RADARNASIONAL – Truk kontainer menabrak sejumlah pengendara dan pejalan kaki di Kota Tangerang, Banten pada Kamis (31/10).
Pada peristiwa yang viral serta menghebohkan masyarakat tersebut menyebabkan beberapa orang mengalami luka dan sejumlah kendaraan rusak.
Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Zain Dwi Nugroho mengatakan, jumlah sementara korban yang mengalami luka-luka pada peristiwa itu ada tujuh orang.
Dia merinci, empat pengendara sepeda motor, satu pengemudi mobil dan satu orang pejalan kaki serta sopir truk kontainer yang luka akibat amukan massa.
Zain menjelaskan, sopir truk kontainer berinisial JFN saat ini masih dalam penanganan medis akibat luka amuk massa yang marah dengan ulah-nya.
Menurut dia, kondisinya saat ini sudah sadar dan telah dipindahkan ke ruang perawatan, namun masih dalam pemantauan petugas medis RSUD Kabupaten Tangerang.
“Terkait kerugian material dari laporan sementara, jumlah kendaraan yang mengalami kerusakan ada 10 unit mobil, dan 6 sepeda motor,” kata Zain, Jumat (1/11).
Menurut Zain, sopir truk kontainer berinisial JFN dinyatakan positif narkoba jenis amfetamin setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.
“Hasil lab-nya demikian (positif), sehingga ini sangat membahayakan, bila sopir wing box dalam mengemudikan kendaraan di bawah pengaruh narkoba,” kata Zain.
Zain menjelaskan, peristiwa berawal Truk Wing Box yang dikendarai JFN datang dari arah Cikokol menuju Cipondoh menabrak bemper belakang Suzuki Ertiga di traffic light arah Kodim.
Lantaran panik, pelaku lalu melarikan diri ke arah Cipondoh dan dikejar oleh warga. Sesampainya di jalan KH Hasyim Ashari kembali menabrak pengendara sepeda motor maupun pejalan kaki.
Pelaku lalu kabur ke arah Graha Raya, Banjar Wijaya, kembali ke Jalan Hasyim Ashari, terakhir dapat dihentikan warga yang mengejar di Bundaran Tugu Adipura Jalan Veteran.
“Sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat di tabrak maupun di serempet oleh mobil wing box yang dikemudikan oleh JFN,” kata Zain.
Zain mengungkapkan, pada hari ini pihaknya sedang melakukan olah TKP bersama dengan Tim TAA Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya.
Menurut dia, hal itu guna memastikan dan membuat terang peristiwa kejadian kecelakaan lalu lintas tersebut dengan mengedepankan scientific crime investigation.





