RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta),- Guna perkuat literasi digital dan ketahanan siber, bagi generasi muda Taman Pintar Yogyakarta berperan aktif kolaborasi internasional bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Shah Alam, Malaysia di Ruang Penemuan Turing, Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika(IKE),FMIPA UGM.
Kolaborasi ini bertujuan memperkuat literasi digital dan ketahanan siber generasi muda di tengah derasnya arus transformasi teknologi global. Kegiatan ini merupakan bagian dari UGM-IT Mobility Program yang berlangsung 22–24 Juni 2025.Salah satu agendanya Workshop on Cybersecurity and Digital Literacy Seminar,digelar Senin, 23 Juni 2025
Seminar mengusung tema “Cultural Trip and Cybersecurity and Digital Literacy”, menghadirkan dosen dan mahasiswa dari Program Studi Elektronika dan Instrumentasi UGM serta delegasi UiTM Malaysia.
Peserta diajak mendalami isu-isu penting seperti perlindungan data pribadi, etika bermedia sosial, dan urgensi literasi digital di era disrupsi teknologi.
Dua narasumber utama dari UiTM, yakni Dr. Nur Fatihah Binti Fauzi dan Dr. Aznoora Osman, menyampaikan pentingnya pendekatan lintas budaya dalam menghadapi tantangan global di bidang keamanan siber. Mereka juga menyoroti bahwa tantangan digital tidak mengenal batas negara dan menuntut kolaborasi lintas institusi serta pertukaran ilmu secara aktif.
Ketua Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA UGM, Dr. Wahyono, S.Kom., Ph.D., dalam sambutannya menggarisbawahi pentingnya keterlibatan multidisiplin dan pendekatan edukatif dalam menyikapi isu-isu siber, terutama bagi generasi muda yang tumbuh dalam era internet tanpa batas.
Sementara itu, Agus Budi Rachman, selaku Pengelola Taman Pintar Yogyakarta, turut menekankan pentingnya pembekalan keterampilan digital sejak usia dini.
“Literasi digital bukan hanya soal kecakapan teknis, tetapi juga menyangkut kesadaran etis dan tanggung jawab sosial di ruang digital. Program seperti ini merupakan investasi penting dalam membentuk karakter generasi muda yang bijak dan berdaulat di tengah era digital,” ujarnya.
Prof. Drs. Roto, M.Eng., Ph.D., selaku Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan FMIPA UGM, menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk diplomasi pendidikan internasional yang strategis, sekaligus langkah konkret dalam memperkuat fondasi keamanan digital di kawasan Asia Tenggara.(*/R)





