Beranda blog

Syawalan dan Pengukuhan PRM UGM,Membangun Peradaban Berakar Nilai nilai Keislaman,Keilmuan 

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Peradaban dan penyebaran nilai rahmatan lil alamin mensyaratkan adanya semangat ta ‘awun yang autentik dan berkelanjutan. Muhammadiyah harus hadir sebagai rumah besar yang tidak hanya mengayomi ,tetapi juga menggerakkan pencerdasan kehidupan umat secara sistematik.

Hal demikian disampaikan Ketua PP Muhammadiyah,Prof.Dr.Haedar Nashir,M.Si dalam sumbutan arahan dan Syawalan dan pengukuhan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) UGM dengan tema : Pengembangan Dakwah dan Syiar Perserikatan Muhammadiyah di Perguruan Tinggi periode 2022-2027 di University Club Hotel UGM Bulaksumur,Yogyakarta Selasa 21 Syawwal 1447 H /Selasa (14/4/2026)

Hadir dalam acara tersebut PRM-PRA se Kapanewon Depok,PCM,PDM dan sejumlah undangan lainnya.Pengukuhan PRM UGM merupakan yang ke 10 ,sedangkan dalam waktu dekat. PRM Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)juga akan dilantik PRM UNY yang kesebelas

Menurutnya ,tradisi membaca dalam Muhammadiyah tidak boleh direduksi sebatas aktivitas literasi teknis,melainkan harus dipahami sebagai proses epistemologis yang komprehensif meliputi bernalar,mengkaji hingga mengekplorasi ayat ayat kauniyah sebagai basis pengembangan peradaban panjang yang berakar pada iman dan taqwa.

“PRM UGM diharapkan mampu mengambil peran sebagai kekuatan alternatif yang tidak hanya memperkuat jangkauan dakwah. Tetapi juga menghadirkan ruang² pencerahan yang mendorong kedewasaan berpikir dan bersikap ” ujarnya.

Pengukuhan PRM bukan sekadar pembentukan struktur organisasi melainkan representasi dari upaya sistematis Muhammadiyah Dalam membangun peradaban alternatif yang berakar pada nilai nilai-nilai keislaman, keilmuan dab dan kemanusiaan di tengah landskap sosial yang terus berubah.

Sementara itu Ketua PRM UGM,Prof.Ir.Panjono,S.Pt.,Ph.D dalam sambutan mengatakan urgensi partisipasi kolektif seluruh elemen untuk memastikan keberlanjutan dan efektivitas gerakan Ranting, PRM bukan sekedar struktur formal tetapi sebagai pusat produksi gagasan pengembangan khazanah keilmuan sera agen transformasi sosial berdampak luas bagi kemanusiaan.

Sedangkan Rektor dalam arah yang diwakilkan,mengatakandalam arahan singkat, PRM diharapkan mampu menjadi. Mitra strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inklusif dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Syawalan dan pengukuhan dimeriahkan penampilan pencak silat Tapak Suci putra Muhammadiyah dan dipungkasi dengan sesi foto bersama dalam momen bersejarah PRM di Perguruan Tinggi.(*/R)

 

Tingkatan Integritas ASN dan Kepercayaan Publik, Pemkab Sleman Adakan Sosialisasi Tipikor dan Konflikh Kepentingan

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Pemkab Sleman berkomitmen menjaga integritas dan kepercayaan publik dengan mengadakan kegiatan sosialisasi tindak pidana korupsi dan penanganan konflik kepentingan di Ruang Rapat Sembada Setda Kabupaten Sleman. Rabu (15/4/2026)

Kegiatan yang diadakan oleh Inspektorat Kabupaten Sleman ini diikuti oleh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Sleman. Hadir pula Bupati Sleman, Harda Kiswaya.

Harda berharap dengan adanya kegiatan ini seluruh pejabat dan ASN di Kabupaten Sleman dapat memahami berbagai bentuk tindak pidana korupsi, bentuk-bentuk konflik kepentingan, serta bagaimana cara mencegahnya.

“Harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret di masing-masing instansi. Bangun sistem pengendalian internal yang kuat, lakukan monitoring secara berkala, dan ciptakan lingkungan kerja yang bersih dan berintegritas,” kata Harda.

Ia berharap penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Sleman berjalan penuh integritas, bersih dari korupsi dan konflik kepentingan. Menurutnya kepercayaan publik adalah aset terbesar pemerintah yang harus selalu dijaga bersama-sama.

Inspektur Kabupaten Sleman, Anton Sujarwa, menyebut kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Sleman guna mewujudkan pemerintahan yang berintegritas. Diharapkan para pimpinan OPD dapat menyampaikan arahan tersebut, sekaligus dapat menjadi teladan bagi jajarannya di instansi masing-masing.

“Harapan kami tidak berhenti sampai di situ. Harapan kami nanti dapat ditularkan ke seluruh perangkat daerah,” ujarnya.(BS)

Pastikan Program Penanggulangan Kemiskinan Berjalan Optimal, Pemkab Sleman Selenggarakan Orientasi TPK Kalurahan 

0

RADAR NASIONAL, (Sleman)- Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Sleman melaksanakan orientasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPK) Kalurahan dan Padukuhan di wilayah Kalurahan Wedomartani Ngemplak, Rabu (15/4).

Pelaksanaan orientasi ini dimaksudkan untuk memastikan program pemerintah dalam penanggulangan kemiskinan dilaksanakan secara optimal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sleman.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa sekaligus Ketua TKPK Kabupaten Sleman mengatakan agenda ini (orientasi TPK) menjadi proses reflektif dalam menilai sejauh mana langkah dan kebijakan yang telah dijalankan dapat menyentuh dan menyelesaikan masalah mendasar masyarakat yaitu kemiskinan ditingkat padukuhan dan kalurahan.

Penilaian ini dilakukan dengan diskusi secara langsung TKPK Kabupaten Sleman dengan TPK Kalurahan dan Padukuhan untuk mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi TPK Kalurahan dan Padukuhan di lapangan.

“Orientasi TPK ini harus dimaknai sebagai langkah awal untuk membangun pemahaman yang sama, bahwa tugas kita bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi memastikan terjadinya perubahan yang berkelanjutan,” jelas Danang.

Ia menekankan pentingnya kepekaan TPK dalam membaca kondisi riil di lapangan secara objektif. Hal tersebut perlu didukung dengan data akurat, sasaran yang tepat, dan intervensi yang sesuai kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah pentingnya pendekatan berbasis data dan partisipasi masyarakat. Libatkan warga, dengarkan aspirasi mereka, dan jadikan mereka subjek dalam pembangunan, bukan sekadar objek,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Danang juga mengingatkan pentingnya kolaborasi dan sinergi. Menurutnya dengan kolaborasi yang kuat, maka program penanggulangan kemiskinan akan lebih efektif dan berkelanjutan.(San)

Pererat Silaturahmi Pasca Lebaran, Babinsa Siraman Hadiri Pengajian dan Syawalan Pemerintah Kalurahan. 

0

RADAR NASIONAL,-(Gunungkidil)– Dalam rangka memperkuat sinergitas antara TNI dan aparat pemerintah di tingkat desa, Babinsa Koramil 01/Wonosari Kodim 0730/Gunungkidul, Serda Sumardiyono, menghadiri acara Pengajian dan Syawalan yang di selenggarakan oleh Pemerintah Kalurahan Siraman, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Rabu (15/04/2026).

Acara yang berlangsung khidmat di balai kalurahan Siraman ini menjadi momentum penting untuk saling memaafkan sekaligus meningkatkan tali silaturahmi antara instansi pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan warga binaan setelah merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 H.

Dalam kesempatan tersebut, Serda Sumardiyono menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan kemasyarakatan seperti ini merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Selain untuk meningkatkan keimanan melalui pengajian, momen Syawalan ini sangat efektif untuk mempererat komunikasi sosial. Kami berharap keharmonisan antara perangkat desa dan masyarakat terus terjaga demi kondusivitas wilayah Siraman,” ujar Serda Sumardiyono.

Poin Utama dalam kegiatan ini adalah Meningkatkan koordinasi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan jajaran Pemerintah Kalurahan Siraman, Mengikuti siraman rohani guna meningkatkan etos kerja dan moralitas perangkat desa dan Memastikan situasi wilayah tetap aman dan kondusif di masa libur Lebaran dan sesudahnya.

Lurah Siraman dalam sambutannya turut mengapresiasi kehadiran Babinsa yang selalu aktif mengawal setiap kegiatan di wilayahnya. Beliau berharap kerjasama yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan dalam berbagai program pembangunan maupun sosial di Kalurahan Siraman.

Kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar, diakhiri dengan ramah tamah serta saling berjabat tangan sebagai simbol pembersihan diri dan penguatan persaudaraan di lingkungan Pemerintah Kalurahan Siraman.(Hen).

Meneladani Sosok Kepemimpinan Bapak Pramuka Indonesia” Sri Sultan HB IX” 

0

RADAR.NASIONAL,-(Yogyakarta).Dasa Darma merupakan kode kehormatan yang bertujuan membentuk kepribadian yang luhur, mandiri, dan berguna bagi masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Kak Prijo Mustika,terkait masih dalam suasana memperingati hari Bapak Pramuka yang beberapa hari diperingati.

“Kak Sri Sultan Hamengku Buwono IX adalah sosok suri tauladan bagi kita semua,dari pemikiran yang cerdas dan bersahaja,sosok Kak Sri Sultan HB IX kesepuluh 10 darma Pramuka benar benar ada didalamnya,artinya dasa darma itu ada dalam diri beliau secara total “ungkapnya.

Menurutnya, seperti di contohkan keteladanan kak Sultan dari kesepuluh darma adalah, Darma kesatu : Kak Sultan sebagai Raja Kasultanan Yogyakarta sebagai Sayyidina Panatagama, yakni Pemimpin Agama. Darma kelima, kak Sultan menolong bakul beras tidak mau menerima upah dari bakulnya.(dibayar)

Darma kesepuluh, kak Sultan sedikit bicara tapi banyak kerja dan karyanya, seperti semboyan dari kraton Yogyakarta yakni, nyawiji, greget, sengguh ora mingkuh, artinya dalam berperilaku seorang pemimpin harus fokus menyatu dalam mencapai tujuan, selalu semangat dan tidak boleh ingkar dalam janjinya.

Keteladan Kak Sultan perlu dicamkan dan diterapkan dalam kehidupan kalangan Pramuka.

.Berikut Dasa Dharma Pramuka selengkapnya sbb:

1.Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.3. Patriot yang sopan dan kesatria.4. Patuh dan suka bermusyawarah.5. Rela menolong dan tabah.6. Rajin, terampil, dan gembira.7. Hemat, cermat, dan bersahaja.8. Disiplin, berani, dan setia.9. Bertanggung jawab dan dapat dipercaya. 10. Suci dalam pikiran, perkataan, dan perbuatan.

Pokok-pokok yang biasanya beliau tekankan soal teladan HB IX, artinya Kepemimpinan yang melayani, HB IX turun langsung ke rakyat saat Serangan Umum 1 Maret 1949.

Kak Prijo Mustiko sering mencontohkan bahwa pemimpin Pramuka harus sepi ing pamrih rame ing gawe kerja nyata tanpa cari nama.

– Sistem Among dalam Pramuka ,: Beliau mengaitkan Tut Wuri Handayani dengan peran pembina. Pemimpin bukan bos, tapi pengasuh yang mendorong dari belakang. Integritas dan nasionalisme : HB IX merelakan kasultanan gabung RI. Nilai ini yang Prijo Mustiko dorong ke pandega: pemimpin harus utamakan kepentingan bangsa di atas pribadi.(*)

 

Korem 072/Pamungkas Gelar Paparan TMMD, Wujudkan Pemerataan Pembangunan dan Perkuat Ketahanan Nasional

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta )– Korem 072/Pamungkas menggelar paparan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 dan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Aula Soegiono Makorem 072/Pamungkas, Jalan Reksobayan No. 4, Ngupasan, Gondomanan, Kota Yogyakarta. Selasa (14/4/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., serta diikuti para Kasi Korem 072/Pamungkas, para Dandim, serta para Dan/Ka Satdisjan jajaran Korem 072/Pamungkas.

Dalam arahannya, Danrem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono menegaskan bahwa program TMMD merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat bersama Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan sekaligus memperkuat ketahanan nasional.

“TMMD merupakan program terpadu lintas sektoral yang melibatkan TNI, Polri, Kementerian/Lembaga, serta Pemerintah Daerah guna mempercepat pembangunan di wilayah,” tegas Danrem.

Lebih lanjut disampaikan, pada Triwulan II TA 2026, pelaksanaan TMMD Reguler ke-128 akan digelar di wilayah Kodim 0731/Kulon Progo, sementara TMMD Sengkuyung Tahap II dilaksanakan di seluruh Kodim jajaran Korem 072/Pamungkas.

Seiring dengan perkembangan teknologi informasi, para Dandim diinstruksikan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana strategis dalam publikasi kegiatan.

“Gunakan media sosial sebagai ujung tombak penyampaian informasi dan bentuk pertanggungjawaban kepada publik. Sajikan narasi yang positif, inspiratif, serta mencerminkan semangat gotong royong antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat,” imbuhnya.

Keterbukaan informasi melalui media sosial menjadi bagian penting dalam membangun transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Mengakhiri arahannya, Danrem berpesan agar seluruh satuan jajaran mempersiapkan pelaksanaan TMMD secara matang, mulai dari perencanaan, identifikasi potensi wilayah, hingga pelibatan seluruh komponen masyarakat, guna mencapai hasil yang optimal, baik pada sasaran fisik maupun nonfisik.

Dalam kegiatan tersebut, masing-masing Dandim memaparkan rencana pelaksanaan TMMD Reguler dan Sengkuyung Tahap II TA 2026, meliputi jadwal, lokasi, sasaran fisik, serta dukungan anggaran.

Secara umum, TMMD Reguler dan Sengkuyung Tahap II TA 2026 direncanakan dibuka pada 22 April 2026 dan akan ditutup pada 21 Mei 2026.

Adapun sasaran fisik mencakup pembangunan dan perbaikan infrastruktur, seperti jalan, talud, jembatan, rumah tidak layak huni (RTLH), sarana ibadah, serta berbagai fasilitas umum lainnya di wilayah binaan masing-masing Kodim.

Selain itu, TMMD juga akan diisi dengan berbagai kegiatan nonfisik, antara lain penyuluhan, pemberdayaan masyarakat, tentang bahaya Narkoba, penyuluhan wawasan kebangsaan, donor darah, sunatan massal, pengobatan mata gratis, pembagian sembako masyarakat yg kurang mampu dan pemberian gizi bagi anak stunting .

Melalui pelaksanaan TMMD, diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta semakin memperkuat sinergi antara TNI dan seluruh komponen bangsa dalam mendukung percepatan pembangunan di daerah. (R)

Perkuat  Sinergi Antar Lembaga ,Danrem 072/Pamungkas  Silaturahmi dengan Ketua DPRD DIY

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta) – Komandan Kor em (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., M.Sc., melaksanakan kunjungan silaturahmi dengan Ketua DPRD DIY, Nuryadi, S.Pd., bertempat di Lobby Kantor DPRD DIY, Jalan Malioboro No.54, Kota Yogyakarta, Selasa (14/4/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat komunikasi serta memperkuat sinergi antara TNI, khususnya Korem 072/Pamungkas, dengan unsur legislatif di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Melalui silaturahmi ini, diharapkan hubungan kelembagaan yang telah terjalin dapat semakin solid, sekaligus mendukung terciptanya stabilitas wilayah serta kelancaran pelaksanaan pembangunan di DIY.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris DPRD DIY Yudi Ismono, S.Sos., M.Acc., Kasi Intel Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Arh Sutrisno, S.Sos., serta Kabag Media Sekretariat DPRD DIY Kusno. (R)

BPS Sleman Canangkan 3 Desa Cantik, Danang Dukung Pembangunan Berbasis Data

0

RADAR NASIONAL,- (Sleman),- Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman mengadakan kegiatan sosialisasi sekaligus pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) Tahun 2026 bertempat di kantor Kalurahan Margorejo, Kapanewon Tempel, Sleman,Selasa,(14/4/2026)

Hadir pada acara tersebut Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta jajaran.

Pencanangan Desa Cantik 2026 di Kabupaten Sleman juga dilakukan di tiga Kalurahan di Kapanewon Tempel, yakni Kalurahan Margorejo, Pondokrejo, Sumberrejo. Pencanangan dilakukan secara simbolis dengan pemukulani gong, penandatanganan piagam, dan penyematan selempang kepada agen statistik masing-masing Kalurahan.

Program yang telah dimulai sejak 2022 di Kabupaten Sleman ini juga telah mencanangkan sejumlah Desa Cantik di beberapa kalurahan, diantaranya Kalurahan Ambarketawang Gamping, Mergoagung Seyegan, Wukirsari Cangkringan, dan Mororejo Tempel.

Kepala BPS Sleman, Widhi Pranowo menyampaikan bahwa program Desa Cantik bertujuan untuk meningkatkan literasi, kesadaran dan peran aktif perangkat desa/kelurahan dan masyarakat dalam penyelenggaraan kegiatan statistik.

Selain itu juga sebagai standarisasi pengelolaan data statistik untuk menjaga kualitas dan keterbandingan indikator statistik.

“Diharapkan pula program ini dapat mengoptimalisasi penggunaan dan pemanfaatan data statistik sehingga program pembangunan di desa tepat sasaran,” terangnya.

Sementara itu, Danang menyambut baik dan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BPS Kabupaten Sleman yang telah menginisiasi kegiatan ini. Menurutnya, program Desa Cantik ini merupakan sebuah langkah strategis yang relevan dengan kebutuhan pembangunan saat ini, yaitu pembangunan berbasis data yang akurat dan up to date.

“Melalui program ini, kalurahan memiliki tugas yang cukup penting, yakni mampu mengidentifikasi potensi, permasalahan, serta kebutuhan masyarakatnya secara mandiri berbasis data,” ucapnya.(Ang)

Perkokoh Jiwa Patriotisme,Kesbangpol Sleman Adakan Latsar Bela Negara

0

RADAR NASIONAl,(Sleman )— Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus berupaya memperkokoh jiwa patriotisme masyarakat di tengah gempuran arus informasi digital.

Hal ini diwujudkan, melalui pembukaan Latihan Dasar Bela Negara yang dipusatkan di Balai Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 15 April 2026 ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Sebanyak 60 perwakilan masyarakat dari berbagai unsur di Kalurahan Donoharjo dilibatkan secara< aktif untuk mendalami nilai-nilai kebangsaan yang adaptif dengan perkembangan zaman.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Nurlia Ardianti Putri, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan rasa cinta tanah air merupakan tanggung jawab kolektif, termasuk lembaga legislatif. Menurutnya, di era digital yang penuh dengan potensi polarisasi, nilai-nilai bela negara harus menjadi kompas bagi masyarakat dalam berinteraksi dan menjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.

“Lembaga legislatif< berkomitmen penuh mendukung program yang memperkuat nilai kebangsaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga negara memiliki imunitas yang kuat terhadap ideologi yang dapat memecah belah bangsa, terutama melalui ruang digital. Semangat bela negara harus hadir sebagai solusi atas tantangan persatuan saat ini,” ujar Nurlia Ardianti Putri dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, narasumber dari Pusat Pengembangan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta, Hari Kusuma Satria Negara, menekankan bahwa bela negara bukan lagi sekadar kewajiban formal kenegaraan, melainkan panggilan moral yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat gotong royong di lingkungannya.

“Bela negara adalah panggilan moral setiap warga. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan terdekat, dan teruskan ke masyarakat luas. Mari kita jaga Indonesia dengan cinta, aksi nyata, dan semangat gotong royong yang tidak pernah padam, khususnya di media sosial dan ruang publik lainnya,” tegas Hari Kusuma Satria Negara di hadapan para peserta.

Selain penguatan mental dan moral, peserta juga dibekali materi mengenai pertahanan negara yang disampaikan oleh Danramil Ngaglik, M. Mustofa. Dalam paparannya yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, ia menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta, yang artinya melibatkan seluruh komponen masyarakat sebagai kekuatan pendukung yang strategis.

Melalui pelatihan intensif ini, Kesbangpol Sleman berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga kondusivitas wilayah. Dengan pemahaman bela negara yang kontekstual, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menghadapi tantangan digital sekaligus menjadi garda terdepan dalam merawat keutuhan NKRI mulai dari level kalurahan.(Ang)

Perkokoh Jiwa Patriotisme Kesbangpol Sleman Adakan  Latsar Bela Negara

0

RADAR NASIONAL- (Sleman) — Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) terus berupaya memperkokoh jiwa patriotisme masyarakat di tengah gempuran arus informasi digital.

Hal ini diwujudkan melalui pembukaan Latihan Dasar Bela Negara yang dipusatkan di Balai Kalurahan Donoharjo, Kapanewon Ngaglik, Senin (13/4/2026).

Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga 15 April 2026 ini mengusung tema “Meneguhkan Kembali Bela Negara di Era Digital untuk Menjaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa”. Sebanyak 60 perwakilan masyarakat dari berbagai unsur di Kalurahan Donoharjo dilibatkan secara< aktif untuk mendalami nilai-nilai kebangsaan yang adaptif dengan perkembangan zaman.

Anggota DPRD Kabupaten Sleman, Nurlia Ardianti Putri, saat membuka acara menyatakan bahwa penguatan rasa cinta tanah air merupakan tanggung jawab kolektif, termasuk lembaga legislatif. Menurutnya, di era digital yang penuh dengan potensi polarisasi, nilai-nilai bela negara harus menjadi kompas bagi masyarakat dalam berinteraksi dan menjaga harmoni sosial di tingkat akar rumput.

“Lembaga legislatif< berkomitmen penuh mendukung program yang memperkuat nilai kebangsaan. Kita ingin memastikan bahwa setiap warga negara memiliki imunitas yang kuat terhadap ideologi yang dapat memecah belah bangsa, terutama melalui ruang digital. Semangat bela negara harus hadir sebagai solusi atas tantangan persatuan saat ini,” ujar Nurlia Ardianti Putri dalam sambutannya.

Senada dengan hal tersebut, narasumber dari Pusat Pengembangan Bela Negara UPN Veteran Yogyakarta, Hari Kusuma Satria Negara, menekankan bahwa bela negara bukan lagi sekadar kewajiban formal kenegaraan, melainkan panggilan moral yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Ia mendorong peserta untuk menjadi agen perubahan yang menyebarkan semangat gotong royong di lingkungannya.

“Bela negara adalah panggilan moral setiap warga. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan terdekat, dan teruskan ke masyarakat luas. Mari kita jaga Indonesia dengan cinta, aksi nyata, dan semangat gotong royong yang tidak pernah padam, khususnya di media sosial dan ruang publik lainnya,” tegas Hari Kusuma Satria Negara di hadapan para peserta.

Selain penguatan mental dan moral, peserta juga dibekali materi mengenai pertahanan negara yang disampaikan oleh Danramil Ngaglik, M. Mustofa. Dalam paparannya yang merujuk pada Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002, ia menekankan bahwa sistem pertahanan Indonesia bersifat semesta, yang artinya melibatkan seluruh komponen masyarakat sebagai kekuatan pendukung yang strategis.

Melalui pelatihan intensif ini, Kesbangpol Sleman berharap para peserta dapat menjadi motor penggerak dalam menjaga kondusivitas wilayah. Dengan pemahaman bela negara yang kontekstual, masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menghadapi tantangan digital sekaligus menjadi garda terdepan dalam merawat keutuhan NKRI mulai dari level kalurahan.(Ang)