
RADARNASIONAL – Melihat hasil Pemilu yang ditengarai penuh kecurangan, aliansi rakyat melawan kecurangan melakukan aksi unjuk rasa di titik nol kilometer.
Pengunjuk rasa berorasi sebelum melakukan pernyataan sikap terhadap adanya berbagai kecurangan di depan Gedung Agung, Yogyakarta. Jumat(23/2/2024).
Usai melakukan aksi teatrikal dilanjutkan melakukan hal yang sama ke titik Nol kilometer yang jaraknya beberapa meter dari Istana Gedung Agung Yogyakarta.
Dalam orasinya, Agus Hartono selaku korlap menyatakan sikap.
KPU sebagai penyelenggara Pemilu 2024 seolah tak berdaya banyaknya tekanan penguasa yang menginginkan pemenangan calon tertentu.

Dalam orasinya, yang diselingi dengan tabuhan kentongan sebagai alat komunikasi secara tradisional untuk pengumpulan masa berjalan lancar.
SIREKAP sebagai sebuah sistem penghitungan suara juga sudah dimanipulasi sehingga mengeluarkan angka perolehan suara yang tidak konsisten dan manipulatif.
Melihat kondisi saat ini dilihat dari hasil perolehan suara pada saat coblosan 14 Februari 2024, tercium niat jahat seorang pemimpin negara untuk melanggengkan kekuasaan melalui mekanisme yang menciderai demokrasi yang ada.
Gagasan perpanjangan 3 periode yang gagal kemudian mengintervensi MK dengan mengakali aturan sehingga bisa meloloskan Gibran sebagai calon wakil Presiden.
Hal ini menjadikan Gibran sebagai anak haram konstitusi.

Timbulnya sikap kritis dan independen partai partai politik senior yang telah melihat berbagai kecurangan yang ada saat ini karena Abuse of Power penguasa.
Dan berbagai aturan sekelas pemerintahan nasional yang dibuat demi memuluskan jalan pemenangan dan melanggengkan kekuasaan, bahkan Abuse of Power juga masuk dalam strategi di berbagai lingkungan pemerintahan yang seharusnya netral.

Untuk itulah, ratusan pengunjuk rasa menyatakan prihatin sekaligus menuntut al.
1. Tolak hasil Pemilu yang penuh rekayasa dan kecurangan.
2. Tolak Gibran dan diskualifikasi paslon 02.
3. Presiden mundur atau dimundurkan karena telah melanggar konstitusi.
Aksi unjuk rasa berakhir secara santun dan mendapat simpati dari masyarakat pejalan kaki, arus lalu lintas disepanjang jalan gedung Agung ke titik nol kilometer kembali normal. (San)




