Relawan Dukung Dharma-Kun Ciptakan Pilkada DKI Jakarta Aman dan Damai

0
161
Relawan Gotong Royong Dharma-Kun (Foto Istimewa)

RADARNASIONAL – Relawan Bale Gotong Royong calon Gubernur dan Wakil Gubernur (Cagub-cawagub) DKI Jakarta Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun dan Kun Wardhana (Dharma-Kun) mengatakan, dalam pilkada 2024 semua pasangan calon menginginkan kemenangan.

Menurut Sugeng Winandi selalu Ketua Relawan Bale Gotong Royong Dharma-Kun, usaha pemenangan dalam Pilkada DKI Jakarta 2024 tak lepas dari faktor figur pasangan calon yang sangat berpengaruh besar, serta kerja struktur partai politik dan tim relawan.

Calon Gubernur DKI Jakarta Nomor Urut 2 Dharma Pongrekun Bersama Relawan (Foto Istimewa)

Sugeng menambahkan, bagi Cagub-cawagub yang dia dukung yakni Komjen Pol (Purn) Dharma Pongrekun-Kun Wardana mengandalkan sosok figur dan tim relawan untuk memenangkan kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2024, maju melalui jalur independen.

“Dan dengan dukungan anggaran yang terbatas, tentunya kami sadar diri untuk lebih rajin turun ke masyarakat untuk menyampaikan program-program Pro-Rakyat dari pasangan yang kami dukung,” kata Sugeng dalam keterangannya, Senin (13/10).

Sugeng mengungkapkan, pihaknya berkomitmen akan menerima apapun hasil dari Pilkada DKI Jakarta nantinya. Namun demikian, kata dia, apabila ada yang tak sesuai perundang-undangan serta peraturan KPU dirinya akan mendukung langkah hukum Dharma-Kun.

“Agar pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta menjadi contoh pilkada yang aman dan damai,” tandas Sugeng.

Bentuk Tim Bina Adab Atasi Tawuran

Sebelumnya, Calon Gubernur DKI Jakarta Dharma Pongrekun berjanji akan membentuk Tim Bina Adab di setiap kelurahan bila terpilih dalam Pilkada 2024.

Purnawirawan bintang tiga tersebut menjelaskan, Tim Bina Adab ditujukan untuk mengatasi sejumlah persoalan di DKI Jakarta salah satunya tawuran.

Menurut Dharma, Tim Bina Adab akan diisi para guru honorer hingga ahli. Selain mengajarkan adab, juga akan memberikan pembinaan dan pendampingan usaha ekonomi masyarakat.

“Tawuran itu terjadi akibat manusianya yang tidak paham adab, harusnya kalau sudah punya adab, malu mencuri, malu berantem, apakah itu masih ada di Jakarta?” kata Dharma di Jakarta Pusat pada Minggu (13/10).

Dharma mengungkapkan, para orang tua juga harus bertanggung jawab dalam membina keluarganya. Dia menilai, pembiaran oleh orang tua menjadi salah satu pemicu tawuran.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini