RADARNASIONAL – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak mengatakan, distribusi kebutuhan bahan pokok di daerah hingga desa tetap lancar sekalipun cuaca ekstrem terjadi beberapa hari terakhir ini.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kabupaten Lebak, Banten, Dedi Setiawan.
“Kami menjamin pendistribusian bahan pokok lancar dan tidak ada masalah cuaca ekstrim,” kata Dedi dalam keterangannya di Lebak, Sabtu (7/1).
Pendistribusian bahan pokok ke pelosok desa itu di antaranya minyak goreng kemasan, terigu, gula pasir, telur, mie instan, susu dan lainnya.
Kebanyakan bahan pokok yang didistribusikan itu merupakan produk dari luar daerah juga ada di antaranya produk pabrik.
Sedangkan untuk kebutuhan beras, lauk pauk, unggas dan sayuran di dipasok dari petani dan peternak lokal.
Oleh karena itu, pemerintah daerah sekalipun kondisi cuaca ekstrem yang ditandai hujan lebat disertai angin kencang dan petir tidak berpengaruh memasok bahan pokok.
“Mesti Lebak itu lokasi alamnya pegunungan, perbukitan dan aliran sungai, saat cuaca ekstrem pendistribusian bahan pokok lancar,” katanya.
Menurut dia, saat ini harga kebutuhan bahan pokok akibat cuaca ekstrim hanya beberapa komoditi yang terjadi kenaikan, seperti cabai merah keriting sebelumnya Rp 54.000/kg menjadi Rp 56.000/kg, dan cabai besar semua Rp 45.000/kg menjadi Rp 46. 000/kg.
Begitu juga bawang merah dari Rp 34.000/kg menjadi Rp 35. 000/kg dan bawang putih sebelumnya Rp 21. 500/kg menjadi Rp 22. 000/kg.
Sementara komoditi bahan pokok lainnya relatif stabil, seperti beras medium KW 1 dijual Rp 11.000/kg,beras KW II Rp 10. 500 kg dan beras KW III Rp 9. 500/kg.
Harga terigu Rp 10. 000/kg, minyak goreng kemasan Rp 17. 500, daging unggas Rp 33. 000/kg, daging kerbau Rp 135. 000/kg dan daging sapi Rp 136.000/kg.
Ujang (45) warga Sobang Kabupaten Lebak mengaku selama ini pendistribusian bahan pokok terpenuhi untuk konsumsi masyarakat di sini, padahal cuaca cukup ekstrem.
Beruntung, kondisi jalan antardesa cukup baik dengan adanya dana desa yang digulirkan pemerintah beberapa waktu lalu.
“Semua jalan desa di Kecamatan Sobang relatif baik dan bisa dilintasi roda dua dan roda empat, kendati masuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak,” kata Ujang yang juga pemilik toko bahan pokok itu.





