Beranda blog

BUMN dan PT Sembilan Berlian. Adakan Serah Terima Dana Sindikasi 300 M,Untuk Pengembangan Ekonomi Berbasis Masjid

0

RADAR NASIONAL,'(DEPOK)– Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) dan PT. Sembilan Berlian melakukan MoU dilanjutkan serah terima ‘Dana Sindikasi’ sebesar Rp.300 Milliar.

Serah terima “Dana Sindikasi”  dilakukan secara simbolis oleh Strategic Partner PT.Sembilan Berlian, Wanto, ST, MM dan diterima oleh Pimpinan BUMM, Ust. Valentino Dinsi.

Acara serah terima dilakukan di Masjid Daarussalam, Perumahan Griya Tugu Asri, Cimanggis, Kota Depok, Sabtu, (16/5/2026) dalam rangkaian acara, “Kajian Ngaji Bisnis, Merancang Program Dana Abadi Masjid”, yang di gelar oleh Badan Usaha Milik Masjid (BUMM).

Serah terima disaksikan oleh Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MAP, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Daarussalam, DR. Salim Albakri, para peserta kajian dan tamu undangan lainnya.

Hadir dalam acara tersebut, Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MT sebagai keynote Speaker, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid Daarussalam, DR. Salim Albakri, dan untuk pembicara, Wanto, ST, MM (SB Consulting) dengan makalah ‘At A Glance, Buka Usaha Dimodali Investor’ dan Irsal Suardi, SH (Atrina Gold Mining) dengan makalah ‘Emas Sebagai Instrumen Merancang Dana Abadi Masjid dan Persiapan Pensiun. Serta pemaparan dari Ust. Valentine Dinsi.

Ketua DPRD Kota Depok dan Ketua DKM Masjid Daarussalam menyambut baik dan mengapresiasi apa yang dilakukan Ust.Valentino melalui BUMM.

Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriatna, ST, MAP yang didaulat sebagai keynote speaker, menyoroti bahwa masjid sebagai pusat peradaban, perlunya membuka ruang untuk berdiskusi yang dinamis, sehingga masjid tempat  nyaman bagi generasi.

“Disisi lain, bagaimana melahirkan pelaku ekonomi yang hadir dari masjid, sehingga perlunya sebuah forum untuk menyatukan gerakan bersama yang akan melahirkan semangat kesamaan, persatuan untuk melahirkan gerakan ekonomi yang berbasis masjid, dan Pemerintah Kota Depok, mengapresiasi atas upaya baik ini,”ujarnya.

Sementara itu, Ketua DKM Masjid Daarussalam, mengungkapkan bahwa, ini tema yang sangat penting, dan bersyukur punya Ustadz yang begitu kreatif. Menurutnya, sebaik-baiknya tempat didunia adalah masjid, untuk itu merancang dana abadi masjid ini sangat penting.

Strategic Partner PT.Sembilan Berlian, Wanto, ST, MM dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa perusahaanya merupakan konsorsium, dan terus terang kami kelebihan modal, untuk itu kami mencari mitra dengan menggandeng BUMM.

Dan BUMM inilah yang nantinya yang akan merancang konsepnya untuk mengembangkan ekonomi umat berbasis masjid. Menurut Wanto, ada tujuh belas item bisnis yang dimodali oleh investor, mulai dari skema pendanaan, equity, bagi hasil, dll. Nanti para peserta dan pengurus masjid bisa langsung berhubungan dengan pihak BUMM.

Sementara itu, Ust. Valentino Dinsi dalam kesempatan tersebut menyampaikan, Insya Allah ini akan menjadi awal bagi gerakan kebangkitan ekonomi ummat, untuk itu dirinya juga mohon doanya dari seluruh kaum muslimin, bahwa melalui Badan Usama Milik Masjid (BUMM) yang saat ini sedang berjuang membangun ekonomi ummat berbasis masjid, semoga diberikan kemudahan-kemudahan.

Badan Usaha Milik Masjid (BUMM) merupakan konsep kemandirian ekonomi masjid yang digagas dan dipopulerkan oleh pakar ekonomi Syariah sekaligus penulis 32 buku, Ust.Valentino Dinsi, SE, MM, MBA. Konsep ini lahir untuk memberdayakan ekonomi umat berbasis masjid.

Gerakan BUMM dijalankan dan diterapkan secara mandiri oleh pengurus (takmir) di berbagai masjid di seluruh Indonesia, didukung oleh berbagai komunitas dan instruktur wirausaha muslim.

Alasan berbasis masjid, menurut Ust.Valentino, ini mencontoh kiprah Rasulullah, Nabi Muhammad SAW. Selain itu juga berpegang pada Hadist shahih riwayat Bukhari dan Muslim.

“Ada tujuh golongan yang dijanjikan mendapatkan naungan langsung dari Alloh SWT di Padang Mahsyar, ketika tidak ada naungan lain selain milik-Nya. Dari tujuh golongan tersebut satu diantaranya adalah seorang yang hatinya terpaut dengan masjid,”jelas Ust.Valentino.Saat ini sudah ada lima buku yang di tulis Ust. Valentino yang berkaitan dengan masjid, diantaranya yang berjudul ‘Masjid Mandiri’, dan Dana Abadi Masjid, dll.

Pada prinsipnya, lanjut Ust.valentino, dana abadi, adalah dana yang dikelola, bukan untuk dihabiskan, kumpulkan, kelola dan hasilnya yang digunakan. Selain itu, prinsip dasarnya,  tidak boleh habis, dan hasilnya yang dipakai. Kumpulkan, kelola, hasilkan, gunakan hasilnya.

“Sumber dana abadi, bisa dari deposito emas, wakaf produktif, donasi khusus, hibah, dana CSR perusahaan, ada sekitar 250 sumber pendanaan masjid. Dan itu semua sudah diulas langkah demi langkahnya, dalam buku Dana Abadi Masjid,”Ungkap pendiri Majelis Ta’lim Wirausaha (MTW).

“Kedepan, kami dari BUMM, akan mengadakan pembelajaran dan live melalui FB pro untuk membahas tentang, Ngaji Bisnis ini secara berkesinambungan di Masjid UI, Depok, untuk itu setiap masjid kirim perwakilanya 3 (tiga) orang, yang nantinya akan menjadi ‘Brand Ambasador’ dan akan dibimbing langsung oleh Ust.Valentino, tidak perlu banyak orang, yang penting komitmen,”jelasnya.

Ust.Valentino juga menyampaikan bawa kita akan buat model piloting dulu dari Depok, setiap minggunya kita atur agendanya misalnya minggu pertama berkunjung dan ngobrol bareng tokoh pebisnis muslim, minggu keduanya, membahas bisnis berbasis masjid, dan pilihan model bisnisnya yang paling realitis.

Narasumber berikutnya, Irsal Suardi SH (Artina Gold Mining), dengan materi “Emas Sebagai Instrumen Merancang Dana Abadi Masjid dan Persiapan Pensiun’. Menurutnya, bahwa emas merupakan instrument keuangan Syariah yang sangat stabil untuk membangun dana abadi masjid, sekaligus mengamankan masa pensiun pribadi, karena nilainya kebal terhadap inflasi jangan panjang.

“Dana abadi masjid konvensional dalam bentuk uang tunai nilainya terus menyusut akibat inflansi dari tahun ke tahun. Memanfaatkan emas sebagai jangkar dana abadi memberikan skema pengelolaan operasional masjid yang berkelanjutan,”jelas Irsal.

Berdasarkan data dari panitia, ada 35 perwakilan masjid dari berbagai daerah, seperti Kota Depok, Tangerang dan Bandung, hadir dalam acara Kajian Ngaji Binsis, Merancang Program Dana Abadi Masjid tersebut. (*)

 

 

Pelatihan Manajemen Qurban di Masjid, 1.300 Bilah Diasah Gratis

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Menyambut  Hari Raya Idul Adha 1447 H yang tinggal beberapa  hari kedepan, takmir  Masjid Sultan Agung  mengadakan pelatihan Asah Bilah dan Manajemen Qurban di halaman masjid  Sulan Agung Babadan baru Kentungan Condongcatur Depok, Sleman, Ahad (17/5/2026)

Ratusan masyarakat dari berbagai daerah memadati lokasi kegiatan Pelatihan Asah Bilah dan Manajemen Qurban yang digelar secara kolaboratif oleh berbagai elemen masyarakat dan organisasi keagamaan.

Kegiatan tersebut terselenggara melalui sinergi Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Depok, IKAMABA Babadan Baru, Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Sleman, Takmir Masjid Sultan Agung, Pemerintah Kalurahan Condongcatur, serta Jaringan Jagal Indonesia.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi hari. Masyarakat tidak hanya mengikuti pelatihan manajemen qurban, tetapi juga memanfaatkan layanan asah bilah gratis yang disediakan panitia bersama tim profesional. Tercatat sebanyak 1.300 bilah pisau berhasil diasah gratis selama kegiatan berlangsung.

Selain itu, pelatihan manajemen qurban diikuti oleh 183 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di DIY maupun luar daerah seperti Solo, Ngawi, dan Purworejo.

Ketua Panitia, Jaka Purnama dari Juru Sembelih Halal (JULEHA) Kabupaten Sleman, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini menjadi bentuk edukasi sekaligus penguatan kapasitas masyarakat dalam menyambut pelaksanaan qurban yang aman, profesional, dan sesuai syariat.

“Kami sangat bersyukur kegiatan ini mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Peserta datang dari berbagai daerah, bahkan luar DIY. Ini menunjukkan kebutuhan edukasi tentang manajemen qurban dan teknik asah bilah memang sangat besar di tengah masyarakat,” ujarnya.

Jaka Purnama menambahkan bahwa pelaksanaan qurban saat ini membutuhkan kesiapan yang lebih baik, baik dari sisi sumber daya manusia, peralatan, hingga tata kelola penyembelihan agar lebih higienis dan profesional.

Acara dibuka dengan sambutan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kapanewon Depok, KH Suryadi, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelaksanaan qurban, mulai dari aspek syariat, kebersihan, keamanan, hingga pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., memberikan apresiasi kepada seluruh panitia, relawan, pemuda Babadan Baru, dan semua pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut

“Ini bukan sekadar pelatihan mengasah pisau, tetapi juga bagian dari edukasi umat dan penguatan nilai ibadah qurban. Antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Ada sekitar 1.300 pisau yang diasah gratis dan 183 peserta mengikuti pelatihan manajemen qurban. Bahkan peserta hadir dari luar DIY seperti Solo, Ngawi, dan Purworejo. Ini menunjukkan kegiatan ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan diawali registrasi peserta dan penyerahan pisau untuk diasah, dilanjutkan pembukaan, foto bersama, ice breaking, hingga pembagian doorprize.

Pada sesi materi, peserta mendapatkan pelatihan fiqih dan manajemen qurban yang disampaikan oleh Ustadz Teguh Santoso. Materi tersebut membahas tata kelola qurban sesuai syariat Islam, pengorganisasian panitia, distribusi daging qurban, hingga standar kebersihan dan keamanan penyembelihan.

Selanjutnya, peserta mengikuti materi pengenalan metalurgi bilah oleh Coach Eko, serta praktik teknik asah bilah bersama Mr. Agus Budi. Dalam sesi tersebut peserta diperkenalkan mengenai jenis logam bilah, teknik honing dan stropping, sudut ketajaman pisau, hingga praktik mengasah secara langsung bersama mentor profesional.

Suasana kegiatan semakin meriah dengan pembagian berbagai doorprize menarik. Panitia membagikan sekitar 100 pisau kelet, kaos, honing, stropping, serta hadiah lainnya kepada peserta.

Selain memperoleh materi dan praktik langsung, peserta juga mendapatkan kesempatan berdiskusi secara terbuka bersama para mentor dan pegiat qurban dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung hangat, penuh semangat kebersamaan, serta menjadi ruang silaturahmi antar komunitas pegiat qurban dan penggiat bilah.

Panitia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan qurban yang aman, higienis, profesional, dan sesuai syariat Islam.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama serta pembagian doorprize kepada para peserta yang hadir.(xan)

Perkuat Ekonomi Berbasis Desa,1.061 KDMP Diresmikan

0

RADAR NASIONAL, (Bantul )– Sebanyak 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih diresmikan olèh Presiden RI Jenderal (Purn) TNI Prabowo Subianto secara virtual melalui zoom Meeting diikuti secara daring di Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (16/5/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui Zoom Meeting dan dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn.) H. Prabowo Subianto dari Kabupaten Ngawi, Provinsi Jawa Timur.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 072/Pamungkas Kolonel Inf Teguh Wiratama, S.Sos., M.Han., menghadiri kegiatan Peresmian Operasionalisasi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional dalam rangka memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis desa dan kelurahan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Kabinda DIY Brigjen TNI Firyawan, Wakapolda DIY Brigjen Pol. Eddy Djunaedi, S.I.K., unsur Forkopimda Kabupaten Bantul, pejabat TNI-Polri, serta instansi terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim 0729/Bantul Letkol Kav Fikri Nurheldi, S.E., M.Han. menyampaikan laporan perkembangan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayah Kabupaten Bantul.

Dijelaskan pembangunan koperasi dipusatkan di Kalurahan Wukirsari dengan total progres pembangunan mencapai 49,55 persen.

Dandim menyampaikan bahwa pembangunan dilaksanakan melalui kerja sama antara Kodim 0729/Bantul dengan pemerintah daerah, kecamatan, serta pemerintah kalurahan sehingga proses pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan regulasi yang berlaku. Tercatàt 21 titik pembangunan koperasi dengan rincian 9 titik telah mencapai progres 100 persen, sementara sisanya masih dalam berbagai tahapan pembangunan.

Selain itu, pembangunan juga didukung sarana operasional berupa 7 unit truk dan 18 unit kendaraan roda tiga guna menunjang kelancaran distribusi dan operasional koperasi di lapangan.

Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tersebut merupakan upaya pemerintah dalam memperkuat ekonomi kerakyatan mulai dari tingkat desa, menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta membangun fondasi kemandirian desa melalui penyediaan kebutuhan pokok yang terjangkau dan akses permodalan berbunga rendah. (*)

Cegah Remaja Tanpa NAPZA,Warga dan Mahasiswa Gencarkan Edukasi

0

RADAR NASIONAL,(Sleman),-Guna mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.Unit Kegiatan Mahasiswa Pusat Informasi dan Konseling (PIK) Lingkar Seroja UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Satgas P4GN Kayen Condongcatur dan Bina Keluarga Remaja Sekar Melati Kayen menggelar sosialisa di Joglo Suratno Kayen Condongcatur Depok Sleman Sabtu(16/5/2026)

Kegiatan dengan tema : ” Stay Clean Stay Strong : Remaja Tanpa NAPZA diikuti sebanyak 45 terdiri kalangan remaja, kader,BKR,Mahasiswa UIN Sunan Kalijaga berlangsung pukul 09.30 WIB sd 12.00 WIB .

Acara menghadirkan narasumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman, Dyah Wulandari Setyarin, S.I.P., selaku Penyuluh Narkoba Ahli Pertama.

Ketua panitia, Alyka Ayu Anggitasari dari UKM PIK Lingkar Seroja UIN Suka, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap meningkatnya ancaman penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja.

“Remaja saat ini hidup di tengah arus informasi dan pergaulan yang sangat cepat. Karena itu, mereka membutuhkan ruang edukasi yang terbuka, komunikatif, dan berbasis fakta agar mampu memahami bahaya NAPZA sejak dini. Kami ingin generasi muda memiliki keberanian untuk berkata tidak terhadap narkoba dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya,”* ungkapnya

Menurutnya, tema _Stay Clean Stay Strong_ dipilih sebagai pesan moral bahwa menjaga diri dari penyalahgunaan narkoba bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang menjaga masa depan, prestasi, dan kualitas generasi bangsa.

Dalam sesi pemaparan materi, Dyah Wulandari Setyarin menjelaskan bahwa ancaman narkoba saat ini semakin kompleks karena menyasar seluruh lapisan usia, termasuk remaja dan pelajar.

“Peredaran narkoba sekarang tidak mengenal batas usia maupun lingkungan sosial. Anak-anak muda menjadi target yang rentan karena rasa ingin tahu yang tinggi dan pengaruh pergaulan. Oleh sebab itu, literasi tentang bahaya NAPZA harus diperkuat sejak dini,” jelas Dyah.

Ia menerangkan, berdasarkan data yang berkembang dalam penanganan narkotika di Indonesia, terdapat ratusan jenis zat narkotika dan psikotropika dengan efek yang berbeda-beda terhadap tubuh dan psikologis pengguna.

“Secara umum, NAPZA memiliki efek stimulan yang memacu kerja otak dan jantung, depresan yang menekan sistem saraf pusat, serta halusinogen yang memengaruhi persepsi dan kesadaran seseorang. Semua jenis tersebut berpotensi merusak kesehatan fisik, mental, hubungan sosial, bahkan masa depan generasi muda,” paparnya.

Dyah juga menekankan pentingnya ketahanan keluarga dan lingkungan sosial sebagai benteng utama pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Pengawasan orang tua, komunikasi yang sehat di dalam keluarga, serta lingkungan pertemanan yang positif menjadi faktor penting agar remaja tidak mudah terjerumus. Pencegahan harus dilakukan bersama-sama, tidak bisa hanya mengandalkan aparat atau pemerintah,” imbuhnya.

Suasana sosialisasi berlangsung interaktif dan komunikatif. Para peserta yang didominasi generasi Z tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari ciri-ciri pergaulan berisiko, modus peredaran narkoba di kalangan remaja, hingga cara menolak ajakan menggunakan narkoba tanpa kehilangan pertemanan.

Ketua Satgas P4GN Kayen Condongcatur, Ninik Setyarini, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Sleman dalam upaya pencegahan narkoba di tingkat wilayah.

“Kegiatan seperti ini sangat penting dan perlu dilakukan secara berkelanjutan. Remaja adalah generasi penerus yang harus kita jaga bersama. Mereka mudah terpengaruh lingkungan, sehingga perlu dibekali pengetahuan yang kuat tentang dampak narkoba, baik dari sisi kesehatan, sosial, ekonomi, maupun hukum,” kata Ninik.

Ia berharap para peserta tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menjadi pelopor hidup sehat dan menyebarkan edukasi positif di lingkungan masing-masing.

“Kami ingin muncul agen-agen muda anti narkoba dari lingkungan masyarakat sendiri. Edukasi ini bukan berhenti di forum saja, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba,” tambahnya.

Kegiatan ditutup dengan sesi penulisan harapan, cita-cita, pesan, dan kesan peserta sebagai simbol komitmen bersama untuk menjauhi penyalahgunaan NAPZA. Kolaborasi antara dunia kampus, masyarakat, dan lembaga pemerintah tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat gerakan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) di wilayah Condongcatur dan sekitarnya.(san)

 

 

Pemkal Condongcatur Gelar Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Sleman Sederhana -Khidmat

0

RADAR NASIONAL,Sleman,- Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Malam Tirakatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman secara sederhana namun berlangsung khidmat di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Kamis 14 Mei 2026 malam

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman Tahun 2026. Acara dihadiri Panewu Depok, BPKal Condongcatur, Pamong Kalurahan, lembaga kemasyarakatan kalurahan, BUMKal Nyawiji, KDMP Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat, khususnya nikmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir mengikuti Malam Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Sleman.

“Semoga Kabupaten Sleman semakin maju, guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, dan semakin sejahtera warganya,”ungkap Reno.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Condongcatur juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh TP Posyandu Kalurahan Condongcatur dan TP Posyandu Asparagus II yang berhasil meraih Juara I dan maju mewakili pada lomba tingkat nasional. Prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama masyarakat dalam penilaian enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang memperoleh nilai tertinggi dibanding kabupaten lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, juga disampaikan sejumlah capaian pembangunan dan pengelolaan usaha desa. Salah satunya adalah operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur di Pringwulung yang mulai beroperasi sejak Januari 2026 dan dikelola oleh BUMKal Nyawiji Condongcatur.

Tidak hanya itu, usaha Pertashop yang berada di Padukuhan Pondok disebut menjadi Pertashop terlaris nomor dua di Indonesia.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat serta upaya-upaya pengembangan usaha desa yang terus dilakukan untuk meningkatkan pemasukan kalurahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Panewu Depok, Rahmat Harinawan, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah menyelenggarakan Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tanggal 15 Mei merupakan Hari Jadi Kabupaten Sleman,”ujarnya.

Rahmat Harinawan yang baru sekitar satu bulan bertugas sebagai Panewu Depok juga memohon doa restu serta dukungan dari seluruh kalurahan di Kapanewon Depok agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh pamong kalurahan dapat terus “ngemong” masyarakat sehingga tercipta kondisi wilayah yang aman, nyaman, ayem, dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Depok juga membacakan sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menegaskan bahwa malam tirakatan bukan sekadar seremoni tahunan, namun memiliki makna luhur sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.

Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa tirakatan merupakan bentuk laku prihatin, introspeksi diri, serta sarana menenangkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung. Melalui tirakatan, masyarakat diajak untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat hubungan antar sesama.

Selain itu, Bupati Sleman juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus hidup sederhana, menjunjung tinggi kejujuran, ketulusan, dan keteguhan dalam kehidupan sehari-hari serta mengenang jasa para leluhur yang telah berjuang demi kemajuan Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan pentingnya semangat persatuan, gotong royong, dan kerukunan demi mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban sesuai tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 Tahun 2026, yakni:

‘ Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”

Tema tersebut dimaknai sebagai semangat seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat Sleman untuk bersama-sama, bersatu, penuh semangat, serta pantang menyerah demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Usai pembacaan sambutan Bupati Sleman, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dukuh Gandok, Supriyono Atmojo. Setelah itu dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Lurah Condongcatur yang kemudian diserahkan kepada Panewu Depok sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama menikmati hidangan nasi gudangan lengkap dengan ingkung ayam Jawa dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.(R)

 

 

Melalui BBTF,Wapres Ajak Gub. Se Indonesia Promosikan Destinasi

0

RADAR NASIONAL,- (Jakarta) Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, yang dipimpin oleh Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (13/05/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ASITA Bali melaporkan rencana penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang akan digelar pada 28–30 Mei mendatang di Bali sebagai salah satu ajang promosi pariwisata internasional terbesar di Indonesia.

“Bali and Beyond Travel Fair tahun ini akan diikuti oleh lebih dari 400 buyer dari 44 negara serta 280 exhibitor dari 4 negara. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan Indonesia, terlebih di tengah situasi geopolitik global yang kurang kondusif, event ini tetap dapat terselenggara dengan baik,” ujar Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra usai pertemuan.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Wapres menegaskan pariwisata sebagai penggerak ekonomi melalui penguatan promosi terpadu, perluasan pasar internasional, dan kolaborasi lintas daerah guna meningkatkan lapangan kerja dan devisa.

“Bapak Wakil Presiden sangat mendukung agar event ini terus dibesarkan dan diperkuat. Beliau juga akan mengajak para gubernur di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam BBTF pada masa mendatang,” lanjut I Putu Winastra.

ASITA Bali turut menyampaikan bahwa penyelenggaraan BBTF mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri. Sinergi ini menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan promosi serta menarik partisipasi pelaku industri pariwisata global.

“Kementerian Luar Negeri membantu mempromosikan BBTF melalui seluruh perwakilan RI di luar negeri, sementara Kementerian Pariwisata mendukung kehadiran para buyer internasional,” jelasnya.

Sebagai asosiasi yang beranggotakan 365 biro perjalanan wisata dengan mayoritas bergerak di sektor inbound, ASITA Bali menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan destinasi wisata di seluruh Indonesia.

“Kami akan selalu mempromosikan destinasi-destinasi yang ada di seluruh Indonesia oleh karenanya Asita merupakan ambasador promosi pariwisata Indonesia,” tutup I Putu Winastra.

Hadir mendampingi Ketua DPD ASITA Bali, Sekretaris I Nyoman Subrata, Bendahara I Ngusti Ngurah Gede Krisna Teja, serta Ketua Penasehat I Ketut Ardana.(*)

 

 

Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Sleman,Meneguhkan Semangat Nyawiji lan Golong Gilig

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman  Kamis (14/5/2026) malam.

Acara  berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat semangat gotong royong antar seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan malam tirakatan diawali dengan kirab pusaka tombak Kyai Turunsih dari Kantor Bupati Sleman menuju Pendopo Parasamya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa tirakatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.

Ia menekankan bahwa meskipun dirayakan secara bersahaja, kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai sarana mawas diri dan pengingat akan perjuangan para leluhur.

“Tirakatan ini merupakan wujud laku prihatin, mawas diri, serta mengheningkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa momen ini menjadi sarana untuk mengolah batin agar kualitas ibadah, pekerjaan, dan hubungan sosial menjadi lebih baik dibandingkan masa lalu.

Diketahui, peringatan Hari Jadi Sleman tahun ini mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, yang membawa pesan mendalam bagi seluruh aparatur pemerintahan dan warga Sleman untuk bersatu padu (nyawiji).

“Tema ini mengandung arti bahwa seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Sleman dan warga masyarakat harus bersama-sama, bersatu, memiliki semangat tinggi, dan pantang menyerah demi keselamatan serta kesejahteraan hidup kita semua di masa mendatang,” tegasnya.

Melalui semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan wilayah yang lebih maju, adil, makmur, serta tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai keberadaban. Bupati juga mengajak masyarakat untuk bekerja dengan semangat yang berkobar demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Acara tirakatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, jajaran DPRD, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.(Ang)

Presiden Prabowo Tegaskan,Kekayaan Negara Harus Kembali Untuk Rakyat

0
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda Administrasi sebesar Rp.10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektar dalam acara yang digelar di komplek Kejaksaan Agung RI,Jakarta. Foto: BPMI Setneg

RADAR NASIONAL,(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif sebesar

Rp10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara melalui penertiban kawasan hutan dan pemberantasan praktik korupsi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset negara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat. Kepala Negara menyebut, masyarakat kini menuntut hasil konkret dari kerja pemerintah.

“Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini, jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi, pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan yang keempat dengan total nilai penyelamatan aset mencapai sekitar Rp 40 triliun.

Menurut Presiden, hasil penyelamatan kekayaan negara tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik, termasuk perbaikan puskesmas dan sekolah di seluruh Indonesia.

Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat renovasi fasilitas pendidikan nasional. Setelah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.

“Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK atas kerja bersama dalam mengamankan aset negara. Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Di manapun itu berada, bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu perintah Undang-Undang Dasar 1945 harus dikuasai negara. Ini bukan gagasannya Prabowo Subianto. Ini bukan sesuatu yang kita karang. Ini adalah perintah pendiri-pendiri bangsa Indonesia,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan kekayaan negara akan terus dilakukan demi masa depan Indonesia dan generasi mendatang. “Ini harus berhenti dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko,” pungkas Presiden.

Langkah tegas ini menandai arah baru tata kelola sumber daya alam Indonesia yang lebih bersih, lebih adil, dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.(*)

 

Perkuat Dakwah Global,RISEAP Dukung Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Muslim Internasional

0

RADAR NASIONAL,(Jakarta),- Regional Islamic Da’wah Council for South-East Asia Pasific (RISEAP), Wanita Islam (WI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengadakan International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, (13/5/2026).

Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Muslim Internasional atau Internasional Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 berlangsung 12 sd 21 Mei 2026 diikuti 21 peserta dari 11 negara antara lain : Indonesia, Brunei, Malaysia, Korea, Thailand, Taiwan, Filipina, Singapura, Maladewa, Kamboja, dan Hong Kong.

Melalui kegiatan ini RISEAP, WI dan DDII berkomitmen mencetak generasi dai muda profesional yang mampu menjawab tantangan dakwah modern dengan pendekatan kontekstual, relevan dengan dinamika masyarakat global, serta adaptif terhadap perkembangan dunia digital.

Ketua panitia, Hanip Pujiati, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan kepemimpinan ke negara Indonesia yang berpenduduk  mayoritas muslim, negeri yang nyaman, ramah, dan kaya akan keragaman budaya.

“Kami ucapkan selamat datang di Indonesia, negara dengan mayoritas Islam, negeri yang penuh keramahan dan diversity. Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga memberikan dampak positif bagi perkembangan Islam di negara asal masing-masing peserta,” ujar Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Wanita Islam.

Selama sepuluh hari kedepan, peserta akan mengikuti rangkaian materi strategis mencakup kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, digital dakwah, manajemen organisasi, serta isu global kontemporer.

“Pelatihan dirancang secara interaktif melalui seminar, diskusi kelompok, presentasi, simulasi dakwah, dan pertukaran pengalaman antarnegara” kata Dosen di Universitas Negeri di Jakarta.

Sementara itu Ketum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa menyambut gembira dengan diselenggarakan pelatihan, kegiatan ini menurutnya bukan sekadar forum pertemuan pemuda internasional tetapi pembentukan kapasitas dai profesional.

“Kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda muslim ini bukan pertemuan Internasional biasa, melainkan sebagai ruang pembentukan karakter dan kapasitas dai profesional yang mampu tampil di tengah masyarakat global dengan pendekatan moderat, inklusif, dan adaptif” ungkapnya.

Selanjutnya Marfuah mengatakan diskusi internasional menjadi salah satu sesi penting di pertemuan ini, “peserta dari negara dengan populasi Muslim minoritas berbagi pengalaman mengenai keterbatasan fasilitas pendidikan Islam, stereotip terhadap umat Islam, hingga kebutuhan penguatan identitas generasi muda Muslim” jelasnya.

Dengan keberagaman peserta dari 11 negara, kata Marfuah pelatihan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, memperkuat jejaring kepemudaan Islam internasional, serta menghadirkan solusi bersama atas tantangan global.

Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan peran strategisnya dalam mengembangkan dakwah moderat di kawasan Asia Pasifik. International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan melahirkan dai muda profesional yang siap menjawab tantangan zaman.

Dukungan RISEAP, Wanita Islam (WI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  (DDII) menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat dakwah yang rahmatan lil ‘alamin di tingkat global. (*)

Seskoad Gelar Seminar Nasional,Combat Force Menuju Strategic Force

0

RADAR NASIONAL – (Bandung )Dalam rangka mendukung program pemerintah menghadapi tantangan ke0 depan.Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII TA 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad. Bandung Rabu(13/5/2026)

Seminar ini mengangkat tema “Transformasi Militer: From Combat Force to Strategic Force – Transformasi TNI AD, Teknologi AI, dan Ekonomi Nasional” sebagai wadah pemikiran strategis dalam menghadapi tantangan global di era modern.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., didampingi Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han).

Dalam momen tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) menyampaikan bahwa seminar dan kajian strategis di lingkungan Seskoad dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun pola pikir adaptif dan visioner di kalangan perwira TNI AD.

Menurutnya, TNI AD siap memberikan masukan serta gambaran kondisi di lapangan guna mendukung program pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Kasad berharap seminar nasional ini mampu melahirkan gagasan strategis yang memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas nasional.

Keynote speaker, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan bangsa dalam menghadapi perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, serta penguatan ekonomi nasional sebagai fondasi ketahanan negara.

Selain itu, turut hadir dan menyampaikan materi Prof. Yohannes Surya, Ph.D., dengan materi “Kedaulatan Teknologi AI untuk TNI AD”, serta Assoc. Prof. Sri Fatmawati, Ph.D., yang membawakan materi “Biodiversitas sebagai Aset Strategis: Peran Sains dan Inovasi dalam Ketahanan Nasional”.

Kegiatan seminar diikuti secara tatap muka oleh para asisten Kasad, Panglima/Direktur/Kepala Kotamabalakpus, para Rektor Universitas Pertahanan RI, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung, serta peserta Sesko TNI, Sesko AU, Sesko AL, Sespimti Polri, dan Sespimen Polri.

Seminar juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh 584 peserta yang terdiri atas para Komandan Brigade tempur, Komandan Distrik Militer,Danyon Infanteri,Danyon Infanteri tempur dari berbagai wilayah Indonesia.(*)