Plototi Kasus TPPO, Mahfud MD Sebut Bakal Terbang ke Batam 

0
123
Menko Polhukam) Mahfud MD Foto:Suara.com

RADARNASIONAL – Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) memantik perhatian serius dari Menkopolhukam Mahfud MD.

Mahfud menegaskan bahwa dirinya akan berangkat ke Batam, Kepulauan Riau untuk menindak tegas pelaku TPPO tersebut.

Menurut Mahfud, di lokasi yang hendak didatangi itu terdapat pusat-pusat pembagian paspor gratis.

Kemudian, kata dia, penerima paspor akan dikirim ke luar negeri dengan dijanjikan mendapat pekerjaan.

“Pada hari Kamis besok mau ke Batam mau menindak ini (perdagangan orang),” kata Mahfud di Yogyakarta, Minggu (2/4) malam.

“Dikirim ke luar negeri, kerja di kapal-kapal, kerja di luar negeri, enggak digaji,” imbuh Mahfud.

Selain tidak digaji, kata Mahfud, para korban juga mendapat perlakuan kejam, disiksa, hingga dibuang ke laut jika meninggal dunia.

“Kalau meninggal dibuang ke laut, enggak digaji, disiksa,” beber Mahfud.

Sebelumnya, Mahfud MD tidak menampik adanya dugaan bahwa sindikat perdagangan orang sengaja menenggelamkan perahu yang mengangkut pekerja migran Indonesia untuk mengelabui aparat.

Dugaan itu merupakan hasil investigasi dari Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terhadap kasus tewasnya sejumlah pekerja migran Indonesia akibat kapal pengangkut mereka karam di Perairan Johor Baru pada tanggal 15 Desember 2021.

“Ya, bisa jadi banyak terjadi seperti itu,” ujar Mahfud kepada awak media di Kampus UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Sabtu (1/4).

Menurut dia, tindak pidana itu dengan cara yang jahat dengan mengirim orang ke luar negeri, kemudian dijadikan budak, bahkan jika di tengah perjalanan sakit ditenggelamkan atau dilempar ke laut.

“Indonesia mulai terjerat atau terjebak ke hal-hal seperti itu, kejahatan perdagangan orang itu sudah mulai. Oleh sebab itu, kita tindak. Ada undang-undangnya,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini