Beranda blog

Optimalkan Perempuan Dalam Pembangunan,Pemkab Gelar Hari Kartini dan OTDA 2026

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman )– Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Kartini ke-147 sekaligus Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 di Lapangan Pemda Sleman, Senin (27/4/2026).

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memimpin jalannya upacara yang diikuti oleh jajaran Forkopimda, OPD, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman, di mana seluruh petugas upacara kali ini merupakan perempuan-perempuan dari berbagai instansi.

Upacara peringatan Hari Kartini dan Hari OTDA 2026, dimaknai bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan sebagai momentum refleksi strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan serta mengoptimalkan peran perempuan dalam pembangunan.

Dalam amanat Bupati Sleman yang dibacakan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, disampaikan bahwa semangat Raden Ajeng Kartini harus diimplementasikan melalui keberanian berpikir maju dan mengambil peran dalam perubahan sosial.

Ia menekankan bahwa kesetaraan gender bukan berarti menyeragamkan peran, melainkan memberikan kesempatan yang adil bagi perempuan untuk berkembang sesuai potensinya.

“Pembangunan di Sleman harus memberikan peluang yang adil dan setara bagi perempuan untuk berkontribusi. Perempuan harus didorong untuk menjadi bagian dari pengambilan keputusan, baik di sektor pemerintahan, pendidikan, ekonomi, maupun kemasyarakatan,” tegas Danang.

Terkait Hari Otonomi Daerah, Danang menyoroti pentingnya kepemimpinan yang adaptif dan inovatif. Menurutnya, otonomi daerah memberikan kewenangan luas bagi pemerintah daerah untuk mengelola potensi dan mempercepat pembangunan, namun hal tersebut menuntut ASN untuk bekerja lebih cepat, cerdas, dan responsif terhadap dinamika zaman seperti transformasi digital dan perubahan iklim.

“Kita tidak boleh terjebak pada rutinitas birokrasi yang lambat dan berbelit. Pelayanan publik harus terus ditingkatkan kualitasnya, transparansinya diperkuat, dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja yang nyata,” lanjutnya.

Pada upacara kali ini, sekaligus dilakukan penyerahan trofi Penghargaan dari Metro TV kepada Pemerintah Kabupaten Sleman, pada ajang National Governance Awards 2026 dengan kategori Top Regency in Learning Ecosystem & Academic Excellence. Trofi diserahkan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Susmiarto, kepada Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa.

“Tentu ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk membangun ekosistem pendidikan yang inklusif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Sleman. Harapan kami upaya ini bisa didukung oleh seluruh pihak,” jelas Danang.(x-an)

Sinergi Akademisi,KMMH FH UGM Gelar Penyuluhan Hukum Mitigasil Korupsi

0

RADAR NASIONAL -(Sleman),-Upaya penguatan tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal ini tercermin dalam kegiatan penyuluhan hukum yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Magister Hukum Bisnis dan Kenegaraan Fakultas Hukum (KMMH) Fakultas Hukum UGM di ruang Wacanaloka Kalurahan Condongcatur, Senin, (27/4/2026)

Penyuluhan Hukum ini menghadirkan Narasumber para pakar yang sangat kompeten dibidangnya yaitu Dr. W. Riawan Tjandra, S.H., M.Hum (Ahli Hukum Keuangan Negara), Wasingatu Zakiyah, S.H., M.A. (Direktur Caksana Institute) dan Eko Yuliati, S.E., M.S.E., M.Sc. (Inspektorat Kabupaten Sleman) dengan peserta Pamong Kalurahan (Carik, para Kasi, para Kaur, Staf hingga seluruh Dukuh se-Condongcatur, Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) dan Anggota Lembaga Kalurahan mengangkat tema strategis “Mitigasi Tindak Pidana Korupsi: Penguatan Tata Kelola Pemerintahan & Aset di Lingkungan Kalurahan Condongcatur

Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran hukum serta meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mencegah potensi tindak pidana korupsi, khususnya dalam pengelolaan keuangan dan aset desa.

Ketua KMMH FH UGM, Nawasarif, dalam sambutannya menekankan bahwa desa sebagai ujung tombak pelayanan publik memiliki peran strategis dalam menjaga integritas tata kelola pemerintahan

“Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah desa menjadi kunci dalam membangun sistem yang kuat. Tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari aspek pemahaman, budaya hukum, dan implementasi di lapangan,” ungkapnya.

Nawasarif menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi nyata dunia akademik dalam mendukung pemerintahan desa yang transparan, profesional, dan akuntabel.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif penyuluhan hukum tersebut. Ia menegaskan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia aparatur desa merupakan investasi jangka panjang dalam mencegah praktik penyimpangan.

“Pengelolaan aset dan keuangan kaluraha harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Dengan pemahaman hukum yang kuat, kami optimistis seluruh jajaran dapat menjalankan tugas secara profesional dan terhindar dari potensi pelanggaran hukum,” ujarnya.

Dr. W. Riawan Tjandra menekankan bahwa tata kelola keuangan desa tidak terlepas dari rezim hukum keuangan negara yang mengatur prinsip-prinsip dasar pengelolaan anggaran publik.

“Setiap rupiah yang dikelola oleh pemerintah desa merupakan bagian dari keuangan negara, sehingga harus tunduk pada prinsip transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan hukum. Risiko korupsi sering muncul dari lemahnya pemahaman terhadap regulasi dan kurangnya dokumentasi administrasi yang tertib,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya penguatan sistem pengendalian internal, termasuk perencanaan anggaran yang matang, pelaksanaan yang sesuai prosedur, serta pelaporan yang akurat dan dapat diaudit.

“Mitigasi korupsi dimulai dari sistem. Jika sistemnya kuat, maka peluang penyimpangan akan semakin kecil,”* tambahnya.

Dari sisi tata kelola, Wasingatu Zakiyah menekankan bahwa pencegahan korupsi tidak cukup hanya mengandalkan regulasi, tetapi juga harus dibarengi dengan pembangunan budaya integritas.

“Korupsi bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga persoalan budaya. Oleh karena itu, membangun integritas harus dimulai dari kesadaran individu dan diperkuat melalui sistem yang transparan serta partisipasi publik,” paparnya.

Ditambahkannya bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengawasan menjadi elemen penting dalam menciptakan tata kelola yang bersih.

“Transparansi anggaran dan keterbukaan informasi kepada masyarakat adalah bentuk kontrol sosial yang efektif. Ketika masyarakat dilibatkan, maka ruang penyimpangan akan semakin sempit,”tegasnya.

Inspektur Kabupaten Sleman, Eko Yuliati menyoroti pentingnya peran Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) dalam proses mitigasi risiko.

“Pengawasan internal bukan sekadar fungsi kontrol, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam pembinaan. Kami mendorong aparatur desa untuk tidak ragu berkonsultasi agar setiap potensi risiko dapat diidentifikasi sejak awal, dengan pendekatan manajemen risiko, setiap kegiatan dapat dipetakan potensi kerawanannya. Dari situ, langkah mitigasi bisa disusun secara sistematis dan terukur,” jelasnya.

Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan studi kasus yang diangkat langsung dari pengalaman di lapangan, mulai dari pengelolaan aset desa, penggunaan dana desa, hingga mekanisme pertanggungjawaban administrasi. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama dalam memahami area-area rawan yang berpotensi menimbulkan permasalahan hukum serta strategi pencegahannya.

Melalui sinergi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan Kalurahan Condongcatur dapat menjadi contoh praktik tata kelola pemerintahan desa yang bersih, transparan, dan bebas dari korupsi. Kegiatan ini sekaligus menegaskan bahwa pencegahan korupsi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan komitmen bersama yang harus dibangun secara berkelanjutan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat.(xan)

Haru dan Syukur,Bupati Sleman Lepas Calon Jamaah Haji

0

RADAR NASIONAL, (Sleman) – Bupati Sleman, Harda Kiswaya melepas sebanyak 354 calon jamaah haji Kabupaten Sleman untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026. Pelepasan keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Sleman berlangsung di Serambi Masjid Agung Sleman, Minggu (26/4/2026)

“Terharu dan tentunya penuh rasa syukur dan bahagia, saya berkesempatan melepas keberangkatan calon jamaah haji Kabupaten Sleman untuk menunaikan ibadah haji di Tanah Suci,” ungkap Harda saat menyampaikan sambutan di hadapan calon jamaah haji Kabupaten Sleman.

Dalam kesempatan tersebut Harda juga mendoakan agar para calon jamaah haji Kabupaten Sleman senantiasa mendapatkan perlindungan dari Allah SWT sehingga seluruh rangkaian ibadah haji dapat dilaksanakan dan pulang sebagai haji mabrur.

Harda juga berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, mengatur pola makan, serta memanfaatkan waktu istirahat dengan baik. Mengingat, kondisi cuaca, kepadatan jamaah, serta aktivitas ibadah yang padat akan menjadi tantangan tersendiri.

Tak lupa, Harda juga menitipkan doa kepada jamaah haji agar Kabupaten Sleman senantiasa diberikan keberkahan, dijauhkan dari segala bencana, serta masyarakat hidup dalam keadaan aman, tenteram, dan sejahtera.

“Doakan pula agar pembangunan di Kabupaten Sleman dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” katanya.

Sementara itu, diketahui bahwa pada tahun 2026 ini berjumlah sebanyak 1.510 orang yang dibagi dalam lima Kelompok Terbang (kloter) dan akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA).(xan)

Hadiri Hari Pers: Bupati-Wabup Pers Tumbuhnya Kesadaran Publik Sehat dan Konstruktif

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN), Pemkab Sleman bersama Paguyuban Wartawan Pemkab Sleman, PMI Sleman dan Baznas Sleman menggelar Jalan Sehat dan Aksi Sosial Donor Darah. Bupati Sleman, Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan sejumlah pimpinan perangkat daerah turut hadir dalam momen puncak peringatan HPN 2026,di Lapangan Pemda Sleman, Minggu pagi (26/4/2026).

Jalan Sehat yang diikuti ribuan masyarakat Kabupaten Sleman resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto dengan melakukan flag off.

Bupati Sleman Harda Kiswaya, dalam kesempatan tersebut mengajak seluruh insan pers untuk terus menjaga integritas, objektivitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

Pers memiliki tanggung jawab besar untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang dan mencerahkan, sehingga mampu menjadi penuntun bagi masyarakat dalam memahami realitas secara jernih.

“Pemerintah Kabupaten Sleman membuka ruang kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, dalam membangun daerah yang maju, berdaya saing, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal,” ujar Harda

Senada dengan Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menyampaikan momentum HPN adalah untuk merefleksikan peran strategis pers dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pers yang merdeka, profesional dan bertanggung jawab merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi.

“Saya harap Pers menjadi jembatan pemerintah dan masyarakat, sekaligus menjadi ruang bagi tumbuhnya kesadaran publik yang sehat dan konstruktif,” kata Danang

Lebih lanjut, Danang menambahkan melalui Jalan Sehat dan Aksi Donor Darah merupakan simbol melangkah bersama, melangkah seirama dalam semangat kebersamaan, menjaga kesehatan dan mempererat persaudaraan serta wujud nyata kepedulian sosial.

Masyarakat Kabupaten Sleman antusias mengikuti Jalan Sehat dan Aksi Donor Darah. Acara HPN 2026 Kabupaten Sleman juga menyediakan puluhan doorprize diantaranya 2 unit sepeda listrik, 2 unit sepeda, puluhan elektronik dan doorprize menarik lainnya, yang dibagikan di panggung utama di Lapangan Pemda Sleman.

Tercatat 50 UMKM binaan Dinas Koperasi dan UKM turut memeriahkan gelaran ini. Selain itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil juga menggelar layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital bagi masyarakat umum.

Antusiasme warga masyarakat terlihat dari membludaknya peserta donor darah yang mencapai 150 pendaftar.(Ang)

Orasi Ilmiah Menaker Yassierli : Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readness

0

RADAR NASIONAL,-(Jakarta) Universitas Paramadina menegaskan komitmennya mencetak lulusan berintegritas, adaptif, dan inovatif dalam Wisuda ke-44 melalui sambutan Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dan orasi ilmiah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D. Acara berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Henri Tambunan menegaskan Paramadina memiliki mandat sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, tetapi membentuk lulusan berdaya dampak.

“Paramadina lahir dari gagasan besar pendirinya, Almarhum Nurcholish Madjid, yang membentuk identitas sebagai ‘Kampus Peradaban’,” ujar Henri.

Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. “To educate a person in the mind but not in morals is to educate a menace to society,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. Menurutnya, lulusan masa depan harus memiliki triple readiness: keterampilan teknis, human skills, dan kesiapan masuk pasar kerja.

“AI tidak bekerja optimal tanpa Human Skills,” ujar Yassierli. Ia juga menekankan pentingnya pola pikir inovatif dan adaptif dalam menghadapi disrupsi.

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyatakan wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang siap menjadi penggerak perubahan.

“Paramadina ingin melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi,” ujar Didik.

Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin menegaskan pendidikan adalah investasi peradaban. “Bangsa ini membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan memberi makna,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina Dr. Harry T.Y. Achsan menambahkan capaian wisuda kali ini juga menandai rekor baru institusi.

“Pada periode wisuda semester genap ini, Universitas Paramadina meluluskan 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program Magister, sehingga total keseluruhan lulusan berjumlah 520 orang,” ujar Harry.

Menurut Harry, jumlah tersebut merupakan jumlah wisudawan semester genap kali ini meningkat signifikan dibanding rata-rata wisuda sebelumnya.

Ia menambahkan capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja akademik sekaligus efektivitas pengelolaan proses studi di tingkat program studi. “Capaian hari ini menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan kolaborasi mampu menghasilkan hasil yang nyata,” kata Harry.

Wisuda ke-44 Paramadina menegaskan sinergi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai pilar peradaban baru Indonesia.(*R)

Menjaga Silaturahmi,Masjid Muhajirin Gelar Baksos di Panti Asuhan Al Idris

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Sebagai bentuk kepedulian sesama muslim,dan menjalin ukhuwah islamiyah keluarga besar Masjid Muhajirin mengadakan bakti sosial di Panti Asuhan Al Idris,Gamping,Sleman Sabtu( 24/4/2026)

Rombongan keluarga besar jamaah masjid Muhajirin dipimpin Ketua Takmir H Syahri S.Ag didampingi Drs.HR Effendi diterima di pondok panti asuhan dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Dalam sambutan Ketua pengelola Pondok Asuhan Al Idris Awaludin Kiraman menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang di panti asuhan yatim Al Idris Gamping.Kami tidak bisa membalas apapun atas kebaikan,kecuali ucapan terima kasih.Kebaikan akan mendapat balasan dari sisi Allah SWT.Kami tentu berharap kunjungan silaturahmi akan terus berlanjut. Pertemuan ini bukan merupakan yang terakhir, namun berkesinambungan.

Disampaikan,berbagai kegiatan dalam menyambut hari besar Islam yang dilakukan anak anak panti asuhan seperti tarawih,buka puasa dan Idul Fitri dan Idul Adha. ” dalam waktu dekat menyongsong Idul Adha,kami dari panti asuhan Al Idris siap menerima hewan kurban,baik daging maupun kulit ,kebetulan hari ini ada pengurus masjid Muhajirin Idul Qurban hewan kurban kepala kulit dari hewan kurban kemudian dijual untuk dijadikan transportasi angkutan barangkali selaku pelaksana harian kami mohon ,masjid Muhajirin hewan korban berupa kepala kulit kambing,sapi disampaikan ke panti asuhan untuk dikelola untuk menambah pembiayaan untuk menambah amal bakti mereka dikampung halaman.

Untuk hasil penjualan kulit sebagai bekal anak anak panti asuhan pulang ke kampung halaman di Flores.

Ini bentuk pengabdian keluarga besar Flores yang berada dirantau pulang kampung berkumpul warga Flores baik yang beragama Islam maupun non muslim berkumpul di lapangan bersilaturahmi.

Ungkapan balasan juga disampaikan Ketua Takmir Masjid Muhajirin perumnas Condongcatur H Syahri,S.Ag didampingi Drs.H Effendi menyatakan terima kasih kasih dan menyampaikan sebagai salah satu program kegiatan masid Muhajirin yakni bakti sosial dengan sedikit memberikan bantuan berupa sembako beras ,gula, minyak goreng.Kemudian secara simbolis wakil dari Masjid Muhajirin menyerahan bantuan sembako kepada perwakilan anak anak panti asuhan setempat.

Sedangkan jumlah penghuni santri sebagaimana diungkapkan,Awaludin Kiraman selaku pelaksana harian mengatakan jumlah santri 120 an mulai dari jenjang pendidikan SD hingga SMA.Dan dalam waktu dekat siswa yang duduk dibangku SMA berusaha untuk melanjutkan ke perguruan tinggi.Sehingga membutuhkan biaya.

Acara dipungkasi dengan sesi foto bersama pengurus masjid Muhajirin dan Pengurus panti asuhan Al Idris.(san)

Jaga Keseimbangan Ekosistem ,Wabup Sleman Bersama Menko IPK Tanam Bibit Pohon Trembesi

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),- Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa bersama Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono(AHY) melakukan penanaman pohon trembesi di Koridor Hijau pada ruas Tol Prambanan-Purwomartani  Sabtu (25/4/2026)

Penanaman pohon ini merupakan bagian dari penguatan program nasional Ruang Terbuka Hijau dan Biru (RTHB) guna memastikan pembangunan infrastruktur jalan tol tetap menjaga keseimbangan ekosistem dan estetika lingkungan.

Menko IPK, AHY menyampaikan bahwa kegiatan penanaman pohon di koridor hijau ini juga merupakan bagian tak terpisahkan dari gerakan Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, Indah) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

“Harapannya, jika di sepanjang jalan tol di berbagai daerah di Indonesia ditumbuhi oleh pohon-pohon yang memiliki kapasitas penyerapan CO2 yang baik, maka ini akan sangat membantu daerah untuk bisa mengurangi polusi serta mengurangi tantangan atau ancaman ekologis yang hari ini kita hadapi,” kata AHY.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur fisik harus selalu dibarengi dengan kesadaran serta aksi nyata dalam rangka menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Kalau kita sayang pada anak cucu kita, ya kita harus lakukan ini secara serius,” ucapnya.

Ditemui usai kegiatan, Wakil Bu pati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan mendukung penuh atas program penanaman pohon di ruas Tol Prambanan-Purwomartani. Program ini, kata Danang, selaras dengan sistem kompensasi penebangan pohon yang ada di Pemkab Sleman. Kompensasi yang dimaksud yaitu jika terdapat proyek pembangunan di Kabupaten Sleman yang terpaksa menebang pohon di lahan publik, maka ia harus menggantinya menanam di tempat lainnya.

“Ini menarik tentunya. Karena ruas jalan tol ini paling panjang melewati Sleman. Sehingga nanti ruas jalan tol di Sleman yang ruangannya belum bisa kita tanami dengan penghijauan, dengan adanya program Koridor Hijau ini, kita bisa mungkin (meminta) bantuan Pak Menteri untuk melakukan penanaman hijau ini untuk mengganti RTH tadi,” kata Danang.(xan)

Danrem 072/Pamungkas Pimpin Sertijab Kasrem dan Kasipers

0

RADAR NASIONAL,- (Yogyakarta) – Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., memimpin Tradisi Korps dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala Staf Korem (Kasrem) dan Kepala Seksi Personalia (Kasipers) Korem 072/Pamungkas bertempat di Aula Soegiyono, Makorem 072/Pamungkas, Sabtu (25/4/2026).

Jabatan Kasrem 072/Pamungkas diserahterimakan dari Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit, S.I.P., kepada Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han. Sementara itu, jabatan Kasipers diserahterimakan dari Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo, S.E., M.I.P., kepada Letkol Inf Yoga Yastinanda, S.I.P.

Dalam amanatnya, Danrem 072/Pamungkas menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pejabat lama atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas di Korem 072/Pamungkas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para istri yang tergabung dalam Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro atas peran aktif dan dukungan yang diberikan.

Danrem menegaskan bahwa rotasi jabatan di lingkungan TNI Angkatan Darat merupakan bagian dari dinamika organisasi dan sistem pembinaan personel yang dilaksanakan secara terencana dan berkesinambungan.

“Hal ini bertujuan untuk mendorong pembaruan, penyegaran pemikiran, serta peningkatan kinerja satuan agar tetap adaptif terhadap tantangan tugas yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa jabatan Kasrem memiliki peran yang sangat strategis sebagai motor penggerak utama dalam sistem kerja internal satuan. Kasrem bertugas mengoordinasikan seluruh staf serta menjadi penasihat utama Danrem dalam proses pengambilan kebijakan, baik operasional maupun administratif.

“Seorang Kasrem dituntut memiliki ketelitian, ketajaman analisis, serta kemampuan komunikasi yang baik, sehingga setiap kebijakan komando dapat diimplementasikan secara optimal oleh seluruh unsur staf,” tegasnya.

Selain itu, Kasrem juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan seluruh program kerja dan anggaran berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, guna mewujudkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, dan profesional.

Kepada pejabat Kasipers yang baru, Danrem berharap agar segera beradaptasi dengan lingkungan tugas serta mampu memahami berbagai tantangan di bidang personel, mulai dari pembinaan karier, perawatan personel, hingga pengelolaan kekuatan personel.

“Ciptakan inovasi yang kreatif dan solutif guna mendukung kinerja organisasi yang lebih efektif, efisien, dan modern,” pesannya.

Diketahui, Kolonel Inf Teguh Wiratama sebelumnya menjabat sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam IV/Diponegoro, sedangkan Letkol Inf Yoga Yastinanda sebelumnya menjabat Pabandya-1/Kumplintatib Spaban VIII/Binkumtaltibprot Spersad.

Sementara itu, Kolonel Inf Dec Jerry Manungkalit selanjutnya akan mengikuti pendidikan di Lemhanas, dan Kolonel Inf Handoko Yudho Wibowo mendapat penugasan sebagai Perwira Penuntun (Patun) di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).

Acara Sertijab turut dihadiri oleh para pejabat utama Korem 072/Pamungkas, para Dandim jajaran, Dan/Ka Satdisjan, Dandenmarem, Kabalakrem dan para Perwira Staf, serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana Koorcab Rem 072 PD IV/Diponegoro. (*/R)

Wujudkan Harmonisasi Pekerja,Bupati dan DPRD Sleman Fasilitasi Dialog PT MTG dan SPI

0

RADAR NASIONAL,-(SLEMAN )– Bupati Sleman Harda Kiswaya bersama Wakil Bupati Danang Maharsa dan jajaran pimpinan DPRD Kabupaten Sleman menerima kembali ratusan pekerja PT Mataram Tunggal Garment (MTG) guna memfasilitasi dialog terkait antara PT MTG dan pekerja yang tergabung Serikat Pekerja.

Perwakilan pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja PT MTG yang menjadi bagian dari Serikat Pekerja Indonesia (SPI) tersebut diterima langsung di Ruang Rapat Badan Musyawarah Kantor DPRD Sleman pada Jumat (24/4). Pertemuan ini mempertegas peran Pemerintah Kabupaten Sleman sebagai fasilitator yang netral dan berkomitmen penuh dalam menjembatani terpenuhinya hak-hak pekerja.

“Kami berkomitmen penuh untuk memfasilitasi mediasi, guna mendapatkan solusi terbaik bagi pihak manajemen PT MTG dengan para pekerjanya,” jelas Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Sebelumnya, melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sleman, upaya penyelesaian telah ditempuh melalui serangkaian mediasi. Proses diawali dengan klarifikasi para pihak pada 1 April 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan tiga kali mediasi. Namun, proses mediasi kedua (17 April) dan ketiga (24 April) belum menemukan kesepakatan. Dari hasil dialog kali ini, Pemkab Sleman membuka ruang mediasi kembali yang dijadwalkan pada Selasa, 28 April 2026 di Kantor Disnaker Sleman.

“Hasil mediasi mendatang akan menjadi dasar hukum bagi kami untuk menyusun anjuran, apabila tidak tercapai kesepakatan para pihak. Sesuai UU No. 2 Tahun 2004, anjuran tersebut harus ditanggapi oleh kedua pihak dalam waktu 10 hari kerja,” jelas Epiphana Kristiyani, Kepala Disnaker Sleman

Meski prosedur terus berjalan, Epiphana berharap kedua pihak menghormati dan taat pada hasil dialog dan berkomitmen hadir pada pertemuan yang disepakati bersama, sehingga tercipta ruang dialog yang sehat untuk mencapai solusi penyelesaian bersama (win-win solution).(xan)

Pengurus RT/RW Masa Bhakti 2026-2031Dikukuhkan,Visi Misi Memajukan Condongcatur Nyaman Ditinggali

0

RADAR NASIONAL – (Sleman),-Dengan seragam lurik,Pemkal Condongcatur mengajak masyarakat untuk bersama sama sàtu misi dan satu visi bersama memajukan Pemkal Condongcatur yang lebih baik dan menjadi contoh sebagai desa atau Kalurahan nyaman untuk ditinggali.

Hal demikian sambutan Dr.Reno Candra Sangaji,S.IP.,M.IP dalam pelantikan dan pengukuhan kepengurusan RT dan RW masa bhakti 2026-2031 diikuti 828 terdiri dari Ketua,Sekretaris,Bendahara di Auditorium. UPN “Veteran ” Yogyakarta Kamis( 23/4/2026)

Menurutnya, pembangunan RT RW menjadi fokus pembangunan Pemkal Condongcatur usulan pembangunan dari bawah bottom up ini menjadikan salah satu sumber kekuatan bagi kita untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

Masih menurut Reno dan desa Condongcatur 2025 atau tahun lalu sejumlah 2 ,7 Milyard, tahun 2026 menjadi 370 juta ini ada pengurangan yang cukup signifikan lebih 80 persen dana desa berkurang,namun demikian kami berharap RT RW tidak berkecil hati ,karena untuk tahun ini dana pembangunan 42 juta per RW masih tetap dijalankan untuk mendukung kegiatan Rt Rw tetap kita perhatikan seperti tahun sebelumnya.

Di  Condongcatur terdapat 64 RW dan 212 RT yang tersebar di 18 Padukuhan, pengurus yang dikukuhkan terdiri dari 636 Pengurus RT dan192 Pengurus RW masing masing sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara untuk Masa Bakti Tahun 2026 sd 2031 berdasarkan Surat Keputusan Lurah Condongcatur Nomor 33 / Kep.Lurah / 2026 Tanggal 23 April 2026 dan total pengurus yang dikukuhkan sebanyak 828 pengurus dan 58 diantaranya adalah perempuan.

Pengukuhan dihadiri Sekda Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M mewakli Bupati Sleman, Asisten Sekda Bid. Pemerintahan dan Kesr, Drs. Agung Armawanta, MT, Panewu Depok beserta Forkopim Kapanewon Depok, Ketua BPKal Condongcatur beserta jajaranya, Ketua Lembaga/Pamong Kalurahan Condongcatur .

Mengakhiri sambutan , Lurah Condongcatur, Dr Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menekankan bahwa RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan public, ada 4 (empat) prinsip utama dalam bekerja melayani masyrakat yaitu Guyub, Cepat Tanggap, Komunikasi Baik, dan Tulus

“Ini bukan sekadar jabatan seremonial, tapi awal tanggung jawab. RT dan RW harus hadir di tengah warga, bukan hanya sekadar urusan tanda tangan surat, tapi menjadi solusi atas masalah di lingkungan,”tegasnya

Lurah Condongcatur juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kesediaannya para pengurus RT dan RW membantu pemerintah kalurahan dalam mengoordinasikan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto mengapresiasi kesiapan Condongcatur dalam menata birokrasi tingkat akar rumput dan berharap para pengurus baru dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Sleman. Condongcatur dinilai tertib dalam proses pemilihan hingga pengukuhan pengurus RT/RW yang mencerminkan kematangan demokrasi di tingkat padukuhan. RT dan RW adalah ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan warga. Data warga, layanan surat-menyurat, keamanan lingkungan, hingga penyaluran bantuan semua berawal dari RT/RW.

“Jabatan RT/RW itu pengabdian, bukan kekuasaan layani warga dengan tulus, jadilah jembatan antara warga dan pemerintah. Jangan sampai ada warga yang tidak terdata atau tertinggal program bantuan. Jadikan pengukuhan ini sebagai momentum konsolidasi Condongcatur untuk memperkuat birokrasi dari tingkat paling bawah, sejalan dengan arahan Bupati Sleman tentang “Sleman yang Smart Governance dimulai dari RT”* Ungkapnya

Sementara itu Asisten Sekda Bid. Pemerintahan dan Kesra, Drs. Agung Armawanta, M.T memaparkan 7 tugas utama RT/RW yang meliputi pendataan warga, pelayanan, kamtibmas, gotong royong pembangunan, kesejahteraan sosial, kerukunan, dan jembatan informasi

“Jumlah ini jadi yang terbanyak di Sleman karena biasanya pengukuhan hanya untuk Ketua RT/RW, namun Condongcatur memilih terobosan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dikukuhkan satu paket sehingga struktur organisasi, pembagian tugas, dan akuntabilitas keuangan di tingkat RT/RW jelas sejak awal dan sebanyak 828 pengurus sangat kompak, rapi dan kebersamaan semua mengenakan segam Lurik, kami dari Pemkab Sleman mengapresiasi atas terobosan kalurahan condongcatur ini” ungkapnya. (xan) ©️ 2026