Kirab Agung Jumeneng Dalem Pakoe Boewono XIV Disaksikan Tokoh Nasional dan Dunia

0
184
SISKS Pakoe Boewono XIV saat menyampaikan Sabda Dalem di Karaton

RADARNASIONAL -(Surakarta),–Suasana Karaton Surakarta Hadiningrat Sabtu Legi 25 November 2025 tampak berbeda. Udara lembab masih menyelimuti musim pancaroba, seolah membawa aroma kesakralan yang tak biasa.

Di balik dinding tembok Karaton cukup banyak  menyimpan sejarah panjang Karaton, para Abdi Dalem telah bekerja sejak fajar mulai dari membersihkan pelataran, merapikan sesaji, menyiapkan perangkat upacara, dan memastikan setiap elemen paugeran tertata tanpa cela.

Inilah hari yang dinanti—hari ketika seorang Susuhunan baru akan jumeneng menggantikan almarhum  SISKS Pakoe Boewono XIII. Hari yang akan dicatat, dilafalkan ulang, dan diwariskan bagi generasi-generasi mendatang.

SISKS Pakoe Buwono XIV resmi menjadi raja Karaton Surakarta Hadiningrat sebagai penerus dinasti Mataram Islam.

Tepat pukul 10.00 WIB, Sampeyan Dalem mlebet wonten ing Dalem Ageng. Upacara tertutup itu hanya dapat disaksikan para pemangku adat, aura keagungan terasa mewarnai  hingga luar kompleks Karaton.

Suara gamelan yang dimainkan abdi dalem pelog barang terasa lembut menambah suasana penobatan terasa sakral dan mistis.

Dari Prabasuyasa, Sampeyan Dalem kemudian miyos tepat pukul 10.49 WIB, melangkah menuju Siti Hinggil untuk melaksanakan Upacara Keprabon Dalem—sebuah prosesi yang diwariskan sejak Mataram Islam.

Dengan sabar masyarakat menunggu prosesi momen bersejarah dinasti Mataram Islam seorang pemimpin baru Karaton Surakarta Hadiningrat berdiri anggun, tenang, dan berwibawa penuh kharismatis.

Puncak rangkaian terjadi pukul 11.05 WIB, ketika Sampeyan Dalem dumugi ing Siti Hinggil.

Di hadapan keluarga besar Dalem, para Abdi Dalem, dan tamu-tamu kehormatan dari dalam dan luar negeri, pembacaan Sabda Dalem dilakukan di atas Watu Gilang, batu keramat yang menjadi titik sakral para raja Mataram meneguhkan legitimasi kepemimpinan.

Ribuan pasang mata menyaksikan prosesi penobatan.

Dengan suara lantang  dan mantab SISKS Pakoe Borwono XIV membaca Sabda Dalem  :“Ing Watu Gilang iki, Ingsun hanetepaké nggentèni kalenggahané Kanjeng Rama Sinuhun Pakoe Boewono XIII, minangka Sri Susuhunan ing Karaton Surakarta Hadiningrat”

Suasana hening angin semilr tipis sesekali aroma ratus mewarnai prosesi penobatan sang raja. Banyak yang menunduk, sebagian lagi meneteskan air mata, menyaksikan lahirnya era baru yang kelak menentukan arah perjalanan Karaton Surakarta.

Dengan gelar penuh kehormatan SAMPÉYANDALEM INGKANG SINOEHOEN KANGDJENG SOESOEHOENAN PAKOE BOEWONO SÉNAPATI ING NGALAGA NGABDURRACHMAN SAYYIDIN PANATAGAMA KANG JUMENENG KAPING XIV,

Sampeyan Dalem meneguhkan diri sebagai pemimpin rohani, budaya, dan adat istiadat Karaton Surakarta Hadiningrat.

Dalam sabdanya, Sampeyan Dalem mengikrarkan tiga janji besar yakni menjalankan kebijakan berdasarkan syariat Islam dan paugeran Karaton, mendukung NKRI secara lahir dan batin sebagai bentuk kewajiban kenegaraan; serta menjaga warisan adiluhung para raja Mataram.

Janji yang mengandung makna mendalam itu ditujukan kepada seluruh putra-putri dalem, keluarga besar, Abdi Dalem, dan masyarakat luas agar menjadi penanda kebangkitan Karaton telah dimulai.

Usai SISKS Pakoe Boewono XIV membacakan Sabda Dalem, dilanjutkan kirab yang sebelumnya ditandai dengan salvo tembakan meriam.

Kemudian pukul 11.50  kirab agung dengan rute mengikuti jalur tradisi: dari Kagungan Dalem Siti Hinggil menuju Sasana Sumewa, kemudian keluar ke Alun-alun Lor, Gladag, Telkom, Loji Wetan, Perempatan Baturana, Perempatan Gemblegan, Kusumanagaran, dan kembali lagi ke Gladag, Alun-alun, hingga Pagelaran.

Sepanjang rute kirab agung dipadati masyarakat yang ingin menyaksikan dari dekat sang raja baru. Sampeyan Dalem kembali menuju Kedaton melalui Kori Brojonolo, Bangsal Kamandhungan, Srimanganti, dan berakhir di Prabasuyasa.

Sementara itu, juru bicara Karaton GKR Timoer Rumbaikusuma Dewayani menyampaikan pernyataan resmi, yang menjadi sorotan publik, Ditegaskan, bahwa Jumeneng Dalem SISKS Pakoe Boewono XIV adalah momentum agung yang menandai kembalinya tatanan Karaton berada pada jalur yang benar.

“Karaton hari ini memasuki babak baru penuh harapan. Sabda Dalem yang disampaikan di Watu Gilang bukan hanya ikrar kepemimpinan, tetapi juga restu sejarah yang mengikat kita semua untuk menjaga kelestarian budaya Mataram. Ini bukan sekadar suksesi, tetapi pemulihan martabat Karaton Surakarta Hadiningrat,” ungkapnya.

Pernyataan itu menggambarkan perasaan banyak pihak yang hadir hari itu—bahwa Karaton Surakarta kini berdiri pada titik baru, titik tempat masa lalu, masa kini, dan masa depan bertemu dalam satu garis takdir budaya yang kokoh.

Upacara Jumeneng Dalem ini menjadi bukti bahwa di tengah dunia modern yang serba cepat dan serba digital, paugeran adat yang berusia ratusan tahun masih memiliki ruang, wibawa, dan relevansi.

Sabda Dalem yang lahir dari Watu Gilang bukan hanya penanda kekuasaan, tetapi penanda keberlanjutan sejarah peradaban Jawa. Karaton Surakarta kembali bersinar, kembali hidup dalam lingkaran budaya yang megah, dan kembali berdiri sebagai pilar penting kebudayaan Nusantara.

Era SISKS Pakoe Boewono XIV telah dimulai diharapkan membawa Karaton Surakarta pada kejayaan baru, sebagaimana diamanatkan oleh leluhur, dicatat dalam paugeran, dan disaksikan seluruh dunia pada hari bersejarah.(*/R)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini