Peringati HUT ke 80 PMI DIY Ziarah Bersama Dan Peluncuran Buku Dasa Windu PMI

0
110
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo,S.PSi pimpin ziarah dan bunga di makam para Pahlawan di TMP Kusumanegara, Yogyakarta.(RN-dok PMI DIY)

RADAR NASIONAL,–(Yogyakarta),–Memperingati HUT ke 80  Palang Merah Indonesia (PMI) DIY  mengambil tema :   Tebar  Kebaikan diawali ziarah dan tabur bunga dipimpin  GBPH H Prabukusumo,S.Psi di Taman Makam Pahlawan Kusumanegara,Yogyakarta Rabu,(17/9/2025)

Kegiatan ini  diikuti  227 relawan, staf dan pengurus PMI se DIY dilanjutkan di Makam Raja raja  Mataram,Pajimatan Imogiri   dan Astana  Girigondo, Kulonprogo.

Dalam sambutannya, GBPH  Prabukusumo, mengatakan jejak langkah PMI DIY merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan bangsa, negara Indonesia, dan Palang Merah Indonesia.

Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo, S.Psi pimpin upacara peringatan HUT ke 80 PMI di TMP Kusumanegara, Yogyakarta.(RN-Dok.PMI DIY)

Setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan, dukungan terhadap pernyataan kemerdekaan datang dari berbagai lapisan masyarakat di Yogyakarta. Beberapa dokter  di Yogyakarta mengikuti jejak rekan-rekannya yang  di Jakarta untuk membentuk PMI Tjabang Jogjakarta pada 29 September 1945  di gedung bekas Badan Pertolongan Keluarga Korban Perang (BPKKP).

“Kita menghargai jasa 14 pahlawan PMI yang gugur pada masa revolusi  1946- s.d  1949, ini  merupakan   pertama kali PMI DIY melakukan ziarah. Sejarah tak terlupakan gugur 14 tokoh PMI DIY, kami temukan setelah menyusun buku Dasa Windu PMI Jogjakarta, Menelusuri 80 Tahun Jejak Perjalanan PMI DI  Yogyakarta”, ungkap  GBPH. H. Prabukusumo.

Pada 27 Oktober 1945, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Paku Alam VIII mengeluarkan Maklumat Nomor 6 tahun 1945 tentang kesehatan, pengobatan, dan perawatan bagi anggota tentara.Kemudian Jawatan kesehatan, PMI, ahli kesehatan diperintahkan untuk membentuk regu-regu penolong yang bertugas  membantu jika  terjadi korban pertempuran.

“Hari ini kita berziarah dan tabur  bunga  di TMP Kusumanegara tempat dimakamkan   14 pejuang PMI yang gugur, dilanjutkan  ke Makam Pajimatan Imogiri tempat makam  Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang sangat berjasa pada Bangsa Indonesia dan PMI. Kami juga melakukan  ziarah dan tabur bunga dimakamkan GPH Murdaningrat yang merupakan Ketua PMI DIY periode  1955-1978.Kita  juga ziarah dan tabur bunga di makam Ketua Umum PMI periode 1954-1966   KGPAA Paku Alam VIII di makam Astana Girigondo Kulon Progo.”terang Gusti Prabu.

“ Untuk mencukupi kebutuhan PMI pada masa perjuangan mendapat  dukungan  dana yang tidak sedikit dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX.Selain memberikan bantuan pada PMI, Sri Sultan juga memberikan bantuan kepada perorangan dan keperluan pasukan gerilya untuk melawan Belanda”, ungkap Gusti Prabu.

Setelah Ibu Kota Republik Indonesia pindah ke Yogyakarta, Markas Besar Palang Merah Indonesia juga dipindah ke Yogyakarta. Penetapan hari ulang tahun PMI 17 September juga merupakan hasil Kongres PMI yang ke-II di Yogyakarta.

Adapun rangkaian  peringatan HUT ke-80 PMI di antaranya  diseminasi nilai-nilai kemanusiaan melalui media sosial, live talk-show, Jumbara dan Temu Karya (Jumtek) PMI DIY Tahun 2025 pada  27-29 September 2025 di Bumi Perkemaham Jaka Garong, Turi, Sleman, diakhiri  peluncuran Buku Dasa Windu PMI Yogyakarta pada 29 September 2025 ddi Bumi Perkemahan  Jaga Garong, Turi, Sleman.(*)

 

d

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini