Beranda blog

Pemkab Sleman – Kanwil Kemenkum DIY Tandatangani Penguatan Layanan Hukum dan Perlindungan Hak Kekayaan Intelektual

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Dalam upaya penguatan layanan hukum dan perlindungan hak kekayaan intelektual.Pemkab Sleman menandatangani bersama Kanwil Kemenkum DIY bersama pimpinan Pemkab/Pemkot, perguruan tinggi, serta Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Selasa (12/5/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pelayanan hukum serta perlindungan hak kekayaan intelektual bagi pemerintah daerah dan perguruan tinggi DIY. Melalui kolaborasi ini, diharapkan setiap ide, hasil riset, dan karya kreatif masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan perlindungan hukum yang kuat sehingga tidak mudah diklaim oleh pihak lain.

Kepala Kanwil Kemenkum DIY, Agung Rektono Seto menjelaskan bahwa melalui kesepakatan tersebut, diharapkan tercipta kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi serta arus informasi yang semakin kompleks.

“Namun kita juga menyadari bahwa ke depan, tantangan yang dihadapi akan semakin kompleks, khususnya dalam menghadirkan perlindungan hukum yang kuat terhadap hak kekayaan intelektual di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus informasi. Kementerian Hukum yang saat ini terus bergerak melakukan transformasi pelayanan hukum agar semakin cepat, mudah, dan benar-benar hadir menjawab kebutuhan masyarakat,” jelas Agung.

Kesepakatan tersebut melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota di DIY, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta, serta 93 perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya atas kesepakatan bersama ini. Ia berharap kolaborasi tersebut dapat mengoptimalkan pelayanan publik di Kabupaten Sleman agar sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Sebagai aparatur pemerintah, setiap ketugasan yang dilakukan tidak terlepas dari hukum yang berlaku. Oleh karena itu penting bagi Pemerintah Daerah untuk mencermati ketentuan hukum yang menjadi dasar dari pelaksanaan tugas pemerintah,” jelas Danang.

Lebih lanjut, Danang berharap melalui kerja sama ini, Pemkab Sleman bisa mendapatkan layanan bantuan hukum, pendampingan, hingga audit hukum yang maksimal. Ia juga menegaskan pentingnya edukasi hukum bagi aparatur pemerintah sebagai upaya menjaga integritas dan profesionalitas pelayanan publik.

Pada kesempatan yang sama, Kabupaten Sleman turut menerima Surat Pencatatan Kekayaan Intelektual Komunal berdasarkan Pasal 13 Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2022 atas Kekayaan Intelektual “Tempe Pondoh” dengan jenis pengetahuan tradisional. Tempe Pondoh merupakan produk khas yang berasal dari Padukuhan Surokerten, Kalurahan Selomartani, Kapanewon Kalasan.

Pencatatan tersebut menjadi bentuk pengakuan sekaligus komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman dalam melestarikan dan melindungi kekayaan intelektual komunal daerah sebagai bagian dari warisan budaya dan potensi unggulan masyarakat Sleman.(xan)

Danrem Hadiri Opening AMPC dan Asian Championship

0

RADAR NASIONAL,-( Sleman),- Sebanyak 250 peserta dari berbagai negara dalam ajang Opening Ceremony 2026 Asian Modern Pentathlon Championship (AMPC) kategori U19 dan U17  digelar di Hotel Mustika, Jalan Laksda Adisucipto No. 8, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin (11/5/2026).88

Ajang bergengsi  kejuaraan internasional ini diselenggarakan Akademi Angkatan Udara (AAU) menjadi momentum penting dalamÓ pembinaan atlet muda sekaligus mempererat persahabatan antarbangsa melalui olahraga.

Ketua Umum Modern Pentathlon Indonesia (MPI) Marsda TNI Purwoko Aji Prabowo, M.M., M.D.S., dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah penyelenggaraan Asian Modern Pentathlon Championship 2026.

Menurutnya, kejuaraan ini bukan hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga sarana membangun sportivitas, semangat juang, dan persaudaraan antarnegara di kawasan Asia.

“Kejuaraan ini lebih dari sekadar memperebutkan medali dan mencetak rekor. Para atlet yang hadir merupakan simbol dedikasi, kekuatan mental, serta semangat pantang menyerah. Bertandinglah dengan penuh kehormatan dan jadilah inspirasi bagi generasi muda Asia,” ungkapnya.

Kejuaraan diikuti atlet dari delapan negara, yakni Kazakhstan, Kirgistan, Uzbekistan, Chinese Taipei, India, Thailand, Singapura, di


 

Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan atlet muda menuju level pertandingan yang lebih tinggi, termasuk kualifikasi Olimpiade Remaja di masa mendatang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut KGPAA Paku Alam X selaku Ketua KONI DIY, Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han. Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono,S.Sos.,M.Si.,M.Sc

Danlanal DIY Kolonel Laut (P) Hendra Siregar, A.M., M.Tr. Opsla., Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Sosial Didik Wardoyo, S.E., M.Pd., Ketua KONI Jakarta Prof. Dr. Hidayat Humaidi, M.Pd., Ketua KOI Raja Sapta Oktohari, delegasi UIPM Mr. Lioned, Executive World AMPC Mr. Liu, serta para atlet dari berbagai negara Asia. (*/R)

Danrem Dampingi Aster Kasad,Tinjau TMMD Reg.Kulonprogog.

0

RADAR NASIONAL,-(Kulonprogo) Komandan Korem  072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos.,M.Si., M.Sc. mendampingi Asisten Teritorial (Aster) Kasad Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen dalam rangka Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-128 Kabupaten Kulonprogo di Kelurahan Sidorejo Kapanewon Lendah Kabupaten Kulonprogo, Senin(11/5/2026)

Sebelum melakukan peninjauan, Aster Kasad menerima Paparan pelaksanaan TMMD Reguler Ke-128 Kabupaten Kulonprogo dari Dandim 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dyan Niti Sukma, S.I.P., M.Han. selaku Komandan Satgas TMMD melakukan pemberian bingkisan kepada anak stunting dan warga disabilitas oleh pejabat Forkopimda Kulonprogo

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Wasev Mayjen TNI Rachmat Zulkarnaen yang menjabat Aster Kasad mengatakan, dirinya datang kelokasi tersebut bertujuan ingin melihat langsung kegiatan Satgas TMMD ke-128. TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat yang sejak awal sejarahnya tidak dapat dipisahkan dari semangat gotong royong.

Beliau juga berharap Forkopimda untuk terus memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam menghadapi musim kemarau, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat serta kebutuhan air untuk sektor pertanian.

“Program pembangunan jembatan dari Presiden, saat ini juga sudah menyebar di seluruh Indonesia, dengan prioritas untuk mempercepat aksesibilitas transportasi darat di wilayah terpencil guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan memastikan tidak ada lagi siswa yang menyeberangi sungai dengan risiko tinggi untuk pergi ke sekolah”ujar Aster.

Aster juga menyampaikan telah berkolaborasi dengan Kementerian ATR/BPN dalam pembangunan RTLH guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, khususnya dalam penyediaan.

Selanjutnya, Aster Kasad bersama Forkopimda melaksanakan peninjauan sasaran fisik TMMD Reguler yaitu pembuatan sumur bor Masjid Al Ma’ruf Dusun Senden, pembuatan talud Dusun Kwarakan dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Bapak Tupon(52) dusun Diran. Turut hadir dalam kegiatan Pjs. Kasiter Kasrem 072/Pamungkas, Wakil Bupati Kulonprogo, Waaster Kasdam IV/Diponegoro, Kapolres Kulonprogo, Kajari Kulonprogo dan tamu undangan lainnya. (*/R)

Bahaya Di balik Manisnya Kayu Manis Obat Herbal Kemasan

0
Foto Ilustrasi

RADAR NASIONAL -(Jakarta), Saat mengalami gejala masuk angin, batuk, atau perut mual, meminum “obat herbal” cair kemasan saset sering menjadi solusi instan bagi banyak keluarga di Indonesia. Produk “obat herbal” siap minum yang diklaim teruji klinis ini memang terasa hangat di perut dan melegakan tenggorokan. Rasa dan aroma khasnya sebagian besar berasal dari campuran rempah-rempah tradisional, termasuk kayu manis. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua kayu manis diciptakan sama?

Di balik aroma wangi yang melegakan itu, tersembunyi risiko kerusakan organ kronis yang mengintai para konsumen setianya.

Rahasia pahit ini terletak pada perbedaan jenis kayu manis yang digunakan. Kayu manis Ceylon sering disebut sebagai “kayu manis asli” karena kandungan kumarinnya sangat rendah, hanya sekitar 0,004%. Sayangnya, jenis kayu manis yang paling banyak beredar dan digunakan dalam industri “obat herbal” dalam kemasan di Indonesia adalah kayu manis Cassia (Cinnamomum burmannii).

Kayu manis jenis ini harganya jauh lebih murah dan aromanya lebih kuat, tetapi kandungan kumarinnya bisa mencapai 1%. Ini berarti, kayu manis Cassia mengandung kumarin hingga 250 kali lipat lebih tinggi jika dibandingkan dengan kayu manis Ceylon.

Kumarin adalah senyawa alami yang memberi aroma khas pada kayu manis, tetapi senyawa ini bisa beracun bagi organ hati manusia jika dikonsumsi dalam jumlah banyak atau secara terus-menerus. Badan Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) telah menyadari bahaya ini dan secara resmi membatasi asupan harian kumarin.

EFSA menetapkan batas aman konsumsi kumarin (TDI) hanya sebesar 0,1 miligram per kilogram berat badan per hari. Bahkan, Institut Penilaian Risiko Federal Jerman (BfR) mengeluarkan peringatan tegas, “Dari penggunaan kumarin sebagai obat, diketahui bahwa dosis yang relatif kecil sekalipun dapat menyebabkan kerusakan hati pada orang yang sensitif.” Komite Ilmiah Keamanan Pangan Norwegia (VKM) juga mengeluarkan peringatan serupa.

Bahaya kumarin ternyata tidak berhenti pada kerusakan hati. Studi toksikologi terbaru dalam jurnal Regulatory Toxicology and Pharmacology mengungkap bahwa penggunaan ekstrak kayu manis Cassia secara berlebihan atau dalam jangka panjang juga berpotensi memicu nefrotoksisitas, yaitu kerusakan pada ginjal. Selain itu, sebuah studi dalam jurnal Food and Chemical Toxicology (2012) mencatat, “Diketahui dari percobaan pada hewan bahwa kumarin dapat menyebabkan keracunan hati dan dianggap sebagai karsinogen (pemicu kanker) pada tikus melalui jalur oral.” Ancaman lain yang sering tidak disadari adalah interaksinya dengan obat medis; sifat antikoagulan pada kayu manis dapat mengganggu kerja obat pengencer darah, sehingga meningkatkan risiko perdarahan pada pasien.

Jauh sebelum Eropa bertindak, Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) sudah melarang penggunaan kumarin sintetik sebagai bahan tambahan makanan sejak tahun 1954. Larangan historis ini menjadi bukti kuat bahwa sifat merusak dari kumarin sudah lama diakui oleh otoritas kesehatan dunia.

Mekanisme kerusakannya terjadi di dalam hati. Saat tubuh berusaha mencerna kumarin, sebagian senyawa ini berubah menjadi zat beracun yang disebut o-HPA. Zat beracun inilah yang secara perlahan merusak sel-sel hati. Yang lebih memprihatinkan, orang Asia ternyata memiliki risiko lebih tinggi. Secara genetik, populasi Asia cenderung memiliki enzim pemecah kumarin yang bekerja lebih lambat, sehingga racun ini lebih lama bertahan dan merusak organ tubuh.

Kasus-kasus klinis telah membuktikan bahaya nyata dari kumarin. Pasien yang mengonsumsi suplemen kayu manis dosis tinggi atau obat turunan kumarin dilaporkan mengalami hepatitis akut dan penyakit kuning berulang. Individu yang sudah memiliki riwayat penyakit hati diimbau untuk sangat berhati-hati, karena konsumsi produk ini dapat memperburuk kondisi mereka. Beruntung, kerusakan hati akibat kumarin biasanya bisa pulih jika konsumsi segera dihentikan.

Fakta-fakta ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat yang sering menyetok dan meminum “obat herbal”. Mengonsumsinya secara rutin—apalagi beberapa saset sehari saat sedang sakit—bisa dengan mudah membuat seseorang melampaui batas aman harian yang ditetapkan oleh EFSA. Konsumen harus lebih kritis dalam memilih produk dan menyadari bahwa bahan alami dalam kemasan “obat herbal” modern pun menyimpan risiko kesehatan jangka panjang.(*)

Perkuat Literasi Pendidikan Karakter,TK PKK Gelar Workshop PAUD

0

RADAR NASIONAL – (Sleman ) Paguyuban TK PKK Kalurahan Condongcatur menyelenggarakan Workshop Mendongeng bagi pendidik PAUD di ruang Sasana Wicara Lantai II Kantor Kalurahan Condongcatur, Depok,Sleman Senin (11/5/2026)

Workshop PAUDi diikuti 25 guru TK PKK se-Kalurahan Condongcatur sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran anak usia dini melalui metode bercerita yang edukatif dan menyenangkan.

Workshop menghadirkan narasumber Liana Azizah yang menyampaikan materi mengenai teknik mendongeng interaktif sebagai media pembelajaran sekaligus sarana penguatan karakter dan literasi anak sejak dini.

Dalam paparannya, Liana menekankan bahwa kegiatan mendongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan spiritual yang kuat bagi perkembangan anak

“Bercerita adalah lahan ibadah. Kata-kata yang disampaikan akan menjadi doa, sehingga penting menanamkan nilai karakter kepada anak dengan cara yang menyenangkan,” jelasnya.

Turut hadir Dewi Nurlaila selaku Ibu PAUD dan Ketua TP Posyandu Kalurahan Condongcatur. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya pelayanan Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) dan pendekatan siklus hidup dalam mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Selain itu, Dewi juga memperkenalkan inovasi bidang pendidikan dan literasi melalui program “Condongcatur Bertutur” sebagai gerakan membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Menurutnya, literasi anak perlu dibangun melalui kolaborasi antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter.

“Kami meluncurkan Condongcatur Bertutur sebagai gerakan bersama untuk membangun budaya membaca dan bercerita sejak usia dini, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Kami percaya literasi anak hanya bisa tumbuh optimal jika ada kolaborasi erat antara guru, orang tua, dan lingkungan sekitar agar anak-anak Condongcatur tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, komunikatif, dan berkarakter,”* ungkap Dewi Nurlaila

Suasana workshop berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga mengikuti praktik mendongeng secara langsung dengan berbagai teknik komunikasi ekspresif dan penggunaan media kreatif.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kreativitas serta kompetensi guru PAUD dalam menciptakan proses pembelajaran yang edukatif, komunikatif, dan menyenangkan bagi anak usia dini.

Melalui workshop , Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama TP Posyandu dan Paguyuban TK PKK berharap budaya literasi anak semakin kuat serta program “Condongcatur Bertutur” dapat diterapkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah maupun keluarga.(Ang)

 

Semarakan Hari Jadi ke 110 Sleman KORMI Gelar Lomba Olahraga Tradisional

0

RADAR NASIONAL, -( Sleman)– Menyemarakan Hari Jadi ke-110 tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama KORMI (Komite Olahraga Masyarakat Indonesia) Kabupaten Sleman menggelar lomba olahraga tradisional tingkat Kabupaten, Sabtu (9/5/2026).

Lomba berlangsung di Lapangan Pemda, kegiatan lomba olahraga tradisional ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa melalui upacara pembukaan yang diikuti oleh ratusan peserta perwakilan dari 17 Kapanewon.

Ketua KORMI Kabupaten Sleman, Suparman menjelaskan kegiatan ini (lomba olahraga tradisional) diikuti oleh oleh 17 KORMI Kapanewon dan seluruh anggota penuh KORMI Sleman serta, sejumlah kelompok masyarakat yang ada di Kabupaten Sleman.

“Selain sebagai upaya memperkenalkan olahraga tradisional kepada masyarakat luas, lomba olahraga tradisional ini juga merupakan rangkaian Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman tahun 2026,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ia menuturkan terdapat 3 olahraga tradisional yang diperlombakan dalam kegiatan tersebut diantaranya, Egrang, Bakiak dan Lari Karung Estafet dengan total hadiah yang dipersiapkan sebesar 30 juta rupiah.

Sementara itu, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dalam sambutannya menekankan bahwa olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat, melainkan instrumen penting untuk menjaga identitas budaya di tengah gempuran modernisasi. Ia juga mengapresiasi tingginya kepedulian masyarakat Sleman dalam melestarikan kearifan lokal.

“Olahraga tradisional bukan sekadar permainan rakyat yang diwariskan turun-temurun, melainkan bagian penting dari identitas budaya bangsa yang mengandung nilai-nilai luhur seperti sportivitas, gotong royong, kekompakan, kedisiplinan, kejujuran, ketahanan mental, dan kebersamaan,” ujar Danang.

Danang juga berpesan kepada para peserta agar tidak hanya mengejar kemenangan semata, namun lebih mengutamakan semangat persatuan dan kegembiraan. Hal ini sejalan dengan tantangan pembangunan ke depan yang membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat Sleman.(xan)

Menangkan Industri Welness,Indonesia Mandiri dan Berbudaya

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta)– Industri pariwisata kesehatan (wellness tourism) di Indonesia kini berada di persimpangan jalan antara mengikuti tren global atau menciptakan identitasnya sendiri.

Menanggapi tantangan ini, Himpunan Mahasiswa Pariwisata STP AMPTA Yogyakarta menyelenggarakan sharing session bertajuk “Pengembangan Cultural Wellness Tourism Sebagai Produk Wisata Unggulan DIY” digelar di ruang Tamansari Sabtu, (9 /5/ 2026)

Acara  ini menghadirkan *GKR Bendara,sosok sentral di balik Jogja Cultural Wellness*, sebagai narasumber utama.​Melepaskan Diri dari Dominasi Asing.

Dalam diskusi GKR Bendara menyoroti sebuah fakta pahit: meskipun Indonesia memiliki kekayaan tradisi kesehatan yang melimpah, industri wellness saat ini masih sangat bergantung pada pihak asing. Hal ini terlihat jelas dari dominasi pengajar dan lembaga sertifikasi luar negeri, terutama dalam bidang yoga dan teknik pernapasan (breathwork), di mana fasilitator asli Indonesia masih sangat langka.

​”Kita masih tertinggal dalam mengikuti tren global karena kita belum memiliki infrastruktur sertifikasi mandiri yang kuat,” ungkap GKR Bendara.

Beliau menekankan bahwa Indonesia harus segera membentuk badan sertifikasi lokal untuk mencetak instruktur yang diakui secara internasional namun tetap membawa jiwa dan pendekatan khas Nusantara.

Kekuatan Narasi: Menjual Makna, Bukan Sekadar Jasa.

​Lebih dari sekadar infrastruktur, GKR Bendara menegaskan bahwa kunci keberhasilan wisata wellness terletak pada kekuatan storytelling dan narasi budaya. Indonesia memiliki potensi besar untuk menulis ulang (re-write) konsep kebugaran global dengan memasukkan elemen kearifan lokal yang tidak dimiliki negara lain.

​Menurutnya, setiap daerah memiliki akar budaya yang berbeda—mulai dari Bali, Yogyakarta, hingga NTT—yang harus menjadi identitas unik dalam pelayanan mereka. Dengan narasi yang kuat, wisatawan mancanegara tidak hanya datang untuk memulihkan fisik, tetapi juga untuk meresapi nilai filosofis dan sejarah di balik setiap praktik kesehatan yang mereka jalani.

​Memahami Wisatawan: Dari Pemula hingga Digital Detox

Dalam diskusi tersebut GKR Bendara membedah segmentasi pasar yang semakin beragam yakni dua tipe utama wisatawan wellness:

“Tipe Pemula (Beginner) Mereka yang menikmati aktivitas ringan seperti yoga atau meditasi di tepi sungai sebagai bagian kecil dari perjalanan liburan mereka.

​Tipe Ahli (Expert): Wisatawan yang mencari retret intensif, seperti paket Digital Detox selama lima hari tanpa ponsel, yang menggabungkan meditasi, makanan sehat, dan sound healing.

​Contoh sukses seperti Yoga Barn di Bali menjadi acuan bagaimana sebuah paket wisata bisa dikemas secara profesional dengan tetap menjaga keaslian pengalaman yang ditawarkan.

​Kolaborasi Menuju Keberlanjutan

​Diakhir diskusi GKR Bendara menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan praktisi industri untuk membangun ekosistem yang berkelanjutan. Standardisasi produk dan layanan bukan hanya soal birokrasi, melainkan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan global.

​”Melalui inovasi yang berakar pada budaya, diharapkan produk wisata tematik Indonesia tidak hanya mampu bersaing di panggung dunia, tetapi juga menjadi warisan yang terus menghidupkan tradisi luhur bangsa bagi generasi mendatang.” pungkasnya.(xan)

Cetak Generasi Penerus Budaya,Sleman Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN)– DALAM rangka menanamkan kecintaan pada seni dan budaya,  Pemerintah Kabupaten Sleman membuka  Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman di Gedung Serba Guna,Pemkab  Sleman Sabtu (9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman. Acara ini diikuti oleh 17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Cetak Generasi Penerus Budaya,Slema Gelar Festival Dalang Anak

0
Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

RADAR NASIONAL -(SLEMAN) – GUNA menanamkan kecintaan seni dan budaya,khususnya seni pedalangan, Pemerintah Kabupaten Sleman membuka gelaran Festival Dalang Anak dan Remaja Kabupaten Sleman Tahun 2026 di Gedung Serba Guna,Kabupaten Sleman Sabtu,(9/5/2026)

Acara ini diselenggarakan sebagai langkah nyata dalam menjaga keberlangsungan warisan budaya adiluhung, khususnya seni pedalangan, agar tetap lestari di tangan generasi muda.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kabupaten Sleman, Arif Wibowo, dalam sambutannya menerangkan kegiatan ini diadakan dalam rangka Hari jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

Penampilan dalang anak mendapat perhatian masyarakat antusias menyaksikan.

Festival dalang diikuti sebanyak  17 peserta kategori anak-anak dan 17 peserta kategori remaja perwakilan setiap kapanewon di kabupaten Sleman. Untuk kategori anak diadakan pada tanggal 9 dan 10 Mei 2026, sedangkan kategori remaja pada tanggal 11 dan 12 Mei 2026.

“Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan ruang pembinaan dan regenerasi bagi para pelaku seni di Sleman. Di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur seperti kejujuran, keberanian, dan tanggung jawab. Nilai-nilai inilah yang penting diwariskan kepada generasi muda di tengah derasnya arus teknologi digital,” ujar Arif Wibowo.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta yang antusias mempelajari seni tradisi. Ia menegaskan bahwa menjadi seorang dalang tidak hanya soal kemahiran memainkan tokoh wayang, tetapi juga tentang kemampuan memahami dan menyampaikan nilai kehidupan kepada masyarakat.

“Masyarakat sekarang cenderung mencari yang instan dan mudah, sementara menjadi dalang itu tidak gampang. Butuh kesabaran untuk duduk semalam suntuk dan mempelajari nilai-nilai kehidupan yang kompleks dalam cerita wayang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ditegaskan bahwa nilai-nilai dalam cerita wayang tetap relevan dengan kehidupan masyarakat saat ini. Cerita tentang tokoh baik dan jahat pada akhirnya selalu mengarah pada pencarian jati diri dan kebenaran. Meskipun hasil akhir sebuah lakon berada di tangan dalang, nilai moral yang disampaikan menjadi pelajaran berharga bagi penonton.

“Pemerintah Kabupaten Sleman menyatakan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan karakter masyarakat serta penguatan identitas daerah. Melalui festival ini, para dalang muda diharapkan dapat saling bersilaturahmi, bertumbuh, dan semakin percaya diri dalam berkarya,” kata Danang.(Ang)

Pencarian Bibit Pecatur,Percasi Sleman Gelar PORKAB

0

RADAR NASIONAL  – (Sleman),-Pembukaan Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) Sleman  Cabor  Catur Percasi Sleman resmi di buka oleh Asisten Sekda bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Drs. Agung Armawanta, MT berlangsung di aula OpRoom Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (PMK ) Kabupaten SlemanJumat,(8/5/2026)

Ketua Pelaksana  PORKAB cabor Catur Percasi Kabupaten Sleman tahun 2026 Suranto menyampaikan terimakasih atas dukungan dari Pemkab Sleman, Dispora, KONI Pengurus Percasi atlet catur dari Kapanewon serta para sponsor.

Kegiatan pertandingan  catur t berlangsung dari tanggal 8 s.d 10 Mei 2026 di gedung OpRoom Dinas PMK Kabupaten Sleman diikuti oleh 17 Kapanewon untuk atlet putra dan 10 Kapanewon untuk atlet Putri..

“Semoga pertandingan Catur PORKAB Sleman 2026 berjalan lancar serta menghasilkan pecatur baru di  kabupaten Sleman.”

Ketua KONI Kabupaten Sleman Haris Sutarta,SE,MT menyampaikan Cabor catur salah satu andalan kabupaten Sleman dalam pengumpulan medali pada Porda DIY. Pada Porda ke IVll tahun 2025 di Gunung Kidul melampui dari cabor Catur melampaui target. Dari Target 5 medali emas bisa mendapatkan 7 medali emas. Dengan demikian cabor Catur mendapatkan juara pertama juga menghantarkan Kabupaten Sleman juara umum 4 kali berturut-turut.

” Kabupaten Sleman mempunyai keinginan bisa lima kali juara Porda berturut-turut.” Tutur Haris.

Pemerintah Kabupaten Sleman merasakan kebanggaan atas prestasi pecatur Shafira Devi Harfesa yang telah mengharumkan nama kabupaten Sleman telah diakui sebagai Waman Internasional Master.

Pemerintah Kabupaten Sleman dan KONI mengucapkan terima kasih atas pembinaan Percasi Sleman berhasil menghantarkan atlet catur wanita tingkat dunia.

Semoga menjadi motivasi bagi atlet lainnya untuk mengikuti jejak prestasi Shafira.”

Selain itu dirinya juga mengucapkan Terimakasih atas pelaksanaan PORKAB cabor catur 2026.

” Selamat bertanding. Jaga sportivitas untuk atlet catur Sleman mendunia.”

Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat Drs. Agung Armawanta,MT mewakili Bupati Sleman yang tidak bisa hadir karena ketugasan diluar Sleman.

Untuk diketahui saat ini atlet catur kebanggaan Sleman Shafira tidak bisa mengikuti PORKAB kali ini karena sedang mengikut pelatnas.

” Harapannya pada PORKAB Sleman 2O26 akan muncul banyak atlet baru mengikuti jejak Shafira sampai kancah internasional.”

Dalam kesempatan itu dirinya menyinggung tentang harapan pemerintah kabupaten Sleman untuk tetap bisa pada posisi juara umum.

Namun perlu upaya untuk bisa meraih keinginan tersebut perlu kerja keras, bersinergi saling bahu membahu semua atlet dari semua Cabor yang di pertandingkan. PORKAB juga merupakan bentuk upaya persiapan Porda DIY ke XVII di Kulon Progo.

” Harapannya dari Cabor catur bisa memberikan kontribusi medali untuk juara umum ke 5.” Tambahnya.

Selanjutnya Asisten Sekda berkenan membuka kegiatan PORKAB Kabupaten Sleman cabor catur.(Kus)