Kadipaten Pakualaman Gelar Dialog Budaya : Sangkan Paraning Dumadi

0
47

RADAR NASIONAL,-(Yogyakarta) Sangkan paraning dimadi adalah falsafah Jawa tentang hakekat kehidupan manusia dari mana (sangkan) asalnya kemana(paraning) tujuan akhir kita,dan bagaimana menjalani kehidupan(dumadi) secara bermakna yaitu dari asal usul illahi kembali kepada Sang Pencipta dengan kesadaran diri menjalani hidup sebagai bekal perjalanan spiritual untuk mencapai kesempurnaan.

Hal itu disampaikan Ahmad Hanif,S.I.P.,M.P.A dalam Dialog Budaya bertajuk: Sangkan Paraning Dumadi di Kagungan Dalem Kepatihan Kadipaten Pakualaman,Yogyakarta Jumat,(9/1/2026)

Menurut Hanif,dalam Islam pada dasarnya makna istilah. Sangkan Paraning Dumadi sepadan dengan ayat Al-Quran yang berbunyi ” innaillahi wa inna ilahi raji’unKonsep ini mengajarkan agar manusia tidak larutan dalam dunia fanatik,melainkan hidup dengan penuh kesadaran,bijaksana dan bermartabat bagi sesama,merenungi siklus hidup dari lahir kembali ke pemiliknya yakni Allah.

” Sangkan Paraning Dumadi adalah ajaran leluhur yang masih relevan untuk menemukan makna hidup di tengah kompleksitas zaman mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk spiritual yang memiliki perjalanan panjang kembali kepada Sang Pencipta” ungkap Hanif.

Lebih jauh dikatakan sejarah spiritualitas Indonesia kaya akan sinkretisme,berawal dari kepercayaan animisme-dinamisme nenek moyang.Kemudian berpadu dengan pengaruh Hindu Budha terlihat di candi Borobudur dan Prambanan.Islam yang diadaptasi oleh Walisongo dengan kearifan lokal Jawa membentuk spiritulitas khas seperti kebatinan.

Spiritualitas sering diartikan seperti pengalaman batin dalam agama resmi Islam,Kristen dll berlawanan tren Barat namun tetap berakar kuat pada tradisi budaya dan pencarian makna hidup. Membentuk fisik spiritualitas masyarakat yang lentur tenggang rasa dan sarat kearifan lokal Jalinan Pusaka Hidup spiritual ini juga tercermin dalam sikap “nrimo ing pandum”atau menerima apa yang diberikan oleh kehidupan dengan lapang dada (tawakal dalam Islam)yang menjadi landasan untuk mengelola emosi dan menerima kenyataan dengan Sabar Kombinasi dari nilai-nilai ini menciptakan karakter spiritual yang kuat dan terhubung dengan alam dan tradisi leluhur kita.

Hal dapat dibuktikan dalam sejarah perkembangan agama agama di Indonesia karena 6 macam agama ini adalah agama agama yang dipeluk hampir seluruh penduduk di Indonesia maka kecuali mereka mendapat jaminan seperti yang diberikan oelh pasal 29 ayat 2 UUD juga mereka mendapat bantuan bantuan dan perlindungan seperti yang diberikan oleh pasal ini.

“Ini tidak berarti bahwa agama lain,misalnya Shinto,Taoism dilarang di Indonesia

Mereka mendapat jaminan penuh seperti yang diberikan pasal 29 ayat 2 dan mereka di biarkan adanya asal tidak melanggar ketentuan yang terdapat dalam peraturan ini atau peraturan perundangan undangan.

Masih menurut,Ahmad Hanif Kemerdekaan dan agama di Indonesia saling terkait erat dengan Kemerdekaan diraih dengan perjuangan spiritual dan fisik para pahlawan dan agamawan ,sementara negara menjamin kemerdekaan beragama bagi warganya melalui UUD 1945(pasal 29 dan 28E) yang berarti setiap warga negara bebas memeluk meyakini dan beribadah sesuai agamanya tanpa paksaan,diiringi tanggung jawab menjaga kerukunan dan tidak memaksakan kehendak serta mensyukuri kemerdekaan sebagai nikmat Tuhan untuk hidup bermartabat.

Sementara itu dr.H.KPH Kusumoparastho yang tampil dalam dialog budaya,mengatakan untuk menjalankan ikatan janji dengan Tuhan untuk mengemban tugas sebagai khlaifahNya tidak mudah.Mengingat potensi fisik manusia sejak bayi tidak selalu naik bahkan semakin tua semakin menurun baik fisik maupun perkembangan mentalnya.

Hal tersebut termaktub dalam QS Ar Rum (30):54 “Allah yang telah menciptakan kamu dari keadaan lemah,kemudian Dia menjadikan sesudah lemah menjadi kuat,kemudian Dia menjadikan sesudah kuat menjadi lemah dan tua”.menurutnya potensi demikian manusia masih dapat menjalankan ikatan janji dengan enak.(isr)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini