Upacara Adat Saparan Bekakak, Wabup Dorong Pelestarian Tradisi dan Budaya

0
164
Kirab gunungan yang diarak dengan disertai barisan serta sejumlah prajurit dan pasukan berkuda berawal dilepas oleh Wabup Sleman dari Kalurahan Ambarketawang menuju Gunung Gamping.(Radnas-Ist)

RADAR NASIONAL,–(Sleman) – Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa menghadiri dan mengikuti kegiatan upacara adat Saparan Bekakak  diselenggarakan di Lapangan Kalurahan Ambarketawang Gamping,Sleman, Jumat (8/8/2025).

Tradisi rutin setiap tahun di bulan Sapar  mendapat sambutan  dari masyarakat, ribuan masyarakat dari  berbagai penjuru  hadir meramaikaan tradisi    Saparan Bekakak.

Prosesi  upacara  adat Saparan  Bekakak, diawali dengan mengarak sepasang  boneka terbut  dari beras ketan dan cairn gula  bewarna merah, diikuti oleh seluruh bregodo disertai dengan prosesi pecah kendi sekaligus pelepasan burung.

Jodang berisi sepasang boneka dikirab sebelum dilakuan prosesi penyembelihan yang berlangsung di Gunung Gamping, (Radnas-Ist)

Kemudian, prosesi dilanjutkan dengan kirab bregodo dengan membawa sejumlah sesaji bekakak yang juga diikuti oleh arak-arakan ogoh-ogoh menuju Gunung Gamping.

Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa dalam kesempatan tersebut mengatakan bahwa Aacara Saparan Bekakak ini merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga dan memiliki makna yang besar, khususnya bagi warga masyarakat Ambarketawang, Kapanewon Gamping.

“Saparan Bekakak ini juga merupakan simbol rasa syukur masyarakat Ambarketawang kepada Tuhan Yang Maha Esa yang dilakukan melalui tradisi, dengan harapan mendapatkan berkah, dijauhkan dari mara bahaya, tanah yang subur, kesehatan, kemuliaan, keselamatan, dan rezeki yang melimpah,” jelasnya.

Danang juga menilai bahwa penyelenggaraan kegiatan ini menunjukkan semangat dan kesungguhan semua elemen masyarakat dan pemerintah dalam melestarikan adat budaya yang luhur.

“Upacara Adat Saparan Bekakak ini menunjukkan semangat dan kegembiraan warga dalam kerukunan dan kebersamaan di masyarakat Ambarketawang,” ucapnya.

Ia berharap, semua upaya yang telah dilakukan ini juga dapat melestarikan seni tradisi dan kebudayaan di wilayah Yogyakarta.

Prosesi tersebut diakhiri dengan penyembelihan sepasang bekakak yang terbuat dari tepung ketan dan gula merah. Penyembelihan tersebut dilakukan di Petilasan Gunung Gamping.(San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini