Beranda blog

Sambut Hari Jadi Pemkab Sleman,Organisasi Perempuan Semarakan GEMPAR

0

RADAR NASIONAL -( Sleman),-Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147, menyambut Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman, serta Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54.

Pemerintah Kabupaten Sleman menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) serta mendukung kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk para pedagang di pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman.

Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman menyelenggarakan Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) yang diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan non ASN di lingkungan Pemkab Sleman, dan juga berkolaborasi dengan organisasi-organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Sleman.

Kolaborasi ditegaskan melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor: 0262 Tahun 2026 tanggal 20 April 2026 Tentang Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), yang dilaksanakan tanggal 22 s.d 30 April 2026.

Herbandang selaku Sekretatis Dinas Perindag Sleman menyampaikan bahwa tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan aktivitas ekonomi di pasar rakyat/tradisional sekaligus mendorong peningkatan pendapatan para pedagang pasar rakyat/tradisional Kabupaten Sleman.

Melalui surat edaran selain menggerakkan perangkat daerah untuk berbelanja, juga meminta untuk mendokumentasikan kegiatannya dan mengunggah di media sosial baik instansi maupun pribadi sebagai bentuk publikasi belanja di pasar tradisional.

Melalui Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR), seluruh elemen masyarakat diajak untuk berperan aktif dalam menghidupkan kembali pasar rakyat sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.

Bertepatan dengan Hari Kartini dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54, Tim Pengerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Sleman berserta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman menggandeng sejumlah organisasi perempuan di Kabupaten Sleman untuk ikut berpartisipasi dalam Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat.

Ajakan ini direspon positif oleh sejumlah organisasi perempuan yaitu Persit Kodim Sleman, Bhayangkara Polresta Sleman, Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Sleman, Dharmayukti Karini Sleman, Dharna Wanita Persatuan Kemenag dan Kementrian Haji Sleman, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Sleman, dan Dharna Wanita Persatuan Sleman yang diikuti oleh DWP 17 Kapanewon sampai dengan DWP Kalurahan, sepakat untuk berpartisipasi dalam Gempar dengan berbelanja bersama “nglarisi” di sejumlah pedagang pasar tradisional Sleman.

Ketua TP PKK Kabupaten Sleman Mila Harda Kiswaya meyampaikan kegiatan Gempar ini bertepatan dengan hari Kartini, Hari Kesatuan Gerak PKK ke 54, dan sekaligus menyambut Hari Jadi ke 110 Kabupaten Sleman, menjadi yang momentum yang baik bagi perempuan secara bersama ikut menggerakkan perekonomian daerah dengan berbelanja di pasar tradisional. Selain menggerakkan ekonomi juga menjadi media organisasi untuk menyapa pedagang pasar yang kebanyakan kaum perempuan. Kami mengapresiasi respon positif dan partisipasi aktif dari organisasi-organisasi perempuan yang telah menyambut baik ajakan kami untuk mengikuti kegiatan Gempar Sleman. Meramaikan pasar rakyat berarti telah berkontribusi secara kolektif memperkuat kondisi ekonomi keluarga, utamanya perempuan-perempuan yang mengais rezeki dari aktivitas perdagangan di pasar tradisional.

Pemerintah Kabupaten Sleman berharap melalui Gerakan Meramaikan Pasar Rakyat (GEMPAR) ini, pasar rakyat dapat semakin berkembang, UMKM semakin berdaya saing, serta penggunaan produk dalam negeri semakin meningkat. Partisipasi aktif seluruh pihak menjadi kunci keberhasilan gerakan ini dalam memperkuat ekonomi lokal dan kesejahteraan masyarakat.(Ang)

 

 

Dakwah Wayang Ustadz A.T Maulana,Merawat Budaya Tradisi Penyampai Informasi

0
Dakwah Wayang Ustadz A.T Maulana memukau jamaah tampil di Joglo Cepit Condongcatur.

RADAR NASIONAL,- (Sleman),- Lebih dari 350 jamaah memadati lokasi kediaman Lurah Condongcatur yang rutin diadakan Pengajian Malam Kamis Kliwonan yang digelar oleh Reno Candra Centre (RCC) di Pendopo Cepit, Condongcatur Depok,Sleman Rabu malam, (22/4/2026)

Suasana malam itu khidmat,masyarakat antusias mengikuti rangkaian acara yang memadukan spiritualitas, kritik sosial, dan pelestarian budaya.

Pengajian malam kamis Kliwonan telah rutin digelar sejak tahun 2015 saat setelah Bapak Reno Candra Sangaji terpilih dan menjabat sebagai Lurah Condongcatur dan pengajian hingga kini tetap berjalan,sekalipun hujan tak mengurangi semangat untuk hadir dan berlangsung rutin sampai sekarang.

Pengajian Malam kamis Kliwon sejak dahulu sampai sekarang mempunyai format yaitu diawali dengan sambutan lurah Condongcatur yang menyampaikan informasi informasi dan program kegiatan yang tengah dan akan dilakukan pemerintah Kalurahan maupun pesan sosial sehingga ada komunikasi langsung kepada masyarakat kepada masyarakat / jamaah pengajian, selanjutnya diisi dengan Mujahadah yang dipimpin langsung oleh Mbah Kyai Muhammad Naim dari Selomartani Kalasan Sleman dan secara bergilir Grub – Grub Hadroh yang ada di Condongcatur tampil pada pengajian rutin.

Lantunan doa dan dzikir yang menggema menciptakan atmosfer yang tenang, mempersiapkan batin para jamaah sebelum memasuki sesi inti.

Selanjutnya pengajian dengan menghadirkan para penceramah yang berganti ganti sesuai tema, kali ini Ustad A.T Maulana atau dikenal Dai Patroli tampil menggunakan perfoma wayang sebagai penyampaian pesan moral, kritik sosial, sosial,spiritual religi keagamaan maupun budaya.

Strategi ini terbukti ampuh dan mampu menarik simpati jamaah dari berbagai kalangan usia.Dalam penampilan media dakwah melalui wayang Ustadz A.T Maulana menyelipkan kritik sosial yang tajam namun jenaka mengenai isu-isu hangat di masyarakat, seperti mulai dari Bahaya peredaran miras dan judi yang merusak moral generasi muda sampai Pentingnya pertobatan yang digambarkan melalui tokoh-tokoh yang berlumur dosa,, namun akhirnya menemukan jalan pulang melalui contoh-contoh nyata di kehidupan sehari-hari.

“Dakwah melalui media wayang ini adalah upaya kita mendekatkan agama dengan budaya. Melalui lakon-lakon ini, kita belajar bahwa masalah sosial seperti judi dan miras bukan hanya tanggung jawab aparat, tapi tanggung jawab iman kita masing-masing,” ujar Ustadz Ahmad Tugiran Maulana di sela-sela pertunjukannya.

Pengajian malam kamis Kliwon juga merupakan bentuk sinergi budaya dan agama, kehadiran grup Hadroh Nuruttajdid dari Tegalturi Karangasem Gempol menambah kemeriahan pengajian malam kamis Kliwon. Dengan lantunan sholawat yang rancak dan di dukung penuh dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari BANSER Condongcatur yang menjaga kenyamanan jamaah juga Remais Masjid Antik Soko 7 hingga GARFA Kap. Depok

” Di Condongcatur ada 40 lebih grub Hadroh yang kita gilir tampil pada setiap pengajian malam kamis Kliwonan juga Remais / Muda Mudi untuk bertugas menghidangkan snack dan minumnya, untuk pemilihan hari malam kamis Kliwon sesuai dengan tanggal neton lahir kami” jelas Reno Candra Sangaji

Tausiyah malam ini dengan Penggunaan wayang sebagai media dakwah ini diharapkan menjadi role model baru dalam menyelesaikan masalah sosial di masyarakat.

Dengan bahasa yang ringan dan visual yang akrab di telinga masyarakat Jawa, pesan-pesan agama menjadi lebih mudah meresap tanpa terkesan menggurui, walaupun baru berakhir menjelang tengah malam jam 23.30 WIB jamaah tetap menyimak dengan baik dan tausiyah kali ini meninggalkan kesan mendalam bagi para jamaah tentang pentingnya menjaga nilai agama di tengah gempuran penyakit sosial modern.(san)

 

11 Lurah Di Sleman Ikut Penguatan Kamtibmas  Deteksi Dini Kerawanan Wilayah 

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kelurahan, dan Kependudukan Sipil (DPMKKPS) DIY memfasilitasi Pertemuan strategis penguatan Kamtibmas bagi 11 Lurah di wilayah Sleman Bertempat di kantor DPMKKPS) DIY, Rabu, (22/4/2026)

Hadir dalam pertemuan tersebut para Lurah dari 11 wilayah kunci di Sleman yaitu Lurah Sinduadi (Mlati), Sendangadi (Mlati), Caturtunggal (Depok), Condongcatur (Depok), Triharjo (Sleman),Tamanmartani (Kalasan), Harjobinangun (Pakem), Wukirsari (Cangkringan), Tirtomartani (Kalasan), Sidoluhur (Godean) dan Lurah Purwobinangun (Pakem), acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas DPMKKPS DIY, KPH. Yudanegara, Ph.D.

Dalam sambutannya, KPH. Yudanegara menekankan pentingnya sinergi antara kalurahan dan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan, sesuai arahan langsung untuk memperkuat deteksi dini kerawanan wilayah.

Sinergi Kalurahan dan Kepolisian menjadi jadi kunci, Lurah sebagai ujung tombak pemerintahan harus aktif membangun komunikasi dengan Bhabinkamtibmas & Polsek. Tujuannya memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial, kriminalitas, dan konflik warga karena keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi saja tetapi tugas kita semua sehingga apabila kalurahan dan warga ikut aktif melakukan deteksi dini maka potensi gangguan bisa dicegah sebelum jadi kejadian” tuturnya.

Sementara itu, Dirintelkam Polda DIY, Kombes Pol. Daru Tyas Wibawa, S.I.K., S.H., M.H memaparkan analisis situasi keamanan terkini di DIY serta langkah-langkah teknis pengawasan wilayah, termasuk optimalisasi peran kelompok Jaga Warga di tingkat akar rumput.

“ Polri tidak bisa bekerja sendiri. Deteksi dini paling efektif ada di tingkat RT/RW, karena itu peran Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan Lurah harus menyatu dengan kelompok Jaga Warga sebagai “sensor” pertama di lapangan. Keamanan itu investasi. Kalau lingkungan aman, ekonomi jalan, warga tenang. Kuncinya cuma satu: cepat tahu, cepat lapor, cepat ditangani bersama.(c26)

Danrem Sambut Kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI 

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta )– Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menyambut kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto bertempat di Bandara Adisutjipto, Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Rabu (22/4/2026).

Kedatangan Ketua Komisi IV DPR RI beserta rombongan dalam rangka melaksanakan kunjungan kerja, dengan agenda memberikan pengarahan kepada Taruna Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) di Magelang.

DaTurut hadir dalam penyambutan antara lain Wadanjen Akademi TNI Marsda TNI Wayan Superman, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, GM Angkasa Pura Kolonel Pnb Cahyono Wibowo, serta Danramil 11/Depok Mayor Inf Istachory. (*R)

354 Calon Jamaah Haji Asal Sleman Telah Diberangkatkan

0
Sebanyak 354 calon jamaah haji diberangkatkan dari Bandara YIA

RADAR NASIONAL,-(Sleman)– Sebanyak 354 calon jamaah haji asal Kabupaten Sleman telah diberangkatkan dari Masjid dr. Wahidin Soedirohoesodo, Rabu (22/4/2026).

Pemberangkatan calon jamaah dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto dengan didampingi Forkopimda dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Sleman, Suryana menyampaikan calon jamaah haji Kabupaten Sleman tahun ini sebanyak 1.516, terdiri dari 1.407 calon jamaah asal Sleman, 98 calon jamaah mutasi, 8 calon jamaah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah, dan 5 calon jamaah dari luar Kabupaten Sleman.

“Seluruh calon jamaah dinyatakan sehat setelah menjalani pemeriksaan medis dan menerima vaksinasi meningitis serta influenza,” tambah Suryana.

Suryana melanjutkan, calon jamaah haji telah mengikuti manasik haji terintegrasi, yang terdiri dari 1 kali tingkat kabupaten dan 4 kali tingkat kapanewon, serta manasik mandiri dan online melalui program “Sapa Haji”.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto mengatakan, Pemkab Sleman telah melakukan persiapan secara matang, termasuk dalam memberikan layanan kepada calon jamaah haji yang beresiko tinggi.

