Kunker Kemendukbangga di Sleman, Bahas Stunting dan Isu Kependudukan Pembangunan Keluarga

0
120
Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI, Wihaji yang diwakili oleh Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta melakukan emukuaan gong,menandai kunker bahas stuntingdan isu kependudukan di Sleman.(Radnas-Ist)

RADAR NASIONAL,-(Sleman) – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) atau BKKBN Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Sleman  di Hotel Wilayah Kapanewon Sleman.Rabu (11/6/2025)

Menteri Kemendukbangga/BKKBN RI, Wihaji yang diwakili oleh Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta beserta Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya Ichtiarto disambut  Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X dan Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa beserta Kepala BKKBN DIY, Mohamad Iqbal Apriansyah.

Wabup Sleman Danang Maharsa bersama jajarannya melakukan kunjungan ke warga memberikan makanan bergizi.(Radnas-Ist)

Kunjungan Kemendukbangga/BKKBN RI di Kabupaten Sleman melakukan Internalisasi Workshop Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029, Pembinaan dan dialog dengan PKB/PLKB Sleman, serta meninjau Gerakan Orang Tua Asuh
Cegah Stunting (GENTING) di Kalurahan Triharjo dan Caturharjo.

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengucapkan selamat datang sekaligus berterimakasih atas kunjungan Kemendukbangga/BKKBN RI dalam upaya mendukung Upaya Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING) di Kabupaten Sleman. Ia juga mengapresiasi BKKBN yang telah menginisiasi GENTING sebagai salah satu Quick Wins.

Menurut Danang, Stunting menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang menjadi perhatian nasional, karena dampaknya terhadap kualitas SDM di masa depan sangat berpengaruh penting. Hasil pemantauan gizi melalui ePPGBM, Prevalensi Stunting Kabupaten Sleman tahun 2024 sebesar 4,41% lebih rendah dibandingkan tahun 2023 sebesar 4,51%

“Pemerintah Kabupaten Sleman berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). TPPS Sleman sudah berkoordinasi dengan TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan), agar dapat menjadi mitra kami dengan menjadi Orang Tua Asuh dalam program GENTING di Sleman,” ujar Danang

Sementara itu, Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN, Ucok Abdulrauf Damenta dalam agenda Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan 2025-2029 mengatakan diperlukan kebijakan kependudukan yang komprehensif dalam rangka menyongsong bonus demografi, menghadapi aging population dan menyelesaikan isu-isu kependudukan lainnya serta dalam upaya mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045. Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) disusun sebagai landasan penanganan persoalan kependudukan yang terencana, sistemastis dan berkesinambungan.

“GDPK ini sangat penting karena nantinya akan menjadi guidlines bagi daerah untuk menentukan arah tujuan masalah kependudukan dan pembangunan keluarga. Saat ini paradigmanya BKKBN yang telah menjadi Kemendukbangga adalah bagaimana mengedukasi dan memberdayakan masyarakat menjadi manusia unggul menuju Indonesia emas 2045,” jelasnya.(Ang)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini