KENDARI – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari tengah menggencarkan penyuntikan vaksin rabies terhadap anjing-anjing peliharaan masyarakat secara gratis. Hal tersebut guna melakukan antisipasi dan pencegahan penularan rabies.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kendari, Santiwati mengungkapkan sebanyak 325 dosis vaksin rabies telah disiapkan untuk memenuhi program vaksinasi rabies tahun ini.
“Kalau di Kota Kendari kami mendapatkan jatah sebanyak 325 dosis dari provinsi,” kata Santiwati saat dikonfirmasi pada Jumat (19/08).
Program vaksinasi tersebut dilakukan secara door to door ke rumah-rumah warga yang sudah terdata sebelumnya memiliki anjing. Santiwati mengungkapkan pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap anjing-anjing yang akan divaksin.
Santiwati mengatakan data tersebut merupakan data vaksinasi yang dilakukan di tahun sebelumnya. Setiap dilakukan vaksin, para pemilik anjing akan diberi kartu kontrol.
“Kami sudah pegang titik-titik (lokasi anjing) karena setiap tahun setelah kami vaksin kami berikan kartu kontrol. Saat ini kami sudah mobile di 11 kecamatan,” ungkapnya.
Kendati demikian jumlah dosis yang dijatahkan untuk Pemkot Kendari tahun ini dirasa belum mencukupi untuk menyasar seluruh masyarakat yang memiliki anjing di Kota Kendari.
“Kami meminta masyarakat yang memiliki anjing (jika belum terdata) untuk melaporkan ke kami. Jadi sebenarnya tidak cukup (dosis vaksin saat ini). Karena tahun lalu kami dapat 500 dosis dan memang untuk tahun semua wilayah turun (jumlah dosis vaksin),” ujar dia.
Santiwati memastikan untuk Kota Kendari sendiri belum ada laporan terkait hewan ternak terutama anjing yang terkena rabies. Sehingga adanya penyuntikan vaksin rabies tersebut guna mencegah penularan.
Ia meminta kepada masyarakat Kota Kendari untuk melapor jika menemukan hewan yang diduga terkena rabies. “Anjing yang punya gejala rabies itu utamanya dia keluar lendir secara berlebihan dari mulut,” beber Santiwati.
Santiwati menambahkan pihaknya saat ini belum melakukan program penyuntikan rabies terhadap anjing-anjing liar. Namun jika warga menemukan anjing liat memiliki tanda-tanda rabies agar segera melaporkan untuk dilakukan penanganan segera mungkin.





