegagalan dalam memperbaiki jaringan yang rusak atau aus seperti rambut, kulit gigi, mata, pendengaran, otak , cairan tubuh fungsi alat kelamin , tinggi dan berat badan.Sedangkan,aspek fisik pada usia lima puluh tahunan dan lansia sel sel dan jaringan tidak tumbuh lagi, hal ini bisa mengakibatkan daya tahan menjadi semakin menurun sehingga seseorang dengan mudah merasa lelah.Fungsi kekebalan tubuh(imunitas) menurun sehingga tingkat kerentaan terhadap penyakit meningkat.”tandas Prof dalam paparannya.

Menopause disebabkan karena hormon yang keluar dari ovarium atau indung telur berkurang masa haid menjadi tidak teratur dan kemudian lenyap sama sekali. Gerakan motorik, gerakan ini menjadi lebih sederhana bahkan mengalami kesulitan dalam gerakan rumit.

Penampilan: Perubahan secara kimia menyebabkan berat badan berkurang terjadi penimbunan lemak, kulit keriput.

Sementara itu fungsi ingatan menjadi terbatas,ingatan dalam jangka pendek semakin menurun ingatan jangka panjang karena terkait pengalaman tingkat emosional terkadang masih terjaga.

Kuliah perdana mendapat perhatian ditandai dengan banyaknya pertanyaan dari peserta kuliah perdana.

Menurut dia adanya faktor yang mendukung keberhasilan mental switching , diantaranya keberhasilan mental switching akan dicapai oleh orang yang memiliki ketabahan, tahan banting dalam menghadapi setiap kesulitan. Apakah kita sudah cukup sabar dan tabah, dengan proses yang akan kita jalani ?.Keberhasilan mental switching hanya dapat diraih oleh mereka yang bisa meletakkan skala prioritas pada hal yang penting dalam kehidupannya. Apakah yang kita prioritaskan ? Sudahkah kita meletakkannya dalam urutan yang sesuai,?pungkas Prof.(xan)

BKR Sedap Malam Gandok Condongcatur Terbaik Genre Award 2026, Wakili DIY di Tingkat Nasional

0

RADAR NASIONAL, (Sleman),- Prestasi membanggakan,Bina Keluarga Remaja (BKR) Sedap Malam Padukuhan Gandok, Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, menembus lima nominasi terbaik kategori BKR dalam Genre Award Tahun 2026. BKR Sedap Malam menjadi wakil Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk melanjutkan tahapan verifikasi tingkat nasional Rabu, 12 Agustus 2026.

Kepastian tersebut tertuang dalam surat Direktorat Bina Ketahanan Remaja, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Nomor 2287/PK.02.00/F2/2026 tertanggal 3 Agustus 2026 tentang Pemberitahuan 5 Nominasi Terbaik dan Verifikasi Online Genre Award Tahun 2026.

Genre Award 2026 merupakan bagian dari rangkaian Apresiasi Duta Genre dan Ajang Jambore Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) Tahun 2026. Direktorat Bina Ketahanan Remaja bersama Forum Genre Indonesia sebelumnya melakukan penilaian administrasi terhadap berkas peserta pada 8–24 Juli 2026. Dari tahapan tersebut ditetapkan lima nominasi terbaik pada masing-masing kategori.

Pada kategori BKR, BKR Sedap Malam menjadi satu-satunya wakil DIY yang masuk lima nominasi terbaik. Empat nominator lainnya adalah BKR Cempaka Sari dari Jawa Tengah, BKR Hidayah dari Jambi, BKR Lamuniser Singer dari Jawa Barat, dan BKR Al-Ikhlas dari Sulawesi Selatan. Daftar tersebut tidak disusun berdasarkan peringkat.

Ketua BKR Sedap Malam, Lintang Kusuma Dewi, S.Psi., mengatakan capaian tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh pengurus dan kader untuk semakin mematangkan persiapan menghadapi tahapan berikutnya.

Menurut Lintang, salah satu aspek yang terus diperkuat adalah publikasi dan interaksi melalui media sosial. Hal tersebut merupakan tindak lanjut atas masukan dewan juri ketika BKR Sedap Malam mengikuti Apresiasi Kelompok BKR tingkat DIY pada 2025.

“Berdasarkan masukan dari dewan juri dalam Apresiasi Kelompok BKR tingkat DIY tahun 2025 lalu, BKR Sedap Malam diharapkan dapat meningkatkan lagi jumlah pengikut dan interaksi pada akun Instagram. Saat ini jumlah pengikut, like, komentar, serta interaksi pada unggahan masih perlu ditingkatkan,”katanya

Karena itu, pihaknya mengharapkan dukungan masyarakat, terutama warga Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan DIY, untuk mengikuti akun Instagram @bkr.sedap.malam serta berinteraksi dengan konten-konten edukatif dan kegiatan kelompok tersebut.

“Mohon dukungan masyarakat untuk mengikuti Instagram BKR Sedap Malam, memberikan like, komentar, dan interaksi positif terhadap kegiatan yang kami publikasikan. Penguatan media sosial menjadi salah satu hal yang perlu kami persiapkan dalam menghadapi penilaian,” ujarnya.

Menurut Lintang, media sosial tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperluas edukasi serta mendokumentasikan berbagai inovasi dan praktik baik BKR dalam mendampingi keluarga yang memiliki remaja.

Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto, S.IP., M.AP., saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (7/8/2026) siang, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan BKR Sedap Malam melaju ke tahapan nasional.

“Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh pengurus, kader, pembina, dan seluruh warga masyarakat yang telah mendukung Bina Keluarga Remaja Sedap Malam Padukuhan Gandok, yang telah menunjukkan dedikasi, semangat, dan inovasi dalam membina keluarga yang memiliki remaja,” ujar Budi Arto.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan buah dari proses panjang, kerja bersama, dan semangat gotong royong masyarakat.

“Keberhasilan BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok melaju hingga tingkat nasional merupakan kebanggaan bagi Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Prestasi ini adalah buah dari kerja keras, kekompakan, dan semangat gotong royong seluruh elemen masyarakat,” katanya.

Budi berharap BKR Sedap Malam mampu memberikan penampilan terbaik dalam tahapan verifikasi dan membawa pulang prestasi bagi DIY.

“Semoga BKR Sedap Malam Padukuhan Gandok mampu memberikan hasil terbaik di tingkat nasional, mengharumkan nama Kalurahan Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta,”ujarnya.

Plt. Lurah sekaligus mengajak masyarakat memberikan dukungan dan doa menjelang pelaksanaan verifikasi.

“Mohon doa restu dan dukungan, khususnya dari warga Condongcatur serta masyarakat Sleman dan DIY pada umumnya. Semoga seluruh proses diberikan kelancaran dan BKR Sedap Malam memperoleh hasil terbaik,”kata Budi.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur juga menyiapkan langkah konkret untuk mendukung wakil DIY tersebut. Melalui Kamituwa Kalurahan Condongcatur bersama unsur terkait, rapat koordinasi dijadwalkan digelar pada Senin, 10 Agustus 2026.

Rakor akan difokuskan untuk mematangkan dukungan dan persiapan menjelang verifikasi, termasuk kesiapan materi, data pendukung, publikasi, serta koordinasi berbagai unsur yang terlibat dalam pendampingan BKR Sedap Malam.

Dukungan lintas unsur tersebut diharapkan membuat BKR Sedap Malam semakin siap menunjukkan program, inovasi, dan praktik baik yang selama ini dikembangkan di Padukuhan Gandok.

Persaingan pada kategori BKR berlangsung ketat karena lima kelompok yang masuk nominasi berasal dari lima provinsi berbeda. Selain BKR Sedap Malam dari DIY, terdapat wakil Jawa Tengah, Jambi, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Berdasarkan jadwal resmi, Verifikasi Online Genre Award Tahun 2026 berlangsung Rabu, 12 Agustus 2026. Rangkaian acara dimulai pukul 08.00 WIB dengan pembukaan, menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Mars KB dan Mars Genre, dilanjutkan sambutan sekaligus pembukaan oleh Direktur Bina Ketahanan Remaja. Setelah itu, peserta mendapatkan penjelasan teknis breakout room penilaian.

Untuk kategori BKR, BKR Cempaka Sari dari Jawa Tengah mendapat jadwal pukul 08.45–09.30 WIB, disusul BKR Lamuniser Singer dari Jawa Barat pukul 09.40–10.25 WIB dan BKR Hidayah dari Jambi pukul 10.35–11.20 WIB.

Setelah jeda, BKR Sedap Malam dari DIY akan menjalani verifikasi pada pukul 13.00–13.45 WIB, kemudian BKR Al-Ikhlas dari Sulawesi Selatan pukul 13.55–14.35 WIB.

Peserta diwajibkan masuk ke ruang utama Zoom 10 menit sebelum waktu verifikasi yang telah ditentukan.

Capaian BKR Sedap Malam sekaligus menunjukkan bagaimana gerakan pemberdayaan keluarga yang tumbuh dari tingkat padukuhan dapat berkembang hingga memperoleh pengakuan nasional. Momentum Genre Award diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi menjadi penguat peran keluarga dalam mendampingi remaja menghadapi berbagai tantangan sosial dan perkembangan zaman.

Dari Padukuhan Gandok, BKR Sedap Malam kini membawa nama Condongcatur, Kabupaten Sleman, dan Daerah Istimewa Yogyakarta ke tingkat nasional. Dukungan masyarakat pun diharapkan menjadi tambahan energi bagi kelompok tersebut untuk memberikan hasil terbaik dalam Genre Award 2026.(Rls)

 

 

Lepas Kontingen Kwarcab ke Jamnas XII ,Jaga Nama baik Sleman

0

RADAR NASIONAL, – Sleman – Bupati Sleman, Harda Kiswaya sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Gerakan Pramuka Sleman, secara resmi melepas Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Sleman yang akan berlaga pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta. Acara pelepasan berlangsung di Ruang Sembada Kantor Setda Kabupaten Sleman pada Jumat (7/8/2026).

Dalam arahannya, Bupati Sleman menegaskan bahwa keikutsertaan para anggota Pramuka Penggalang dalam ajang lima tahunan tingkat nasional ini bukan sekadar perjalanan perkemahan biasa. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi ruang pembelajaran strategis dalam membangun karakter, memperluas wawasan, serta menempa kedisiplinan dan rasa kepedulian sosial generasi muda Sleman.

“Ini bukan hanya perjalanan perkemahan, melainkan upaya membangun karakter, menambah wawasan, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Sleman di tingkat nasional. Adik-adik peserta ini adalah duta Kabupaten Sleman. Apa yang kalian tunjukkan selama kegiatan akan mencerminkan karakter masyarakat Sleman yang cerdas, beradab, santun, ramah, disiplin, dan kreatif,” tegas Harda Kiswaya saat memberikan sambutan.Harda menambahkan, sejarah membuktikan bahwa perubahan besar bangsa selalu lahir dari semangat Gumregah kaum muda yang memiliki keberanian, kreativitas, dan kepedulian. Beliau berpesan agar seluruh peserta mengamalkan nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka dalam tindakan nyata serta senantiasa menjaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik daerah selama berkegiatan di Cibubur.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, sekaligus Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Sleman, Mustadi menuturkan bahwa kontingen yang diberangkatkan berjumlah total 47 orang. Rombongan tersebut terdiri atas 32 Pramuka Penggalang Umum yang terbagi berimbang dalam 16 putra dan 16 putri, 5 Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK) yang terdiri atas 3 putra dan 2 putri, serta didampingi oleh 4 Pembina Pendamping dan 2 Pimpinan Kontingen.

“Kesiapan lahir dan batin, semangat, hingga kesehatan para peserta telah disiapkan sebaik-baiknya oleh pengurus Kwarcab Sleman. Kami mengapresiasi penuh dukungan Kak Bupati serta sinergi dari BAZNAS Kabupaten Sleman dan Dispora Sleman yang turut membersamai pemberangkatan kontingen ini,” ujar Mustadi.

Sesuai jadwal resmi Kwartir Nasional, rangkaian kegiatan Jamnas XII 2026 di Buperta Cibubur akan berlangsung pada 13 hingga 20 Agustus 2026. Rombongan Kontingen Kwarcab Sleman dijadwalkan mulai bertolak menuju Jakarta pada Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB, dengan titik keberangkatan dari Bumi Perkemahan Sleman.

Pelepasan kontingen ini turut dihadiri jajaran pimpinan BAZNAS Kabupaten Sleman, perwakilan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sleman, serta pengurus Kwarcab Sleman. Sinergi lintas lembaga ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan dorongan semangat bagi para peserta untuk mengukir prestasi dan membawa kebanggaan bagi Kabupaten Sleman.(kak Isr)

MUI DKI Jakarta Ingatkan Hoaks, Tekankan Tabayyun di Era AI

0

RADAR NASIONAL, – (JAKARTA)-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi DKI Jakarta mengingatkan masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Di tengah derasnya arus informasi dan kemajuan kecerdasan buatan (AI), prinsip tabayyun dinilai menjadi benteng utama untuk menangkal hoaks dan disinformasi.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Umum MUI DKI Jakarta KH Auzai Mahfudz saat membuka Workshop “Mengenali Hoaks: Fact Checking” yang dirangkaikan dengan peluncuran situs web resmi terbaru MUI DKI Jakarta di D’Arcici Hotel Sunter, Jakarta Utara, Kamis (6/8/2026).

Mengusung tema “Tabayyun di Era Digital: Membangun Budaya Verifikasi dalam Menghadapi Misinformasi dan Disinformasi”, kegiatan tersebut diikuti mahasiswa, perwakilan organisasi kemasyarakatan, dan praktisi untuk memperkuat literasi digital di lingkungan umat.Dalam pemaparannya, Kiai Auzai menegaskan Islam telah mengajarkan etika verifikasi informasi jauh sebelum lahirnya teknologi digital. Ia mengutip firman Allah dalam Surah Al-Isra ayat 36 yang melarang seseorang mengikuti atau menyebarkan sesuatu yang belum diketahui kebenarannya.

“Jangan pernah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Nabi juga mengingatkan, ‘Cukuplah seseorang dianggap berdusta ketika ia menceritakan semua yang didengarnya’,” kata Kiai Auzai.

Ia menilai kebiasaan meneruskan pesan di media sosial, khususnya grup percakapan, tanpa memeriksa sumber dan kebenarannya menjadi salah satu penyebab utama maraknya penyebaran hoaks.

“Sering kali informasi baru masuk, belum dibuka videonya, belum dibaca isinya, langsung diteruskan ke grup lain. Padahal bisa jadi videonya hasil AI atau informasinya tidak benar,” ujarnya.

Menurut Kiai Auzai, tradisi verifikasi dalam Islam telah berkembang melalui disiplin ilmu hadis. Para ulama, kata dia, membangun metodologi ketat dengan meneliti kredibilitas pembawa berita, mata rantai periwayatan (sanad), hingga isi atau matan hadis sebelum menetapkan keabsahannya.

Ia mencontohkan kisah sahabat Nabi, Jabir bin Abdullah, yang rela menempuh perjalanan panjang menuju Syam hanya untuk memastikan kebenaran satu hadis. Menurutnya, kisah tersebut menunjukkan bahwa memperoleh informasi yang benar membutuhkan kesungguhan, waktu, dan pengorbanan.

Kiai Auzai juga mengingatkan bahwa kemajuan AI membuat masyarakat semakin sulit membedakan konten asli dengan hasil rekayasa digital. Karena itu, ia berharap literasi mengenai AI dapat diperkuat, termasuk di kalangan para ulama dan tokoh masyarakat.

“Gelombang AI ini tidak mungkin dihindari. Lima tahun ke depan perkembangannya akan jauh lebih dahsyat. Karena itu masyarakat harus dibekali kemampuan membedakan mana informasi yang autentik dan mana yang hasil manipulasi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Auzai merangkum empat prinsip tabayyun yang perlu diterapkan masyarakat, yakni memeriksa sumber informasi, mengecek kredibilitas penyampai berita, tidak terburu-buru menyebarkan informasi, serta melakukan klarifikasi sebelum mengambil kesimpulan.

Workshop tersebut juga menghadirkan Managing Editor Kompas.com sekaligus anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI), J Heru Margianto, serta Ketua Komisi Infokom MUI DKI Jakarta Raihan Febriansyah sebagai narasumber. Kemudian hadir pula Wakil Ketua Umum MUI DKI Jakarta KH Yusuf Aman dan Ketua Bidang Infokom MUI DKI Jakarta Faiz Rafdhi.

Pada kesempatan yang sama, MUI DKI Jakarta meluncurkan situs web resmi terbarunya sebagai pusat informasi organisasi, layanan publik, dan kanal Tanya Ulama Jakarta. Kehadiran portal tersebut diharapkan menjadi rujukan informasi resmi sekaligus memperkuat syiar Islam yang cepat, transparan, dan tepercaya.

Melalui kegiatan ini, MUI DKI Jakarta mengajak masyarakat membiasakan prinsip “saring sebelum sharing” agar ruang digital tidak dipenuhi informasi palsu yang berpotensi memecah belah persatuan.(Rls)

 

 

Penjual Pernak pernik Merah Putih Meriahkan HUT Kemerdekaan RI

0

RADAR NASIONAL, –(Yogyakarta) Menyemarakkan HUT Kemerdekaan. RI hampir seminggu pedagang musiman mulai berdatangan memanfaatkan momen peringatan Kemerdekaan RI berjualan pernak pernik bernuansa merah putih.Mereka menggelar dagangannya di sepanjang Jalan strategis seperti di jalan Juminahan,Lempuyangan , Sultan Agung ,Gedung kuning, Kusumanegara Tamansiswa dan Ringroad,Gejayan,,Jalan Kaliurang Yogya(6/8/2026)

Tak hanya bendera merah putih para pedagang ini juga menjual pernak pernik bernuansa merah putih yang beberapa diantaranya berukuran Dirgahayu Repuplik Indonesia,HUT RI dan sejumlah tulisan menyambut peringatan kemerdekaan.

Adalah, Inik demikian panggilan akrab warga Corkrodirjan ini menggelar dagangannya dari pagi hingga malam mangkal di jalan Juminah.Seperti dituturkan Inik panggilan akrab pada awalnya ia berjualan membantu suaminya,berangkat dari belajar itulah kemudian Inik meneruskan usaha yang dirintis suaminya bersama orangtuanya. “Awalnya saya hanya membantu almarhum suami saya, Sutardi berjualan sejak suami saya meninggal kemudian saya meneruskan usaha yang dirintisnya.Berjualan bendera dengan kulakan.Meneruskan usaha ini sudah hampir 5 tahunan,berjualan pernak pernik sampai sekarang” ujarnya di tengah kesibukan melayani pembeli.Banyàk suka dukanya saat menjalani profesi memanfaatkan bulan Kemerdekaan sukanya jika mendapat pesanan barangnya dagangannya laris diborong,sedang dukanya,karena sedang sepi pembeli, sehari paling banter laku bendera,umbul umbul rontek.Dukanya jika dagangannya tidak laku.Meski demikian agar kendil tidak jomplang.Lain halnya dengan Iming Romin pemuda asal Garut berjualan tempat mangkalnya di jalan Kaliurang dipilih ya karena di daerah asalnya sudah banyak yang berjualan,pernak pernik dipilihnya Yogya,kang Iming panggilan akrab mengaku Yogya ramai terlebih Yogya sebagai kota budaya kota perjuangan.Imin Rohimin tidak sendirian,ia berjualan pernak pernik merah putih,ada sekitar 20 orang berjualan dan tersebar di berbagai tempat.Sedangkan pernak pernik yang ia jual dengan harga cukup variatif tergantung jenis dan macamnya,bendera ukura 1 sd 3 meter 90,60 ia bandrol harga cukup bervariasi murah.Umbul umbul harga Rp.20.ribu sd Rp.25.000,- rawis Rp.20 ribu,Pandir Rp.60.000,Ketupat Rp.10.000 sd Rp.20.000,-dan masih banyak lagi asesoris lainnya yang laku keras laris saat menjelang peringatan HUT Kemerdekaan RI.(xan)

 

 

Eliminasi TB 2030, Sleman Lantik Pengurus KOPI TB Aksi Sehat

0
Bupati Sleman Harda Kiswaya

 

RADAR NASIONAL,- (SLEMAN)— Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Kesehatan mempertegas komitmennya dalam mempercepat penanggulangan penyakit menular, khususnya Tuberkulosis (TB), dengan melantik pengurus Koalisi Organisasi Profesi Indonesia untuk Penanggulangan Tuberkulosis (KOPI TB) Kabupaten Sleman serta menggelar kampanye Aksi Sehat di Ramada Hotel, Caturharjo, Sleman.Kamis(6/8/202)

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama, menyampaikan bahwa sebanyak 34 orang pengurus KOPI TB Sleman secara resmi telah dilantik dan terpilih sebagai Ketua dr. Bheti Yuliana Fitrianingsih, Sp.P. Pelantikan ini menjadi langkah krusial untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam penanganan TB di wilayah Sleman.

“Komitmen yang kami bangun melalui pelantikan KOPI TB ini adalah untuk melakukan eliminasi Tuberkulosis pada tahun 2030, serta mengeliminasi ATM (AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria),” ujar Cahya Purnama.Cahya juga melaporkan bahwa Kabupaten Sleman telah berhasil mencapai eliminasi malaria sejak tahun 2014, lebih awal dibandingkan target Provinsi DIY yang mencapai eliminasi pada tahun 2025. Namun, beberapa penyakit seperti TB dan penyakit berbasis lingkungan/leptospirosis yang berkaitan dengan sampah serta vektor tikus masih menjadi tantangan kesehatan yang perlu ditangani secara intensif.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, dalam arahannya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas pengukuhan pengurus KOPI TB Kabupaten Sleman. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor yang melibatkan tenaga medis, organisasi profesi kesehatan, pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat.

“Derajat kesehatan masyarakat merupakan salah satu fondasi utama untuk mewujudkan Kabupaten Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban. Sebagaimana falsafah Jer Basuki Mawa Beya, keberhasilan pencegahan dan pengendalian penyakit hanya dapat dicapai melalui kerja sama, gotong royong, dan komitmen bersama,” tegas Harda Kiswaya.

Bupati juga menyoroti pentingnya edukasi masyarakat guna mengikis stigma negatif terhadap penderita TB. Menurutnya, penderita TB tidak boleh dikucilkan melainkan harus didukung agar memiliki semangat untuk sembuh.

“Pengentasan TB ini bukan hal yang mudah. Saya berharap tim KOPI TB dapat menjadi motor penggerak kolaborasi, inovasi, dan edukasi masif di tengah masyarakat, sehingga penderita TB mendapatkan pendampingan yang tepat dan target Eliminasi TB 2030 di Kabupaten Sleman dapat tercapai,” pungkasnya.(isr)

Arahan Bupati Sleman Tekankan Profesionalisme dan Berorientasi Pelayanan Masyarakat

0

RADAR NASIONAL, – (Sleman) – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berkomitmen dalam memperkuat tata kelola pemerintahan kalurahan. Bupati Sleman, Harda Kiswaya hadir sekaligus memberikan pengarahan dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Bupati Sleman Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Pengisian dan Pemberhentian Pamong Kalurahan yang diselenggarakan di Pendopo Parasamya, Rabu malam (5/8).

Dalam arahannya, Bupati Sleman menegaskan bahwa Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2026 disusun sebagai pedoman untuk mewujudkan proses pengisian dan pemberhentian pamong kalurahan yang tertib, transparan, objektif, dan akuntabel. Ia menambahkan, peraturan ini menjadi pedoman yang memberikan kepastian hukum, baik dalam proses pengisian jabatan pamong kalurahan ketika terjadi kekosongan maupun dalam mekanisme pemberhentian apabila terdapat kondisi-kondisi tertentu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Saya menegaskan bahwa melalui peraturan ini, tata kelola pemerintahan kalurahan harus senantiasa mengedepankan prinsip good governance, yaitu profesionalitas, transparansi, akuntabilitas, partisipasi, serta berorientasi pelayanan kepada masyarakat,” ujar HardaBupati menyampaikan bahwa pamong kalurahan memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat. Oleh karena itu, setiap tahapan pengisian maupun pemberhentian pamong harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, mengedepankan prinsip merit, serta bebas dari praktik yang dapat mengurangi kepercayaan masyarakat.

“Pemerintah kalurahan tidak hanya dituntut untuk melaksanakan tugas administratif, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayahnya masing-masing,” kata Harda

Melalui sosialisasi ini, Bupati juga mengajak seluruh lurah, panewu, serta pihak-pihak terkait untuk memahami secara menyeluruh substansi Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2026 agar implementasinya di lapangan berjalan seragam dan sesuai ketentuan. Sinergi seluruh pemangku kepentingan dinilai menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan kalurahan yang efektif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh lurah se Kabupaten Sleman, panewu, serta pemangku kepentingan terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai mekanisme pelaksanaan pengisian dan pemberhentian pamong kalurahan sehingga dapat diterapkan secara konsisten di seluruh wilayah Kabupaten Sleman(Kus)

Atasi Dampak Kekeringan, PMI DIY Luncurkan Siaga Tirto Aji

0

RADAR NASIONAL, –(Yogyakarta),- Untuk  atasi dampak kekeringan diberbagai daerah,Palang Merah Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta (PMI DIY) bersama PMI Kabupaten/Kota se-DIY menyiagakan 6 armada tangki air dalam operasi kemanusiaan antisipasi bencana kekeringan akibat El Nino melalui ‘Siaga Tirto Aji”.

Demikian disampaikan GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi, Ketua PMI DIY disela sela pendistribusian operasi kemanusiaan yang digelar PMI DIY.

Menurut Gusti Prabu panggilan akrab, PMI DIY menjadi salah satu wilayah dari 10 provinsi program prioritas “Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026” PMI Pusat melalui Disaster Response Emergency Fund (DREF) – International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) yang meliputi PMI Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Lampung, dan Sulawesi Selatan. “PMI DIY melalui PMI Kabupaten Bantul pada 29 sd 31Mei 2026 sudah mendistribusikan air bersih 149.000 liter menjangkau 4.051 jiwa penerima manfaat dengan mengerahkan 2 truk tangki menyasar 4 kecamatan yakni Kasihan, Dlingo, Pajangan Bantul, dan Panggang Gunungkidul di 6 kalurahan yaitu Bangunjiwo, Temuwuh, Jatimulyo, Terong, Guwosari Bantul, dan Girikarto Gunungkidul”, papar GBPH. H. Prabukusumo, S.Psi,

Beberapa wilayah program PMI di DIY yang mendapatkan dukungan meliputi Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul untuk kegiatan distribusi air bersih dan edukasi penggunaan air secara bijakasana dan promosi kesehatan kesehatan.

“PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dalam merespons dampak kekeringan dan berharap program ini akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan. Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kami membuka donasi untuk masyarakat yang akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan”, jelas

Gusti Prabu, sapaan akrab Ketua PMI DIY mengatakan  donasi dapat disalurkan melalui rekening Bank Mandiri Cab Sudirman nomor 137.000.744. 959.4 atas nama Penanggulangan Bencana PMI Propinsi DIY dari bulan Agustus sampai dengan November 2026 dengan tetap mempertimbangkan kondisi di lapangan.

Menurut Gusti Prabu, setiap orang memiliki peran penting dalam melindungi diri dan dengan bijak dalam menggunakan air dan menjaga kesehatan dengan komitmen aksi cerdas dalam keseharian seperti menggunakan air secukupnya, menggunakan wadah bersih bertutup untuk menyimpan air dan cuci wadah secara rutin, mandi dengan air secukupnya, menutup rapat semua wadah air agar tetap bersih dan terhindar dari kotoran debu serta nyamuk, menggunakan air bekas dengan bijak untuk menyiram tanaman atau membersihkan halaman. Masyarakat juga harus menjaga kesehatan dengan selalu mencuci tangan memakai sabun sebelum makan, setelah ke toilet atau setelah beraktivitas, mengonsumsi air minum pastikan direbus sampai mendidih, dan menjauhkan air dari sampah dengan tidak membuang sampah limbah atau bahan kimia ke sumber air seperti sungai, selokan, dan sumur. imbuh Gusti Prabu.

Masyarakat bisa mengakses layanan PMI dengan menghubungi hotline Posko PMI DIY dengan nomor WhatsApp (WA) 085124381603, PMI Kabupaten Bantul nomor 0811-2948-118, PMI Kabupaten Kulon Progo nomor 0813-2886-1118, dan PMI Kabupaten Gunungkidul dengan nomor 0811-2653-118.

“Saya mendorong PMI untuk terus meningkatkan pelayanannya, melakukan harmonisasi langkah dengan pemerintah, para mitra dan tentu saja dengan masyarakat di dalam melaksanakan kerja-kerja kemanusiaan sebagaimana yang diamanahkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip dasar gerakan dalam pelayanannya yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan”, ungkap Gusti Prabu.

” Kami mengajak insan pers baik media cetak maupun elektronik untuk berperan serta mendiseminasikan dan mewartakan kegiatan kemanusiaan yang dilakukan PMI. Mari bersama menebar senyum, tiada henti berkarya untuk kemanusiaan.” ajak Gusti Prabu.(xan)

Perkuat Jaga Warga,Satpol PP DIY Siapkan Keamanan Masyarakat

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DI Yogyakarta terus memperkuat kapasitas Kelompok Jaga Warga sebagai ujung tombak menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan masyarakat, melalui kegiatan Pembinaan Kelompok Jaga Warga yang diselenggarakan di Ruang Wacana Loka, Kantor Kalurahan Condongcatur, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Rabu (5/8/2026)

Pembinaan diikuti 10 Kelompok Jaga Warga dari wilayah Kapanewon Depok, terdiri atas lima Kelompok Jaga Warga Kalurahan Condongcatur, yaitu Gejayan, Dero, Pondok, Sanggrahan, dan Gempol, serta lima Kelompok Jaga Warga Kalurahan Caturtunggal, yakni Samirono, Santren, Tempel, Ngentak, dan Kledokan Seluruh peserta hadir mengenakan rompi Jaga Warga sebagai identitas kelembagaan.Kegiatan menghadirkan Penelaah Teknis Kebijakan Satpol PP DIY, Suhardi, S.IP., sebagai narasumber. Hadir pula Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Sleman, R. Rahmad Mustajab, S.IP., M.Si., serta Plt. Lurah Condongcatur, Budi Arto, S.IP., M.AP.

Pembinaan ini merupakan implementasi Peraturan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 41 Tahun 2023 tentang Kelompok Jaga Warga dan Omah Jaga Warga, yang menjadi landasan pembentukan, pembinaan, tugas, fungsi, dan kewenangan Jaga Warga sebagai mitra pemerintah dalam menjaga keamanan dan memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Dalam sambutannya, Plt. Lurah Condongcatur Budi Arto menegaskan bahwa keberadaan Jaga Warga memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan kalurahan sekaligus menjaga kondusivitas wilayah yang terus berkembang sebagai kawasan perkotaan.

Menurutnya, tantangan sosial di wilayah Kapanewon Depok menuntut anggota Jaga Warga memiliki kemampuan yang semakin baik dalam membaca situasi, membangun komunikasi, serta menyelesaikan persoalan secara musyawarah.

“Kami berharap kegiatan pembinaan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga meningkatkan kemampuan anggota Jaga Warga dalam mendeteksi potensi permasalahan sejak dini, menyelesaikan persoalan secara musyawarah, serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh unsur masyarakat,”ujarnya.

Budi Arto berharap hasil pembinaan dapat diimplementasikan secara nyata di lingkungan masing-masing sehingga keberadaan Jaga Warga semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Semoga melalui pembinaan ini, Jaga Warga di Kalurahan semakin solid, profesional, humanis, dan mampu menjadi garda terdepan dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif demi mendukung pembangunan Kalurahan,” katanya.

Sementara itu, Kabid Linmas Satpol PP Kabupaten Sleman R. Rahmad Mustajab mengatakan Kapanewon Depok merupakan kawasan urban dengan mobilitas masyarakat yang tinggi sehingga memiliki karakteristik sosial yang lebih kompleks dibandingkan wilayah lain.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kolaborasi yang kuat antara Jaga Warga dengan seluruh unsur pemerintah maupun lembaga kemasyarakatan.

“Situasi di wilayah Condongcatur dan secara umum di Kapanewon Depok memiliki dinamika permasalahan yang sangat kompleks. Karena itu Jaga Warga diharapkan mampu bersinergi dengan seluruh lembaga yang ada dan berperan aktif dalam penyelesaian berbagai persoalan di wilayah masing-masing,”ujarnya.

Rahmad menegaskan Jaga Warga harus mampu menyusun program kerja yang jelas agar tidak terjadi tumpang tindih dengan lembaga lain.

“Jaga Warga jangan sampai overload dengan lembaga lain, tetapi harus saling melengkapi sesuai tugas dan kewenangannya. Dengan karakteristik wilayah Depok sebagai kawasan urban, potensi persoalan sosial cukup besar sehingga peran Jaga Warga menjadi sangat krusial dalam mendukung lembaga-lembaga yang sudah ada di tingkat padukuhan,”* jelasnya.

Rahmad menambahkan, Pemerintah Kabupaten Sleman juga tengah merencanakan penguatan kelembagaan Jaga Warga melalui dukungan pembinaan yang lebih berkelanjutan.

“Pada tahun 2027 direncanakan tersedia alokasi anggaran dari Komisi A DPRD Kabupaten Sleman untuk pembinaan dan pendampingan Jaga Warga. Karena itu, mulai sekarang perlu disusun rencana aksi dan kebutuhan program secara rinci agar pelaksanaannya tepat sasaran,”ungkapnya.

Dalam sesi materi, Suhardi, S.IP. menjelaskan bahwa pembinaan tahun ini menggunakan metode mentoring dengan pendekatan studi kasus, sehingga peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga menganalisis berbagai persoalan nyata yang terjadi di wilayah masing-masing untuk kemudian menyusun solusi melalui rencana aksi yang dapat diterapkan secara langsung. Metode tersebut dipilih karena pola pembinaan sebelumnya dinilai belum menghasilkan manfaat yang terukur bagi peningkatan kapasitas Kelompok Jaga Warga.

Menurut Suhardi, Kelompok Jaga Warga merupakan lembaga kemasyarakatan yang dibentuk atas inisiatif masyarakat di tingkat padukuhan, kampung, atau RW sebagai mitra pemerintah dalam mewujudkan partisipasi aktif masyarakat menjaga keamanan, ketenteraman, ketertiban, dan kesejahteraan.

Suhardi menjelaskan bahwa Jaga Warga memiliki tugas menyelesaikan konflik sosial, memberikan pertimbangan kepada dukuh maupun ketua RW  memperkuat koordinasi dengan pranata sosial, serta membantu penyelenggaraan  ketertiban umum. Dalam menjalankan tugas Jaga Warga  sebagai mediator konflik, penyampai aspirasi masyarakat, motivator partisipasi warga, sekaligus penggerak terciptanya lingkungan yang aman dan harmonis. Peserta dibekali mekanisme penyelesaian persoalan sosial melalui tahapan identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi, implementasi tindakan, hingga evaluasi, setiap kelompok memiliki pola penanganan persoalan yang sistematis dan terukur.

Dalam paparannya, Suhardi menyampaikan  hingga  2024 Pemerintah Daerah DIY telah membentuk 4.677 Kelompok Jaga Warga atau mencapai 100 persen dari seluruh padukuhan di DIY dengan jumlah  mencapai 106.570 orang. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa seluruh DIY kini memiliki jaringan sosial yang terorganisasi sebagai modal sosial dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat.

Ia menambahkan, kekuatan utama Jaga Warga terletak pada nilai-nilai budaya Yogyakarta seperti guyub rukun, tepa selira, rembug warga, dan semangat Hamemayu Hayuning Bawana yang menjadi fondasi penyelesaian persoalan secara musyawarah dan kekeluargaan. Nilai-nilai tersebut menjadikan Jaga Warga tidak sekadar organisasi kemasyarakatan, tetapi juga penguat modal sosial berbasis kearifan lokal. Sebagai ilustrasi, Suhardi mengangkat pengalaman Gempa Kobe, Jepang, tahun 1995 ketika sebagian besar korban berhasil diselamatkan oleh keluarga, tetangga, dan masyarakat sekitar sebelum bantuan resmi datang. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa komunitas lokal merupakan pihak pertama yang mampu memberikan respons terhadap berbagai persoalan sosial maupun kebencanaan. Filosofi itulah yang menjadi dasar penguatan Jaga Warga di DIY melalui pendekatan komunikasi, gotong royong, dan rembug warga.

Menutup paparannya, Suhardi menegaskan bahwa keberhasilan Jaga Warga sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungannya sendiri.

“Yang paling memahami wilayah adalah mereka yang tinggal di dalamnya. Prinsip perlindungan, ketertiban, keamanan, dan harmoni sejatinya lahir dari akar komunitas—itulah esensi Jaga Warga,”tegasnya.

Satpol PP DIY berharap 10 Kelompok Jaga Warga yang menjadi peserta mampu menyusun rencana aksi sesuai karakteristik wilayah masing-masing, memperkuat sinergi dengan pemerintah kalurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satlinmas, serta berbagai lembaga kemasyarakatan lainnya. Penguatan kapasitas tersebut diharapkan menjadi model pengembangan Jaga Warga di kawasan perkotaan, khususnya Kapanewon Depok, sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman, tertib, harmonis, dan tangguh dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.(Kus)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peresmian Posyandu Matahari, Harda Sebut Pentingnya Kolaborasi

0

RADAR NASIONAL SLEMAN — Selasa (4/8), Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri peresmian Posyandu Matahari yang diinisiasi oleh PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama Yayasan Rabu Biru Foundation bertempat di Kaliurang, Hargobinangun, Pakem, Kabupaten Sleman. Peresmian ini merupakan bagian dari implementasi program Desa BRILiaN 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Peresmian Posyandu Matahari ini diharapkan bisa menjadi model Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu, bayi, dan balita.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya yang juga hadir pada acara tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya program ini tidak hanya merenovasi fasilitas fisik posyandu tetapi juga memperkuat kapasitas kader, edukasi gizi, pemberian makanan tambahan, hingga pengembangan ketahanan pangan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Pemkab Sleman siap mendukung penuh revitalisasi Posyandu Matahari agar dapat menjadi contoh praktik baik (best practice) yang kelak bisa direplikasi di daerah-daerah lain di wilayah Sleman.

“Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan membutuhkan kemitraan dan gotong royong multipihak. Pemkab Sleman sangat terbuka terhadap kerja sama maupun program TJSL yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Vice President Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Rakyat Indonesia (BRI), Dinne Shovia Tresna Amalia, menyampaikan bahwa revitalisasi Posyandu Matahari ini diproyeksikan sebagai agent of monitoring perkembangan kesehatan ibu dan anak pada periode 1.000 HPK. Masa emas ini menjadi kunci utama pencegahan tengkes (stunting) guna menyiapkan Generasi Emas 2045.

“Posyandu ini akan memantau tumbuh kembang anak dan kesehatan ibu. Ini adalah investasi periode emas agar anak-anak kita tumbuh sehat, cerdas, dan dapat membawa Indonesia lebih baik,” tutur Dinne.

Sementara Direktur Eksekutif Rabu Biru Foundation, Toro Sudarmadi menerangkan bahwa Rabu Biru Foundation merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada tiga pilar utama, yaitu kesehatan, gizi, dan pangan. Dijelaskan bahwa Rabu Biru memiliki cita-cita untuk menjadikan posyandu sebagai garda terdepan layanan kesehatan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bank BRI melalui BRI Peduli, Kementerian Kesehatan, serta Pemda Sleman atas dukungannya. Hari ini kita bisa menyaksikan kolaborasi lintas sektoral yang terwujud lewat revitalisasi Posyandu Matahari,” ujar Toro.(Kus)