
RADARNASIONAL – Pemkab Sleman melalui Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam bersama PT Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas DIY melakukan sidak penggunaan gas elpiji 3 kg bersubsidi di berbagai restoran dan rumah makan di Sleman, Rabu (1/11).
67 tabung gas 3 kg bersubsidi ditemukan dalam sidak di berbagai rumah makan.
Heru Saptono, Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Ekonomi dan Pembangunan mengatakan sidak ini berawal dari surat yang diterbitkan Pertamina dan menyebutkan kuota gas Kabupaten Sleman per Agustus sudah over 13%, yaitu sebesar 32.447 tabung, dari alokasi kuota per Agustus sebanyak 28.643 tabung.

Dalam sidak ini, pemilik/pengelola rumah makan yang diketahui memakai gas tabung 3 kg bersubsidi, langsung diganti secara gratis dengan bright gas.
“Misal gas Elpiji 3 kg (melon) ada dua kita ganti dengan satu bright gas, sehingga usaha mereka masih bisa berjalan,” imbuh Heru.
“Kedepan kita imbau tetap menggunakan bright gas yang sesuai dengan peruntukkannya karena gas melon ini hanya untuk masyarakat miskin,” pungkas Heru.
Sementara itu, Made Mega, Sales Branch Manager Pertamina DIY menambahkan apabila rumah makan tetap menggunakan gas elpiji 3 kg dampaknya masyarakat miskin akan kesulitan memperoleh gas bersubsidi untuk keperluan sehari-hari.
“Pertamina sudah melakukan subsidi tepat, dimana kita menyampaikan ke agen-agen untuk setiap pangkalan menjual gas harus sesuai dengan aturannya,” tegas Made Mega.( Isan )