“Untuk jamaah beresiko seperti lansia ada perlakukan khusus selama perjalanan. Seperti saat menuju bis, tadi sudah didahulukan agar lebih nyaman dan tenang. Begitu juga nanti di sana,” jelas Susmiarto.

Meskipun masuk dalam kategori beresiko, namun Susmiarto berharap, calon jamaah haji khususnya lansia dapat tetap terjaga kesehatannya, sehingga tetap bisa fokus untuk beribadah.

Untuk calon jamaah haji Kabupaten Sleman dijadwalkan sampai di Embarkasi YIA pada pukul 13.00 WIB. Kemudian untuk keberangkatan menuju Tanah Suci dijadwalkan pada Kamis (23/4) melalui Bandara Internasional Yogyakarta.(san)

Polwan Dit Res PPA dan PPO Polda Metro Jaya Berikan Edukasi dan Bantuan Sosial Hari Kartini 2026

0

radarnasional.co.id – Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Kartini Tahun 2026, Direktorat Reserse PPA & PPO Polda Metro Jaya melaksanakan rangkaian kegiatan pelayanan, edukasi, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat, Selasa (21 April 2026).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Pelayanan dilaksanakan di Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Ditres PPA & PPO Polda Metro Jaya, sekaligus diiringi dengan kegiatan turun langsung ke tengah masyarakat melalui edukasi dan bakti sosial.

Dalam momentum Hari Kartini, personel Polwan Ditres PPA & PPO Polda Metro Jaya tampil mengenakan busana kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap
perjuangan R.A. Kartini, sekaligus simbol penguatan peran perempuan dalam pelayanan publik.

Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Adapun pelayanan yang diberikan meliputi penerimaan laporan/pengaduan, konsultasi, pendampingan korban, serta proses administrasi penanganan perkara. Selain itu, jajaran Ditres PPA & PPO juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan, serta pentingnya peran keluarga dalam menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi anak.

Tidak hanya itu, dalam rangkaian kegiatan tersebut turut dilaksanakan penyaluran bantuan sosial berupa paket kebutuhan pokok kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu meringankan beban warga, sekaligus mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.

Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo
menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan pentingnya peran polisi wanita (polwan) dalam institusi Polri, tidak hanya dalam pelayanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa polwan tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak.

Melalui pendekatan yang humanis dan empatik, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, sekaligus hadir langsung di tengah masyarakat melalui edukasi dan bantuan sosial,” ujar Kombes Pol Rita, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme masyarakat. Diharapkan, melalui rangkaian pelayanan, edukasi, dan bantuan sosial ini, kesadaran
masyarakat terhadap pentingnya perlindungan perempuan dan anak semakin meningkat, serta kepercayaan publik terhadap Polri semakin kuat.

Hari Kartini Tahun 2026, Dir PPA dan PPO Polda Metro Jaya: Polwan Garda Terdepan Berikan Pelayanan dan Perlindungan Perempuan dan Ana

0

radarnasional.co.id – Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Direktorat Reserse PPA & PPO Polda Metro Jaya melaksanakan kegiatan pelayanan kepada masyarakat pada Selasa, 21 April 2026.

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan perkara yang berkaitan dengan perempuan dan anak.

Pelaksanaan pelayanan berlangsung di Ruang Pelayanan Khusus (RPK) Ditres PPA & PPO Polda Metro Jaya.

Dalam momentum peringatan Hari Kartini, personel Ditres PPA & PPO PMJ tampil mengenakan busana kebaya sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini serta simbol penguatan peran perempuan dalam pelayanan publik.

Seluruh rangkaian pelayanan dilaksanakan secara humanis, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Adapun pelayanan yang diberikan meliputi penerimaan laporan/pengaduan, konsultasi, pendampingan korban, serta proses administrasi penanganan perkara.

Petugas juga memberikan pelayanan secara responsif dengan mengedepankan prinsip perlindungan terhadap korban, khususnya perempuan dan anak.

Direktur PPA dan PPO Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rita Wulandari Wibowo
menyampaikan bahwa momentum Hari Kartini menjadi pengingat akan pentingnya peran polisi wanita (polwan) dalam institusi Polri.

“Momentum Hari Kartini menjadi pengingat bahwa polwan tidak hanya hadir sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan dan anak. Melalui pendekatan yang humanis dan empatik, kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kombes Pol Rita, Rabu (22/4/2026).

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat
terhadap Polri, serta memperkuat komitmen Ditres PPA & PPO Polda Metro Jaya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

TMMD Sengkuyung Tahap II Resmi Dibuka, Harda Harap Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman), -Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA 2026 resmi dibuka Bupati Sleman, Harda Kiswaya dihadiri Forkopimda Kabupaten Sleman beserta jajaran di Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.Rabu (22/4/2026)

Dandim 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho menyebut program ini menyasar pembangunan fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik meliputi pembuatan talud jalan dua sisi sepanjang 1.040 meter, pembuatan gorong-gorong sebanyak 3 buah, dan pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 1 unit.

Adapun sasaran non-fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas, penyuluhan pencegahan stunting dengan meningkatkan peran Posyandu dan Posbindu penyakit tidak menular.

“Kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan selama 30 hari, mulai tanggal 22 April sampai 21 Mei 2026, dengan tenaga yang dikerahkan sebanyak 1 SST TNI dibantu oleh masyarakat Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir,” jelasnya.

Total anggaran yang dialokasikan adalah Rp 525.000.000, dengan rincian sebagai berikut, APBD DIY sebesar Rp 75.000.000, APBD Kabupaten sebesar Rp 450.000.000, swadaya masyarakat berupa tenaga sejumlah kurang lebih 20 orang per hari, dan logistik senilai Rp 30.000.000.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik serta mengapresiasi program TMMD yang telah beberapa kali diadakan di Kabupaten Sleman ini. Menurutnya kegiatan ini memberikan manfaat yang besar yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut. Diharapkan pula dengan adanya program ini dapat meningkatkan perekonomian, keamanan, dan kesejahteraan warga Sendangrejo dan sekitarnya.

“Pemkab Sleman tentu sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan sinergi yang baik antar pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman, yang tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.(San)

Cemari Lingkungan dan Ancam Kesehatan Siswa² SLB Negeri 2 Bantul Dilaporkan ke Ombudsman RI

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta),-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Wiraraja selaku kuasa hukum SLB Negeri 2 Bantul dan warga sekitar resmi melaporkan dugaan mal administrasi terhadap Pemkab Bantul ke Ombudsman RI Perwakilan DIY.

Demikian disampaikan Tim Kuasa Hukum terdiri Ibno Hajar dan Ahmad Haedar dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman DIY.

Laporan menyangkut terkait pengelolaan sampah TPS3R yang berlokasi di Jl.Kacer 25,Sokowaten Tamanan Bangunjiwa,Bantul tepatnya kurang dari 50 meter dari SLB Negeri 2 Bantul dan pemukiman warga serta berada di sepadan Sungai Code.

Sejak tahun 2023 lokasi pengolahan sampah tidak memiliki izin sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, mengganggu ketenangan proses belajar mengajar siswa di SLB, serta kesehatan anak anak berkebutuhan khusus terganggu.Sepanjang 2024 hingga April 2026,sampah masih terlihat menumpuk melebihi batas waktu 24 jam tanpa penutupan tanah atau pengolahan cepat,hampir setiap hari pemandangan dijumpai dan dirasakan warga setempat maupun pihak sekolah.Bau menyengat dari pagi hingga siang hari ,terlebih pada musim hujan.

Beberapa warga khususnya murid SLB yang memiliki keterbatasan imunitas mulai mengalami gejala ISPA,sesak napas dan pusing.Sumber air milik warga mulai tercemar bau limbah,sehingga warga pun tercemar bau limbah cukup menyengat,wargapun terpaksa harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Proses Belajar Mengajar terganggu.Kelas kelas terpaksa menutup jendela rapat².Kepala SLB Negeri 2 Bantul,menyatakan keprihatinan yang mendalam. “Kondisi ini sangat memalukan,anak anak kami berkebutuhan khusus sudah memiliki tantangan tersendiri dalam belajar.Ditambah bau busuk dan asap pembakaran sampah setiap hari,sehingga membuat konsentrasi siswa belajar buyar.Bahkan beberapa guru kelas merasa sesak napas.” Kami guru harus berjuang ekstra hanya untuk menenangkan mereka,sementara kami sendiri juga pusing akibat bau dan residu pembakaran. Saya meminta pemerintah segera bertindak tegas.” tandasnya.

Sementara itu perwakilan warga sekitar. TPS3R,Jugil Adiningrat mengalami hal yang sama.” Kami sudah hidup dengan bau sampah selama 2 tahun Air sumur kami sudah tercemar sudah tidak bisa dipakai lagi baunya seperti air limbah.Saya dan tetangga terpaksa membeli air bersih untuk masak dan mandi.Kami sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup Februari tahun lalu dijanjikan akan ditutup faktanya sampah makin menggunung.Bahkan ada alat pembakar yang dipakai tanpa menjelaskan resiko kesehatan ke kami. Kami sebagai warga hanya minta hidup sehat,jangan niat baik mengatasi masalah justru menambah masalah baru ” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif IDEA,lembaga riset dan. Advokasi kebijakan publik, Ahmad Hedar mengatakan ” Kasus ini adalah kegagalan serius dalam perlindungan hak warga negara. Anak anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 2 Bantul,memiliki hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman dan nyaman bebas dari bau sampah dan asap pembakaran. Namun mereka justru menjadi korban utama dari TPS3R yang diduga beroperasi tanpa izin lingkungan.Tidak hanya mereka warga sekitarnya juga kehilangan hal atas air bersih karena sumurnya tercemar bau limbah.Negara harus hadir menegakkan hukum dan memulihkan hak mereka baik hak atas udara bersih ,maupun hak atas air sehat bagi warga di rumah.” ungkapnya.

Sedang menurut Ibno Hajar,selaku kuasa Hukum menyatakan masyarakat sudah menyampaikan pengaduan lisan kepada Kepala DLH Kab.Bantul sekitar 28 Februari 2025.Dalam meditasi berjanji akan menutup lokasi.Faktanya volume sampah justru semakin bertambah.Warga juga pernah diundang sosialisasi penggunaan insinerator oleh Kalurahan Tamanan tetapi tidak ada penjelasan dampak kesehatan dan lingkungan dari alat tsb

Warga pun menolak penggunaannya Hingga April 2026 tidak ada itukad baik dari pengelola maupun Pemkab Bantul untuk merelokasi memperbaiki teknologi pengolahan atau memberikan kompensasi.

Para pelapor menduga pengelolaan TPS3R dan lemahnya pengawasan Pemkab Bantul melanggar sejumlah peraturan al.Pergub DIY No.21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan sampah PP 81 Tahun 20q2 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (penimbunan lebih dari 24 jam) dan masih banyak peraturan lainnya UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( hak atas proses belajar mengajar yang aman dan nyaman tidak terpenuhi, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus).

.”Kami tidak menolak pengelolaan sampah sebagai kebutuhan bersama,tetapi lokasi dan cara pengelolaannya tidak boleh mengorbankan pendidikan anak-anak berkebutuhan khususdan hak sehat warga.Kami meminta keadilan,” tegas Ibno Hajar.( *R)

Optimalkan Kualitas Infrastruktur, Pemkal Condongcatur Monitoring Pembangunan Jalan

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pembangunan Kalurahan Condongcatur meninjau langsung lokasi pengaspalan jalan di RW 43, RW 44, dan RW 46 Kayen pada Selasa,(21/4/2026)

Langkah ini diambil guna menjamin proyek infrastruktur berjalan sesuai spesifikasi teknis yang direncanakan

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen pengendalian mutu dan waktu.

“Hasil hari ini menjadi catatan titik nol, Kita pantau terus hingga progres 50% dan 100% nanti agar tidak ada keterlambatan dan aspirasi warga di lapangan dapat segera terakomodasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ulu-ulu Condongcatur, Murgiyanta, SE, menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan agar bantuan pembangunan kalurahan memenuhi prinsip 4T “Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Administrasi,”

“Cek dan monitoring dijadwalkan akan berlanjut besok Kamis 23 April 2026 di RW 57 Kentungan dan RW 2 Tiyasan serta Jumat 24 April 2026 di RW 3 Manukan dan RW 12 Gempol” jelasnya

Melalui pengawasan berkala, Pemkal Condongcatur berkomitmen menyajikan infrastruktur jalan yang tahan lama bagi masyarakat.(*R)