RADARNASIONAL – Tungku smelter di satu pabrik pengolahan nikel milik PT ITSS di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Morowali, Sulawesi Tengah terbakar dan mengakibatkan puluhan orang korban luka-luka dan belasan orang pekerja meninggal dunia.
Respon Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia. MPR meminta Kementerian terkait untuk meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan terhadap pekerja yang luka-luka dan yang meninggal dunia.
“Disamping itu pihak perusahaan untuk menjelaskan penyebab terjadinya kebakaran tungku tersebut,” ujar Bamsoet dalam keterangan tertulis, Rabu (27/12).
Selain itu, Bamsoet jug meminta pihak kepolisian bersama PT IMIP selaku pihak yang bertanggung jawab, untuk melakukan investigasi dan penyidikan terhadap ledakan tungku smelter tersebut secara transparan, dengan mengungkap penyebab pasti ledakan dan kebakaran tungku smelter PT. ITSS.
Bamsoet mendorong PT ITSS dan manajemen PT IMIP berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk segera menyelesaikan pemberian santunan baik terhadap korban luka-luka dan korban yang meninggal dunia, seperti menjamin seluruh biaya perawatan para pekerja yang mengalami luka ringan hingga parah.
“Termasuk memberikan uang santunan duka kepada keluarga korban meninggal dunia. Mengingat pemberian hak-hak para korban harus tetap menjadi prioritas utama,” ujar Bamsoet.
Lebih jauh, Bamsoet meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membantu para pekerja untuk mendapatkan hak-hak mereka, guna memastikan PT ITSS mematuhi seluruh aturan/SOP dalam menjalankan operasional pabrik termasuk tidak abai terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pekerja.
“Pasalnya, insiden kecelakaan kerja yang terjadi di kawasan industri nikel ini bukan pertama kali terjadi,” pungkas Bamsoet.





