Terkait Kasus Lift Az Zahra, Polisi Periksa Tujuh Saksi

0
238

RADARNASIONAL  – Kasus kecelakaan lift yang menelan korban jiwa tujuh orang di Sekolah Az Zahra Bandarlampung, Provinsi Lampung terus bergulir.

Terbaru, Polresta Bandarlampung menyebut bahwa telah memeriksa tujuh orang saksi terkait musibah yang menghebohkan publik tersebut.

Kapolresta Bandarlampung Kombes Pol Ino Harianto mengatakan, dari tujuh saksi yang diperiksa pihaknya itu empat di antaranya yakni satuan pengamanan (Satpam).

Ino menambahkan, pemanggilan dan pemeriksaan itu juga dilakukan kepada ketua yayasan, pihak yang diberi pekerjaan oleh pihak sekolah, serta seorang kepala sekolah.

“Tujuh saksi sudah kami periksa. Empat orang merupakan satpam yang pada saat kejadian mereka langsung yang mendengar, melihat, melakukan pertolongan, dan membawa korban ke rumah sakit,” kata Ino di Bandarlampung, Jumat (7/7).

Menurut Ino, sebagai upaya tindak lanjut dari proses penyelidikan yang dilakukan sejak Kamis (6/7) pihaknya telah meminta bantuan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri.

Ino menyebut bahwa kehadiran Puslabfor Mabes Polri untuk melakukan pengkajian terkait penyebab kecelakaan kerja lift tersebut.

“Ini merupakan bagian dari pengembangan. Kami sengaja meminta bantuan dari Labfor Mabes Polri,” kata Ino.

“Jadi, apa-apa saja yang ditemukan nanti, pasti sangat bermanfaat buat kami guna menentukan proses penyelidikan guna peningkatan ke penyidikan,” imbuh Ino.

Hasil uji laboratorium forensik serta Puslabfor Mabes Polri, lanjut Ino, akan dikembangkan lagi dalam proses selanjutnya.

“Sehingga, nanti akan diketahui siapa yang bertanggungjawab atas kejadian ini. Pasti kami akan lakukan penegakan hukum supaya ada kejelasan dalam kasus ini,” katanya.

Terakhir, Ino menjelaskan bahwa ada dua korban kecelakaan lift yang terjatuh di Sekolah Az Zahra masih dalam kondisi kritis.

“Kemarin sempat beredar isu meninggal dunia dan lain sebagainya. Kami lakukan pengecekan dan komunikasi dengan dokter yang bertanggung jawab, kondisi dua korban masih kritis,” tandas Ino.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini