Beranda blog

Senator Dailami Dorong Lebaran Betawi Jadi Program Pariwisata Unggulan Jakarta

0
DPD RI Dailami Firdaus.

RADAR NASIONAL -(Jakarta),- Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus, mendorong agar perhelatan Lebaran Betawi ditetapkan sebagai program pariwisata unggulan di Jakarta.Ahad,(12/4/2026)

Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya ibu kota.

Dailami menekankan pentingnya konsistensi penyelenggaraan Lebaran Betawi sebagai agenda tahunan dengan lokasi yang tetap. Hal ini dinilai akan memudahkan wisatawan dalam merencanakan kunjungan serta meningkatkan daya tarik acara secara berkelanjutan.

“Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten, sehingga wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, lebih mudah mengakses informasi dan merencanakan kehadirannya,” katanya.

Senator asal DKI Jakarta ini menyoroti pentingnya penampil seni dan budaya Betawi yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Sehingga, representasi budaya Betawi yang autentik dan berkelas bisa lebih dimaksimalkan.

Tak hanya dari sisi pertunjukan, Dailami juga mengusulkan pelibatan lebih banyak produk kuliner dan kriya khas Betawi dalam perhelatan tersebut. Namun demikian, produk-produk perlu memiliki standar kualitas yang baik dan mampu bersaing.

“Produk kuliner dan kriya Betawi, terutama dengan kualitas yang baik harus ditampilkan secara maksimal. Sehingga, akan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung,” tegasnya.

Dailami menjelaskan pentingnya optimalisasi promosi Lebaran Betawi, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di kancah internasional. Perlu keterlibatan pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta para duta besar Indonesia di berbagai negara sahabat untuk turut mempromosikan acara tersebut.

“Promosi harus diperluas hingga ke luar negeri dengan melibatkan kementerian terkait dan jaringan diplomatik kita, sehingga Lebaran Betawi bisa dikenal secara global dan menjadi daya tarik wisata budaya Jakarta,” tegasnya.

Ia optimistis, dengan langkah-langkah tersebut Lebaran Betawi dapat berkembang menjadi ikon pariwisata budaya yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus melestarikan warisan budaya Betawi.

“Tidak hanya kearifan lokal yang dapat terus terjaga, Lebaran Betawi dapat menjadi pilar penggerak perekonomian di Jakarta,” pungkas Dailami.(R)

Syawalan dan Silaturahmi Keluarga Besar FKPPI DIY, Danrem Ajak Pererat Persatuan Jaga Soliditas

0

RADAR NASIONAL -(Bantul),- Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menghadiri kegiatan Syawalan dan Silaturahmi Keluarga Besar Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri (FKPPI) PD XII DIY, bertempat di Jamur Jawon Resto, Banguntapan, Kabupaten Bantul.Ahad  (12/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan dan Memantabkan Tali Persaudaraan Keluarga Besar TNI/Polri dalam Dinamika Kehidupan Berbangsa dan Bernegara” ini diikuti sekitar 60 lebih peserta yang berasal dari berbagai unsur keluarga besar TNI-Polri serta organisasi kemasyarakatan.

Ketua FKPPI PD XII DIY, Drs. Wisesa Handaka, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk menjadikan momentum Syawalan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.

. Ia juga berharap FKPPI senantiasa mendapatkan bimbingan dan arahan dalam rangka memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat.

Sementara itu, Dewan Penasehat FKPPI DIY, Erwin, menekankan pentingnya membangun sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan di wilayah DIY, guna mendukung optimalisasi program kerja FKPPI sehingga dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

Dalam arahannya, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengajak seluruh keluarga besar FKPPI untuk terus menjaga soliditas dan kebersamaan, serta mempererat hubungan harmonis dengan masyarakat.

FKPPI memiliki peran strategis sebagai bagian dari keluarga besar TNI-Polri yang berada langsung di tengah kehidupan masyarakat.

“FKPPI harus terus menjadi perekat persatuan dan hadir memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tegas Danrem.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut antara lain perwakilan dari Polda DIY, Lanal Yogyakarta, Kodim 0729/Bantul, Koramil Banguntapan, Dewan Penasehat FKPPI, Pepabri, serta organisasi kepemudaan PPM Yogyakarta. (San)

Dukung Pembinaan Atlet Sepakbola Usia dini,Memperebutkan Trophy Dandim Cup

0

RADAR NASIONAL,-(Gunungkidul), – Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0730/Gunungkidul, Mayor Cke Timotius Subanu, mewakili Komandan Kodim (Dandim) 0730/Gunungkidul, resmi membuka Turnamen Sepak Bola untuk usia dini di Stadion Handayani,Jeruksari,Wonosari,Gunung kidul Sabtu(11/4/2026)

Turnamen memperebutkan trophy Dandim Cup ini menyasar bibit-bibit muda berbakat di Kabupaten Gunungkidul terbagi dalam empat kategori kelompok umur (KU) yakni, Kelompok Umur 9 Tahun (KU-9), Kelompok Umur 10 Tahun (KU-10), Kelompok Umur 11 Tahun (KU-11) dan Kelompok Umur 12 Tahun (KU-12).

Dalam sambutannya saat membacakan amanat Dandim 0730/Gunungkidul, Mayor Cke Timotius Subanu menekankan bahwa turnamen ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari juara, melainkan wadah strategis untuk pembentukan karakter dan mentalitas juara bagi generasi muda.

“Melalui turnamen Dandim Cup ini, kita berharap dapat memunculkan talenta-talenta muda dari Gunungkidul yang nantinya mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional. Pembinaan olahraga harus dimulai sejak usia dini secara berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Kasdim di hadapan para peserta.

Ditambahkan, kepada seluruh pemain, pelatih, dan orang tua untuk senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas dan fair play selama pertandingan berlangsung.

Pemilihan Stadion Handayani yang berlokasi di Jeruksari, Kalurahan Wonosari, sebagai lokasi turnamen diharapkan dapat memicu semangat masyarakat sekitar untuk lebih mencintai olahraga sepak bola. Turnamen ini dihadiri oleh jajaran Forkopimkap Wonosari, perwakilan Askab PSSI Gunungkidul, serta ratusan pendukung dari berbagai sekolah sepak bola (SSB) yang ada di wilayah Kabupaten Gunungkidul.

Kegiatan pembukaan ditandai dengan tendangan bola pertama (kick-off) oleh Mayor Cke Timotius Subanu yang menandai dimulainya rangkaian pertandingan perdana di kategori usia dini(Hen).

Dari Masjid Istiqlal, 267 Koperasi Kelurahan Sepakat Bentuk FORKOM KKMP

0

RADAR NASIONAL,-(Jakarta)- Forum Komunikasi Koperasi Kelurahan Merah Putih (FORKOM KKMP) DKI Jakarta resmi dideklarasikan di kawasan Masjid Istiqlal, tepatnya pada kegiatan IGF Food & Craft di pelataran masjid, Sabtu (11/4/2026). Momentum tersebut kemudian mereka sebut sebagai “Deklarasi Istiqlal”.

Pembentukan forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat koordinasi 267 Koperasi Kelurahan Merah Putih yang tersebar di seluruh wilayah Ibu Kota.

Deklarasi yang berlangsung di kawasan Masjid Istiqlal tersebut menegaskan komitmen bersama untuk menjadikan koperasi sebagai pilar ekonomi rakyat yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Salah seorang deklarator, Bahris Paseng dari Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur, menyebut pembentukan forum ini menjadi kebutuhan mendesak mengingat jumlah koperasi kelurahan di Jakarta mencapai ratusan unit.

“Dengan 267 KKMP yang tersebar, diperlukan sistem komunikasi yang terstruktur dan berkelanjutan. Forum ini akan menjadi wadah integrasi, koordinasi, sekaligus akselerasi program koperasi di tingkat kelurahan,” ujar Bahris.

Deklarator lainnya, Muhammad Sholeh dari KKMP Kelurahan Cipinang, Jakarta Timur mengatakan forum ini akan memperkuat sinergi antar koperasi di tingkat akar rumput. Ia menilai koperasi kelurahan memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Dengan adanya FORKOM KKMP DKI Jakarta, kita bisa berbagi informasi, memperkuat jaringan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan anggota. Koperasi tidak lagi berjalan sendiri-sendiri,” kata Sholeh.

Sementara itu, Marwan Aziz yang juga deklarator FORKOM KKMP DKI Jakarta menegaskan bahwa keberadaan FORKOM KKMP DKI Jakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi koperasi dalam ekosistem ekonomi Jakarta.

Menurut Marwan, selama ini koperasi di tingkat kelurahan memiliki potensi besar namun belum terhubung secara sistematis. Kehadiran forum ini dinilai mampu menjadi simpul koordinasi sekaligus penggerak kolaborasi usaha antar koperasi.

“Forum ini penting agar koperasi kelurahan tidak berjalan sendiri-sendiri. Dengan konsolidasi melalui FORKOM, kita bisa membangun kekuatan ekonomi kolektif, memperluas akses pasar, serta meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat,” ujar Marwan yang juga Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Duren Tiga, Jakarta Selatan ini.

Ia juga menambahkan bahwa dengan jumlah penduduk Jakarta lebih dari 10 juta jiwa, koperasi memiliki peluang besar untuk menjadi tulang punggung ekonomi rakyat jika dikelola secara modern dan terintegrasi.

FORKOM KKMP DKI Jakarta akan mengintegrasikan koperasi melalui sistem koordinasi berjenjang mulai dari tingkat provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, hingga kelurahan. Selain itu, forum juga akan mengembangkan platform digital terpadu, pelatihan SDM, serta membuka akses permodalan dan pasar.

Program strategis yang disiapkan meliputi penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan usaha berbasis potensi lokal, serta kemitraan dengan pemerintah, BUMN, dan sektor swasta. Sektor prioritas yang didorong antara lain sembako, logistik, farmasi, hingga cold storage.

Dengan terbentuknya FORKOM KKMP DKI Jakarta, diharapkan koperasi memiliki akses informasi yang lebih cepat, kapasitas usaha meningkat, serta mampu menjadi penggerak utama ekonomi rakyat di Jakarta. “Koperasi Bangkit, Ekonomi Melejit. Itu semangat yang kami bawa dalam Deklarasi Istiqlal ini,” tandas Bahris(***)

Wabup Sleman Kukuhkan Kelembagaan Padukuhan Murangan VII Tahun 2026- 2031

0

RADAR NASIONAK,-(Sleman( – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengukuhkan Kelembagaan Padukuhan Murangan VII Tahun 2026-2031 di Lapangan Jolontoro Murangan VII Kalurahan Triharjo SlSlem.Sabtu(11/4/2026)

Adapun kelembagaan padukuhan yang dikukuhkan antara lain pengurus LPMKal, Jaga Warga, PKK Dusun, RW, dan RT di wilayah Padukuhan Murangan VII

Danang dalam sambutannya menyampaikan kepada seluruh anggota kelembagaan Padukuhan Murangan VII untuk melaksanakan amanah dengan jujur penuh tanggung jawab dan berkomitmen untuk memajukan padukuhan dan masyarakat.

“Pengukuhan ini adalah momentum dalam memperkuat peran strategis tata kelola pemerintahan di tingkat yang paling dekat dengan masyarakat. Padukuhan sebagai ujung tombak pelayanan publik sekaligus ruang lingkungan yang tepat untuk menumbuhkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong dan kearifan lokal,” kata Danang

Lebih lanjut, Danang berpesan kelembagaan yang kokoh adalah modal utama dalam menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. Pemberdayaan dan pembangunan di tingkat padukuhan juga dapat berjalan lebih efektif, responsif dan berkelanjutan.

“Mari bersama perkuat sinergi antara masyarakat dan pemerintah dengan berlandaskan semangat paguyuban demi terwujudnya padukuhan Murangan VII yang rukun, aman, berbudaya dan sejahtera,” kata Danang

Mengakhiri sambutan, Danang turut mengapresiasi komunitas jathilan ”Turonggo Sakti” dan UMKM setempat yang telah berpartisipasi meriahkan acara ini dan melestarikan budaya serta penguatan ekonomi warga.(Ang)

Milad ke-21 SD Mupraja, Bupati Sleman Apresisasi Komitmen Muhammadiyah Majukan Pendidikan

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) zBupati Sleman, Harda Kiswaya, menghadiri acara hari jadi atau milad ke-21 SD Mupraja (Muhammadiyah Prambanan Jogja), sekaligus peresmian Mupraja Tower yang beralamat di Ringin Sari, Bokoharjo, Prambanan, Sleman.Sabtu(11/4/2026)

Hadir pula pada acara tersebut Kepala Dinas Pendidikan Sleman, Mustadi, Panewu Prambanan, Purwati, dan sejumlah pengurus Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Harda mengaku senang dan bangga dengan berbagai capaian dan prestasi yang telah ditorehkan SD Mupraja di usianya yang ke-21 ini. Menurutnya hal ini sangat membantu Pemkab Sleman dalam upaya memberikan pendidikan yang baik serta mencerdaskan masyarakat di Kabupaten Sleman.

“Kami senang dan bangga, karena Muhammadiyah selalu berkomitmen dalam dunia pendidikan. Kami belajar banyak dari Muhammadiyah ini,” ucapnya.

Ia juga mengucapkan selamat dengan diresmikannya gedung baru Mupraja Tower. Diharapkan gedung setinggi lima lantai tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna mendukung kegiatan belajar-mengajar siswa di Mupraja.

Sementara itu, Dwi Listiyaningsih selaku Kepala SD Mupraja, menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Sleman atas dukungan dan bantuan yang telah diberikan kepada SD Mupraja. Atas bantuan tersebut, diharapkan Mupraja Tower dapat menjadi fasilitas yang representatif bagi 462 siswa yang ada di sekolah tersebut.

“Gedung lima lantai ini kita bangun karena animo masyarakat yang semakin besar, melebihi kuota yang kami tetapkan. Terima kasih bapak Bupati, telah dibantu mengupayakan terwujudnya Mupraja Tower ini, terima kasih atas dukungannya bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.(San)

Road to YKABF Digelar,Picu Antusiasme Menuju Perhelatan Utama

0

MRADAR NASIONAL,-( Yogyakarta),-Sebagai bagian Jangka panjangnya, Yogyakarta Art Book Fair (YKABF) tidak hanya sebagai pameran buku seni tetapi juga sebagai ekosistem budaya yang mempertemukan seniman, penerbit, desainer dan pelaku kreatif lintas disiplin dan geografi.

Hal tersebut disampaikan,Syafiatudina Fair Direktur YKABF 2026 dalam gelar dan peluncuran pra acara bertajuk ” Road to YKABF ” di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada,Yogyakarta Sabtu,(11/4/2026)

YKABF 2026 diselenggarakan 8 sd 16 Mei 2026 di Langgeng Art Space Yogyakarta dengan menghadirkan 43 exhibitor terkurasi dari dalam dan luar negeri.

Pada edisi sebelumnya YKABF menghadirkan 32 exhibitor dari berbagai kota seperti Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Hong Kong, China, Singapura, Malaysia,dan Vietnam dihadiri lebih dari 2.000 pengunjung selama tiga hari.

Berangkat dari semangat eksperimentasi dan aksebilitas,YKABF mendorong artbook dan zine sebagai medium alternatif dalam produksi pengetahuan yang bersifat personal, berbasis proses dan lekat dengan eksplorasi material.

Road to YKABF 2026 aktivasi memperkenalkan semangat kepada audiens,khususnya mahasiswa, akademisi dan kreator muda. Melalui rangkaian program kurasi mulai dari showcase, diskusi hingga eksplorasi langsung, acara ini membuka ruang dialog antara praktik artistik dan wacana akademik dalam konteks penerbitan independen.

” Road to YKABF kami rancang sebagai titik masuk dimana audiensi baru dapat mengenal semangat penerbitan independen dengan cara yang lebih terbuka dan sudah diakses.Kami ingin membangun keterlibatan sejak awal bukan hanya antisipasi dengan menghadirkan ruang bagi pertukaran ide dan eksplorasi bersama ” ujar Syafiatudina.

Sementara itu Tarien Handayani,pegiat literasi dan praktisi budaya,mengatakan melalui pra acara ini,YKABF juga memperkuat posisinya dalam jaringan global art book fair dan penerbit independen,sekaligus mencerminkan meningkat relevansi praktik penerbitan alternatif dalam membentuk wacana budaya kontemporer.

“Penerbitan independen membuka ruang bagi produksi dan distribusi pengetahuan di luar struktur konvensional. Di dalamnya muncul suara suara yang lebih beragam personal dan kritis — sesuatu yang semakin penting dalam lanskap budaya hari ini.” ujar Tarien Handayani,pegiat literasi dan praktisi budaya.

Sedangkan Daud Sihombing,yang dikenal sebagai peneliti, penerbit Petrikor Books mengatakan dalam konteks budaya visual, artbook bukan sekadar wadah konten tetapi juga bentuk ekspresi itu sendiri ia berada dipersimpangan antara desain,narasi dan eksplorasi material- menjadikan bagian penting dalam cara kita memahami praktik kreatif kontemporer.Sedangkan target pengunjung yang mencakup kalangan mahasiswa, akademisi,pelaku kreatif, hingga masyarakat umum,pra acara ini diharapkan dapat membuka koneksi baru sekaligus memperluas awarennes terhadap YKABF tahun 2026 serta membangun antisipasi menuju perhelatan utamanya.(xan)

PJMI Gelar Halal Bihalal, Ustaz Valentino Dinsi Ungkap Skema Pengembangan Ekonomi Um at Berbasis Masjid

0

RADAR NASIONAL -(Jakarta]] – Momentum Halal Bihalal yang digelar Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) diwarnai kabar besar dari tokoh kewirausahaan Muslim, Ustaz Valentino Dinsi.

Di hadapan para wartawan, ia membocorkan agenda strategis yang digadang-gadang mampu menggerakkan ekonomi umat berbasis masjid.

Kegiatan yang berlangsung di sekretariat PJMI, Cipinang Muara, Jakarta Timur, Jumat (10/4/2026) itu menjadi ajang silaturahmi sekaligus ruang berbagi gagasan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Valentino mengungkap rencana peluncuran buku terbarunya yang berjudul Masjid Mandiri.

”Agenda itu ada dalam buku terbaru saya, yang saya beri judul Masjid Mandiri,” tuturnya.

Ia menjelaskan, buku tersebut merupakan karya keempatnya yang membahas masjid, sekaligus buku ke-31 sepanjang perjalanan kepenulisannya.

Peluncuran buku dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei mendatang di Masjid Darussalam, Depok, dengan menghadirkan ratusan pengelola (takmir) masjid.

Lebih jauh, Ustaz Valentino menekankan besarnya potensi ekonomi yang dapat digerakkan melalui masjid.

Menurutnya, dana umat yang dikelola secara profesional dapat menjadi solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan jamaah.

”Ada potensi dana yang cukup besar yang bisa dikelola umat untuk meningkatkan ekonomi berbasis masjid. Saya sudah membuat skemanya, yang bisa diterapkan oleh masjid mana pun,” tambah Ustaz Valentino.

Ia menegaskan, konsep yang disusun bukan sekadar teori, melainkan langsung menyasar implementasi nyata di lapangan.

Bahkan, pada tahap awal, dirinya telah dipercaya untuk mengelola dan menyalurkan dana dari kalangan agniya Muslim.

Jumlahnya pun tidak kecil. Valentino mengungkapkan, dana yang terkumpul bisa mencapai Rp300 miliar, jauh melampaui prediksi awal yang hanya sekitar Rp100 miliar.

Dana tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya usaha-usaha produktif berbasis masjid.

”Tentu dana itu tidak digelontorkan begitu saja, harus ada kajian mendalam sehingga usaha yang dilakukan tidak rugi dan mensejahterakan komunitas (pengelola/jamaah) masjid,” terang Valentino.

Karena itu, ia mengundang para pengelola masjid untuk hadir dalam peluncuran bukunya agar dapat memahami secara utuh skema dan program yang ditawarkan.

Sementara itu, Ketua Umum PJMI, Ismail Lutan, menyambut positif gagasan tersebut.

Ia menilai program ekonomi berbasis masjid sangat relevan, termasuk bagi kalangan wartawan yang membutuhkan alternatif penguatan ekonomi keluarga.

”Saya antusias dengan program ekonomi berbasis masjid yang digagas Ustad Valentino ini Saya kira wartawan bisa berperan aktif dan berkolaborasi dengan Beliau,” ujar Ismail.

Kegiatan Halal Bihalal PJMI sendiri berlangsung hangat dengan nuansa kebersamaan, sekaligus menjadi momentum lahirnya ide-ide strategis bagi kemandirian ekonomi umat di masa depan.(R)

Pastikan Vaksinasi Berjalan Lancar,Babinsa Koramil 05/Ngawen Dampingi Vaksinasi PMK 

0
Sertu Wantri melaksanakan pendampingan intensif penyuntikan vaksin PMK

RADAR NASIONAL,- (Gunungkidul),–  –  Menekan penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, Babinsa Koramil 05/Ngawen Kodim 0730/Gunungkidul, Sertu Wantri melaksanakan pendampingan intensif penyuntikan vaksin PMK oleh petugas kesehatan hewan.Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dari UPT Puskeswan Nglipar Kabupaten Gunungkidul, yang menyasar sejumlah ternak milik warga di Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul. Jum’at 10/4/2026.

Pendampingan bertujuan untuk memastikan proses vaksinasi berjalan lancar serta memberikan rasa aman bagi para peternak. Adapun poin-poin penting dalam kegiatan tersebut meliputi yaitu Sebelum divaksin, hewan ternak (sapi dan kambing) dipastikan dalam kondisi sehat oleh tim medis, Suntikan vaksin diberikan secara bertahap kepada ternak yang belum pernah menerima dosis atau yang memasuki jadwal, Babinsa bersama tim UPT Puskeswan memberikan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang guna mencegah penularan virus.

 

“Kehadiran kami di sini adalah untuk memastikan program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, khususnya sektor peternakan, berjalan maksimal. Kami mengajak warga agar tidak ragu memberikan vaksin kepada ternaknya demi kesehatan hewan dan nilai ekonomi yang terjaga,” ujar Sertu Wantri di sela-sela kegiatan.

 

Kepala UPT Puskeswan Nglipar menyambut baik sinergi antara TNI dan tenaga medis hewan. Dukungan Babinsa sangat membantu dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, sehingga para peternak lebih kooperatif dalam mensukseskan program vaksinasi ini.

 

Dengan adanya langkah preventif ini, diharapkan wilayah Kapanewon Nglipar dan sekitarnya tetap menjadi zona hijau dari sebaran virus PMK, sehingga perekonomian warga dari sektor peternakan dapat terus tumbuh stabil.(Hen).

Gubernur DIY : Momentum Toleransi,Danrem Hadiri Puncak Hari Raya Nyepi

0

RADAR NASIONAL,(Yogyakarta),– Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., menghadiri Puncak Perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Saka 1948 (2026 M) yang diselenggarakan di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Jumat (10/4/2026).

Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat, diawali dengan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan Weda Wakya, penampilan seni budaya berupa konser angklung dan tari-tarian tradisional, serta diakhiri dengan Dharma Wacana dan doa bersama.

Dalam sambutannya, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa Hari Suci Nyepi mengandung makna mendalam tentang pentingnya keheningan sebagai ruang refleksi batin. Keheningan, menurutnya, bukan sekadar kondisi tanpa suara, melainkan kesempatan untuk menata kembali arah kehidupan, menjernihkan pikiran, serta mempererat hubungan dengan sesama, alam, dan Tuhan.

Lebih lanjut, Gubernur menyampaikan bahwa di tengah dinamika kehidupan modern yang sarat dengan hiruk-pikuk dan tekanan, keheningan menjadi kebutuhan mendasar guna menjaga keseimbangan batin. Melalui momentum Nyepi dan Dharma Santi, masyarakat diajak untuk mentransformasikan perenungan menjadi tindakan nyata dalam bentuk kebajikan, pengabdian, serta penguatan nilai-nilai moral dalam kehidupan bermasyarakat.

Perayaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ritual keagamaan umat Hindu, namun juga menjadi ruang bersama untuk memperkokoh nilai toleransi, persaudaraan, dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabinda DIY, Danlanal Yogyakarta, perwakilan Lanud Adisutjipto, Irwasda Polda DIY, Ka Bintal AAU, Kajati DIY, serta unsur Forkopimda DIY. (R)