Beranda blog

Tahlilan 3 Hari Mendiang Ayahanda Lurah Condongcatur

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Ditengah  padatnya agenda,Bupati Sleman hadiri tahlilan 3 hari wafatnya Bapak Aris Lukito (alm) ayahanda Lurah Condongcatur menunjukkan kepeduliannya dengan menghadiri di Kentungan,Condongcatur,Depok,Sleman Rabu(13/5/2026) malam.

Acara tahlilan 3 harian wafatnya Alm. Bp. Aris Lukito, ayahanda dari Lurah Condongcatur, Rabu malam 13 Mei 2026 di rumah duka Kentungan Condongcatur Depok Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman hadir didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, S.T., M.T. Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman di tengah padatnya agenda pemerintahan menjadi bentuk empati dan perhatian kepada keluarga yang tengah berduka.

Acara tahlilan yang dimulai usai salat Isya berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir pula jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar yang turut memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga almarhum.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Alm. Bp. Aris Lukito. Ia juga berpesan kepada keluarga besar almarhum agar senantiasa menjaga doa, silaturahmi, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan semasa hidup.

“Keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa mendoakan almarhum, khususnya sehabis salat, menjaga tradisi ziarah kubur, serta terus mempererat silaturahmi keluarga. Kebaikan-kebaikan almarhum semoga dapat terus dilanjutkan dan menjadi amal jariyah,” pesannya.

Bupati Sleman juga mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sleman beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan agenda pemerintahan.

“Atas nama keluarga dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Sleman beserta jajaran. Kehadiran ini menjadi penguat dan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarga kami,”ungkapnya

Reno Candra Sangaji juga mendoakan Bupati Sleman senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam memimpin Kabupaten Sleman.

“Semoga Bapak Bupati Sleman selalu sehat, diberikan keberkahan, kelancaran, dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Sleman demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Sleman dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari warga yang hadir. Sikap kepedulian dan kedekatan pemimpin daerah dinilai menjadi teladan dalam membangun hubungan humanis antara pemerintah dan masyarakat.

Acara tahlilan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk almarhum. Momentum tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam menjaga kedekatan pelayanan kepada masyarakat.Keluarga besar Radar Nasional turut berbela sungkaws.Semoga Seda Khusnul khotimah(BS/San)

 

 

Badan Kesbangpol Sleman Tetapkan Calon Paskibraka 2026

0

RADAR NASIONAL,(Sleman) zSetelah melakukan berbagai tahapan seleksi cukup ketat akhirnya Badan Kesbangpol Sleman menetapkan siswa yang dinyatakan lolos calon Paskibraka tahun 2026 di Gedung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jl.Kaliurang Km 6 Sleman Rabu(13/5/2026)

Hasil seleksi Psskibraka provinsi 2026, yang dilaksanakan 4 s/d 8 Mei 2026 di Gedung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan DIY, Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Condongcatur, Depok, Sleman.

Badan Kesbangpol Sleman menetapkan calon Paskibraka dari Kabupaten Sleman yang lolos sebagai calon Paskibraka propinsi terdiri dari 4 putra : :Adnan Berkah N P SMK Negri Depok, Ahmad Raditya SMK Penerbangan ,M A P Abimanyu Putra Hidayat SMA Kemala Taruna . M. Alif Al-Karim I P siswa MA Kemala Taruna

Paskibraka putri yakni, diantaranya . ⁠Evelyn Shonaya SMA Kemala Taruna, Fatmajati Kirana,MAN 5 Sleman ,Naila Neva A SMA N 2 Sleman, ⁠Izza Anggraina N SMA Angkasa.

Sementara seorang siswa putra mendapat kepercayaan untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional, atas nama :Ahmad Raditya siswa SMK Penerbangan

Sebelumnya Badan Kesbangpol Sleman mengirimkan 8 pasang putra dan putri dan untuk yang tidak lolos seleksi tingkat propinsi akan menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman dengan jumlah kekuatan 38 siswa terdiri dari 19 putra dan 19 putri.

Secara keseluruhan, proses seleksi Paskibraka DIY 2026 berlangsung 4-8 Mei 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY serta Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Penjaringan ini tidak hanya menitik beratkan aspek fisik dan baris-berbaris, tetapi juga karakter, disiplin, serta wawasan kebangsaan.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Sleman Aji Wibowo menyatakan rasa syukur, karena untuk tahun 2026 siswa Sleman untuk dapat mengikuti seleksi calon Paskibraka bersama siswa Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

” Alhamdulillah siswa Sleman dapat lolos untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Nasional. Semoga nanti benar-benar dapat lolos menjadi Paskibraka tingkat nasional. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Sleman, Sekolah ,Orang tua dan masing masing sekolah sendiri.” pungkasnya.(xan)

Bedhol Projo Pakem,Bupati Sleman Ajak Perkuat Jati Diri Budaya

0

RADAR NASIONAL,(Sleman) –Kirab bregodo mengawali prosesi Bedhol Projo Kapanewon Pakem dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dipusatkan di halaman Kantor Kapanewon Pakem, Rabu (13/5/2026).

Acara yang dimeriahkan dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dan sejumlah undangan berlangsung meriah, masyarakat antusias menyaksikan prosesi bersejarah.

Prosesi Bedhol Projo merupakan visualisasi sejarah perpindahan pusat pemerintahan atau perpindahan kepemimpinan yang dikemas dalam bentuk kirab budaya.

Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan bahwa upacara Bedhol Projo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan memiliki makna mendalam untuk meneladani perjuangan para leluhur. Beliau menekankan pentingnya mengingat sejarah guna menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Tradisi dan budaya adalah identitas dan jati diri kita. Tanpa tradisi, manusia ibarat pohon tanpa akar yang mudah tumbang dan kehilangan panduan hidup,” ujar Harda Kiswaya.

Ia juga menilai kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mewujudkan wilayah yang berlandaskan budaya sebagai bagian integral dari keistimewaan Yogyakarta.

Di tengah arus globalisasi, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentengi diri agar kekayaan lokal tidak hilang tergerus zaman.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga berharap momentum Bedhol Projo dapat mempererat tali persaudaraan dan kerukunan warga. Ia mendorong adanya semangat golong gilig (bersatu padu) antara warga dan pamong pemerintah dalam membangun Kapanewon Pakem.(xan)

Akses Keadilan Bagi Masyarakat, PN Sleman Gelar Sidang di luar

0
Pengadilan Negeri Sleman menggelar sidang di Pemkal Condongcatur.

RADAR NASIONAL,-(Sleman) Pengadilan Negeri Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat melalui Sidang di Luar Gedung Pengadilan yang digelar di Ruang Sasana Wicara Lantai II Kantor Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Selasa (12/5/2026)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas nasional Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam memperluas akses keadilan _(access to justice)_ bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang hukum.

Pelaksanaan sidang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Wari Juniati yang bertindak sebagai Hakim Tunggal dalam perkara permohonan akta kematian. Persidangan turut didampingi Panitera Pengganti, Hammam Haris beserta jajaran pegawai Pengadilan Negeri Sleman.

Sidang luar gedung ini ditujukan untuk memberikan kemudahan layanan hukum kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan akses, jarak, waktu, maupun biaya untuk datang langsung ke kantor pengadilan. Dengan menghadirkan layanan peradilan lebih dekat ke tengah masyarakat, proses pelayanan hukum diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan terjangkau.

Selain sebagai inovasi pelayanan publik, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pelaksanaan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan sebagaimana menjadi semangat reformasi birokrasi di lingkungan lembaga peradilan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh proses persidangan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan hukum acara yang berlaku dengan menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas. Adapun perkara yang disidangkan pada kegiatan tersebut merupakan perkara permohonan akta kematian, dan pada hari yang sama masyarakat langsung menerima penetapan pengadilan sebagai produk hukum resmi dari proses persidangan tersebut.

Panitera Pengadilan Negeri Sleman, Heri Harjanto menyampaikan bahwa kegiatan sidang di luar gedung pengadilan merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan peradilan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

*Melalui sidang di luar gedung pengadilan ini, kami ingin memastikan bahwa layanan peradilan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara mudah, cepat, dan terjangkau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional Mahkamah Agung RI dalam menghadirkan keadilan yang lebih dekat kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, layanan jemput bola seperti ini sangat pencting untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan hukum yang lebih humanis dan responsif.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang diwakili Jagabaya, Rudi Antariksawan mengapresiasi pelaksanaan sidang luar gedung tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya terkait administrasi kependudukan dan kepastian hukum.

Harapannya sidang di luar pengadilan yang berada di Kalurahan Condongcatur ini dapat membantu masyarakat lebih dekat dalam memperoleh layanan pengadilan, khususnya terkait pembuatan akta kematian masa lampau yang harus melalui penetapan pengadilan maupun pembetulan nama dan administrasi lainnya,”ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan berharap kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan Pengadilan Negeri Sleman dapat terus berlanjut dalam bentuk layanan sidang keliling atau sidang luar gedung secara berkala.

Menurutnya, keberadaan layanan persidangan di tingkat kalurahan mampu mengurangi beban biaya operasional masyarakat sekaligus mempercepat proses pelayanan hukum.

Di samping mempermudah akses keadilan agar lebih cepat, murah, dan terjangkau, perkara yang disidangkan juga terbatas pada perkara perdata yang sifatnya permohonan, bukan gugatan, seperti ganti nama, penetapan kematian, maupun perwalian,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengadilan Negeri Sleman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses terhadap keadilan, serta mendukung terwujudnya sistem peradilan modern yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyaraka.(xan)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemkab Sleman – Kanwil Kemenkum DIY Tandatangani Penguatan Layanan Hukum dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Dalam upaya penguatan layanan hukum dan perlindungan hak kekayaan intelektual.Pemkab Sleman menandatangani bersama Kanwil Kemenkum DIY bersama pimpinan Pemkab/Pemkot, perguruan tinggi, serta Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan hukum serta perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pemerintah daerah dan perguruan tinggi DIY. Melalui kolaborasi ini, diharapkan setiap ide, hasil riset, dan karya kreatif masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan perlindungan hukum yang kuat sehingga tidak mudah diklaim oleh pihak lain.

Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto menjelaskan bahwa melalui kesepakatan tersebut, diharapkan tercipta kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta arus informasi yang semakin kompleks.

“Namun kita juga menyadari bahwa ke depan, tantangan yang dihadapi akan semakin kompleks, khususnya dalam menghadirkan perlindungan hukum yang kuat terhadap hak kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Kementerian Hukum yang saat ini terus bergerak melakukan transformasi pelayanan hukum agar semakin cepat, mudah, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Agung.

Kesepakatan tersebut melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di DIY, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta, serta 93 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya atas kesepakatan bersama ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mengoptimalkan pelayanan publik di Kabupaten Sleman agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sebagai aparatur pemerintah, setiap ketugasan yang dilakukan tidak terlepas dari hukum yang berlaku. Oleh karena itu penting bagi Pemerintah Daerah untuk mencermati ketentuan hukum yang menjadi dasar dari pelaksanaan tugas pemerintah,” jelas Danang.

Lebih lanjut, Danang berharap melalui kerja sama ini, Pemkab Sleman bisa mendapatkan layanan bantuan hukum, pendampingan, hingga audit hukum yang maksimal. Ia juga menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi aparatur pemerintah sebagai upaya menjaga integritas dan profesionalitas pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Sleman turut menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal berdasarkan Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 atas Kekayaan Intelektual “Tempe Pondoh” dengan jenis pengetahuan tradisional. Tempe Pondoh merupakan produk khas yang berasal dari Padukuhan Surokerten, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan.

Pencatatan tersebut menjadi bentuk pengakuan sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam melestarikan dan melindungi kekayaan intelektual komunal daerah sebagai bagian dari warisan budaya dan potensi unggulan masyarakat Sleman.(xan)

Danrem Hadiri Opening AMPC dan Asian Championship

0

RADAR NASIONAL,-( Sleman),- Sebanyak 250 peserta dari berbagai negara dalam ajang Opening Ceremony 2026 Asian Modern Pentathlon Championship (AMPC) kategori U19 dan U17  digelar di Hotel Mustika, Jalan Laksda Adisucipto No. 8, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (11/5/2026).88

Ajang bergengsi  kejuaraan internasional ini diselenggarakan Akademi Angkatan Udara (AAU) menjadi momentum penting dalamÓ pembinaan atlet muda sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui olahraga.

Ketua Umum Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Modern Pentathlon Championship 2026.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana membangun sportivitas, semangat juang, dan persaudaraan antarnegara di kawasan Asia.

“Kejuaraan ini lebih dari sekadar memperebutkan medali dan mencetak rekor. Para atlet yang hadir merupakan simbol dedikasi, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah. Bertandinglah dengan penuh kehormatan dan jadilah inspirasi bagi generasi muda Asia,” ungkapnya.

Kejuaraan diikuti atlet dari delapan negara, yakni Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Chinese Taipei, India, Thailand, Singapura, di


 

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet muda menuju level pertandingan yang lebih tinggi, termasuk kualifikasi Olimpiade Remaja di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut KGPAA Paku Alam X selaku Ketua KONI DIY, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han. Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono,S.Sos.,M.Si.,M.Sc

Danlanal DIY Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, A.M., M.Tr. Opsla., Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Didik Wardoyo, S.E., M.Pd., Ketua KONI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaidi, M.Pd., Ketua KOI Raja Sapta Oktohari, delegasi UIPM Mr. Lioned, Executive World AMPC Mr. Liu, serta para atlet dari berbagai negara Asia. (*/R)

Danrem Dampingi Aster Kasad,Tinjau TMMD Reg.Kulonprogog.

0

RADAR NASIONAL,-(Kulonprogo) Komandan Korem  072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos.,M.Si., M.Sc. mendampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kabupaten Kulonprogo di Kelurahan Sidorejo Kapanewon Lendah Kabupaten Kulonprogo, Senin(11/5/2026)

Sebelum melakukan peninjauan, Aster Kasad menerima Paparan pelaksanaan TMMD Reguler Ke-128 Kabupaten Kulonprogo dari Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. selaku Komandan Satgas TMMD melakukan pemberian bingkisan kepada anak stunting dan warga disabilitas oleh pejabat Forkopimda Kulonprogo

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Wasev Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen yang menjabat Aster Kasad mengatakan, dirinya datang kelokasi tersebut bertujuan ingin melihat langsung kegiatan Satgas TMMD ke-128. TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sejak awal sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari semangat gotong royong.

Beliau juga berharap Forkopimda untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi musim kemarau, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat serta kebutuhan air untuk sektor pertanian.

“Program pembangunan jembatan dari Presiden, saat ini juga sudah menyebar di seluruh Indonesia, dengan prioritas untuk mempercepat aksesibilitas transportasi darat di wilayah terpencil guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memastikan tidak ada lagi siswa yang menyeberangi sungai dengan risiko tinggi untuk pergi ke sekolah”ujar Aster.

Aster juga menyampaikan telah berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN dalam pembangunan RTLH guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya dalam penyediaan.

Selanjutnya, Aster Kasad bersama Forkopimda melaksanakan peninjauan sasaran fisik TMMD Reguler yaitu pembuatan sumur bor Masjid Al Ma’ruf Dusun Senden, pembuatan talud Dusun Kwarakan dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bapak Tupon(52) dusun Diran. Turut hadir dalam kegiatan Pjs. Kasiter Kasrem 072/Pamungkas, Wakil Bupati Kulonprogo, Waaster Kasdam IV/Diponegoro, Kapolres Kulonprogo, Kajari Kulonprogo dan tamu undangan lainnya. (*/R)

Bahaya Di balik Manisnya Kayu Manis Obat Herbal Kemasan

0
Foto Ilustrasi

RADAR NASIONAL -(Jakarta), Saat mengalami gejala masuk angin, batuk, atau perut mual, meminum “obat herbal” cair kemasan saset sering menjadi solusi instan bagi banyak keluarga di Indonesia. Produk “obat herbal” siap minum yang diklaim teruji klinis ini memang terasa hangat di perut dan melegakan tenggorokan. Rasa dan aroma khasnya sebagian besar berasal dari campuran rempah-rempah tradisional, termasuk kayu manis. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua kayu manis diciptakan sama?

Di balik aroma wangi yang melegakan itu, tersembunyi risiko kerusakan organ kronis yang mengintai para konsumen setianya.

Rahasia pahit ini terletak pada perbedaan jenis kayu manis yang digunakan. Kayu manis Ceylon sering disebut sebagai “kayu manis asli” karena kandungan kumarinnya sangat rendah, hanya sekitar 0,004%. Sayangnya, jenis kayu manis yang paling banyak beredar dan digunakan dalam industri “obat herbal” dalam kemasan di Indonesia adalah kayu manis Cassia (Cinnamomum burmannii).

Kayu manis jenis ini harganya jauh lebih murah dan aromanya lebih kuat, tetapi kandungan kumarinnya bisa mencapai 1%. Ini berarti, kayu manis Cassia mengandung kumarin hingga 250 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan kayu manis Ceylon.

Kumarin adalah senyawa alami yang memberi aroma khas pada kayu manis, tetapi senyawa ini bisa beracun bagi organ hati manusia jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau secara terus-menerus. Badan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) telah menyadari bahaya ini dan secara resmi membatasi asupan harian kumarin.

EFSA menetapkan batas aman konsumsi kumarin (TDI) hanya sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan per hari. Bahkan, Institut Penilaian Risiko Federal Jerman (BfR) mengeluarkan peringatan tegas, “Dari penggunaan kumarin sebagai obat, diketahui bahwa dosis yang relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang yang sensitif.” Komite Ilmiah Keamanan Pangan Norwegia (VKM) juga mengeluarkan peringatan serupa.

Bahaya kumarin ternyata tidak berhenti pada kerusakan hati. Studi toksikologi terbaru dalam jurnal Regulatory Toxicology and Pharmacology mengungkap bahwa penggunaan ekstrak kayu manis Cassia secara berlebihan atau dalam jangka panjang juga berpotensi memicu nefrotoksisitas, yaitu kerusakan pada ginjal. Selain itu, sebuah studi dalam jurnal Food and Chemical Toxicology (2012) mencatat, “Diketahui dari percobaan pada hewan bahwa kumarin dapat menyebabkan keracunan hati dan dianggap sebagai karsinogen (pemicu kanker) pada tikus melalui jalur oral.” Ancaman lain yang sering tidak disadari adalah interaksinya dengan obat medis; sifat antikoagulan pada kayu manis dapat mengganggu kerja obat pengencer darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan pada pasien.

Jauh sebelum Eropa bertindak, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sudah melarang penggunaan kumarin sintetik sebagai bahan tambahan makanan sejak tahun 1954. Larangan historis ini menjadi bukti kuat bahwa sifat merusak dari kumarin sudah lama diakui oleh otoritas kesehatan dunia.

Mekanisme kerusakannya terjadi di dalam hati. Saat tubuh berusaha mencerna kumarin, sebagian senyawa ini berubah menjadi zat beracun yang disebut o-HPA. Zat beracun inilah yang secara perlahan merusak sel-sel hati. Yang lebih memprihatinkan, orang Asia ternyata memiliki risiko lebih tinggi. Secara genetik, populasi Asia cenderung memiliki enzim pemecah kumarin yang bekerja lebih lambat, sehingga racun ini lebih lama bertahan dan merusak organ tubuh.

Kasus-kasus klinis telah membuktikan bahaya nyata dari kumarin. Pasien yang mengonsumsi suplemen kayu manis dosis tinggi atau obat turunan kumarin dilaporkan mengalami hepatitis akut dan penyakit kuning berulang. Individu yang sudah memiliki riwayat penyakit hati diimbau untuk sangat berhati-hati, karena konsumsi produk ini dapat memperburuk kondisi mereka. Beruntung, kerusakan hati akibat kumarin biasanya bisa pulih jika konsumsi segera dihentikan.

Fakta-fakta ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang sering menyetok dan meminum “obat herbal”. Mengonsumsinya secara rutin—apalagi beberapa saset sehari saat sedang sakit—bisa dengan mudah membuat seseorang melampaui batas aman harian yang ditetapkan oleh EFSA. Konsumen harus lebih kritis dalam memilih produk dan menyadari bahwa bahan alami dalam kemasan “obat herbal” modern pun menyimpan risiko kesehatan jangka panjang.(*)

Perkuat Literasi Pendidikan Karakter,TK PKK Gelar Workshop PAUD

0

RADAR NASIONAL – (Sleman ) Paguyuban TK PKK Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Workshop Mendongeng bagi pendidik PAUD di ruang Sasana Wicara Lantai II Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok,Sleman Senin (11/5/2026)

Workshop PAUDi diikuti 25 guru TK PKK se-Kalurahan Condongcatur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini melalui metode bercerita yang edukatif dan menyenangkan.

Workshop menghadirkan narasumber Liana Azizah yang menyampaikan materi mengenai teknik mendongeng interaktif sebagai media pembelajaran sekaligus sarana penguatan karakter dan literasi anak sejak dini.

Dalam paparannya, Liana menekankan bahwa kegiatan mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan spiritual yang kuat bagi perkembangan anak

“Bercerita adalah lahan ibadah. Kata-kata yang disampaikan akan menjadi doa, sehingga penting menanamkan nilai karakter kepada anak dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Turut hadir Dewi Nurlaila selaku Ibu PAUD dan Ketua TP Posyandu Kalurahan Condongcatur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pelayanan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pendekatan siklus hidup dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Selain itu, Dewi juga memperkenalkan inovasi bidang pendidikan dan literasi melalui program “Condongcatur Bertutur” sebagai gerakan membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Menurutnya, literasi anak perlu dibangun melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter.

“Kami meluncurkan Condongcatur Bertutur sebagai gerakan bersama untuk membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kami percaya literasi anak hanya bisa tumbuh optimal jika ada kolaborasi erat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak-anak Condongcatur tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter,”* ungkap Dewi Nurlaila

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik mendongeng secara langsung dengan berbagai teknik komunikasi ekspresif dan penggunaan media kreatif.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta kompetensi guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang edukatif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Melalui workshop , Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama TP Posyandu dan Paguyuban TK PKK berharap budaya literasi anak semakin kuat serta program “Condongcatur Bertutur” dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.(Ang)

 

Semarakan Hari Jadi ke 110 Sleman KORMI Gelar Lomba Olahraga Tradisional

0

RADAR NASIONAL, -( Sleman)– Menyemarakan Hari Jadi ke-110 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman menggelar lomba olahraga tradisional tingkat Kabupaten, Sabtu (9/5/2026).

Lomba berlangsung di Lapangan Pemda, kegiatan lomba olahraga tradisional ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui upacara pembukaan yang diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari 17 Kapanewon.

Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman menjelaskan kegiatan ini (lomba olahraga tradisional) diikuti oleh oleh 17 KORMI Kapanewon dan seluruh anggota penuh KORMI Sleman serta, sejumlah kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman.

“Selain sebagai upaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat luas, lomba olahraga tradisional ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan terdapat 3 olahraga tradisional yang diperlombakan dalam kegiatan tersebut diantaranya, Egrang, Bakiak dan Lari Karung Estafet dengan total hadiah yang dipersiapkan sebesar 30 juta rupiah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menekankan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat, melainkan instrumen penting untuk menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernisasi. Ia juga mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat Sleman dalam melestarikan kearifan lokal.

“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan,” ujar Danang.

Danang juga berpesan kepada para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan semata, namun lebih mengutamakan semangat persatuan dan kegembiraan. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan ke depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat Sleman.(xan)