Budiman Sudjatmiko Akan Dapat Sanksi dari PDI Perjuangan, Ini Masalahnya 

0
97
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto Foto: Lampung Ekspose

RADARNASIONAL – Pernyataan dukungan Budiman Sudjatmiko terhadap bakal calon presiden dari partai Gerindra Prabowo Subianto berbuntut panjang.

Budiman Sudjatmiko diketahui merupakan kader dari Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

Pernyataan dukungan dari Budiman Sudjatmiko terhadap Prabowo itu pun memantik perhatian serius dari Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Hasto menyebut bahwa PDI Perjuangan akan mengumumkan sanksi terhadap  Budiman Sudjatmiko pada Senin (21/8) besok.

Sanksi itu lantaran Budiman telah mengumumkan secara terbuka mendukung bakal calon presiden dari partai lain, Prabowo Subianto.

“Nanti, Pak Komarudin akan mengumumkan, yang jelas partai tidak mentolerir terhadap tindakan indisipliner setiap kader partai,” tegas Hasto.

Diketahui, Komarudin Watubun merupakan Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan.

Menurut Hasto, partai akan mengambil suatu tindakan yang tegas. Opsinya, kata dia, mengundurkan diri atau menerima sanksi pemecatan.

Hal itu Hasto ungkapkan di sela-sela Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III DPD PDIP Kalimantan Timur di Balikpapan, Minggu (20/8).

Hasto menjelaskan, PDI Perjuangan selalu mengedepankan etika politik terutama saat merekrut para kadernya.

Hasto menyebut, setiap kader PDIP memutuskan bergabung karena dasar kesukarelaan, bukan karena iming-iming dari pihak lain.

Terlepas dari langkah Budiman, Hasto meyakini PDI Perjuangan justru semakin solid dalam mengusung Ganjar Pranowo sebagai bakal calon presiden.

Hasto menjelaskan bahwa Ganjar saat ini juga didukung oleh PPP, Perindo, dan Hanura.

“Langkah-langkah itu malah akan menghasilkan suatu energi positif bagi pergerakan seluruh kader PDI Perjuangan,” kata Hasto.

Umumkan Dukungan 

Budiman Sudjatmiko mengumumkan dukungannya terhadap Prabowo Subianto dalam acara relawan Prabowo-Budiman (Prabu) Bersatu di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (18/8).

Budiman mengumumkan itu saat dia masih berstatus kader PDI Perjuangan, sementara Prabowo merupakan bakal calon presiden yang diusung oleh Gerindra, PKB, Golkar, PAN, dan Partai Bulan Bintang (PBB).

Partai-partai pendukung Prabowo itu tergabung dalam Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR).

Budiman sebelum mengumumkan dukungannya itu bertemu dengan Prabowo di Kertanegara, Jakarta, pada 18 Juli 2023.

Selepas pertemuan itu, Prabowo dan Budiman mengaku punya cara pandang yang sama atas berbagai persoalan bangsa.

Beberapa hari setelah pertemuan itu, PDIP memanggil Budiman untuk memberikan klarifikasi atas pertemuan dia dengan Prabowo.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan Komarudin Watubun selepas pemeriksaan di Jakarta pada 28 Juli 2023 menyampaikan partai tidak menjatuhkan sanksi dan hanya memberi peringatan kepada Budiman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini