RADAR NASIONAL – IQRA’ Wahyu pertama yang mendebarkan karena kehadiran sosok tak dikenal (Malaikat) saat Muhammad bermunajat di Goa Hira yang tiba-tiba mendekapnya dengan mengucapkan perintah IQRA’ !! (bacalah!), dijawab: _” maa ana bi qari'” (saya tidak bisa membaca). Namun perintah IQRA’ diulangi berkali-kali dan disambung dengan BISMI RABBIKALLADZI KHALAQ.(bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan) dan diteruskan sampai dengan ayat ke lima yang artinya -● manusia tercipta dari segumpal darah.● bacalah ! dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.● yang mengajari manusia dengan Pena.● Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahui.
Jika membaca rentetan ayat 1-5 makna IQRA’ bukan hanya “membaca” tetapi juga memahami, menelaah, meneliti, memotivasi untuk mencari pelajaran/ilmu dari berbagai keajaiban ciptaan Allah.

IQRA’ Perintah Awal Literasi
Perintah untuk mempelajari ayat- ayat tanda bukti kekuasaan Allah semuanya merupakan sumber ilmu. Ayat-ayat itu adalah : Ayat qauliyah, yaitu semua yang tersurat dan tersirat dalam Al-Qur’an.- Ayat kauniyah yaitu semua ciptaan Allah.- Yang terdapat pada diri manusia.
# Semakin dipelajari dan diteliti akan sangat diyakini kebenaran ayat-ayat bahwa ilmu Allah itu meliputi segala sesuatu tak terbatas. (Q.S. Kahfi 18: 109).
# Jika akan menuliskan ilmu Allah dengan pena dan tinta tak akan mampu walau tintanya seluas lautan (Q.S. Luqman 31: 27).
“Seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena, dan lautan (menjadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh lautan (lagi) setelah keringnya niscaya tidak akan habis-habisnya dituliskan kalimat -kalimat Allah ”
# Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi (Q.S. Al-Hajj 22: 70)
“Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Sungguh yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah”
# Allah mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan segala yang keluar dari bumi (Q.S. Saba’ 34: 2)
“Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi, apa yang keluar darinya, apa yang turun dari langit, dan apa yang naik kepadanya. Dan Dialah yang Maha Penyayang Maha Pengampun”
SAHABAT, Semakin kita mempelajari Al-Qur’an akan semakin yakin bahwa Al-Qur’an itu sumber ilmu pengetahuan (Q.S.14: 01), mengeluarkan manusia dari kegelapan (Q.S. 20: 113). Sayang hanya yang menggunakan akal yang dapat menerima pelajaran (Q.S. 39: 09). Semoga kita menjadi insan pecinta Al-Qur’an.
“Allahummaj’alil Qur’aana lanaa fid-dun-yaa qariinaa, Wa fil qabri muknisaa, wa fil qiyaamati syafii-aa.Wa ‘alash-shiraathi nuuraa Wa Ilal jannati rafiiqaa, wa ilal khairaati kullihaa daliilan wa imaamaa” (Ya Allah, jadikanlah Al-Qur’an ini bagi kami di dunia sebagai kawan.Dan di alam kubur sebagai teman yang ramah.
Dan di hari Kiamat memberi syafaat, dan ketika meniti Shirathal Mustaqim sebagai obor, dan sebagai pendamping kami menuju sorga, dan menjadi pedoman dan tuntunan bagi segala kebaikan. (Bersambung)





