RADARNASIONAL – Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh dikepung banjir. Pada peristiwa tersebut, ribuan warga dilaporkan harus mengungsi.
Kabid Darurat dan Logistik Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Nasruddin mengatakan, akibat banjir itu sebanyak 3.336 jiwa harus mengungsi.
Nasruddin menjelaskan, data sementara yang diinput di lapangan hanya ada dua Kecamatan dari 23 kecamatan se-Kabupaten Pidie yang aman dari banjir.
Kecamatan tersebut, lanjut Nasaruddin, yakni daerah tinggi di Mane dan Geumpang.
“Rumah mereka terendam banjir, sehingga 1.205 kepala keluarga dari 21 kecamatan mengungsi akibat hujan deras sejak Jumat (20/1),” kata Nasruddin di Sigli, Minggu (22/1).
Adapun titik lokasi banjir terbanyak di wilayah Kembang Tanjong dengan imbas hingga 27 gampong (kampung) yang terdampak bencana banjir dari total 176 Gampong yang terendam banjir di Kabupaten tersebut.
Adapun titik lokasi pengungsian didirikan di Kecamatan Peukan Baro, Kecamatan Pidie, Indra Jaya, Mutiara Timur, Mutiara Barat, Kembang Tanjong dan Padang Tiji.
Sebelumnya, Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto meninjau langsung korban banjir di tempat pengungsian Padang Tiji menyusul air merendam rumah warga di Kabupaten Pidie sejak Sabtu (21/1).
“Di lokasi belum ada bantuan, hari ini konsentrasi pada dapur umum terlebih dulu untuk korban banjir di pengungsian,” kata Wahyudi di Sigli.
Peninjauan langsung masyarakat terdampak banjir tersebut dilakukan setibanya dari dinas di luar daerah dan langsung menuju ke titik lokasi banjir yang didampingi oleh Forkopimda.





