Beranda blog

Dukung Perlindungan Kesehatan Masyarakat, BPJS – Mitra JKN Ditandatangani

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman)– Bupati Sleman, Harda Kiswaya menghadiri sekaligus menyaksikan penandatanganan kerjasama BPJS Kesehatan Cabang Sleman dengan mitra Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertempat di Ruang Rapat Sembada Kantor Setda Sleman, Rabu (29/4/2026).

Kerja sama ini diwujudkan dalam optimalisasi pelaksanaan program JKN melalui upaya gotong royong partisipasi masyarakat, badan usaha, dan badan hukum lainnya untuk memberikan perlindungan finansial dengan mendaftarkan peserta JKN pada segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif dan pelunasan iuran menunggak segmen PBPU mandiri melalui program donasi.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sleman, Irfan Qadarusman mengungkapkan berdasarkan data 1 April 2026, jumlah penduduk Kabupaten Sleman yang telah terdaftar sebagai peserta JKN mecapai 1.119.751 jiwa atau 98,61 persen dari total jumlah penduduk.

“Masih terdapat 1,39 persen penduduk yang belum terdaftar JKN dan masih terdapat peserta PBPU mandiri yang menunggak,” ungkapnya.

Berdasarkan hal tersebut, Irfan berharap kerjasama BPJS Kesehatan dengan mitra JKN dalam program donasi ini mampu memberi dukungan dan memberi kesempatan bagi masyarakat kurang mampu atau terkendala iuran (menunggak) agar tetap mendapatkan akses layanan kesehatan.

Adapun sejumlah rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang berpartisipasi dalam kerja sama tersebut yaitu RSA UGM, Rumah Sakit UAD, Rumah Sakit Queen Latifa, Rumah Sakit Islam Yogyakarta PDHI serta beberapa klinik kesehatan seperti, Klinik Delima, Klinik Sayang Keluarga, dan Klinik RH Medika. Selain itu, dukungan juga datang dari sektor lain yaitu Bank Sleman dan PT Indikarya.

Irfan berharap dengan banyaknya partisipasi dari berbagai pihak, masyarakat Kabupaten Sleman memiliki jaminan yang pasti dalam mengakses layanan kesehatan.

Sementara itu, Bupati Sleman Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi dan dukungannya atas sinergi dan kerja sama seluruh pihak yang telah mendukung Pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perlindungan kesehatan.

Langkah tersebut menurutnya selaras dengan upaya Pemerintah dalam memastikan keberlangsungan program JKN bagi masyarakat khususnya di wilayah Kabupaten Sleman.

“Hadirnya panjenengan betul – betul dirasakan oleh masyarakat. Tadi ada rumah sakit, klinik dan sebagainya. Manfaatnya betul – betul dirasakan masyarakat. Oleh karena itu kami pemerintah daerah berterima kasih,” katanya.

Harda berharap langkah dan upaya ini dapat menjadi stimulan bagi perusahaan dan badan usaha lain untuk bersinergi dengan pemerintah, memastikan seluruh karyawan serta warga di Kabupaten Sleman terlindungi oleh jaminan kesehatan.(BS)

Mila Harda Kiswata Dikukuhkan Sebagai Ketua Cabang YKI Sleman

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Ketua TP-PKK Kabupaten Sleman, Mila Harda Kiswaya,  dikukuhkan sebagai Ketua Cabang Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kabupaten Sleman masa bakti 2026–2031 oleh GKR Hemas di Gedung Pracimosono, Komplek Kepatihan, Yogyakarta Rabu(29/4/2026)

Pengukuhan dilakukan dihadiri Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa dan sejumlah undangan.

Usai dikukuhkan, Mila menyampaikan bahwa momen pengukuhan ini merupakan amanah yang dipercayakan kepadanya untuk dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

“Insya Allah dengan amanah ini kami pengurus Kabupaten Sleman akan menjalankan tugas secara bertanggung jawab dan memberikan manfaat sebanyak-banyaknya bagi saudara-saudara kita,” jelasnya.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, mendukung penuh upaya peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat. Ia berharap, pengurus Kabupaten Sleman juga dapat bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyosialisasikan pencegahan kanker.

“Monggo kita kuatkan sinergi dengan berbagai pihak untuk memberikan edukasi terkait pencegahan kanker. Dan untuk pasien kanker yang ada juga perlu kita dampingi setulus hati agar terus memiliki semangat untuk sembuh,” begitu keterangannya.

GKR Hemas dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan upaya promotif dan edukatif di masyarakat, mendorong deteksi dini kanker, serta membangun sistem pendampingan pasien yang lebih manusiawi.

“Pendekatan kita harus berpusat pada pasien, bukan hanya pada penyakitnya. Obati orangnya, bukan hanya penyakitnya,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya menyampaikan bahwa persoalan kanker tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga menyangkut aspek sosial dan kemanusiaan yang lebih luas.

“Penanggulangan kanker bukan semata soal layanan kesehatan, tetapi juga soal empati, kepedulian, dan keberpihakan,” ujarnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap pengurus baru tidak hanya menjanjikan program, namun juga menggerakkan, menguatkan, dan menyalakan semangat bagi para pasien.

“Keberhasilan bukan dari berapa yang tertangani, namun dari seberapa banyak harapan yang mampu kita jaga,” pungkas Gubernur.(xan)

Deteksi dan Potensi Gangguan Keamanan ,Lapas Lakukan Razia Rutin

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman )— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sleman terus berinovasi dalam mewujudkan penyelenggaraan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan humanis.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni penguatan pengawasan melalui razia kamar hunian secara rutin setiap hari sebagai bagian dari deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban.

Pada Selasa, 28 April 2026, razia kamar hunian kembali dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan rutin yang digelar tiga kali dalam sehari, yakni setiap selesai pergantian shift regu jaga.

Kegiatan ini dilakukan secara acak terhadap kamar hunian warga binaan guna meningkatkan efektivitas pengawasan serta menghindari pola yang mudah diprediksi.

Sasaran razia meliputi barang terlarang, barang berlebihan, serta barang berbahaya yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di dalam lapas.

Selain itu, Lapas Sleman juga menerapkan sistem identifikasi kamar hunian berbasis QR code. Melalui sistem ini, data penghuni kamar hanya dapat diakses oleh petugas berwenang sehingga kerahasiaan informasi warga binaan tetap terjaga.

Lurah Condongcatur dan Direktur BUMKal Nyawiji Condongcatur Hadiri Talk Show Bumkal di DPRD

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP, bersama Direktur BUMKal Nyawiji Condongcatur, Kuwat, S.Pd, ST, menghadiri kegiatan Talk Show bertajuk “Ngobrol Bareng Bersama KPH. H. Yudanegara, Ph.D.” yang diselenggarakan di Pendopo DPRD Kabupaten Sleman, Rabu (29/4/2026)

Kegiatan ini mengusung tema “Kupas Tuntas Bumkal di Era KDMP: Siapkah Kalurahan?”, yang bertujuan memperkuat pemahaman dan kesiapan kalurahan dalam mengelola Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) secara profesional dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini diharapkan kalurahan, khususnya Condongcatur, semakin siap dalam mengoptimalkan peran Bumkal sebagai penggerak ekonomi masyarakat menuju kalurahan yang mandiri dan berdaya saing.(xan)

Wujud Komitmen Padukuhan Ramah Lansia,Kembali Sekolah Lansia Dibuka Secara Mandiri

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Sekolah Lansia Sekar Melati Padukuhan Ngropoh Condongcatur kembali membuka kegiatan pembelajaran secara mandiri bertempat di Balai Padukuhan Ngropoh Condongcatur Depok Sleman, Rabu (29/4/2026)

Pembukaan ini menjadi wujud komitmen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan lansia, meskipun program formal dari pemerintah tidak lagi dilaksanakan.

Sebelumnya, berdasarkan surat pemberitahuan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB), program Sekolah Lansia jenjang S1/S2 tidak dilanjutkan. Namun demikian, semangat para pengurus dan masyarakat tidak surut untuk tetap menjalankan kegiatan pembelajaran bagi lansia.

Keputusan melanjutkan program ini diambil melalui rapat pengurus yang digelar pada 13 April 2026, melibatkan kepala sekolah lansia, kader, perwakilan lansia dari tiap RT, pendamping, serta pemerhati lansia di Padukuhan Ngropoh.

Dukuh Ngropoh, Nurdin Widodo, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kembali digelarnya kegiatan tersebut. Ia menilai sekolah lansia memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia.

Program ini sangat bermanfaat bagi para lansia, tidak hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana mempererat silaturahmi dan bertukar pikiran antar sesama lansia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa tingginya antusiasme dan kehadiran peserta menjadi indikator kuat bahwa program ini masih sangat dibutuhkan. Hal tersebut sekaligus memperkuat identitas Padukuhan Ngropoh sebagai wilayah yang ramah terhadap lansia.

Meski saat ini berjalan secara mandiri, kegiatan Sekolah Lansia Sekar Melati tetap mendapat pendampingan dari Dinas P3AP2KB, sehingga pelaksanaannya tetap selaras dengan arahan Pemerintah Kabupaten Sleman.

Pada tahun 2026, sekolah lansia ini direncanakan menggelar delapan kali pertemuan yang dilaksanakan setiap bulan. Materi yang diberikan disesuaikan dengan kebutuhan lansia, dengan agenda wisuda di akhir tahun sebagai bentuk apresiasi kepada peserta.

Pembelajaran perdana hari ini diisi dengan materi kesehatan bertema Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK) yang disampaikan oleh dr. Raninditya Damayanti, Sp.P, dokter spesialis paru dari RS Hermina.

Di akhir sambutannya, Nurdin Widodo menyampaikan harapan dan doa bagi seluruh lansia di Padukuhan Ngropoh.

Semoga para lansia selalu diberikan kesehatan, umur panjang yang berkah, serta rezeki yang melimpah, sehingga tetap dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan di masyarakat” tutupnya.

Dengan kembali aktifnya Sekolah Lansia Sekar Melati, diharapkan para lansia tetap produktif, sehat, dan bahagia, sekaligus menjadi inspirasi bagi wilayah lain dalam membangun lingkungan yang inklusif dan ramah lansia.(Ana)

Polresta Yogya Ungkap Kasus Kekerasan dan Praktik Kekerasan Dan Penelantaran Sosial

0

RADAR NASIONAL ( Jakarta).,-Kasus dugaan kekerasan dan penelantaran anak di Day Care Little Aresha,Pakel Baru,Umbulharjo Kota Yogyakarta, mengemuka setelah Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta mengungkap dugaan praktik pengasuhan anak balita yang dinilai tidak sesuai standar.

Sebanyak 53 anak usia balita menjadi korban pengasuh oknum yayasan, dan 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang disebut berlangsung secara terstruktur.

Diduga anak balita korban kekerasan dan penelantaran terhadap anak di salah satu tempat penitipan anak di Wilayah Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Jumat, (24/4/2026)

Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan yang diterima Kepolisian, yang kemudian ditindak lanjuti oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA)

Satreskrim Polresta Yogyakarta melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan di lokasi kejadian.Petugas menemukan adanya dugaan perlakuan tidak layak terhadap anak-anak yang berada dalam pengasuhan Day Care litle di tempat tersebut. Ke 13 oknum diduga terlibat, baik dari unsur pengelola maupun pengasuh, telah diamankan dan ditetapkan sebagai tersangka serta telah dilakukan penahanan. Selain itu, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus yang sempat viral di medsos

Kasus ini ditangani berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Anak serta

peraturan perundang-undangan lain yang berlaku. Para tersangka dikenakan ancaman pidana penjara dan/atau denda sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.Polresta Kota  memastikan bahwa anak-anak yang menjadi korban telah mendapatkan penanganan dan pendampingan yang diperlukan, serta berkoordinasi dengan pihak terkait guna memastikan perlindungan dan pemulihan kondisi korban secara optimal.

Pada kesempatan yang sama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak turut hadir dan menyampaikan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap anak serta memastikan pemenuhan hak-hak korban, termasuk pendampingan psikologis dan langkah-langkah pemulihan lainnya.

Kepolisian bersama instansi terkait juga akan melakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan dan pengelolaan tempat penitipan anak, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari.

Polresta Yogyakarta mengimbau kepada masyarakat, khususnya para orang tua, untuk lebih teliti dan berhati-hati dalam memilih tempat penitipan anak, serta memastikan legalitas dan standar pengasuhan yang diterapkan. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila mengetahui adanya indikasi kekerasan atau penelantaran terhadap anak.

Polresta Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk menindak tegas setiap bentuk kekerasan terhadap anak serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. (xan)

 

 

 

Gubernur DIY : Kalurahan Garda Terdepan ,Jaga Amanah Rakyat

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta) – Laku Sasmita Amrih Nirmala dalam rangka penguatan pengelolaan dana kalurahan/kelurahan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi bertempat di Taman Budaya Embung, Giwangan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Selasa (28/4/2026).

Acara dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono, Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc

Wakil Kepala Kortas Tipikor Polri Brigjen Pol. Boro Windu Danandito, Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK RI Dr. Ely Kusumastuti, serta jajaran Forkopimda DIY, para bupati/wali kota, kepala OPD, hingga lurah se-DIY.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas PMK2PS DIY KPH Yudanegara menyampaikan bahwa Laku Sasmita Amrih Nirmala mengandung makna pentingnya kepekaan, kehati-hatian, dan kewaspadaan dalam menjalankan amanah, khususnya dalam pengelolaan keuangan kalurahan. Dengan besarnya dana yang dikelola, dibutuhkan integritas serta komitmen yang kuat agar pengelolaan dapat berjalan secara transparan, akuntabel, dan terhindar dari penyimpangan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menegaskan bahwa pemerintah harus menjadi penjaga amanah rakyat dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas. Kalurahan dan kelurahan sebagai garda terdepan pelayanan publik dituntut mampu mewujudkan tata kelola keuangan yang tertib, efisien, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Kepala Kortas Tipikor Polri Brigjen Pol. Boro Windu Danandito menyoroti pentingnya pengelolaan anggaran publik yang tepat sasaran. Ia juga mengingatkan adanya potensi kerawanan tindak pidana korupsi, seperti penyalahgunaan wewenang, proyek fiktif, hingga pungutan liar. Oleh karena itu, upaya pencegahan harus diperkuat melalui transparansi, tertib administrasi, serta partisipasi aktif masyarakat.

Deputi KPK RI Dr. Ely Kusumastuti menekankan bahwa penguatan tata kelola dana desa merupakan langkah strategis dalam menekan angka korupsi di tingkat desa. Ia mendorong optimalisasi pengawasan serta pemenuhan indikator Desa Antikorupsi guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola keuangan kalurahan/kelurahan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi. (*/R)

Rayakan HUT ke 110,Pemkab Sleman Uji Emisi 1.000 Kendaraan di Denggung

0

RADAR NASIONAL, -(Sleman) – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar uji emisi kendaraan bermotor di Parkir Utara Lapangan Denggung mulai Selasa (28/04/2026)

Uji emisi ini berlangsung  dua hari 28 sd 29 April 2026 merapakan rangkaian  peringatan Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110. Tujuannya adalah untuk mengurangi polusi udara dari sektor transportasi.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Sugeng Riyanta, menjelaskan bahwa acara ini menyasar kendaraan dinas milik pemerintah, kendaraan umum, dan pribadi. Hari pertama pengujian difokuskan pada kendaraan operasional pemerintah. Hari kedua, pengujian dibuka untuk masyarakat umum.

Sugeng Riyanta mengatakan bahwa targetnya adalah 1.000 kendaraan yang mengikuti uji emisi, dengan rincian 250 kendaraan dinas dan 750 kendaraan pribadi maupun umum.

Langkah ini diambil karena sektor transportasi masih menjadi salah satu penyebab terbesar pencemaran udara di perkotaan. Dengan uji emisi ini, pemerintah dapat memantau apakah kendaraan yang beroperasi di Sleman masih memenuhi standar emisi.

“Kami ingin memastikan indeks kualitas udara di Sleman tetap baik. Sekarang, indeks kualitas udara kita adalah 83 dari target awal 71. Ini positif, tapi kita harus terus melakukan pengendalian melalui uji emisi seperti ini agar lingkungan tetap sehat,” kata Sugeng Riyanta.

Dalam uji emisi ini DLH Sleman bekerja sama dengan Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Jawa Kementerian Lingkungan Hidup dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka menyediakan personel, alat, dan unit uji emisi khusus bensin dan diesel. Selain itu, DLH juga menyediakan ruang konsultasi bagi pemilik kendaraan yang hasil emisinya belum memenuhi standar.

Sekretaris Daerah Sleman, Susmiarto, mendukung acara ini sebagai instrumen edukasi bagi pengendara untuk merawat kendaraan mereka. Menurutnya, kesadaran pemilik kendaraan adalah kunci utama dalam mewujudkan indeks lingkungan hidup yang berkualitas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak hanya tertib lalu lintas, tapi juga tertib dalam merawat mesin kendaraannya. Jika emisi kendaraan kita memenuhi standar, artinya kita telah berkontribusi dalam menjaga udara Sleman tetap bersih,” tutur Susmiarto.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan data dasar yang akurat untuk evaluasi kebijakan pengendalian pencemaran udara di masa depan. Dengan partisipasi aktif dari masyarakat, Pemerintah Kabupaten Sleman optimistis target peningkatan kualitas udara dapat tercapai secara berkelanjutan.(Ang)

Asah Ketrampilan Prajurit,Korem 072/Pamungkas Gelar Latihan Menembak

0

RADAR NASIONAL,- (Kulon Progo)– Dalam rangka memelihara dan meningkatkan kemampuan dasar prajurit, Korem 072/Pamungkas menggelar Latihan Menembak Senjata Ringan (Latbak Jatri) Semester I Tahun Anggaran 2026 bertempat di Lapangan Tembak Korem 072/Pamungkas, Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, Selasa (28/4/2026).

Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Korem 072/Pamungkas, Mayor Inf Rizki Sudarmanto selaku Komandan Latihan (Danlat), menyampaikan bahwa latihan menembak ini dilaksanakan secara periodik setiap semester sebagai upaya mengasah, memelihara, dan meningkatkan kemampuan prajurit dalam menggunakan senjata ringan.

Sebelum pelaksanaan latihan, dilakukan pengecekan personel dan materiil guna memastikan seluruh peserta memahami prosedur serta tata tertib yang berlaku. Selain itu, seluruh perlengkapan yang digunakan juga dipastikan dalam kondisi siap pakai. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan secara tertib, aman, dan lancar.

“Saya harapkan seluruh personel yang mengikuti latihan menembak ini dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan optimal, sehingga target nilai yang telah ditentukan dapat tercapai dengan baik,” tegasnya.

Dalam pelaksanaannya, prajurit Korem 072/Pamungkas melaksanakan materi menembak menggunakan senjata laras panjang dengan jarak 100 meter, serta senjata laras pendek dengan jarak 15 meter. (xan)

Tingkatkan Disiplin Siswa,Koramil 12 Paliyan Latih PBB Siswa SMKN 1

0

RADAR NASIONAL,-(Gunungkidul) – Dalam rangka membentuk karakter dan kedisiplinan generasi muda, sejumlah personel dari Koramil 12/Paliyan Kodim 0730/Gunungkidul memberikan pelatihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) serta Tata Upacara Sekolah (TUS) kepada siswa-siswi SMKN 1 Saptosari. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Kalurahan Kepek, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunungkidul. Senin(27/4/2026)

Latihan ini bertujuan untuk menanamkan jiwa patriotisme, rasa tanggung jawab, serta kekompakan di kalangan pelajar sejak dini. Materi yang diberikan meliputi gerakan dasar di tempat, gerakan berjalan, hingga tata cara pelaksanaan upacara bendera yang benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Para personel Koramil 12/Paliyan tampak memberikan instruksi dengan cermat, memastikan setiap gerakan diikuti dengan semangat oleh para siswa. Selain aspek fisik, pelatihan ini juga menekankan pada kedisiplinan mental agar para siswa memiliki sikap yang tegap dan tangkas dalam menjalani aktivitas di sekolah maupun di luar sekolah.

Pihak sekolah SMKN 1 Saptosari mengapresiasi kehadiran anggota TNI dalam membina para siswanya. Diharapkan melalui pelatihan rutin seperti ini, kualitas kedisiplinan dan semangat kebersamaan di lingkungan sekolah dapat terus meningkat, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari seluruh peserta didik yang hadir di lapangan.

Turut hadir dalam kegiatan, Personil Koramil 12 Paliyan berjumlah 6 orang, Guru pendamping SMKN 1 Saptosari dan Siswa-siswi SMKN 1 Saptosari kelas 10 dan 11 berjumlah 650 orang.(Hen).