Perpanjangan SIM Terbanyak, Kalurahan Condongcatur Wakil Kapanewon Depok Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif

0
321
Ungkapan selamat datang kepada dewan juri disambut hangat Kalurahan Condongcatur diabadikan lewat momen lomba Kalurahan inovatif. /Foto : Ono

RADARNASIONAL – Pemerintah Kalurahan Condongcatur mewakili Kapanewon Depok mengikuti lomba Kalurahan Inovatif tahun 2024.

Penilaian di kalurahan Condongcatur terbagi di tiga tempat yakni Kompleks Kalurahan Condongcatur, dua Padukuhan Sample yaitu Padukuhan Pringwulung dan Padukuhan Kayen, Rabu (22/5/2024).

Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji memaparkan ada enam belas program inovatif yang sudah berjalan.

Beberapa program diantaranya meliputi Kain Sutra Emas (Kemudahan Informasi Surat Keterangan semua Masyarakat), Nisan Lawas (Pelayanan Administrasi Akta Kematian melalui Whatsapp), Bawa Sapi (pembayaran sewa satu pintu), Babe Kuda (Bayar PBB Laku Pandai), Sulapan (Study Lanjut Pamong Kalurahan).

Selain itu ada juga program andalan Pembangunan Rp 40 juta per RW di Condongcatur dan SEMANIS MADU (Selasa Melayani Semua, Mudah dan Terpadu) seperti Layanan pembayaran pajak kendaraan bermotor dari Samsat, Mobil Kas Keliling Bank Sleman, BPJS Kesehatan, Layanan pengurusan PGB/IMB, Service Motor Honda dan Yamaha, Telkomsel, Donor Darah PMI, BNN Merapat.

” Paling banyak peminat layanan adalah Perpanjangan SIM A, C oleh Ditlantas Polda DIY yang selalu ramai diikuti Masyarakat dari luar Condongcatur, Sleman bahkan luar Daerah” ungkap Reno.

Ditambahkan Lurah Condongcatur, ada delapan program inovasi dari kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang juga termasuk program Pokja 1-4.

“Selain itu, kami juga menampilkan berbagai produk UMKM yang menjadi unggulan yang berperan mendongkrak ekonomi warga,” ujarnya.

Dari berbagai program tersebut diharapkan terwujudnya Condongcatur sebagai kalurahan inovatif yang lebih bermartabat, transparan dengan pelayanan prima bagi seluruh lapisan masyarakat.

Sementara itu, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengapresiasi kegiatan yang rutin diselenggarakan tiap tahun itu.

Ibu ibu dari kelompok wanita tani (KWT) menampilkan karya inovatif berupa tanaman buah jambu. /Foto: Ono

Kustini menyampaikan lomba ini merupakan upaya pemantauan kinerja pemerintah kalurahan dan lembaga pemasayarakatan di tingkat kalurahan.

Sehingga harapannya setiap kalurahan dapat menampilkan potensi, inovasi, dan kekhasan wilayahnya masing-masing.

“Dimana hal ini menjadi kunci sukses saling sinergi pembangunan antara pemerintah kabupaten dengan wilayahnya secara merata. Sehingga visi Sesarengan Bangun Sleman dapat terwujud,” ungkapnya.

Kustini berharap Condongcatur yang memiliki banyak inovasi yang greget dapat menjadi contoh kalurahan lain.

Hadir dalam kesempatan tersebut 26 juri yang mewakili masing-masing dinas di Kabupaten Sleman.

Di tempat terpisah Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Dinas PMK Kab. Sleman Sungkawati Budi Rahayu menyampaikan kegiatan Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif tahun 2024 diikuti 17 Kalurahan mewakli Kapanewonnya penilaian dilakukan kalurahan dan padukuhan sample.

Adapun 17 Kalurahan yang mewakili Kapanewonya adalah Hargobinangun,
Bangunkerto, Tegaltirto, Sariharjo, Banyuraden, Umbulmartani, Sumberadi, Umbulharjo, Caturharjo, Sendangsari, Sumberrahayu, Margodadi, Condongcatur, Wukirharjo, Margorejo, Selomartani dan Sidomulyo.

Sungkawati Budi Rahayu menambahkan tujuan dilaksanakan Lomba Evaluasi Kalurahan Inovatif adalah untuk meningkatkan kinerja kalurahan dan mendorong kalurahan menciptakan kebaruan, berinovasi dalam berbagai pelayanan kepada masyarakat dan masyarakat menjadi puas atas pelayanan tersebut.

“Hasil kejuaraan dari evaluasi ini akan di bina lebih lanjut oleh kabupaten Sleman untuk dipersiapkan sebagai wakil Kabupaten Sleman untuk maju Evaluasi Desa Kelurahan (Evdeskel ) tahun berikutnya tingkat DIY” pungkasnya.(San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini