Beranda blog

Perkuat Literasi Pendidikan Karakter,TK PKK Gelar Workshop PAUD

0

RADAR NASIONAL – (Sleman ) Paguyuban TK PKK Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Workshop Mendongeng bagi pendidik PAUD di ruang Sasana Wicara Lantai II Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok,Sleman Senin (11/5/2026)

Workshop PAUDi diikuti 25 guru TK PKK se-Kalurahan Condongcatur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini melalui metode bercerita yang edukatif dan menyenangkan.

Workshop menghadirkan narasumber Liana Azizah yang menyampaikan materi mengenai teknik mendongeng interaktif sebagai media pembelajaran sekaligus sarana penguatan karakter dan literasi anak sejak dini.

Dalam paparannya, Liana menekankan bahwa kegiatan mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan spiritual yang kuat bagi perkembangan anak

“Bercerita adalah lahan ibadah. Kata-kata yang disampaikan akan menjadi doa, sehingga penting menanamkan nilai karakter kepada anak dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Turut hadir Dewi Nurlaila selaku Ibu PAUD dan Ketua TP Posyandu Kalurahan Condongcatur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pelayanan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pendekatan siklus hidup dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Selain itu, Dewi juga memperkenalkan inovasi bidang pendidikan dan literasi melalui program “Condongcatur Bertutur” sebagai gerakan membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Menurutnya, literasi anak perlu dibangun melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter.

“Kami meluncurkan Condongcatur Bertutur sebagai gerakan bersama untuk membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kami percaya literasi anak hanya bisa tumbuh optimal jika ada kolaborasi erat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak-anak Condongcatur tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter,”* ungkap Dewi Nurlaila

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik mendongeng secara langsung dengan berbagai teknik komunikasi ekspresif dan penggunaan media kreatif.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta kompetensi guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang edukatif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Melalui workshop , Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama TP Posyandu dan Paguyuban TK PKK berharap budaya literasi anak semakin kuat serta program “Condongcatur Bertutur” dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.(Ang)

 

Semarakan Hari Jadi ke 110 Sleman KORMI Gelar Lomba Olahraga Tradisional

0

RADAR NASIONAL, -( Sleman)– Menyemarakan Hari Jadi ke-110 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman menggelar lomba olahraga tradisional tingkat Kabupaten, Sabtu (9/5/2026).

Lomba berlangsung di Lapangan Pemda, kegiatan lomba olahraga tradisional ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui upacara pembukaan yang diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari 17 Kapanewon.

Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman menjelaskan kegiatan ini (lomba olahraga tradisional) diikuti oleh oleh 17 KORMI Kapanewon dan seluruh anggota penuh KORMI Sleman serta, sejumlah kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman.

“Selain sebagai upaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat luas, lomba olahraga tradisional ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan terdapat 3 olahraga tradisional yang diperlombakan dalam kegiatan tersebut diantaranya, Egrang, Bakiak dan Lari Karung Estafet dengan total hadiah yang dipersiapkan sebesar 30 juta rupiah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menekankan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat, melainkan instrumen penting untuk menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernisasi. Ia juga mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat Sleman dalam melestarikan kearifan lokal.

“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan,” ujar Danang.

Danang juga berpesan kepada para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan semata, namun lebih mengutamakan semangat persatuan dan kegembiraan. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan ke depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat Sleman.(xan)

Menangkan Industri Welness,Indonesia Mandiri dan Berbudaya

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta)– Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia kini berada di persimpangan jalan antara mengikuti tren global atau menciptakan identitasnya sendiri.

Menanggapi tantangan ini, Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta menyelenggarakan sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism Sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” digelar di ruang Tamansari Sabtu, (9 /5/ 2026)

Acara  ini menghadirkan *GKR Bendara,sosok sentral di balik Jogja Cultural Wellness*, sebagai narasumber utama.​Melepaskan Diri dari Dominasi Asing.

Dalam diskusi GKR Bendara menyoroti sebuah fakta pahit: meskipun Indonesia memiliki kekayaan tradisi kesehatan yang melimpah, industri wellness saat ini masih sangat bergantung pada pihak asing. Hal ini terlihat jelas dari dominasi pengajar dan lembaga sertifikasi luar negeri, terutama dalam bidang yoga dan teknik pernapasan (breathwork), di mana fasilitator asli Indonesia masih sangat langka.

​”Kita masih tertinggal dalam mengikuti tren global karena kita belum memiliki infrastruktur sertifikasi mandiri yang kuat,” ungkap GKR Bendara.

Beliau menekankan bahwa Indonesia harus segera membentuk badan sertifikasi lokal untuk mencetak instruktur yang diakui secara internasional namun tetap membawa jiwa dan pendekatan khas Nusantara.

Kekuatan Narasi: Menjual Makna, Bukan Sekadar Jasa.

​Lebih dari sekadar infrastruktur, GKR Bendara menegaskan bahwa kunci keberhasilan wisata wellness terletak pada kekuatan storytelling dan narasi budaya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menulis ulang (re-write) konsep kebugaran global dengan memasukkan elemen kearifan lokal yang tidak dimiliki negara lain.

​Menurutnya, setiap daerah memiliki akar budaya yang berbeda—mulai dari Bali, Yogyakarta, hingga NTT—yang harus menjadi identitas unik dalam pelayanan mereka. Dengan narasi yang kuat, wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk memulihkan fisik, tetapi juga untuk meresapi nilai filosofis dan sejarah di balik setiap praktik kesehatan yang mereka jalani.

​Memahami Wisatawan: Dari Pemula hingga Digital Detox

Dalam diskusi tersebut GKR Bendara membedah segmentasi pasar yang semakin beragam yakni dua tipe utama wisatawan wellness:

“Tipe Pemula (Beginner) Mereka yang menikmati aktivitas ringan seperti yoga atau meditasi di tepi sungai sebagai bagian kecil dari perjalanan liburan mereka.

​Tipe Ahli (Expert): Wisatawan yang mencari retret intensif, seperti paket Digital Detox selama lima hari tanpa ponsel, yang menggabungkan meditasi, makanan sehat, dan sound healing.

​Contoh sukses seperti Yoga Barn di Bali menjadi acuan bagaimana sebuah paket wisata bisa dikemas secara profesional dengan tetap menjaga keaslian pengalaman yang ditawarkan.

​Kolaborasi Menuju Keberlanjutan

​Diakhir diskusi GKR Bendara menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan praktisi industri untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Standardisasi produk dan layanan bukan hanya soal birokrasi, melainkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan global.

​”Melalui inovasi yang berakar pada budaya, diharapkan produk wisata tematik Indonesia tidak hanya mampu bersaing di panggung dunia, tetapi juga menjadi warisan yang terus menghidupkan tradisi luhur bangsa bagi generasi mendatang.” pungkasnya.(xan)

Cetak Generasi Penerus Budaya,Sleman Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN)– DALAM rangka menanamkan kecintaan pada seni dan budaya,  Pemerintah Kabupaten Sleman membuka  Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman di Gedung Serba Guna,Pemkab  Sleman Sabtu (9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Acara ini diikuti oleh 17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Cetak Generasi Penerus Budaya,Slema Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN) – GUNA menanamkan kecintaan seni dan budaya,khususnya seni pedalangan, Pemerintah Kabupaten Sleman membuka gelaran Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Gedung Serba Guna,Kabupaten Sleman Sabtu,(9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

Festival dalang diikuti sebanyak  17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Pencarian Bibit Pecatur,Percasi Sleman Gelar PORKAB

0

RADAR NASIONAL  – (Sleman),-Pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman  Cabor  Catur Percasi Sleman resmi di buka oleh Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Agung Armawanta, MT berlangsung di aula OpRoom Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK ) Kabupaten SlemanJumat,(8/5/2026)

Ketua Pelaksana  PORKAB cabor Catur Percasi Kabupaten Sleman tahun 2026 Suranto menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Sleman, Dispora, KONI Pengurus Percasi atlet catur dari Kapanewon serta para sponsor.

Kegiatan pertandingan  catur t berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Mei 2026 di gedung OpRoom Dinas PMK Kabupaten Sleman diikuti oleh 17 Kapanewon untuk atlet putra dan 10 Kapanewon untuk atlet Putri..

“Semoga pertandingan Catur PORKAB Sleman 2026 berjalan lancar serta menghasilkan pecatur baru di  kabupaten Sleman.”

Ketua KONI Kabupaten Sleman Haris Sutarta,SE,MT menyampaikan Cabor catur salah satu andalan kabupaten Sleman dalam pengumpulan medali pada Porda DIY. Pada Porda ke IVll tahun 2025 di Gunung Kidul melampui dari cabor Catur melampaui target. Dari Target 5 medali emas bisa mendapatkan 7 medali emas. Dengan demikian cabor Catur mendapatkan juara pertama juga menghantarkan Kabupaten Sleman juara umum 4 kali berturut-turut.

” Kabupaten Sleman mempunyai keinginan bisa lima kali juara Porda berturut-turut.” Tutur Haris.

Pemerintah Kabupaten Sleman merasakan kebanggaan atas prestasi pecatur Shafira Devi Harfesa yang telah mengharumkan nama kabupaten Sleman telah diakui sebagai Waman Internasional Master.

Pemerintah Kabupaten Sleman dan KONI mengucapkan terima kasih atas pembinaan Percasi Sleman berhasil menghantarkan atlet catur wanita tingkat dunia.

Semoga menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk mengikuti jejak prestasi Shafira.”

Selain itu dirinya juga mengucapkan Terimakasih atas pelaksanaan PORKAB cabor catur 2026.

” Selamat bertanding. Jaga sportivitas untuk atlet catur Sleman mendunia.”

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Agung Armawanta,MT mewakili Bupati Sleman yang tidak bisa hadir karena ketugasan diluar Sleman.

Untuk diketahui saat ini atlet catur kebanggaan Sleman Shafira tidak bisa mengikuti PORKAB kali ini karena sedang mengikut pelatnas.

” Harapannya pada PORKAB Sleman 2O26 akan muncul banyak atlet baru mengikuti jejak Shafira sampai kancah internasional.”

Dalam kesempatan itu dirinya menyinggung tentang harapan pemerintah kabupaten Sleman untuk tetap bisa pada posisi juara umum.

Namun perlu upaya untuk bisa meraih keinginan tersebut perlu kerja keras, bersinergi saling bahu membahu semua atlet dari semua Cabor yang di pertandingkan. PORKAB juga merupakan bentuk upaya persiapan Porda DIY ke XVII di Kulon Progo.

” Harapannya dari Cabor catur bisa memberikan kontribusi medali untuk juara umum ke 5.” Tambahnya.

Selanjutnya Asisten Sekda berkenan membuka kegiatan PORKAB Kabupaten Sleman cabor catur.(Kus)

 

 

 

Bupati Sleman Komit Perjuangkan Aspirasi Warga Transmigrasi

0
Bupati Sleman Harda Kiswaya

RADAR NASIONAL -(Konawe Selatan)– Pemerintah Kabupaten Sleman terus menunjukkan komitmennya dalam memperjuangkan aspirasi dan hak-hak warga transmigran asal Sleman di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kembali Bupati Sleman, Harda Kiswaya ke UPT (Unit Permukiman Transmigrasi) Arongo, Kecamatan Landono, Kabupaten Konawe Selatan, Kamis (7/5/2026).

Kunjungan tersebut merupakan tindaklanjut dari hasil evaluasi dan koordinasi yang sebelumnya dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan dan warga transmigran asal Sleman pada Juli tahun lalu. Dalam pertemuan itu, Bupati Sleman kembali mendengarkan secara langsung berbagai aspirasi dan kendala yang dihadapi warga transmigran, termasuk persoalan pemenuhan hak lahan bagi warga transmigrasi.

Sebagaimana diketahui, terdapat 25 KK asal Sleman yang mengikuti program transmigrasi ke UPT Arongo, Konawe Selatan. Pemerintah Kabupaten Sleman menaruh perhatian serius terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga agar hak-hak masyarakat dapat terpenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sleman hadir untuk memberikan pendampingan dan menjembatani komunikasi antara warga transmigran, Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan, serta Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia melalui Ditjen Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (PPKTrans).

“Kami berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik atas permasalahan di UPT Arongo. Aspirasi dari warga akan kami tampung dan kami akan menjembatani serta berkonsultasi dengan Ditjen PPPKTrans Kementrans RI bersama dengan Pemkab Konawe Selatan untuk menemukan jalan keluar dan solusi terbaik bagi bapak ibu semua,” tegas Harda

Harda berharap, melalui pengumpulan data dan pemetaan kondisi riil di lapangan, upaya penyelesaian permasalahan dapat dilakukan secara tepat, terukur, dan berkelanjutan sehingga memberikan kepastian bagi masyarakat transmigran.

Perwakilan dan Ketua UPT Arongo, Ujang menyampaikan permasalahan yang paling utama adalah hak-hak yang dijanjikan kepada transmigran belum terpenuhi, yaitu hak lahan 2 hektar bagi setiap warga transmigran. Ia menambahkan pencanangan lahan di UPT Arongo yakni 1500 hektar bagi 500 KK namun saat ini hanya 312 hektar yang diterima oleh warga transmigran.

“Kami akan terus menuntut hak-hak kami sesuai dengan apa yang dijanjikan pada awal kami pindah menjadi transmigran disini,” ucap ujang.

Sementara itu, Bupati Konawe Selatan, Irham Kalenggo menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian Pemerintah Kabupaten Sleman terhadap warga transmigran asal Sleman di wilayahnya.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan siap berkolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Sleman dalam menyusun kajian dan langkah-langkah penyelesaian permasalahan di UPT Arongo.

“Saya mengapresiasi perhatian dari Bapak Bupati Sleman terhadap permasalahan ini. Pemkab Konawe Selatan bersama Pemkab Sleman siap berkolaborasi dalam menyusun kajian permasalahan di UPT Arongo sebagai upaya mencari solusi terbaik bagi transmigran sesuai dengan kondisi dan kemampuan yang ada di sini,” kata Irham

Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan juga menegaskan bahwa penyelesaian permasalahan akan dilakukan secara hati-hati dan komprehensif agar keputusan yang diambil nantinya tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.(xan)

Dari Kampoeng Kayoetangan,Membidik Sunrise Dari Bromo

0
Kampung legendaris bernuansa cagar budaya kampung Kajoetangan.menjadi daya tarik wisatawan.( foto : nick)

RADAR NASIONAL,-(Malang),- Kesejukan mulai terasa ketika hari gerimis tipis menyambut sejumlah wisatawan lokal yang hehendaklah nghabiskan waktu libur akhir pekan.

Berlibur di kota Malang yang mendapat julukan kota dingin seolah olah melegenda.Dalam kesehariannya kota ini tak pernah tidur dengan segala aktivitasnya tetap berjalan.

Lihatlah di sepanjng jalan Kampoeng Kayoe tangan tempat nongkrong kawula muda menikmati di kedai kopi dan berbagai makanan Bakso Malang,Roto Malang,Onde²,Pecel,es cendol dan masih banyak dijumpai disepanjang jalan.

Ratusan wisatawan dari berbagai daerah berburu mengabadikan sunrise dari kawasan aman dan nyaman bagi wisatawan.(Foto : San)

Tidak jauh dari aneka jajanan,mewarnai perkampungan legendaris kuno,rumah rumah bangunan sekitar 1870 masih dijumpai di kampung ini juga terdapat rumah milik warga Tionghoa dengan ciri khasnya.Inilah sekelumit perjalanan dikota Malang,sebelum melanjutkan perjalanan ke Gunung Bromo.

Berangkat dari stasiun Tugu, YogyakartaSelama dalam perjalanan tak pernah ada hambatan.KA Malabar berjalan mulus membelah gelapnya malam,mengantar kan pukul 11.00 untuk transit sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke wisata Bromo terlebih dahulu menikmati kopi.

Wisatawan menikmati lautan pasir dengan latar belakang bukit cakar dinosaurus menjadi daya tarik.Foto: Nick

Kotanya yang sejuk tertata apik,dan nyaman,arus lalu lintas lancar tidak lepas dari petugas Polres Malang, pengetrapan rekayasa arus lalulintas menuju lokasi Kawasan Bromo aman terkendali.Jalur menuju wisata Bromo sebenarnya dapat ditempuh lewat Probolinggo dan Malang,wisatawan dari Jogja dapat lewat Malang.

Sehingga kenyamanan menikmati liburan nyaman dan aman.Kelancaran ini bertujuan untuk mencegah kemacetan dan keamanan bagi pengunjung wisata Bromo yang dikenal dengan tradisi Kesodhonya.

Penjual souvenir bunga edelwes yang diawetkan banyak dijual di lokasi wisata.(Foto: Nick)

Tepat pukul 11.00 perjalanan KA Malabar yang kami tumpangi sampai di Stasiun Malang kota.Dan dilanjutkan perjalanan ke Base Came sebelum melanjutkan ke Bromo mendapat penjelasan dan arahan dari pimpinan Trip Sunrise, Ribo mengatakan lokasi Sunrise di area Penanjakan, Bukit Widodaren, Kawah lautan pasir,lautan pasir Berbisik,Padang Savana,Bukit teletabis,Gunung Bathok.Wisatwan dapat mengabadikan dengan latar belakang perbukitan yang menyerupai catatan dinasaurus, bukit Bathok.Wisatawan dapat berfoto dengan jeep wisata, dengan pemandangan bekas menyerupai cakaran dinosaurus.

Wisatawan yang berkunjung di obyek wisata kawasan Bromo akan disambut dengan ramah.(Foto : Nick)

Sementara itu, Ribo dijumpai mengakui banyak suka duka mengelola Trip,untuk penataan sudah cukup bagus,harapan ke depan agar masalah kemacetan yang masih sering terjadi setiap momen.”Kami berharap Taman Nasional Bromo Tengger Semeru maupun Perhutani untuk mengelola lebih baik,terkait kemacetan.” ungkapnya.

Kami pun berangkat menuju kawasan Bromo setelah terlebih dahulu mendapat penjelasan dan araha dari pemandu wisata, Ribo menuturkan cukup jauh,dari Base came tempat kami istirahat sejenak setelah menempuh perjalanan dengan KA,tepat pukul 23.00 kami sampai di stasiun kota Malang, sesuai kesepakatan lewat HP akan dijemput pukul 23.00 sehingga kami harus menunggu cukup lama di stasiun.

Meski sedikit kecewa penjemputan menuju Base agak terlambat akhirnya sampai juga di Base came dengan menumpang jeep yang disiapkan.

Bersama rombongan lainnya kami mendapat arahan dari pemandu wisata.Pagi itu pukul 02.00 dini hari sangat dingin,kami mengenakan jaket tebal. Setelah cukup kami mendapat arahan,segera menuju jeep untuk segera menuju kawasan Bromo.

Mobil jeep yang kami tumpangi bersama rombongan wisatawan pemburu sun rise menerobos dinginnya di kaki Bromo.Untuk menuju lokasi bisa ditempuh jalan kaki atau mobil.

Disepanjang jalan menuju Bukit ribuan pengunjung.memadati.Dari informasi pemandu, diperkirakan pukul 05.00 sd 05.30 sunrise muncul.

Untuk menuju Penanjakan dengan waktu tempuh 1 jam dari pukul 02.00 sd 03.30 menuju Penanjakan.Untuk mendapat hasil bidikan kamera kami harus mencari posisi,meski beberapa wisatawan yang lain ingin mendapat view menarik.Ribuan pengunjung mulai bergerak naik dengan tujuan mengabadikan fenomena alam.Setelah cukup puas mengabadikan detik detik sunrise kami mulai turun menuju ke objek wisata.(Nicken)

Taklimat Akhir Audit,Kinerja Tata Kelola,Korem 072/Pmk

0

TADAR NASIONAL -(Yogyakarta )– Korem 072/Pamungkas melaksanakan Taklimat Akhir Audit Kinerja Itdam IV/Diponegoro Periode I Tahun Anggaran 2026 di Ruang Katamso Korem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penutup rangkaian audit kinerja yang telah berlangsung selama 14 hari, sejak 14 April hingga 7 Mei 2026, terhadap 26 satuan jajaran Korem 072/Pamungkas.

Taklimat akhir dipimpin Ketua Tim Audit Itdam IV/Diponegoro Kolonel Kav Ari Setyawan Wibowo, S.Sos., dan dihadiri para Kasi Korem, Komandan Kodim jajaran Korem 072/Pamungkas, para Komandan/Kepala Satdisjan, serta para perwira staf Korem 072/Pamungkas.

Dalam sambutannya, Kolonel Kav Ari Setyawan Wibowo menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari Sistem Pengendalian Internal (SPI) TNI AD guna mewujudkan tata kelola organisasi yang baik, transparan dan akuntabel.

“Audit bukan sekadar formalitas, tetapi instrumen pengawasan untuk menilai pelaksanaan program kerja dan penggunaan anggaran agar sesuai dengan ketentuan dan sasaran yang telah ditetapkan,” ujarnya.

Ia  menjelaskan, dari hasil audit terhadap 26 satuan ditemukan total 30 temuan yang terdiri dari 9 temuan bidang kinerja, 20 temuan bidang perbendaharaan, dan 1 temuan tata kelola.

Menurutnya, seluruh temuan tersebut harus dijadikan bahan evaluasi dan pembelajaran guna meningkatkan kualitas kinerja organisasi di masa mendatang.

Tim audit juga menekankan pentingnya tindak lanjut rekomendasi secara cepat dan tuntas, peningkatan kepatuhan terhadap aturan dan juknis, penguatan fungsi pengawasan melekat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang administrasi dan pengelolaan keuangan.

Sementara itu, sambutan Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., yang dibacakan Kasiren Korem 072/Pamungkas Kolonel Inf Agus Indra Gunawan menyampaikan apresiasi kepada Tim Audit Itdam IV/Diponegoro atas dedikasi dan profesionalisme selama pelaksanaan audit di wilayah Korem 072/Pamungkas.

Danrem menegaskan bahwa seluruh hasil temuan audit akan dijadikan bahan evaluasi konstruktif untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas satuan.

“Korem 072/Pamungkas berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi hasil audit secara cepat, tepat dan tuntas agar tidak ditemukan kembali permasalahan yang sama pada audit berikutnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa tujuan utama audit adalah mendorong optimalisasi kinerja organisasi sehingga kualitas manajemen dan akuntabilitas satuan semakin meningkat.

Kegiatan taklimat akhir berlangsung tertib dan lancar serta diharapkan semakin memperkuat sinergi antara fungsi pengawasan dan pelaksanaan tugas di lingkungan Korem 072/Pamungkas guna mewujudkan satuan yang profesional, modern dan akuntabel.(*)

Percepatan Pembangunan KDKMP,Danrem 072/Pmk Gelar Rakor Dengan Dispertaru DIY

0

RADAR NASIONAL  (Yogyakarta) Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono,S.Sos.,M.Si.,M.Sc bersama Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY menggelar rapat koordinasi dalam rangka percepatan  pembangunan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih bertempat di Ruang Rapat Adhikari Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY Kota Yogyakarta, Rabu(6/5/2026)

RAKOR dihadiri Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, Dandim 0732/Sleman Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho, Para Kabid jajaran Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY serta Lurah se-Kabupaten DIY.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Agus Mulyono, S.P., M.T. menyampaikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih telah terbentuk secara resmi melalui musyawarah luar biasa di 438 Kelurahan/Desa di DIY dan didasari kesepakatan bersama antara Lurah dan masyarakat sejak Juli 2025.

“Memastikan kegiatan usaha sudah berjalan sebelum gedung fisik (Gregon) selesai dibangun agar tidak ada bangunan yang mangkrak tanpa aktivitas. Sekitar 70% koperasi sudah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai bentuk pertanggungjawaban pengurus dan pengawas serta tersedianya pendampingan teknis melalui Business Assistant dan Project Manager di tingkat Kabupaten/Kota untuk membantu tata kelola dan pengembangan unit usaha”ujarnya

Dalam rapat tersebut, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari amanat Perpres Nomor 7 Tahun 2021 dan Perpres Nomor 17 Tahun 2023 mengenai program strategis pemerintah.

“Pada tanggal 16 Mei 2026, Presiden dijadwalkan melaunching program KDKMP secara langsung di Kabupaten/Kota Magelang. Lokasi tersebut dipilih sebagai lokasi launching karena progresnya yang paling cepat”tutur Danrem.

Lebih lanjut, Danrem mengajak  seluruh instansi terkait diantaranya Dinas Koperasi, UMKM, Tata Ruang, dan BPJS untuk mendukung suksesnya program ini melalui kolaborasi di lapangan.

Pada rapat koordinasi tersebut juga dilaksanakan paparan oleh Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, S.I.P., M.Si., M.Tr (Han) terkait progres pembangunan KDKMP di wilayah Korem 072/Pamungkas.(*)