RADARNASIONAL – Korlantas Polri bakal menerapkan rekayasa lalu lintas ganjil-genap di ruas jalan tol Kalikangkung hingga Jakarta-Cikampek (Japek) pada arus balik lebaran Idulfitri 1445 Hijriah.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Aan Suhanan mengatakan, penerapan ganjil-genap cukup efektif menekan jumlah kendaraan yang melintasi ruas jalan tol, sehingga terhindar dari kemacetan.
Aan menjelaskan bahwa penerapan ganjil-genap tersebut diawasi oleh CCTV, sehingga tilang elektronik berlaku bagi pelanggar.
“Untuk ganjil-genap juga akan kami terapkan kembali pada saat arus balik dari KM 414 sampai dengan KM 0 di Jakarta-Cikampek,” kata Aan di KM 70 Tol Japek, Kamis (11/4).
Aan menambahkan, selama penerapan ganjil-genap saat arus mudik dari tanggal 5 sampai dengan 9 April sebanyak 4.027 kendaraan tertangkap kamera ETLE melanggar ganjil-genap.
Menurut Aan, dari jumlah tersebut sudah ada yang dikirimkan surat tilangnya ke alamat pelanggar melalui Pos Indonesia.
“Sudah kami kirim (surat tilang) nanti efektif konfirmasi itu setelah tanggal 16 April,” kata Aan.
Aan menyebut, ada 1.534 alamat yang sudah dikirimkan surat tilang lewat Pos Indonesia. Menurut dia, sudah ada lima pelanggar yang mengonfirmasi secara online.
Korlantas tidak hanya menilang pelanggar ganjil-genap, tapi juga kendaraan angkutan barang sumbu tiga yang melanggar aturan melintas pada saat larangan melintas di ruas jalan tol dan arteri diberlakukan.
“Jadi, kami menindak 5.000 lebih kasus pelanggaran untuk pelanggaran operasional sumbu 3 ke atas,” terang Aan.
Aan pun mengimbau kepada sopir ataupun operasi kendaraan angkutan barang tersebut untuk mematuhi aturan yang sudah diterapkan dalam memperlancar arus balik.
“Ini juga menjadi perhatian kita untuk operasional kendaraan sumbu tiga ke atas ini pada saat arus balik nanti, terutama yang menyeberang dari Bakauheuni sebaliknya dari Merak ini akan kami lakukan penindakan,” kata Aan.
Aan menambahkan, Ditlantas polda jajaran sudah diarahkan untuk melakukan pengawasan dan penindakan bagi kendaraan sumbu tiga ke atas yang masih beroperasi pada saat arus balik.
“Termasuk yang ada di Trans Jawa maupun arteri pantura,” pungkas Aan.





