
RADARNASIONAL,-(DI Yogyakarta),-Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam tindakan nyata — dengan mayoritas yang melindungi minoritas serta kehidupan antar agama yang harmonis di tengah masyarakat.
Demikian disampaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dihadapan peserta dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai di Gedung Sasono Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Kidul Yogyakarta,Minggu (26/10/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Dialog Kebangsaan untuk Indonesia Damai” ini diinisiasi oleh Paniradya Keistimewaan Pemda DIY sebagai ruang pertemuan lintas generasi dan profesi.

Dialog kebangsaan dihadiri sejumlah tokoh nasional, pejabat daerah,akademisi,budayawan serta perwakilan mahasiswa untuk bersama sama merajut semangat kebangsaan melalui dialog terbuka dan inspiratif.
Hadir juga Danrem 072/Pamungkas Brigjen TNI Bambang Sujarwo, S.H., M.Sos., M.M.,Komjen Pol (Purn) Ahmad Dofiri,Prof.Dr.M Mahfud,MD.,S.H.,S.U.,Basuki Hadimoeljono,Totok Daryanto (DPR RI),Butet Kartaredjasa, Soimah Pancawati, Rosiana Silalahi dan sejumlah undangan lainnya.

Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan. Beliau mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi ruang apresiasi bagi generasi muda yang tumbuh di era digital saat ini.
“Kita harus menempatkan rakyat sebagai subjek pembangunan, bukan objek. Demokrasi yang kita jalankan harus memberi ruang partisipasi dan rasa keadilan bagi semua,” pesan Sri Sultan.
Sementara dalam sambutan, Ketua Panitia Sambung Rasa Kebangsaan Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ajakan untuk menumbuhkan kembali semangat persatuan di tengah perbedaan dan tantangan zaman.
“Kharisma dan kearifan Ngarsa Dalem Sri Sultan HB X selalu menjadi penyejuk di tengah perbedaan pendapat. Suara beliau menuntun kita untuk kembali pada nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan,” ujarnya.
Sri Sultan Hamengku Buwono X menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan nilai kemanusiaan. Beliau mengajak masyarakat untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga memberi ruang apresiasi bagi generasi muda yang tumbuh di era digital saat ini.
Sri Sultan juga menegaskan pentingnya komunikasi lintas generasi serta penghargaan terhadap perbedaan sebagai kekuatan bangsa. Semangat Bhinneka Tunggal Ika harus diwujudkan dalam tindakan nyata — dengan mayoritas yang melindungi minoritas serta kehidupan antaragama yang harmonis di tengah masyarakat.(*/San)




