Beranda blog

Pemkal Condongcatur Gelar Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Sleman Sederhana -Khidmat

0

RADAR NASIONAL,Sleman,- Pemerintah Kalurahan Condongcatur menggelar Malam Tirakatan dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman secara sederhana namun berlangsung khidmat di Pendopo Kromoredjan Kalurahan Condongcatur, Kamis 14 Mei 2026 malam

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sleman tentang Pedoman Peringatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman Tahun 2026. Acara dihadiri Panewu Depok, BPKal Condongcatur, Pamong Kalurahan, lembaga kemasyarakatan kalurahan, BUMKal Nyawiji, KDMP Condongcatur, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., mengajak seluruh hadirin untuk memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan nikmat, khususnya nikmat kesehatan sehingga seluruh peserta dapat hadir mengikuti Malam Tirakatan Hari Jadi Kabupaten Sleman.

“Semoga Kabupaten Sleman semakin maju, guyub rukun, gemah ripah loh jinawi, dan semakin sejahtera warganya,”ungkap Reno.

Pada kesempatan tersebut, Lurah Condongcatur juga menyampaikan rasa syukur atas prestasi yang diraih oleh TP Posyandu Kalurahan Condongcatur dan TP Posyandu Asparagus II yang berhasil meraih Juara I dan maju mewakili pada lomba tingkat nasional. Prestasi tersebut merupakan hasil kolaborasi dan sinergi antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur bersama masyarakat dalam penilaian enam Standar Pelayanan Minimal (SPM), yang memperoleh nilai tertinggi dibanding kabupaten lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selain itu, juga disampaikan sejumlah capaian pembangunan dan pengelolaan usaha desa. Salah satunya adalah operasional Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Condongcatur di Pringwulung yang mulai beroperasi sejak Januari 2026 dan dikelola oleh BUMKal Nyawiji Condongcatur.

Tidak hanya itu, usaha Pertashop yang berada di Padukuhan Pondok disebut menjadi Pertashop terlaris nomor dua di Indonesia.

“Pencapaian ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat serta upaya-upaya pengembangan usaha desa yang terus dilakukan untuk meningkatkan pemasukan kalurahan,” pungkasnya.

Sementara itu, Panewu Depok, Rahmat Harinawan, S.Sos., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang telah menyelenggarakan Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman.

“Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa tanggal 15 Mei merupakan Hari Jadi Kabupaten Sleman,”ujarnya.

Rahmat Harinawan yang baru sekitar satu bulan bertugas sebagai Panewu Depok juga memohon doa restu serta dukungan dari seluruh kalurahan di Kapanewon Depok agar dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia berharap seluruh pamong kalurahan dapat terus “ngemong” masyarakat sehingga tercipta kondisi wilayah yang aman, nyaman, ayem, dan harmonis.

Dalam kesempatan tersebut, Panewu Depok juga membacakan sambutan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menegaskan bahwa malam tirakatan bukan sekadar seremoni tahunan, namun memiliki makna luhur sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.

Bupati Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa tirakatan merupakan bentuk laku prihatin, introspeksi diri, serta sarana menenangkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung. Melalui tirakatan, masyarakat diajak untuk memperbaiki kualitas ibadah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta mempererat hubungan antar sesama.

Selain itu, Bupati Sleman juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus hidup sederhana, menjunjung tinggi kejujuran, ketulusan, dan keteguhan dalam kehidupan sehari-hari serta mengenang jasa para leluhur yang telah berjuang demi kemajuan Kabupaten Sleman.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan pentingnya semangat persatuan, gotong royong, dan kerukunan demi mewujudkan Sleman yang maju, adil, makmur, lestari, dan berkeadaban sesuai tema Hari Jadi Kabupaten Sleman ke-110 Tahun 2026, yakni:

‘ Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”

Tema tersebut dimaknai sebagai semangat seluruh aparatur pemerintahan dan masyarakat Sleman untuk bersama-sama, bersatu, penuh semangat, serta pantang menyerah demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Usai pembacaan sambutan Bupati Sleman, acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh Dukuh Gandok, Supriyono Atmojo. Setelah itu dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Lurah Condongcatur yang kemudian diserahkan kepada Panewu Depok sebagai simbol rasa syukur kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama menikmati hidangan nasi gudangan lengkap dengan ingkung ayam Jawa dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.(R)

 

 

Melalui BBTF,Wapres Ajak Gub. Se Indonesia Promosikan Destinasi

0

RADAR NASIONAL,- (Jakarta) Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menerima audiensi jajaran pengurus Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, yang dipimpin oleh Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra di Istana Wapres, Jakarta, Selasa (13/05/2026).

Dalam pertemuan tersebut, ASITA Bali melaporkan rencana penyelenggaraan Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) yang akan digelar pada 28–30 Mei mendatang di Bali sebagai salah satu ajang promosi pariwisata internasional terbesar di Indonesia.

“Bali and Beyond Travel Fair tahun ini akan diikuti oleh lebih dari 400 buyer dari 44 negara serta 280 exhibitor dari 4 negara. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dan Indonesia, terlebih di tengah situasi geopolitik global yang kurang kondusif, event ini tetap dapat terselenggara dengan baik,” ujar Ketua DPD ASITA Bali I Putu Winastra usai pertemuan.

Sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto, Wapres menegaskan pariwisata sebagai penggerak ekonomi melalui penguatan promosi terpadu, perluasan pasar internasional, dan kolaborasi lintas daerah guna meningkatkan lapangan kerja dan devisa.

“Bapak Wakil Presiden sangat mendukung agar event ini terus dibesarkan dan diperkuat. Beliau juga akan mengajak para gubernur di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi dalam BBTF pada masa mendatang,” lanjut I Putu Winastra.

ASITA Bali turut menyampaikan bahwa penyelenggaraan BBTF mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata dan Kementerian Luar Negeri. Sinergi ini menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan promosi serta menarik partisipasi pelaku industri pariwisata global.

“Kementerian Luar Negeri membantu mempromosikan BBTF melalui seluruh perwakilan RI di luar negeri, sementara Kementerian Pariwisata mendukung kehadiran para buyer internasional,” jelasnya.

Sebagai asosiasi yang beranggotakan 365 biro perjalanan wisata dengan mayoritas bergerak di sektor inbound, ASITA Bali menegaskan komitmennya untuk terus mempromosikan destinasi wisata di seluruh Indonesia.

“Kami akan selalu mempromosikan destinasi-destinasi yang ada di seluruh Indonesia oleh karenanya Asita merupakan ambasador promosi pariwisata Indonesia,” tutup I Putu Winastra.

Hadir mendampingi Ketua DPD ASITA Bali, Sekretaris I Nyoman Subrata, Bendahara I Ngusti Ngurah Gede Krisna Teja, serta Ketua Penasehat I Ketut Ardana.(*)

 

 

Malam Tirakatan Hari Jadi ke-110 Sleman,Meneguhkan Semangat Nyawiji lan Golong Gilig

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Pemerintah Kabupaten Sleman menyelenggarakan malam tirakatan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-110 Kabupaten Sleman  Kamis (14/5/2026) malam.

Acara  berlangsung khidmat ini menjadi momentum refleksi sekaligus memperkuat semangat gotong royong antar seluruh elemen masyarakat.

Kegiatan malam tirakatan diawali dengan kirab pusaka tombak Kyai Turunsih dari Kantor Bupati Sleman menuju Pendopo Parasamya.

Bupati Sleman Harda Kiswaya dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menyampaikan bahwa tirakatan ini merupakan wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas perjalanan panjang Kabupaten Sleman yang kini genap berusia 110 tahun.

Ia menekankan bahwa meskipun dirayakan secara bersahaja, kegiatan ini memiliki makna mendalam sebagai sarana mawas diri dan pengingat akan perjuangan para leluhur.

“Tirakatan ini merupakan wujud laku prihatin, mawas diri, serta mengheningkan cipta, rasa, karsa, dan karya di hadapan Tuhan Yang Maha Agung,” jelasnya

Ia menambahkan bahwa momen ini menjadi sarana untuk mengolah batin agar kualitas ibadah, pekerjaan, dan hubungan sosial menjadi lebih baik dibandingkan masa lalu.

Diketahui, peringatan Hari Jadi Sleman tahun ini mengusung tema “Nggendong Mikul Murih Rahayuning Sleman”, yang membawa pesan mendalam bagi seluruh aparatur pemerintahan dan warga Sleman untuk bersatu padu (nyawiji).

“Tema ini mengandung arti bahwa seluruh perangkat pemerintahan di Kabupaten Sleman dan warga masyarakat harus bersama-sama, bersatu, memiliki semangat tinggi, dan pantang menyerah demi keselamatan serta kesejahteraan hidup kita semua di masa mendatang,” tegasnya.

Melalui semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mewujudkan wilayah yang lebih maju, adil, makmur, serta tetap menjaga kelestarian alam dan nilai-nilai keberadaban. Bupati juga mengajak masyarakat untuk bekerja dengan semangat yang berkobar demi kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Acara tirakatan ini turut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Sleman, jajaran DPRD, serta pimpinan OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman.(Ang)

Presiden Prabowo Tegaskan,Kekayaan Negara Harus Kembali Untuk Rakyat

0
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penyerahan denda Administrasi sebesar Rp.10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektar dalam acara yang digelar di komplek Kejaksaan Agung RI,Jakarta. Foto: BPMI Setneg

RADAR NASIONAL,(Jakarta) Presiden Prabowo Subianto menyaksikan langsung penyerahan denda administratif sebesar

Rp10.270.051.886.464 dan lahan kawasan hutan seluas 2.373.171,75 hektare dalam acara yang digelar di kompleks Kejaksaan Agung Republik Indonesia, Jakarta, Rabu, 13 Mei 2026.

Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyelamatkan kekayaan negara melalui penertiban kawasan hutan dan pemberantasan praktik korupsi.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa langkah penyelamatan aset negara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bukti nyata keberpihakan negara terhadap kepentingan rakyat. Kepala Negara menyebut, masyarakat kini menuntut hasil konkret dari kerja pemerintah.

“Saya kira saudara-saudara, acara-acara seperti ini, jangan kita anggap hanya seremoni atau show, tapi, pandangan saya, keyakinan saya, bangsa Indonesia, rakyat Indonesia, sudah pada tahap bahwa rakyat kita ingin melihat bukti,” ujar Presiden.

Presiden juga mengungkapkan bahwa penyerahan kali ini merupakan yang keempat dengan total nilai penyelamatan aset mencapai sekitar Rp 40 triliun.

Menurut Presiden, hasil penyelamatan kekayaan negara tersebut akan dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan fasilitas pelayanan publik, termasuk perbaikan puskesmas dan sekolah di seluruh Indonesia.

Kepala Negara menjelaskan bahwa pemerintah saat ini tengah mempercepat renovasi fasilitas pendidikan nasional. Setelah memperbaiki 17 ribu sekolah pada tahun lalu, pemerintah menargetkan perbaikan 70 ribu sekolah pada tahun ini dan 100 ribu sekolah pada tahun depan.

“Dan tahun depannya lagi kita juga selesaikan, nanti semua madrasah dan sebagainya akan kita perbaiki, semuanya kita perbaiki dengan uang-uang yang kalau tidak kita selamatkan uang-uang tersebut akan hilang, dimakan para koruptor dan para maling-maling dan perampok-perampok tersebut,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH), Kejaksaan, Kepolisian, TNI, BPKP, dan PPATK atas kerja bersama dalam mengamankan aset negara. Presiden juga menegaskan bahwa penguasaan negara atas sumber daya alam merupakan amanat konstitusi yang harus dijalankan demi kesejahteraan rakyat Indonesia.

“Di manapun itu berada, bumi dan air, dan semua kekayaan alam yang terkandung di dalamnya itu perintah Undang-Undang Dasar 1945 harus dikuasai negara. Ini bukan gagasannya Prabowo Subianto. Ini bukan sesuatu yang kita karang. Ini adalah perintah pendiri-pendiri bangsa Indonesia,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo pun menegaskan bahwa perjuangan menyelamatkan kekayaan negara akan terus dilakukan demi masa depan Indonesia dan generasi mendatang. “Ini harus berhenti dan kita akan berjuang keras untuk hentikan itu dengan segala risiko,” pungkas Presiden.

Langkah tegas ini menandai arah baru tata kelola sumber daya alam Indonesia yang lebih bersih, lebih adil, dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan rakyat.(*)

 

Perkuat Dakwah Global,RISEAP Dukung Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Muslim Internasional

0

RADAR NASIONAL,(Jakarta),- Regional Islamic Da’wah Council for South-East Asia Pasific (RISEAP), Wanita Islam (WI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) mengadakan International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 bertempat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, (13/5/2026).

Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Muslim Internasional atau Internasional Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 berlangsung 12 sd 21 Mei 2026 diikuti 21 peserta dari 11 negara antara lain : Indonesia, Brunei, Malaysia, Korea, Thailand, Taiwan, Filipina, Singapura, Maladewa, Kamboja, dan Hong Kong.

Melalui kegiatan ini RISEAP, WI dan DDII berkomitmen mencetak generasi dai muda profesional yang mampu menjawab tantangan dakwah modern dengan pendekatan kontekstual, relevan dengan dinamika masyarakat global, serta adaptif terhadap perkembangan dunia digital.

Ketua panitia, Hanip Pujiati, menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pelatihan kepemimpinan ke negara Indonesia yang berpenduduk  mayoritas muslim, negeri yang nyaman, ramah, dan kaya akan keragaman budaya.

“Kami ucapkan selamat datang di Indonesia, negara dengan mayoritas Islam, negeri yang penuh keramahan dan diversity. Selamat mengikuti kegiatan ini, semoga memberikan dampak positif bagi perkembangan Islam di negara asal masing-masing peserta,” ujar Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Wanita Islam.

Selama sepuluh hari kedepan, peserta akan mengikuti rangkaian materi strategis mencakup kepemimpinan, komunikasi lintas budaya, digital dakwah, manajemen organisasi, serta isu global kontemporer.

“Pelatihan dirancang secara interaktif melalui seminar, diskusi kelompok, presentasi, simulasi dakwah, dan pertukaran pengalaman antarnegara” kata Dosen di Universitas Negeri di Jakarta.

Sementara itu Ketum PP Wanita Islam, Marfuah Musthofa menyambut gembira dengan diselenggarakan pelatihan, kegiatan ini menurutnya bukan sekadar forum pertemuan pemuda internasional tetapi pembentukan kapasitas dai profesional.

“Kegiatan pelatihan kepemimpinan pemuda muslim ini bukan pertemuan Internasional biasa, melainkan sebagai ruang pembentukan karakter dan kapasitas dai profesional yang mampu tampil di tengah masyarakat global dengan pendekatan moderat, inklusif, dan adaptif” ungkapnya.

Selanjutnya Marfuah mengatakan diskusi internasional menjadi salah satu sesi penting di pertemuan ini, “peserta dari negara dengan populasi Muslim minoritas berbagi pengalaman mengenai keterbatasan fasilitas pendidikan Islam, stereotip terhadap umat Islam, hingga kebutuhan penguatan identitas generasi muda Muslim” jelasnya.

Dengan keberagaman peserta dari 11 negara, kata Marfuah pelatihan ini diharapkan menjadi wadah pertukaran gagasan, memperkuat jejaring kepemudaan Islam internasional, serta menghadirkan solusi bersama atas tantangan global.

Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan peran strategisnya dalam mengembangkan dakwah moderat di kawasan Asia Pasifik. International Youth Leadership Training Course 1.0 Tahun 2026 bukan sekadar pelatihan, melainkan gerakan melahirkan dai muda profesional yang siap menjawab tantangan zaman.

Dukungan RISEAP, Wanita Islam (WI), dan Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia  (DDII) menjadikan kegiatan ini sebagai momentum penting untuk memperkuat dakwah yang rahmatan lil ‘alamin di tingkat global. (*)

Seskoad Gelar Seminar Nasional,Combat Force Menuju Strategic Force

0

RADAR NASIONAL – (Bandung )Dalam rangka mendukung program pemerintah menghadapi tantangan ke0 depan.Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat menggelar Seminar Nasional Pasis Dikreg LXVII TA 2026 di Gedung Prof. Dr. Satrio, Seskoad. Bandung Rabu(13/5/2026)

Seminar ini mengangkat tema “Transformasi Militer: From Combat Force to Strategic Force – Transformasi TNI AD, Teknologi AI, dan Ekonomi Nasional” sebagai wadah pemikiran strategis dalam menghadapi tantangan global di era modern.

Kegiatan dihadiri langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, M.Sc., didampingi Komandan Seskoad Mayjen TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr.(Han).

Dalam momen tersebut Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) menyampaikan bahwa seminar dan kajian strategis di lingkungan Seskoad dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya membangun pola pikir adaptif dan visioner di kalangan perwira TNI AD.

Menurutnya, TNI AD siap memberikan masukan serta gambaran kondisi di lapangan guna mendukung program pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan global yang terus berkembang.

Kasad berharap seminar nasional ini mampu melahirkan gagasan strategis yang memperkuat peran TNI AD dalam menjaga stabilitas nasional.

Keynote speaker, Jenderal TNI (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan materi bertajuk “Transformasi Ekonomi Menghadapi Tantangan Global”. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kesiapsiagaan bangsa dalam menghadapi perubahan geopolitik, disrupsi teknologi, serta penguatan ekonomi nasional sebagai fondasi ketahanan negara.

Selain itu, turut hadir dan menyampaikan materi Prof. Yohannes Surya, Ph.D., dengan materi “Kedaulatan Teknologi AI untuk TNI AD”, serta Assoc. Prof. Sri Fatmawati, Ph.D., yang membawakan materi “Biodiversitas sebagai Aset Strategis: Peran Sains dan Inovasi dalam Ketahanan Nasional”.

Kegiatan seminar diikuti secara tatap muka oleh para asisten Kasad, Panglima/Direktur/Kepala Kotamabalakpus, para Rektor Universitas Pertahanan RI, Universitas Padjadjaran, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Pendidikan Indonesia, dan Institut Teknologi Bandung, serta peserta Sesko TNI, Sesko AU, Sesko AL, Sespimti Polri, dan Sespimen Polri.

Seminar juga diikuti secara daring melalui Zoom oleh 584 peserta yang terdiri atas para Komandan Brigade tempur, Komandan Distrik Militer,Danyon Infanteri,Danyon Infanteri tempur dari berbagai wilayah Indonesia.(*)

 

 

Tahlilan 3 Hari Mendiang Ayahanda Lurah Condongcatur

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Ditengah  padatnya agenda,Bupati Sleman hadiri tahlilan 3 hari wafatnya Bapak Aris Lukito (alm) ayahanda Lurah Condongcatur menunjukkan kepeduliannya dengan menghadiri di Kentungan,Condongcatur,Depok,Sleman Rabu(13/5/2026) malam.

Acara tahlilan 3 harian wafatnya Alm. Bp. Aris Lukito, ayahanda dari Lurah Condongcatur, Rabu malam 13 Mei 2026 di rumah duka Kentungan Condongcatur Depok Sleman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sleman hadir didampingi Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sleman, Abu Bakar, S.Sos., M.Si., serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman, Sukarmin, S.T., M.T. Kehadiran jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman di tengah padatnya agenda pemerintahan menjadi bentuk empati dan perhatian kepada keluarga yang tengah berduka.

Acara tahlilan yang dimulai usai salat Isya berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan. Hadir pula jajaran Pemerintah Kalurahan Condongcatur, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga sekitar yang turut memberikan doa dan dukungan moril kepada keluarga almarhum.

Dalam sambutannya, Bupati Sleman menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Alm. Bp. Aris Lukito. Ia juga berpesan kepada keluarga besar almarhum agar senantiasa menjaga doa, silaturahmi, serta meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan semasa hidup.

“Keluarga yang ditinggalkan agar senantiasa mendoakan almarhum, khususnya sehabis salat, menjaga tradisi ziarah kubur, serta terus mempererat silaturahmi keluarga. Kebaikan-kebaikan almarhum semoga dapat terus dilanjutkan dan menjadi amal jariyah,” pesannya.

Bupati Sleman juga mendoakan agar almarhum diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal ibadahnya, serta ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.

Sementara itu, Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sleman beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman yang telah meluangkan waktu di tengah kesibukan agenda pemerintahan.

“Atas nama keluarga dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur, kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Bupati Sleman beserta jajaran. Kehadiran ini menjadi penguat dan bentuk perhatian yang sangat berarti bagi keluarga kami,”ungkapnya

Reno Candra Sangaji juga mendoakan Bupati Sleman senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam memimpin Kabupaten Sleman.

“Semoga Bapak Bupati Sleman selalu sehat, diberikan keberkahan, kelancaran, dan kemudahan dalam memimpin Kabupaten Sleman demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Kehadiran Bupati Sleman dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman mendapat apresiasi dari warga yang hadir. Sikap kepedulian dan kedekatan pemimpin daerah dinilai menjadi teladan dalam membangun hubungan humanis antara pemerintah dan masyarakat.

Acara tahlilan kemudian ditutup dengan doa bersama untuk almarhum. Momentum tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Sleman dan Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam menjaga kedekatan pelayanan kepada masyarakat.Keluarga besar Radar Nasional turut berbela sungkaws.Semoga Seda Khusnul khotimah(BS/San)

 

 

Badan Kesbangpol Sleman Tetapkan Calon Paskibraka 2026

0

RADAR NASIONAL,(Sleman) zSetelah melakukan berbagai tahapan seleksi cukup ketat akhirnya Badan Kesbangpol Sleman menetapkan siswa yang dinyatakan lolos calon Paskibraka tahun 2026 di Gedung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Jl.Kaliurang Km 6 Sleman Rabu(13/5/2026)

Hasil seleksi Psskibraka provinsi 2026, yang dilaksanakan 4 s/d 8 Mei 2026 di Gedung Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan DIY, Jl. Kaliurang Km. 6, Sambisari, Condongcatur, Depok, Sleman.

Badan Kesbangpol Sleman menetapkan calon Paskibraka dari Kabupaten Sleman yang lolos sebagai calon Paskibraka propinsi terdiri dari 4 putra : :Adnan Berkah N P SMK Negri Depok, Ahmad Raditya SMK Penerbangan ,M A P Abimanyu Putra Hidayat SMA Kemala Taruna . M. Alif Al-Karim I P siswa MA Kemala Taruna

Paskibraka putri yakni, diantaranya . ⁠Evelyn Shonaya SMA Kemala Taruna, Fatmajati Kirana,MAN 5 Sleman ,Naila Neva A SMA N 2 Sleman, ⁠Izza Anggraina N SMA Angkasa.

Sementara seorang siswa putra mendapat kepercayaan untuk mengikuti seleksi Paskibraka Nasional, atas nama :Ahmad Raditya siswa SMK Penerbangan

Sebelumnya Badan Kesbangpol Sleman mengirimkan 8 pasang putra dan putri dan untuk yang tidak lolos seleksi tingkat propinsi akan menjadi Paskibraka Kabupaten Sleman dengan jumlah kekuatan 38 siswa terdiri dari 19 putra dan 19 putri.

Secara keseluruhan, proses seleksi Paskibraka DIY 2026 berlangsung 4-8 Mei 2026 di Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) DIY serta Stadion Mandala Krida Yogyakarta.

Penjaringan ini tidak hanya menitik beratkan aspek fisik dan baris-berbaris, tetapi juga karakter, disiplin, serta wawasan kebangsaan.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Sleman Aji Wibowo menyatakan rasa syukur, karena untuk tahun 2026 siswa Sleman untuk dapat mengikuti seleksi calon Paskibraka bersama siswa Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo.

” Alhamdulillah siswa Sleman dapat lolos untuk mengikuti seleksi Paskibraka tingkat Nasional. Semoga nanti benar-benar dapat lolos menjadi Paskibraka tingkat nasional. Ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Sleman, Sekolah ,Orang tua dan masing masing sekolah sendiri.” pungkasnya.(xan)

Bedhol Projo Pakem,Bupati Sleman Ajak Perkuat Jati Diri Budaya

0

RADAR NASIONAL,(Sleman) –Kirab bregodo mengawali prosesi Bedhol Projo Kapanewon Pakem dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dipusatkan di halaman Kantor Kapanewon Pakem, Rabu (13/5/2026).

Acara yang dimeriahkan dihadiri Bupati Sleman Harda Kiswaya dan sejumlah undangan berlangsung meriah, masyarakat antusias menyaksikan prosesi bersejarah.

Prosesi Bedhol Projo merupakan visualisasi sejarah perpindahan pusat pemerintahan atau perpindahan kepemimpinan yang dikemas dalam bentuk kirab budaya.

Dalam sambutannya, Bupati Harda Kiswaya menyampaikan bahwa upacara Bedhol Projo bukan sekadar agenda tahunan, melainkan memiliki makna mendalam untuk meneladani perjuangan para leluhur. Beliau menekankan pentingnya mengingat sejarah guna menciptakan kehidupan yang lebih baik di masa depan.

“Tradisi dan budaya adalah identitas dan jati diri kita. Tanpa tradisi, manusia ibarat pohon tanpa akar yang mudah tumbang dan kehilangan panduan hidup,” ujar Harda Kiswaya.

Ia juga menilai kegiatan ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Sleman untuk mewujudkan wilayah yang berlandaskan budaya sebagai bagian integral dari keistimewaan Yogyakarta.

Di tengah arus globalisasi, Bupati juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membentengi diri agar kekayaan lokal tidak hilang tergerus zaman.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut Bupati Sleman juga berharap momentum Bedhol Projo dapat mempererat tali persaudaraan dan kerukunan warga. Ia mendorong adanya semangat golong gilig (bersatu padu) antara warga dan pamong pemerintah dalam membangun Kapanewon Pakem.(xan)

Akses Keadilan Bagi Masyarakat, PN Sleman Gelar Sidang di luar

0
Pengadilan Negeri Sleman menggelar sidang di Pemkal Condongcatur.

RADAR NASIONAL,-(Sleman) Pengadilan Negeri Sleman kembali menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan layanan hukum kepada masyarakat melalui Sidang di Luar Gedung Pengadilan yang digelar di Ruang Sasana Wicara Lantai II Kantor Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Selasa (12/5/2026)

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari implementasi program prioritas nasional Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam memperluas akses keadilan _(access to justice)_ bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang hukum.

Pelaksanaan sidang dipimpin langsung oleh Ketua Pengadilan Negeri Sleman, Wari Juniati yang bertindak sebagai Hakim Tunggal dalam perkara permohonan akta kematian. Persidangan turut didampingi Panitera Pengganti, Hammam Haris beserta jajaran pegawai Pengadilan Negeri Sleman.

Sidang luar gedung ini ditujukan untuk memberikan kemudahan layanan hukum kepada masyarakat, khususnya warga yang mengalami keterbatasan akses, jarak, waktu, maupun biaya untuk datang langsung ke kantor pengadilan. Dengan menghadirkan layanan peradilan lebih dekat ke tengah masyarakat, proses pelayanan hukum diharapkan menjadi lebih efektif, efisien, dan terjangkau.

Selain sebagai inovasi pelayanan publik, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pelaksanaan asas peradilan yang sederhana, cepat, dan biaya ringan sebagaimana menjadi semangat reformasi birokrasi di lingkungan lembaga peradilan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh proses persidangan tetap dilaksanakan sesuai ketentuan hukum acara yang berlaku dengan menjunjung tinggi profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas. Adapun perkara yang disidangkan pada kegiatan tersebut merupakan perkara permohonan akta kematian, dan pada hari yang sama masyarakat langsung menerima penetapan pengadilan sebagai produk hukum resmi dari proses persidangan tersebut.

Panitera Pengadilan Negeri Sleman, Heri Harjanto menyampaikan bahwa kegiatan sidang di luar gedung pengadilan merupakan langkah strategis dalam mendekatkan layanan peradilan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.

*Melalui sidang di luar gedung pengadilan ini, kami ingin memastikan bahwa layanan peradilan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat secara mudah, cepat, dan terjangkau. Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional Mahkamah Agung RI dalam menghadirkan keadilan yang lebih dekat kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, layanan jemput bola seperti ini sangat pencting untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan hukum yang lebih humanis dan responsif.

Sementara itu, Pemerintah Kalurahan Condongcatur yang diwakili Jagabaya, Rudi Antariksawan mengapresiasi pelaksanaan sidang luar gedung tersebut karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya terkait administrasi kependudukan dan kepastian hukum.

Harapannya sidang di luar pengadilan yang berada di Kalurahan Condongcatur ini dapat membantu masyarakat lebih dekat dalam memperoleh layanan pengadilan, khususnya terkait pembuatan akta kematian masa lampau yang harus melalui penetapan pengadilan maupun pembetulan nama dan administrasi lainnya,”ungkapnya.

Senada dengan hal tersebut, Kaur Tata Laksana Kalurahan Condongcatur, Andree Setiawan berharap kerja sama antara Pemerintah Kalurahan Condongcatur dengan Pengadilan Negeri Sleman dapat terus berlanjut dalam bentuk layanan sidang keliling atau sidang luar gedung secara berkala.

Menurutnya, keberadaan layanan persidangan di tingkat kalurahan mampu mengurangi beban biaya operasional masyarakat sekaligus mempercepat proses pelayanan hukum.

Di samping mempermudah akses keadilan agar lebih cepat, murah, dan terjangkau, perkara yang disidangkan juga terbatas pada perkara perdata yang sifatnya permohonan, bukan gugatan, seperti ganti nama, penetapan kematian, maupun perwalian,” jelasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pengadilan Negeri Sleman menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas akses terhadap keadilan, serta mendukung terwujudnya sistem peradilan modern yang humanis, inklusif, dan berorientasi pada kebutuhan masyaraka.(xan)