Warga Lampung Ditemukan Tewas di Cianjur, Kaki dan Tangan Terikat 

0
242
Ilustrasi garis polisi Foto: Detik.com

RADARNASIONAL – Seorang pria bernama Andre (32) yang diketahui merupakan warga Kota Bandar Lampung ditemukan tewas di sebuah kamar hotel di wilayah Cianjur, Jawa Barat.

Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Tono Listianto mengatakan, pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian Andre termasuk meminta keterangan saksi terkait keberadaan korban di dalam kamar hotel.

“Kami masih mendalami kasus tersebut dan melakukan penyelidikan terkait keberadaan korban sebelum ditemukan tewas,” kata Tono di Cianjur, Kamis (22/2).

Tono mengatakan, pihaknya langsung mengirim petugas dan tim Inafis Polres Cianjur ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara terkait temuan mayat di dalam kamar hotel kelas melati tersebut.

“Saat ditemukan mayat yang terbungkus kain dengan kaki dan tangan terikat lakban hitam, disamping mayat ditemukan gunting, namun kami belum mengetahui untuk apa gunting tersebut,” terang Tono.

Petugas juga menemukan sejumlah luka lebam di tubuh korban diduga akibat hantaman benda tumpul, serta di sejumlah anggota tubuh korban ditemukan luka robek.

“Penyebab kematian korban diduga akibat jeratan lakban di bagian leher yang terpasang cukup kencang,” beber Tono.

Sementara keterangan pengelola hotel, korban pertama kali ditemukan seorang karyawan yang sempat mendapat pesan kalau korban membutuhkan bantuan, namun saat dilakukan pengecekan tidak ada jawaban dari dalam kamar, sehingga karyawan kembali menjelang siang.

Saat kembali kondisi kamar tidak terkunci, sehingga karyawan memberanikan diri untuk masuk guna memastikan keberadaan korban yang memesan kamar melalui daring pada Rabu siang, betapa terkejutnya karyawan tersebut ketika melihat korban terbungkus kain hitam tergeletak di lantai.

“Karyawan langsung menutup pintu dan melaporkan temuan mayat itu ke kami dan langsung melaporkan kembali ke polisi, korban masuk pada Rabu dan tidak keluar kamar, namun sempat meminta tolong dibantu melalui pesan WhatsApps,” kata pengelola SN.

Pihaknya tidak dapat memastikan dengan siapa korban datang ke hotel tersebut karena dia memesan kamar hotel secara daring dan karyawan tidak melihat ada gelagat mencurigakan sebelumnya atau setelah korban masuk ke dalam kamar.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini