Waspada! Satu Keluarga di Mukomuko Diduga Meninggal Dunia Akibat DBD 

0
120
Ilustrasi DBD pada Anak Foto: Liputan6.com

RADARNASIONAL – Kabar duka datang dari Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu terkait kondisi kesehatan masyarakat di wilayah tersebut.

Kabar itu yakni satu keluarga yang terdiri empat orang di Kabupaten Mukomuko dikabarkan meninggal dunia yang diduga akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Pengelola Program DBD Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Ruli Herlindo mengatakan, kejadian itu terjadi wilayah Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto.

Menurut Ruli, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan menurunkan Tim Kelompok Kerja Vektor DBD ke wilayah Mukomuko.

“Kemungkinan hari Rabu (23/8) kita kedatangan tamu dari Tim Kelompok Kerja Vektor DBD Kemenkes RI,” kata Ruli Herlindo di Mukomuko, Minggu (20/8).

Menurut dia, pihak Kemenkes RI ke Mukomuko karena ada kejadian luar biasa (KLB) di daerah ini, yakni satu keluarga meninggal dunia yang diduga akibat DBD.

Ruli menyatakan, meskipun hasil pemeriksaan medis di daerah ini, hanya satu dari empat orang dalam satu keluarga di daerah yang meninggal tersebut positif DBD, tetapi mereka menilai kejadian di daerah ini KLB.

Satu keluarga yang meninggal dunia tersebut masing-masing yakni Firmasyah (65), Rislaini (56), Herwilin (34), dan satu bayi yang masih dalam kandungan Herwilin.

Namun dari sebanyak empat orang dalam satu keluarga yang meninggal dunia tersebut, satu orang yang dinyatakan positif DBD, satu orang suspect DBD, dan dua orang negatif DBD.

Kendati demikian, katanya, mereka telah menilai kejadian di daerah ini KLB karena ada kasus kematian. Dan mereka menilai satu rumah tersebut keluhannya itu.

Kemudian, kata Ruli, mereka menganggap KLB karena ada kematian dalam satu keluarga akibat DBD tetapi belum sempat diperiksa.

Terkait upaya yang telah dilakukan oleh dinas kesehatan dalam menangani kasus DBD, kata Ruli, pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lokasi rumah warga yang dinyatakan positif DBD.

Fogging Massal

Selain itu, katanya, dinkes dibantu pihak kepolisian resor melakukan pengasapan atau fogging massal di lokasi rumah warga yang meninggal akibat DBD guna memberantas vektor DBD di wilayah tersebut.

Kemudian, instansinya meminta partisipasi masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) guna mencegah penyakit DBD di lingkungan masing-masing.

Ruli mengatakan, PSN dikoordinasikan oleh puskesmas melalui camat. Untuk waktu pelaksanaan PSN bisa pada Jumat atau Minggu.

Gerakan bersama PSN di daerah ini, menurut Ruli, tidak hanya dilakukan di Desa Lubuk Sanai tetapi di seluruh desa di Kabupaten Mukomuko.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini