Beranda blog

TMMD Sengkuyung Tahap II Resmi Dibuka, Harda Harap Kesejahteraan Masyarakat Meningkat

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman), -Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II TA 2026 resmi dibuka Bupati Sleman, Harda Kiswaya dihadiri Forkopimda Kabupaten Sleman beserta jajaran di Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman.Rabu (22/4/2026)

Dandim 0732/Sleman, Letkol Arh Reindi Trisetyo Nugroho menyebut program ini menyasar pembangunan fisik dan non-fisik. Pembangunan fisik meliputi pembuatan talud jalan dua sisi sepanjang 1.040 meter, pembuatan gorong-gorong sebanyak 3 buah, dan pembangunan RTLH (Rumah Tidak Layak Huni) sebanyak 1 unit.

Adapun sasaran non-fisik meliputi penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan Kamtibmas, penyuluhan pencegahan stunting dengan meningkatkan peran Posyandu dan Posbindu penyakit tidak menular.

“Kegiatan TMMD ini akan dilaksanakan selama 30 hari, mulai tanggal 22 April sampai 21 Mei 2026, dengan tenaga yang dikerahkan sebanyak 1 SST TNI dibantu oleh masyarakat Kalurahan Sendangrejo, Kapanewon Minggir,” jelasnya.

Total anggaran yang dialokasikan adalah Rp 525.000.000, dengan rincian sebagai berikut, APBD DIY sebesar Rp 75.000.000, APBD Kabupaten sebesar Rp 450.000.000, swadaya masyarakat berupa tenaga sejumlah kurang lebih 20 orang per hari, dan logistik senilai Rp 30.000.000.

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik serta mengapresiasi program TMMD yang telah beberapa kali diadakan di Kabupaten Sleman ini. Menurutnya kegiatan ini memberikan manfaat yang besar yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah tersebut. Diharapkan pula dengan adanya program ini dapat meningkatkan perekonomian, keamanan, dan kesejahteraan warga Sendangrejo dan sekitarnya.

“Pemkab Sleman tentu sangat mendukung kegiatan ini. Ini merupakan sinergi yang baik antar pemangku kebijakan di Kabupaten Sleman, yang tujuannya adalah untuk menyejahterakan masyarakat,” ungkapnya.(San)

Cemari Lingkungan dan Ancam Kesehatan Siswa² SLB Negeri 2 Bantul Dilaporkan ke Ombudsman RI

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta),-Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Arya Wiraraja selaku kuasa hukum SLB Negeri 2 Bantul dan warga sekitar resmi melaporkan dugaan mal administrasi terhadap Pemkab Bantul ke Ombudsman RI Perwakilan DIY.

Demikian disampaikan Tim Kuasa Hukum terdiri Ibno Hajar dan Ahmad Haedar dalam jumpa pers di Kantor Ombudsman DIY.

Laporan menyangkut terkait pengelolaan sampah TPS3R yang berlokasi di Jl.Kacer 25,Sokowaten Tamanan Bangunjiwa,Bantul tepatnya kurang dari 50 meter dari SLB Negeri 2 Bantul dan pemukiman warga serta berada di sepadan Sungai Code.

Sejak tahun 2023 lokasi pengolahan sampah tidak memiliki izin sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan, mengganggu ketenangan proses belajar mengajar siswa di SLB, serta kesehatan anak anak berkebutuhan khusus terganggu.Sepanjang 2024 hingga April 2026,sampah masih terlihat menumpuk melebihi batas waktu 24 jam tanpa penutupan tanah atau pengolahan cepat,hampir setiap hari pemandangan dijumpai dan dirasakan warga setempat maupun pihak sekolah.Bau menyengat dari pagi hingga siang hari ,terlebih pada musim hujan.

Beberapa warga khususnya murid SLB yang memiliki keterbatasan imunitas mulai mengalami gejala ISPA,sesak napas dan pusing.Sumber air milik warga mulai tercemar bau limbah,sehingga warga pun tercemar bau limbah cukup menyengat,wargapun terpaksa harus membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari hari. Proses Belajar Mengajar terganggu.Kelas kelas terpaksa menutup jendela rapat².Kepala SLB Negeri 2 Bantul,menyatakan keprihatinan yang mendalam. “Kondisi ini sangat memalukan,anak anak kami berkebutuhan khusus sudah memiliki tantangan tersendiri dalam belajar.Ditambah bau busuk dan asap pembakaran sampah setiap hari,sehingga membuat konsentrasi siswa belajar buyar.Bahkan beberapa guru kelas merasa sesak napas.” Kami guru harus berjuang ekstra hanya untuk menenangkan mereka,sementara kami sendiri juga pusing akibat bau dan residu pembakaran. Saya meminta pemerintah segera bertindak tegas.” tandasnya.

Sementara itu perwakilan warga sekitar. TPS3R,Jugil Adiningrat mengalami hal yang sama.” Kami sudah hidup dengan bau sampah selama 2 tahun Air sumur kami sudah tercemar sudah tidak bisa dipakai lagi baunya seperti air limbah.Saya dan tetangga terpaksa membeli air bersih untuk masak dan mandi.Kami sudah melapor ke Dinas Lingkungan Hidup Februari tahun lalu dijanjikan akan ditutup faktanya sampah makin menggunung.Bahkan ada alat pembakar yang dipakai tanpa menjelaskan resiko kesehatan ke kami. Kami sebagai warga hanya minta hidup sehat,jangan niat baik mengatasi masalah justru menambah masalah baru ” ungkapnya.

Sedangkan Direktur Eksekutif IDEA,lembaga riset dan. Advokasi kebijakan publik, Ahmad Hedar mengatakan ” Kasus ini adalah kegagalan serius dalam perlindungan hak warga negara. Anak anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri 2 Bantul,memiliki hak yang sama untuk belajar di lingkungan yang aman dan nyaman bebas dari bau sampah dan asap pembakaran. Namun mereka justru menjadi korban utama dari TPS3R yang diduga beroperasi tanpa izin lingkungan.Tidak hanya mereka warga sekitarnya juga kehilangan hal atas air bersih karena sumurnya tercemar bau limbah.Negara harus hadir menegakkan hukum dan memulihkan hak mereka baik hak atas udara bersih ,maupun hak atas air sehat bagi warga di rumah.” ungkapnya.

Sedang menurut Ibno Hajar,selaku kuasa Hukum menyatakan masyarakat sudah menyampaikan pengaduan lisan kepada Kepala DLH Kab.Bantul sekitar 28 Februari 2025.Dalam meditasi berjanji akan menutup lokasi.Faktanya volume sampah justru semakin bertambah.Warga juga pernah diundang sosialisasi penggunaan insinerator oleh Kalurahan Tamanan tetapi tidak ada penjelasan dampak kesehatan dan lingkungan dari alat tsb

Warga pun menolak penggunaannya Hingga April 2026 tidak ada itukad baik dari pengelola maupun Pemkab Bantul untuk merelokasi memperbaiki teknologi pengolahan atau memberikan kompensasi.

Para pelapor menduga pengelolaan TPS3R dan lemahnya pengawasan Pemkab Bantul melanggar sejumlah peraturan al.Pergub DIY No.21 Tahun 2014 tentang Pedoman Penanganan sampah PP 81 Tahun 20q2 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (penimbunan lebih dari 24 jam) dan masih banyak peraturan lainnya UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional ( hak atas proses belajar mengajar yang aman dan nyaman tidak terpenuhi, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus).

.”Kami tidak menolak pengelolaan sampah sebagai kebutuhan bersama,tetapi lokasi dan cara pengelolaannya tidak boleh mengorbankan pendidikan anak-anak berkebutuhan khususdan hak sehat warga.Kami meminta keadilan,” tegas Ibno Hajar.( *R)

Optimalkan Kualitas Infrastruktur, Pemkal Condongcatur Monitoring Pembangunan Jalan

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Pembangunan Kalurahan Condongcatur meninjau langsung lokasi pengaspalan jalan di RW 43, RW 44, dan RW 46 Kayen pada Selasa,(21/4/2026)

Langkah ini diambil guna menjamin proyek infrastruktur berjalan sesuai spesifikasi teknis yang direncanakan

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar rutinitas, melainkan instrumen pengendalian mutu dan waktu.

“Hasil hari ini menjadi catatan titik nol, Kita pantau terus hingga progres 50% dan 100% nanti agar tidak ada keterlambatan dan aspirasi warga di lapangan dapat segera terakomodasi,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Ulu-ulu Condongcatur, Murgiyanta, SE, menjelaskan bahwa pengawasan ketat ini bertujuan agar bantuan pembangunan kalurahan memenuhi prinsip 4T “Tepat Mutu, Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Administrasi,”

“Cek dan monitoring dijadwalkan akan berlanjut besok Kamis 23 April 2026 di RW 57 Kentungan dan RW 2 Tiyasan serta Jumat 24 April 2026 di RW 3 Manukan dan RW 12 Gempol” jelasnya

Melalui pengawasan berkala, Pemkal Condongcatur berkomitmen menyajikan infrastruktur jalan yang tahan lama bagi masyarakat.(*R)

 

 

Bupati Harda Lantik 190 Pejabat di Lingkup Pemkab Sleman

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, melantik dan mengambil sumpah janji jabatan terhadap 190 Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman. Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Parasamya Kabupaten Sleman, Selasa sore (21/4/2021).

Adapun pejabat yang dilantik terdiri dari, 8 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 40 Pejabat Administrator, 20 Pejabat Jabatan Pengawas, dan 122 Kepala Sekolah.

Dalam sambutannya, Bupati Harda menegaskan bahwa rotasi dan promosi merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjalankan sistem merit. Penempatan jabatan diklaim telah melalui pertimbangan objektif berdasarkan kompetensi, prestasi, dan kinerja.

“Pelantikan ini diharapkan bisa semakin meningkatkan kualitas pelayanan di Kabupaten Sleman,” jelasnya.

Bupati Harda juga menekankan terkait integritas. Bupati berharap para pejabat baru dapat menciptakan birokrasi yang bersih, akuntabel, dan bebas dari korupsi.

“Saya juga menggarisbawahi pentingnya menjaga integritas. Junjung terus prinsip kejujuran yang tercermin dalam setiap kebijakan yang anda ambil. Dengan landasan kejujuran, saya yakin kita dapat menjalankan birokrasi yang bersih, akuntabel dan bebas dari tindak korupsi,” tambahnya.

Harda pun berpesan agar seluruh pejabat terlantik dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terbaik bagi Kabupaten Sleman.

“Tumbuhlah di mana pun Anda ditanam. Di mana pun panjenengan ditempatkan, harus bisa bermanfaat bagi orang lain,” pungkasnya.(Ang)

Danrem Terima Silaturahmi dan Audensi General Manager Khas Malioboro – Tugu Hotel Yogyakarta

0

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta). Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos, M.Si, M.Sc terima audiensi General Manager Khas Malioboro dan Tugu Hotel Yogyakarta di Ruang Kerja Danrem 072/Pamungkas, Selasa(21/4/2026).

Turut hadir dalam audensi Kasiintel Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Arh Sutrisno, Kasilog Kasrem 072/Pamungkas Kolonel Czi Catur Witanto, Kapenrem 072/Pamungkas Mayor Inf Suwito.

Dalam audensi tersebut, R. Sigit Pramana memperkenalkan diri sebagai Cluster GM KHAS Malioboro Hotel Yogyakarta dan Tugu Hotel Yogyakarta. Kedatangan ke Korem 072/Pamungkas bertujuan menjalin silaturahmi serta kerja sama yang sudah terjalin antara kedua pihak semoga semakin erat.

Sementara itu, Danrem 072/Pamungkas menyambut baik kedatangan R. Sigit Pramana beserta Staf KHAS Malioboro Hotel Yogyakarta dan Tugu Hotel Yogyakarta di Makorem 072/Pamungkas

“Kami berharap hubungan silaturahmi dan kerjasama serta sinergitas antara Korem 072/Pamungkas dan KHAS Malioboro Hotel yang sudah terjalin kedepan supaya lebih erat dan terjaga dengan baik”ujar Danrem. (**R)

Danrem 072/Pamungkas Hadiri Puncak Acara Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 DIY 

0
Puncak Peringatan Hari Kartini tahun 2026 berlangsung di Bangsal Keparihan Yogyakarta.

RADAR NASIONAL ‘(Yogyakarta) Puncak Peringatan Hari Kartini Tahun2026,dengan tema : “Kartini Masa Kini, Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045” dihadiri Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono, S.Sos., M.Si., MSc. beserta Ketua Persit KCK Koorcabrem 072 PD IV/Diponegoro Ny. Dietha Yuniar.berlangsung di Bangsal Kepatihan, Danurejan, Kota Yogyakarta, Selasa (21/4/2026)

Peringatan bertujuan memperkuat sinergi antara organisasi wanita seperti TP PKK, Dharma Pertiwi, BKOW, DWP, dan Bhayangkari.

Dalam sambutan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku BBuwono X yang dibacakan oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengajak untuk mengenang Raden Ajeng Kartini, yang oleh Pramoedya Ananta Toer disebut sebagai “Putri Abad Baru”.

Danrem 072/Pamungkss bersama penerus cita cita dan semangat RA Kartini

“Hari Kartini harus menjadi momentum refleksi dan langkah nyata, memberi ruang bagi perempuan untuk memilih dan berkembang sesuai potensinya. Kelembutan perempuan bukan kelemahan, melainkan kekuatan yang menjaga harmoni kehidupan. Kartini telah menyalakan api itu, dan kini berada di tangan kita semua”tegasnya

Wagub juga memastikan bahwa setiap perempuan memiliki ruang yang aman, kesempatan yang adil, dan dukungan yang nyata karena perempuan berdaya adalah fondasi bangsa yang berdaulat.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Peringatan Hari Kartini DIY Ny. Dhieta Yuniar dalam sambutannya menyampaikan bahwa Peringatan Hari Kartini Tahun 2026 dilaksanakan secara terintegrasi oleh seluruh komponen organisasi wanita di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ny. Dhieta Yuniar juga mengucapkan terima kasih kepada Gusti Ratu dan Gusti Putri atas bimbingan arahan dan dukungan yang telah diberikan sehingga seluruh rangkaian kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

“Keberhasilan seluruh rangkaian ini adalah berkat dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Semoga semangat Raden Ajeng Kartini senantiasa menyala dalam sanubari kita untuk terus berkarya bagi Bangsa dan Negara Indonesia”tuturnya

Rangkaian kegiatan Peringatan Hari Kartini DIY yang telah dilaksanakan yaitu Bakti Sosial di Panti Asuhan Yaketunis Yogyakarta, Lomba Line Dance, Senam Massal, Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Bazar UMKM dan Sarasehan.

Turut hadir dalam acara Gubernur AAU, Kapolda DIY, Danlanud Adisutjipto, Kajati DIY, Sekda DIY, Kasiren 072/Pamungkas, Ketua TP PKK DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam dan Para Ketua Organisasi Perempuan se-DIY(*/R)

Minimalisir pelanggaran,Jajaran Kodim 0730/Gunungkidul Ikuti penyuluhan Hukum dari Kumdam IV/Diponegoro

0
Jajaran prajurit dan ASN Kodim 0730/Gunungkidul mengikuti Penyuluhan hukum dari Kumdam IV/Diponegoro berlangsung di Makodim Gunungkidul.

RADAR NASIONAL,-(GUNUNGKIDUL)–Guna meningkatkan kesadaran  hukum jajaran prajurit, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kodim 0730/Gunungkidul menerima pembekalan  Penyuluhan Hukum dari Hukum Kodam (Kumdam) IV/Diponegoro berlangsung di Aula Makodim 0730/Gunungkidul, Kalurahan Wonosari, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (21/4/2026)

Penyuluhan hukum ini merupakan bagian dari program kerja rutin Kodam IV/Diponegoro yang bertujuan untuk, Meningkatkan kesadaran hukum bagi seluruh personel militer dan keluarga besar TNI.

Meminimalisir angka pelanggaran baik disiplin maupun pidana, di lingkungan kerja, serta meningkatkan pemahaman terkait regulasi terbaru yang berlaku di lingkungan TNI AD.

Seluruh jajaran prajurit dan ASN Kodim 0730/Gunungkidul mengikuti Penyuluhan Hukum dari Kumdam IV/Diponegroro di Makodim Gunungkidul.

Poin-Poin Utama Pembekalan Tim penyuluh dari Kumdam IV/Diponegoro memberikan penekanan pada beberapa isu krusial yang tengah menjadi perhatian pimpinan TNI, di antaranya Etika Bermedia Sosial, Mengingatkan seluruh anggota agar bijak dalam menggunakan platform digital serta menghindari penyebaran hoaks atau konten yang merusak citra institusi, Penekanan keras terhadap larangan segala bentuk perjudian, termasuk judi online. Penjelasan mengenai sanksi hukum bagi prajurit yang melanggar aturan kedinasan.Edukasi mengenai aturan dalam rumah tangga (KDRT) serta prosedur perceraian/pernikahan di lingkungan TNI.

Dalam sambutannya, Dandim 0730/Gunungkidul yang di wakili Pasipers Kodim 0730/Gunungkidul Kapten Arh Tedi Wiratmoko menyampaikan bahwa hukum adalah panglima bagi prajurit. Pengetahuan hukum sangat penting agar setiap langkah prajurit di lapangan tidak menyimpang dari koridor aturan yang berlaku.

“Kami berharap dengan adanya penyuluhan ini, para prajurit dan keluarga besar Kodim 0730 dapat lebih mawas diri. Pengetahuan ini adalah bekal agar kita semua terhindar dari permasalahan hukum yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun satuan,” ujar Pasipers.

Kodim 0730/Gunungkidul merupakan satuan teritorial di bawah Korem 072/Pamungkas yang bertugas melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah Kabupaten Gunungkidul untuk mendukung tugas pokok Kodam IV/Diponegoro.(Hen).

Perkuat  Penurunan Stunting Pemkal Condongcatur ,Sinergi Medis dengan RS Condongcatur

0

RADAR NASIONAL,-(Sleman),-Guna menekan angka stunting,Rumah Sakit Condongcatur bersama Pemkal Condongcatur menggelar podcast edukatif bertajuk “Sinergi Medis dan Strategi Wilayah: Upaya Terpadu Penurunan Stunting di Condongcatur” yang dilaksanakan di RS Condongcatur, Selasa (14/4/2026)

Podcast  menghadirkan narasumber dari sisi kebijakan dan medis, yaitu Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., serta dokter spesialis anak RS Condong Catur, dr. Dhyah Listya Palupi, Sp.A., yang dipandu oleh Kusdy Arjuna (Mr. Info) sebagai Host.

Kegiatan ini akan segera ditayangkan melalui kanal YouTube resmi RS Condong Catur sebagai bagian dari edukasi publik.

Dalam pemaparannya, Lurah Condongcatur menyampaikan bahwa angka stunting di wilayahnya masih menjadi perhatian serius. Pada tahun 2024 tercatat sebanyak 59 kasus, dan berhasil ditekan menjadi 51 kasus di tahun 2025. Penurunan ini merupakan hasil dari upaya berkelanjutan pemerintah kalurahan bersama tenaga kesehatan dan masyarakat.

Pemerintah Kalurahan Condongcatur terus menggencarkan berbagai program strategis, di antaranya Program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang berfokus pada pemberdayaan keluarga dalam mengolah pangan lokal bergizi, serta program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi balita dan ibu hamil berisiko.

Selain itu, penguatan 40 Posyandu juga dilakukan melalui kolaborasi aktif antara kalurahan, Puskesmas Depok II dan RS Condong Catur dengan dukungan kader-kader kesehatan profesional yang telah tersertifikasi oleh Dinas Kesehatan Sleman.

“Sinergi antara otoritas medis dan kebijakan anggaran di kalurahan adalah kunci. Kita tidak hanya memberikan bantuan makanan, tetapi juga memastikan sistem rujukan dari posyandu ke rumah sakit berjalan tanpa kendala,”ungkap Reno Candra Sangaji

Sementara itu dari sisi medis, dr. Dhyah, Sp.A. menegaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menjelaskan bahwa ciri-ciri stunting meliputi tinggi badan di bawah standar, penurunan kemampuan kognitif, serta tampilan wajah yang terlihat lebih muda dari usia sebenarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta stimulasi dini melalui interaksi aktif dengan anak. Pemantauan tumbuh kembang secara rutin menjadi langkah krusial dalam memastikan anak tumbuh optimal.

dr. Dhyah juga memaparkan sistem rujukan terintegrasi dalam penanganan stunting, dimulai dari deteksi dini di Posyandu, pemeriksaan lanjutan di Puskesmas, hingga penanganan oleh dokter spesialis di rumah sakit jika diperlukan. Sistem ini memastikan setiap anak mendapatkan penanganan yang tepat dan terkoordinasi.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa pencegahan stunting sebenarnya dapat dimulai sejak sebelum kehamilan. Program perencanaan kehamilan (promil) menjadi langkah penting, tidak hanya bagi pasangan yang mengalami kesulitan memiliki anak, tetapi juga sebagai upaya preventif untuk melahirkan generasi sehat. Asupan nutrisi seperti asam folat, zat besi, serta pemeriksaan kesehatan rutin menjadi faktor penting sejak awal.

“Tantangan terbesar yang masih dihadapi adalah rendahnya kepercayaan sebagian masyarakat terhadap program posyandu. Oleh karena itu, edukasi berkelanjutan dan pendekatan persuasif menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi masyarakat*” ungkapnya

Melalui podcast ini, RS Condong Catur menegaskan perannya tidak hanya sebagai fasilitas layanan kesehatan, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan kolaborasi dalam upaya menciptakan generasi bebas stunting. RS Condong Catur menyediakan layanan lengkap mulai dari konsultasi tumbuh kembang anak, layanan kesehatan ibu dan anak, hingga pendampingan program kehamilan (promil) yang didukung oleh tenaga medis profesional dan fasilitas modern.

Masyarakat diharapkan dapat lebih aktif memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia serta rutin mengikuti kegiatan posyandu sebagai langkah nyata dalam pencegahan stunting.

Podcast lengkapnya akan segera di kanal YouTube resmi RS Condong Catur dan jadilah bagian dari gerakan bersama mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan bebas stunting.(xan)

Polda DIY Lepas 33 Personel Calon Jamaah Haji 2026

0
Polda DIY melepas 33 calon jamaah haji berlangsung di Gd.Anton Soejarwo,Mapoldad D Oe Mapolda DI Yogyakarta.

RADAR NASIONAL -(Yogyakarta) – Polda Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar kegiatan pelepasan personel yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Anton Soedjarwo Polda DIY, Senin (20/4/2026).

Pelepasan dihadiri oleh Wakapolda DIY Brigjenl Pol Eddy Djunaedi, S.I.K., para Pejabat Utama Polda DIY, personel yang akan menunaikan ibadah haji, serta para pendamping calon jamaah haji.

Rangkaian  acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan pamitan calon jamaah haji yang diwakili oleh Kapolresta Sleman Kombes Pol Adhitya Panji Anom, S.I.K., M.HP. Selanjutnya Wakapolda DIY memberikan sambutan sekaligus doa dan harapan bagi para personel yang akan berangkat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan surat izin serta obat-obatan kepada calon jamaah haji.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda DIY Kombes Pol Ihsan, S.I.K. menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat 33 personel Polda DIY yang mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.“Sebanyak 33 personel Polda DIY tahun ini berangkat sebagai calon jamaah haji. Kegiatan pelepasan ini merupakan bentuk perhatian dan dukungan institusi kepada personel yang akan menunaikan ibadah haji, sekaligus sebagai doa bersama agar seluruh rangkaian ibadah dapat berjalan lancar,” ujar Komisaris Besar Polisi Ihsan, S.I.K.

Ia juga berharap para personel yang berangkat dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat.Semoga menjadi mabrur.

“Kami berharap seluruh jamaah diberikan kesehatan, kemudahan selama menjalankan ibadah, serta kembali ke tanah air dengan selamat dan menjadi haji yang mabrur,” tambahnya.(xan)

Persiapan Pengukuhan Pengurus RT RW Condongcatur : 828 Calon Pengurus Mengambil Seragam Lurik dan ATK

0

RADAR NASIONAL,-( Sleman) Pemerintah Kalurahan Condongcatur dalam rangka persiapan Pengukuhan Pengurus RT RW secara serentak melaksanakan acara pembagian Seragam Lurik dan ATK kepada calon pengurus RT RW Se Condongcatur bertempat di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Senin (20/4/2026)

Kepengurusan 212 rukun tetangga (RT) dan 64 rukun warga (RW) di Kalurahan Condongcatur masa bakti 2026 -2031 telah terbentuk sehingga sebagai bentuk tertib administrasi dan memantapkan penyelenggaraan Pemerintahan Kalurahan secara berdayaguna dan berhasil guna berdasarkan semangat gotong-royong dan kekeluargaan akan dilaksanakan pengukuhan pengurus  Kamis 23 April 2026 mendatang

Lurah Condongcatur, Dr. Reno Candra Sangaji menjelaskan pengukuhan pengurus RT dan RW sebanyak 828 orang yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara

“Pemkal Condongcatur akan melakukan Pengukuhan Pengurus RT dan RW yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Bendahara sebanyak 828 pengurus dari 64 RW dan 212 RT yang tersebar di 18 Padukuhan, mengingat jumlah yang cukup banyak maka kami menggunakan Auditorium UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai tempat acara pengukuhan dan Insya Allah akan dihadiri Bupati Sleman yang akan memberikan sambutan dan pengarahan dan juga akan diisi Paparan Tugas & Fungsi RT/RW oleh Asisten Sekda Bid. Pemerintahan dan Kesra Kabupaten Sleman” jelasnya.

Sementara itu Jagabaya Condongcatur, Rudi Antariksawan selaku penanggung jawab bidang kegiatan menyampaikan agar kompak, rapi dan rasa kebersamaan maka semua pengurus kita berikan Seragam Lurik corak Ngayogyakarta 

“Disamping Seragam Lurik, masing masing kita bekali dengan ATK, dari 828 Pengurus RT dan RW tersebut berasal dari berbagai latar belakang profesi seperti Dosen, Guru, Ustad, pengusaha, wiraswasta dan lain sebagainya juga terdapat 58 pengurus perempuan yang sebelumnya secara demokratis dipilih dan berikan amanah dan kepercayaan oleh masyarakatnya RT RWnya masing-masing” ungkapnya

Sesuai Peraturan Bupati Sleman Nomor 44.2 Tahun 2020 tentang Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan dan Peraturan Kalurahan Condongcatur Nomor 05 Tahun 2020 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pemerintah Kalurahan Condongcatur, Pengurus Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mempunyai tugas membantu Pemerintah Kalurahan dalam rangka mengkoordinasikan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Kalurahan Condongcatur serta sebagai jembatan penghubung antar masyarakat dan antara masyarakat dengan pemerintah Kalurahan.(san)