Pengurus RT/RW Masa Bhakti 2026-2031Dikukuhkan,Visi Misi Memajukan Condongcatur Nyaman Ditinggali

0
8

RADAR NASIONAL – (Sleman),-Dengan seragam lurik,Pemkal Condongcatur mengajak masyarakat untuk bersama sama sàtu misi dan satu visi bersama memajukan Pemkal Condongcatur yang lebih baik dan menjadi contoh sebagai desa atau Kalurahan nyaman untuk ditinggali.

Hal demikian sambutan Dr.Reno Candra Sangaji,S.IP.,M.IP dalam pelantikan dan pengukuhan kepengurusan RT dan RW masa bhakti 2026-2031 diikuti 828 terdiri dari Ketua,Sekretaris,Bendahara di Auditorium. UPN “Veteran ” Yogyakarta Kamis( 23/4/2026)

Menurutnya, pembangunan RT RW menjadi fokus pembangunan Pemkal Condongcatur usulan pembangunan dari bawah bottom up ini menjadikan salah satu sumber kekuatan bagi kita untuk menyelesaikan masalah yang ada di masyarakat.

Masih menurut Reno dan desa Condongcatur 2025 atau tahun lalu sejumlah 2 ,7 Milyard, tahun 2026 menjadi 370 juta ini ada pengurangan yang cukup signifikan lebih 80 persen dana desa berkurang,namun demikian kami berharap RT RW tidak berkecil hati ,karena untuk tahun ini dana pembangunan 42 juta per RW masih tetap dijalankan untuk mendukung kegiatan Rt Rw tetap kita perhatikan seperti tahun sebelumnya.

Di  Condongcatur terdapat 64 RW dan 212 RT yang tersebar di 18 Padukuhan, pengurus yang dikukuhkan terdiri dari 636 Pengurus RT dan192 Pengurus RW masing masing sebagai Ketua, Sekretaris dan Bendahara untuk Masa Bakti Tahun 2026 sd 2031 berdasarkan Surat Keputusan Lurah Condongcatur Nomor 33 / Kep.Lurah / 2026 Tanggal 23 April 2026 dan total pengurus yang dikukuhkan sebanyak 828 pengurus dan 58 diantaranya adalah perempuan.

Pengukuhan dihadiri Sekda Kabupaten Sleman, Drs. Susmiarto, M.M mewakli Bupati Sleman, Asisten Sekda Bid. Pemerintahan dan Kesr, Drs. Agung Armawanta, MT, Panewu Depok beserta Forkopim Kapanewon Depok, Ketua BPKal Condongcatur beserta jajaranya, Ketua Lembaga/Pamong Kalurahan Condongcatur .

Mengakhiri sambutan , Lurah Condongcatur, Dr Reno Candra Sangaji, S.IP., M.IP., menekankan bahwa RT dan RW adalah ujung tombak pelayanan public, ada 4 (empat) prinsip utama dalam bekerja melayani masyrakat yaitu Guyub, Cepat Tanggap, Komunikasi Baik, dan Tulus

“Ini bukan sekadar jabatan seremonial, tapi awal tanggung jawab. RT dan RW harus hadir di tengah warga, bukan hanya sekadar urusan tanda tangan surat, tapi menjadi solusi atas masalah di lingkungan,”tegasnya

Lurah Condongcatur juga mengucapkan terimakasih dan penghargaan atas kesediaannya para pengurus RT dan RW membantu pemerintah kalurahan dalam mengoordinasikan pelayanan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan serta menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman Drs. Susmiarto mengapresiasi kesiapan Condongcatur dalam menata birokrasi tingkat akar rumput dan berharap para pengurus baru dapat bersinergi dengan program-program Pemerintah Kabupaten Sleman. Condongcatur dinilai tertib dalam proses pemilihan hingga pengukuhan pengurus RT/RW yang mencerminkan kematangan demokrasi di tingkat padukuhan. RT dan RW adalah ujung tombak pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan warga. Data warga, layanan surat-menyurat, keamanan lingkungan, hingga penyaluran bantuan semua berawal dari RT/RW.

“Jabatan RT/RW itu pengabdian, bukan kekuasaan layani warga dengan tulus, jadilah jembatan antara warga dan pemerintah. Jangan sampai ada warga yang tidak terdata atau tertinggal program bantuan. Jadikan pengukuhan ini sebagai momentum konsolidasi Condongcatur untuk memperkuat birokrasi dari tingkat paling bawah, sejalan dengan arahan Bupati Sleman tentang “Sleman yang Smart Governance dimulai dari RT”* Ungkapnya

Sementara itu Asisten Sekda Bid. Pemerintahan dan Kesra, Drs. Agung Armawanta, M.T memaparkan 7 tugas utama RT/RW yang meliputi pendataan warga, pelayanan, kamtibmas, gotong royong pembangunan, kesejahteraan sosial, kerukunan, dan jembatan informasi

“Jumlah ini jadi yang terbanyak di Sleman karena biasanya pengukuhan hanya untuk Ketua RT/RW, namun Condongcatur memilih terobosan Ketua, Sekretaris, dan Bendahara dikukuhkan satu paket sehingga struktur organisasi, pembagian tugas, dan akuntabilitas keuangan di tingkat RT/RW jelas sejak awal dan sebanyak 828 pengurus sangat kompak, rapi dan kebersamaan semua mengenakan segam Lurik, kami dari Pemkab Sleman mengapresiasi atas terobosan kalurahan condongcatur ini” ungkapnya. (xan) ©️ 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini