Penjelasan Kapolda Jawa Timur tentang Tragedi Kanjuruhan: Terjadi Penumpukan Massa

0
261
Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. Foto: Jawa Pos

MALANG – Polisi menyatakan, tragedi memilukan yang merenggut nyawa 127 suporter di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, karena terjadi penumpukan massa hingga terinjak-injak. Peristiwa memilukan itu terjadi usai Arema kalah 2-3 melawan Persebaya di Liga 1 Indonesia, Sabtu (1/10) malam.

“Di dalam proses penumpukan itulah terjadi sesak napas karena kekurangan oksigen,” kata Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta saat meberikan keterangan di Mapolres Malang, Minggu (2/10).

Nico mengungkapkan selain korban meninggal, 180 orang lainnya mengalami luka-luka dan saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit.

“Oleh tim medis dan tim gabungan dilakukan upaya pertolongan yang ada di dalam stadion kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit,” jelasnya.

Dalam kerusuhan usai pertandingan Arema vs Persebaya tersebut, 127 orang dilaporkan meninggal dunia. Dua di antara korban tewas merupakan personel kepolisian.

Nico merinci 34 orang korban tewas di dalam stadion, sedangkan korban lainnya meninggal saat dalam proses pertolongan di rumah sakit.

“Yang meninggal di dalam stadion ada 34 orang, kemudian yang lain-lain di rumah sakit pada saat proses pertolongan,” imbuh Nico.

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan disebut terjadi usai para suporter Arema memasuki lapangan setelah timnya kalah melawan Persebaya. Insiden itu direspons polisi dengan menghadang dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata ditembakkan tidak hanya kepada suporter yang memasuki lapangan, tetapi juga ke arah tribun penonton, yang kemudian memicu suporter panik.

Akibatnya, massa penonton berlarian dan berdesakan menuju pintu keluar, hingga terinjak-injak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini