RADARNASIONAL – Gunung Ruang yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara kembali mengalami erupsi dahsyat pada Selasa (30/4).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan, akibat erupsi fase kedua Gunung Ruang tersebut belasan ribu warga Tagulandang harus diungsikan.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, belasan ribu warga tersebut berasal dari Desa Pumpente, Laingpatehi.
Kemudian, warga dari Desa Mahangiang, Tulusan Barangka Pehe, Apengsala, Lesah Rende, Pahiama, Boto, Leseh, Bahoi dan Balehumara.
“Ya semuanya dengan jumlah sekitar 12 ribu warga itu harus dievakuasi,” kata Muhari di Jakarta, Selasa (30/4).
Muhari memastikan, sebanyak tujuh posko darurat di Manado dan Kapulauan Siau sudah disiapkan untuk menampung belasan ribu warga tersebut.
Menurut Muhari, belasan ribu warga Tagulandang itu dievakuasi menggunakan kapal penyeberangan laut milik Basarnas, TNI AL dan Polri.
“Kami pastikan mereka dilarang meninggalkan posko pengungsian untuk pulang lagi ke rumahnya selama masa tanggap darurat yang diperpanjang hingga 14 hari ke depan, atau sampai kondisi benar-benar kembali normal,” ujarnya.
Menurut Muhari, hal tersebut dilakukan lantaran Kepulauan Tagulandang menjadi salah satu daerah yang paling terdampak erupsi Gunung Ruang.
Tim BNPB mencatat terhitung sejak erupsi fase pertama terjadi pada 17 April 2024 ada sebanyak 3.614 unit rumah, dua gereja, dan gedung sekolah yang mengalami kerusakan akibat terkena material yang dilontarkan dan goncangan saat Gunung Ruang erupsi.
Kerusakan tersebut semakin diperparah karena jarak rumah warga dengan puncak Gunung Ruang terpaut dekat yakni di bawah radius sekitar 8-10 kilometer.
“Itu sebelumnya, apa lagi erupsi fase ke dua ini yang guncangan dan jangkauan material vulkaniknya lebih luas mencapai radius tujuh kilometer sehingga dikhawatirkan dampaknya bisa lebih besar,” ujarnya.
Sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menetapkan status Gunung Ruang naik menjadi level IV (Awas) dari sebelumnya berada pada level III, Siaga.
Peningkatan status tersebut dilakukan setelah gunung stratovolcano itu kembali meletus dan mengeluarkan kolom erupsi mencapai 2.000 meter dari atas puncak yang disertai suara gemuruh dan gempa yang dirasakan secara terus menerus, Selasa pagi pukul 02.35 WITA.
PVMBG merekomendasikan untuk segera mengevakuasi warga yang berada pada radius enam-tujuh kilometer dari pusat kawah aktif Gunung Ruang (Tagulandang dan sekitarnya) yang sama sekali tidak boleh ada aktivitas apapun.
Khususnya bagi mereka yang bermukim di dekat kawasan pantai yang berpotensi terdampak lontaran batuan pijar, luruhan awan panas (surge), dan potensi tsunami akibat runtuhnya sebagian tubuh gunung ke dalam laut.





