Beranda blog

Cetak Generasi Penerus Budaya,Sleman Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN)– DALAM rangka menanamkan kecintaan pada seni dan budaya,  Pemerintah Kabupaten Sleman membuka  Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman di Gedung Serba Guna,Pemkab  Sleman Sabtu (9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Acara ini diikuti oleh 17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Cetak Generasi Penerus Budaya,Slema Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN) – GUNA menanamkan kecintaan seni dan budaya,khususnya seni pedalangan, Pemerintah Kabupaten Sleman membuka gelaran Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Gedung Serba Guna,Kabupaten Sleman Sabtu,(9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

Festival dalang diikuti sebanyak  17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Pencarian Bibit Pecatur,Percasi Sleman Gelar PORKAB

0

RADAR NASIONAL  – (Sleman),-Pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman  Cabor  Catur Percasi Sleman resmi di buka oleh Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Agung Armawanta, MT berlangsung di aula OpRoom Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK ) Kabupaten SlemanJumat,(8/5/2026)

Ketua Pelaksana  PORKAB cabor Catur Percasi Kabupaten Sleman tahun 2026 Suranto menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Sleman, Dispora, KONI Pengurus Percasi atlet catur dari Kapanewon serta para sponsor.

Kegiatan pertandingan  catur t berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Mei 2026 di gedung OpRoom Dinas PMK Kabupaten Sleman diikuti oleh 17 Kapanewon untuk atlet putra dan 10 Kapanewon untuk atlet Putri..

“Semoga pertandingan Catur PORKAB Sleman 2026 berjalan lancar serta menghasilkan pecatur baru di  kabupaten Sleman.”

Ketua KONI Kabupaten Sleman Haris Sutarta,SE,MT menyampaikan Cabor catur salah satu andalan kabupaten Sleman dalam pengumpulan medali pada Porda DIY. Pada Porda ke IVll tahun 2025 di Gunung Kidul melampui dari cabor Catur melampaui target. Dari Target 5 medali emas bisa mendapatkan 7 medali emas. Dengan demikian cabor Catur mendapatkan juara pertama juga menghantarkan Kabupaten Sleman juara umum 4 kali berturut-turut.

” Kabupaten Sleman mempunyai keinginan bisa lima kali juara Porda berturut-turut.” Tutur Haris.

Pemerintah Kabupaten Sleman merasakan kebanggaan atas prestasi pecatur Shafira Devi Harfesa yang telah mengharumkan nama kabupaten Sleman telah diakui sebagai Waman Internasional Master.

Pemerintah Kabupaten Sleman dan KONI mengucapkan terima kasih atas pembinaan Percasi Sleman berhasil menghantarkan atlet catur wanita tingkat dunia.

Semoga menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk mengikuti jejak prestasi Shafira.”

Selain itu dirinya juga mengucapkan Terimakasih atas pelaksanaan PORKAB cabor catur 2026.

” Selamat bertanding. Jaga sportivitas untuk atlet catur Sleman mendunia.”

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Agung Armawanta,MT mewakili Bupati Sleman yang tidak bisa hadir karena ketugasan diluar Sleman.

Untuk diketahui saat ini atlet catur kebanggaan Sleman Shafira tidak bisa mengikuti PORKAB kali ini karena sedang mengikut pelatnas.

” Harapannya pada PORKAB Sleman 2O26 akan muncul banyak atlet baru mengikuti jejak Shafira sampai kancah internasional.”

Dalam kesempatan itu dirinya menyinggung tentang harapan pemerintah kabupaten Sleman untuk tetap bisa pada posisi juara umum.

Namun perlu upaya untuk bisa meraih keinginan tersebut perlu kerja keras, bersinergi saling bahu membahu semua atlet dari semua Cabor yang di pertandingkan. PORKAB juga merupakan bentuk upaya persiapan Porda DIY ke XVII di Kulon Progo.

” Harapannya dari Cabor catur bisa memberikan kontribusi medali untuk juara umum ke 5.” Tambahnya.

Selanjutnya Asisten Sekda berkenan membuka kegiatan PORKAB Kabupaten Sleman cabor catur.(Kus)

 

 

 

Bupati Sleman Komit Perjuangkan Aspirasi Warga Transmigrasi

0
Bupati Sleman Harda Kiswaya

RADAR NASIONAL -(Konawe Selatan)– Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak warga transmigran asal Sleman di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kembali Bupati Sleman, Harda Kiswaya ke UPT (Unit Permukiman Transmigrasi) Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil evaluasi dan koordinasi yang sebelumnya dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan warga transmigran asal Sleman pada Juli tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Bupati Sleman kembali mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi warga transmigran, termasuk persoalan pemenuhan hak lahan bagi warga transmigrasi.

Sebagaimana diketahui, terdapat 25 KK asal Sleman yang mengikuti program transmigrasi ke UPT Arongo, Konawe Selatan. Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga agar hak-hak masyarakat dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman hadir untuk memberikan pendampingan dan menjembatani komunikasi antara warga transmigran, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, serta Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia melalui Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans).

“Kami berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik atas permasalahan di UPT Arongo. Aspirasi dari warga akan kami tampung dan kami akan menjembatani serta berkonsultasi dengan Ditjen PPPKTrans Kementrans RI bersama dengan Pemkab Konawe Selatan untuk menemukan jalan keluar dan solusi terbaik bagi bapak ibu semua,” tegas Harda

Harda berharap, melalui pengumpulan data dan pemetaan kondisi riil di lapangan, upaya penyelesaian permasalahan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan kepastian bagi masyarakat transmigran.

Perwakilan dan Ketua UPT Arongo, Ujang menyampaikan permasalahan yang paling utama adalah hak-hak yang dijanjikan kepada transmigran belum terpenuhi, yaitu hak lahan 2 hektar bagi setiap warga transmigran. Ia menambahkan pencanangan lahan di UPT Arongo yakni 1500 hektar bagi 500 KK namun saat ini hanya 312 hektar yang diterima oleh warga transmigran.

“Kami akan terus menuntut hak-hak kami sesuai dengan apa yang dijanjikan pada awal kami pindah menjadi transmigran disini,” ucap ujang.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap warga transmigran asal Sleman di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan siap berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menyusun kajian dan langkah-langkah penyelesaian permasalahan di UPT Arongo.

“Saya mengapresiasi perhatian dari Bapak Bupati Sleman terhadap permasalahan ini. Pemkab Konawe Selatan bersama Pemkab Sleman siap berkolaborasi dalam menyusun kajian permasalahan di UPT Arongo sebagai upaya mencari solusi terbaik bagi transmigran sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada di sini,” kata Irham

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menegaskan bahwa penyelesaian permasalahan akan dilakukan secara hati-hati dan komprehensif agar keputusan yang diambil nantinya tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.(xan)

Dari Kampoeng Kayoetangan,Membidik Sunrise Dari Bromo

0
Kampung legendaris bernuansa cagar budaya kampung Kajoetangan.menjadi daya tarik wisatawan.( foto : nick)

RADAR NASIONAL,-(Malang),- Kesejukan mulai terasa ketika hari gerimis tipis menyambut sejumlah wisatawan lokal yang hehendaklah nghabiskan waktu libur akhir pekan.

Berlibur di kota Malang yang mendapat julukan kota dingin seolah olah melegenda.Dalam kesehariannya kota ini tak pernah tidur dengan segala aktivitasnya tetap berjalan.

Lihatlah di sepanjng jalan Kampoeng Kayoe tangan tempat nongkrong kawula muda menikmati di kedai kopi dan berbagai makanan Bakso Malang,Roto Malang,Onde²,Pecel,es cendol dan masih banyak dijumpai disepanjang jalan.

Ratusan wisatawan dari berbagai daerah berburu mengabadikan sunrise dari kawasan aman dan nyaman bagi wisatawan.(Foto : San)

Tidak jauh dari aneka jajanan,mewarnai perkampungan legendaris kuno,rumah rumah bangunan sekitar 1870 masih dijumpai di kampung ini juga terdapat rumah milik warga Tionghoa dengan ciri khasnya.Inilah sekelumit perjalanan dikota Malang,sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.

Berangkat dari stasiun Tugu, YogyakartaSelama dalam perjalanan tak pernah ada hambatan.KA Malabar berjalan mulus membelah gelapnya malam,mengantar kan pukul 11.00 untuk transit sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke wisata Bromo terlebih dahulu menikmati kopi.

Wisatawan menikmati lautan pasir dengan latar belakang bukit cakar dinosaurus menjadi daya tarik.Foto: Nick

Kotanya yang sejuk tertata apik,dan nyaman,arus lalu lintas lancar tidak lepas dari petugas Polres Malang, pengetrapan rekayasa arus lalulintas menuju lokasi Kawasan Bromo aman terkendali.Jalur menuju wisata Bromo sebenarnya dapat ditempuh lewat Probolinggo dan Malang,wisatawan dari Jogja dapat lewat Malang.

Sehingga kenyamanan menikmati liburan nyaman dan aman.Kelancaran ini bertujuan untuk mencegah kemacetan dan keamanan bagi pengunjung wisata Bromo yang dikenal dengan tradisi Kesodhonya.

Penjual souvenir bunga edelwes yang diawetkan banyak dijual di lokasi wisata.(Foto: Nick)

Tepat pukul 11.00 perjalanan KA Malabar yang kami tumpangi sampai di Stasiun Malang kota.Dan dilanjutkan perjalanan ke Base Came sebelum melanjutkan ke Bromo mendapat penjelasan dan arahan dari pimpinan Trip Sunrise, Ribo mengatakan lokasi Sunrise di area Penanjakan, Bukit Widodaren, Kawah lautan pasir,lautan pasir Berbisik,Padang Savana,Bukit teletabis,Gunung Bathok.Wisatwan dapat mengabadikan dengan latar belakang perbukitan yang menyerupai catatan dinasaurus, bukit Bathok.Wisatawan dapat berfoto dengan jeep wisata, dengan pemandangan bekas menyerupai cakaran dinosaurus.

Wisatawan yang berkunjung di obyek wisata kawasan Bromo akan disambut dengan ramah.(Foto : Nick)

Sementara itu, Ribo dijumpai mengakui banyak suka duka mengelola Trip,untuk penataan sudah cukup bagus,harapan ke depan agar masalah kemacetan yang masih sering terjadi setiap momen.”Kami berharap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maupun Perhutani untuk mengelola lebih baik,terkait kemacetan.” ungkapnya.

Kami pun berangkat menuju kawasan Bromo setelah terlebih dahulu mendapat penjelasan dan araha dari pemandu wisata, Ribo menuturkan cukup jauh,dari Base came tempat kami istirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dengan KA,tepat pukul 23.00 kami sampai di stasiun kota Malang, sesuai kesepakatan lewat HP akan dijemput pukul 23.00 sehingga kami harus menunggu cukup lama di stasiun.

Meski sedikit kecewa penjemputan menuju Base agak terlambat akhirnya sampai juga di Base came dengan menumpang jeep yang disiapkan.

Bersama rombongan lainnya kami mendapat arahan dari pemandu wisata.Pagi itu pukul 02.00 dini hari sangat dingin,kami mengenakan jaket tebal. Setelah cukup kami mendapat arahan,segera menuju jeep untuk segera menuju kawasan Bromo.

Mobil jeep yang kami tumpangi bersama rombongan wisatawan pemburu sun rise menerobos dinginnya di kaki Bromo.Untuk menuju lokasi bisa ditempuh jalan kaki atau mobil.

Disepanjang jalan menuju Bukit ribuan pengunjung.memadati.Dari informasi pemandu, diperkirakan pukul 05.00 sd 05.30 sunrise muncul.

Untuk menuju Penanjakan dengan waktu tempuh 1 jam dari pukul 02.00 sd 03.30 menuju Penanjakan.Untuk mendapat hasil bidikan kamera kami harus mencari posisi,meski beberapa wisatawan yang lain ingin mendapat view menarik.Ribuan pengunjung mulai bergerak naik dengan tujuan mengabadikan fenomena alam.Setelah cukup puas mengabadikan detik detik sunrise kami mulai turun menuju ke objek wisata.(Nicken)

Taklimat Akhir Audit,Kinerja Tata Kelola,Korem 072/Pmk

0

TADAR NASIONAL -(Yogyakarta )– Korem 072/Pamungkas melaksanakan Taklimat Akhir Audit Kinerja Itdam IV/Diponegoro Periode I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Katamso Korem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian audit kinerja yang telah berlangsung selama 14 hari, sejak 14 April hingga 7 Mei 2026, terhadap 26 satuan jajaran Korem 072/Pamungkas.

Taklimat akhir dipimpin Ketua Tim Audit Itdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Ari Setyawan Wibowo, S.Sos., dan dihadiri para Kasi Korem, Komandan Kodim jajaran Korem 072/Pamungkas, para Komandan/Kepala Satdisjan, serta para perwira staf Korem 072/Pamungkas.

Dalam sambutannya, Kolonel Kav Ari Setyawan Wibowo menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari Sistem Pengendalian Internal (SPI) TNI AD guna mewujudkan tata kelola organisasi yang baik, transparan dan akuntabel.

“Audit bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen pengawasan untuk menilai pelaksanaan program kerja dan penggunaan anggaran agar sesuai dengan ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia  menjelaskan, dari hasil audit terhadap 26 satuan ditemukan total 30 temuan yang terdiri dari 9 temuan bidang kinerja, 20 temuan bidang perbendaharaan, dan 1 temuan tata kelola.

Menurutnya, seluruh temuan tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi di masa mendatang.

Tim audit juga menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi secara cepat dan tuntas, peningkatan kepatuhan terhadap aturan dan juknis, penguatan fungsi pengawasan melekat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang administrasi dan pengelolaan keuangan.

Sementara itu, sambutan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., yang dibacakan Kasiren Korem 072/Pamungkas Kolonel Inf Agus Indra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Tim Audit Itdam IV/Diponegoro atas dedikasi dan profesionalisme selama pelaksanaan audit di wilayah Korem 072/Pamungkas.

Danrem menegaskan bahwa seluruh hasil temuan audit akan dijadikan bahan evaluasi konstruktif untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas satuan.

“Korem 072/Pamungkas berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil audit secara cepat, tepat dan tuntas agar tidak ditemukan kembali permasalahan yang sama pada audit berikutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan utama audit adalah mendorong optimalisasi kinerja organisasi sehingga kualitas manajemen dan akuntabilitas satuan semakin meningkat.

Kegiatan taklimat akhir berlangsung tertib dan lancar serta diharapkan semakin memperkuat sinergi antara fungsi pengawasan dan pelaksanaan tugas di lingkungan Korem 072/Pamungkas guna mewujudkan satuan yang profesional, modern dan akuntabel.(*)

Percepatan Pembangunan KDKMP,Danrem 072/Pmk Gelar Rakor Dengan Dispertaru DIY

0

RADAR NASIONAL  (Yogyakarta) Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono,S.Sos.,M.Si.,M.Sc bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY menggelar rapat koordinasi dalam rangka percepatan  pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bertempat di Ruang Rapat Adhikari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Kota Yogyakarta, Rabu(6/5/2026)

RAKOR dihadiri Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, Dandim 0732/Sleman Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, Para Kabid jajaran Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY serta Lurah se-Kabupaten DIY.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono, S.P., M.T. menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk secara resmi melalui musyawarah luar biasa di 438 Kelurahan/Desa di DIY dan didasari kesepakatan bersama antara Lurah dan masyarakat sejak Juli 2025.

“Memastikan kegiatan usaha sudah berjalan sebelum gedung fisik (Gregon) selesai dibangun agar tidak ada bangunan yang mangkrak tanpa aktivitas. Sekitar 70% koperasi sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dan pengawas serta tersedianya pendampingan teknis melalui Business Assistant dan Project Manager di tingkat Kabupaten/Kota untuk membantu tata kelola dan pengembangan unit usaha”ujarnya

Dalam rapat tersebut, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari amanat Perpres Nomor 7 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 17 Tahun 2023 mengenai program strategis pemerintah.

“Pada tanggal 16 Mei 2026, Presiden dijadwalkan melaunching program KDKMP secara langsung di Kabupaten/Kota Magelang. Lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi launching karena progresnya yang paling cepat”tutur Danrem.

Lebih lanjut, Danrem mengajak  seluruh instansi terkait diantaranya Dinas Koperasi, UMKM, Tata Ruang, dan BPJS untuk mendukung suksesnya program ini melalui kolaborasi di lapangan.

Pada rapat koordinasi tersebut juga dilaksanakan paparan oleh Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, S.I.P., M.Si., M.Tr (Han) terkait progres pembangunan KDKMP di wilayah Korem 072/Pamungkas.(*)

Tanggulangi Kebencanaan dan Antisipasi El Nino,BPBD Gelar Rakor

0

RADAR NASIONAL -(Sleman),- Perkuat sektoral dan  antisipasi El Nino 2027 dan cegah penanggulangan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) gelar Rapat Koordinasi ( Rakorda) DIY berlangsung di Kantor BPBD DIY, Kota Yogyakarta, Selasa, (5/5/2026)

Rapat bertujuan perkuat lintas sektoral dipimpin Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryanta,S.H.,S.T.,M.Kes. dihadiri perwakilan.Korem 072/Pmk Kasrem.072/Pmk Kolonel Teguh Wiratama S.Sos,M.Han mewakili Danrem 072/Pmk, Polda DIY, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemadam Kebakaran (Damkar), PT. PLN, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), dan BPBD Kabupaten/Kota se-DIY.

Rapat bertujuan perkuat sinergi lintas sektor di wilayah DIY dalam rangka mencegah dan menangani dampak kebakaran hutan tahun 2026 dan antisipasi El Nino Tahun 2027

Dalam paparannya, Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryanta mengatakan bahwa potensi bencana di wilayah DIY sangat tinggi. Sebelah utara adanya Gunung Merapi dan selatan adanya laut berpotensi terjadinya bencana Tsunami.

“Sinergi lintas sektoral dapat meningkatkan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan relawan dalam merespons situasi darurat secara cepat dan tepat sasaran” harapnya

Sementara itu, Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama dalam paparannya menyatakan kesiap siagaan seluruh jajaran Korem 072/Pamungkas bekolaborasi dan bersinergi terkait adanya kejadian bencana alam yang terjadi di wilayah DIY.

Kasrem menegaskan perlunya mitigasi dan simulasi serta latihan di masing-masing satuan dan instansi terkait sebelum terjadi El Nino, dengan tujuan pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat maksimal di semua bidang

Lebih lanjut Kasrem juga menyampaikan bahwa satuan Korem 072/Pamungkas beserta jajaran Kodim telah mendapat dukungan kendaraan pemadam kebakaran dari Kemhan RI masing-masing satu unit.

“Apabila terjadi situasi darurat bencana kebakaran dapat berkoordinasi dengan Korem. Kami dan jajaran Kodim siap bekerja sama untuk terjun ke lapangan guna membantu mengamankan situasi”ujar Kasrem (*)

Dorong Layanan Kesehatan ,Wabup Buka Gebyar Husada Sembada

0

RADAR NASIONAL, -(Sleman) – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa membuka kegiatan Pekan Layanan Kesehatan Terpadu Gebyar Husada Sembada dalam rangka Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman yang bertempat di Atrium Sinta Sleman City Hall, Selasa (5/5/2026)

Kegiatan ini merupakan upaya Pemerintah Kabupaten Sleman dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui layanan kesehatan terpadu yang diberikan secara gratis dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, rumah sakit, akademisi hingga masyarakat.

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi tema yang diangkat, yaitu ‘Gendong Mikul Sleman Sehat’. Filosofi ini menggambarkan semangat gotong royong yang luar biasa dalam mewujudkan masyarakat Sleman yang sehat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Danang menegaskan pentingnya pemanfaatan layanan kesehatan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Sleman.

“Saya mengajak seluruh warga Sleman untuk memanfaatkan momen ini selama tiga hari ke depan. Semua layanan ini disediakan secara gratis dan berkualitas dan jangan ragu untuk memeriksakan kesehatan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Cahya Purnama dalam laporannya menyampaikan bahwa Pekan Layanan Kesehatan Terpadu ini dirancang secara komprehensif untuk menjangkau seluruh siklus hidup masyarakat.

“Pekan Layanan Kesehatan Terpadu ini dirancang secara komprehensif untuk menyentuh seluruh siklus hidup manusia dengan tujuan meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, memberikan akses layanan kesehatan yang berkualitas secara gratis, serta memperkuat jejaring rujukan,” ujarnya.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari yakni 5 sampai 7 Mei 2026 dengan fokus layanan bagi ibu hamil, balita, serta masyarakat dewasa dan lansia. Selain itu, juga dilaksanakan bakti sosial operasi katarak gratis bagi 110 masyarakat Sleman di RSUD Sleman dan RSUD Prambanan.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan apresiasi kepada RSUD Sleman, RSUD Prambanan, dan Sleman City Hall atas dukungan dalam penyelenggaraan kegiatan, serta penyerahan bantuan sembako kepada perwakilan ibu hamil. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan booth layanan kesehatan oleh Wakil Bupati Sleman.(Ang)

Dialog Lintas Agama Austria – Indonesia,Astrid Angkat 65 Juta

0

RADAR NASIONAL, (Wina)Peran pemuda Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung internasional. Presiden OIC Youth Indonesia, Astrid Nadya Rizqita, tampil sebagai delegasi Republik Indonesia sekaligus pembicara dalam ajang bergengsi forum dialog internasional lintas agama bertajuk 9th Austria-Indonesia Interfaith and Intercultural Dialogue (IAIID) yang digelar pada 25–30 April 2026 di Graz dan Wina, Austria.

Forum itu merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Federal Ministry for European and International Affairs (BMEIA), yang sejak 2010 konsisten mendorong dialog lintas iman dan budaya sebagai fondasi toleransi global.

Panggung Strategis Diplomasi Pemuda

Dalam forum bilateral tersebut, Astrid membawa suara lebih dari 65 juta pemuda Indonesia sebagai aktor penting dalam membangun toleransi, diplomasi digital, serta pencegahan radikalisasi.

Ia tampil dalam dua forum utama, yakni sesi publik bertajuk “Youth Engagement in Intercultural and Interfaith Dialogue” di Rathaus Graz pada 27 April, serta konferensi internasional “State and Civil Society: Strengthening Social Cohesion” di University of Vienna, 29 April 2026.

Kegiatan tersebut turut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Agama Republik Indonesia, Kultusamt Austria, serta institusi akademik seperti University of Graz dan University of Vienna.

Delegasi Indonesia dipimpin oleh R. Heru Hartanto Subolo selaku Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, bersama Ani Nigeriawati selaku Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, dan Duta Besar RI untuk Austria H.E. Damos Dumoli.

Delegasi Indonesia juga diperkuat unsur pemerintah, akademisi, hingga masyarakat sipil. Dari Kementerian Agama Republik Indonesia, hadir M. Adib Abdushomad selaku Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB).

Sementara dari kalangan akademisi dan lembaga riset, turut bergabung Asep Saefuddin Jahar (Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), Li Edi Ramawijaya Putra (Rektor STAB Sriwijaya), Samsul Maarif (Direktur Indonesian Consortium for Religious Studies), serta Thomhert S. Siadari dari Telkom University.

Adapun dari unsur masyarakat sipil, hadir Matius Ho yang mewakili Leimena Institute.

Diplomasi Lintas Iman hingga Akar Rumput

Tak sekadar forum diskusi, rangkaian kegiatan juga mencakup kunjungan lintas iman yang memperkaya perspektif delegasi.

Di Graz, rombongan mengunjungi Islamic Center Graz dan Graz Cathedral, serta berdialog dengan Uskup Auksilier Johannes Freitag.

Sementara di Wina, delegasi melakukan pertemuan dengan diaspora Indonesia di KBRI Wina, sekaligus kunjungan akademik ke Fakultas Religion and Transformation di University of Vienna untuk menjajaki kerja sama studi agama dan transformasi sosial.

Kiprah OIC Youth Indonesia di Panggung Dunia

Sebagai organisasi yang menaungi 30 organisasi kepemudaan Islam, OIC Youth Indonesia memainkan peran sentral dalam diplomasi pemuda global.

Dalam pidatonya di Graz, Astrid menegaskan keterlibatan aktif organisasinya di berbagai forum internasional, seperti Geneva Youth Call, ASEAN+ Youth Summit, hingga forum pemuda PBB.

Ia juga memaparkan program unggulan OIC Youth Indonesia yang mencakup tiga pilar utama, yakni kepemudaan umum, kampus, dan pesantren. Mulai dari Borneo Youth Camp, Global Madani Outreach, hingga Model OIC yang melatih mahasiswa menjadi diplomat muda.

Di ranah pesantren, program Santri Peace Academy di Bali menjadi contoh konkret bagaimana nilai toleransi dan diplomasi ditanamkan sejak_ dini.

“Kami memulai dari sekolah dan pesantren, karena identitas seorang muda terbentuk jauh sebelum mereka masuk universitas,” tegas Astrid.

Dari Dialog Menuju Kebijakan

Dalam sesi di Wina, Astrid menyoroti pentingnya ekosistem pelatihan kepemudaan berbasis nilai kebangsaan yang dikembangkan bersama Lembaga Ketahanan Nasional dan Kementerian Pertahanan RI.

Ia menjelaskan program Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan serta Bela Negara yang menekankan kedisiplinan, tanggung jawab, dan penolakan terhadap kekerasan.

Ia menjelaskan program Pemantapan nilai-nilai kebangsaan yang berbentuk pelatihan intensif selama satu pekan untuk membekali pemuda dengan pemahaman Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, dan ketahanan nasional.

Selain itu, program Bela Negara yang berlangsung selama dua hingga tiga pekan secara imersif tanpa pelatihan senjata, namun berfokus pada kedisiplinan, tanggung jawab kewargaan, dan penolakan terhadap kekerasan.

“Kami adalah payung bagi organisasi kepemudaan Islam di Indonesia. Kami tidak meminta untuk diinstitusionalisasikan, tetapi pemerintah melihat kami sudah menjadi jembatan karena selama ini upaya kami bottom up. Inilah makna from “Dialogue to Policy” yang sedang terjadi sekarang,” ujar Astrid.

Jembatan Global Pemuda Muslim

Di sela agenda resmi, Astrid juga memperluas jejaring dengan organisasi pemuda Muslim Austria seperti Muslimische Jugend Österreich dan Muslimische Pfadfinderinnen.

Keberhasilan forum itu menegaskan diplomasi lintas iman tidak lagi sekadar wacana, tetapi telah menjadi instrumen strategis dalam membangun kohesi sosial global.

Kolaborasi Indonesia-Austria dinilai mampu menjangkau isu yang lebih luas, mulai dari pendidikan hingga pencegahan radikalisme.

Menurut Astrid, pemuda Indonesia kini telah melampaui peran sebagai soft power. Mereka menjelma menjadi smart power, menggabungkan kekuatan budaya dengan kapasitas strategis untuk mempengaruhi kebijakan global.

OIC Youth Indonesia pun menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti peluang kerja sama dengan berbagai organisasi kepemudaan di Austria, sebagai bagian dari kontribusi nyata pemuda dalam memperkuat diplomasi bilateral Indonesia di kancah internasional.(*)