
RADAR NASIONAL,–(Yogyakarta),-Kadipaten Pakualaman merupakan Progo kejawen yang berdiri sendiri atau disebut Pangeran merdika artinya tidak dibawah perintah kerajaan manapun.
Hal tersebut disampaikan KRMT Projokusumo atau dikenal RM.Murhadi dihadapan peserta dialog budaya dengan tema :Upacara Ganti Dwaja di Kadipaten Pakualaman digelar di Kagungan Dalem Kadipaten Pakualaman,Yogyakarta.Selasa,(3/6/2025)

Menurutnya,Kadipaten Pakualaman berpemerntahan sendiri mempunyai begadang prajurit yang berfungsi sebagai penjaga keamanan negara dan bertugas untuk berperang.
“Bregada prajurit ini bernama prajurit infanteri Dragonders atau bregada Wirotomo dan ini merupakan kekuatan pertahanan di Kadipaten Pakualaman ” ungkap RM Murhadi.
Lanjut RM Mur, Kadipaten Pakualaman setelah berdiri,mempunyai hak untuk memelihara prajurit infanteri sebanyak 100 orang dengan perjanjian pada Gubermen Inggris.
Disamping memiliki bregada prajurit Dragonders juga memiliki prajurit berkuda(kavaleri) yang bertugas sebagai pengawal pangeran dalem apabila melakukan perjalanan keluar dari Puro Pakualaman .
“Adapun bregada prajurit berkuda dikenal dengan nama bregada prajurit Plankeurs(Plangkir),dan dalam menjalankan tugas dengan naik kuda bersenjata senapan dan pedang.
Kadipaten Pakualaman juga memiliki bregada pengawal yang mempunyai tugas pada acara adat di Kadipaten Pakualaman.Adapun bregada pengawal bernama bregada Lombok Abang,dan dilengkapi senjata tombak. ” papar KRMT Projokusumo
Sementara itu,narasumber ke dua,RM Do nny Suryo Magananda,S.Si.,M.B.A dalam dialog budaya Atraksi Wisata Budaya: Upacara Adat Ganti Dwaja Kadipaten Pakualaman.Mengatakan Atraksi wisata budaya seni tradisi merupakan perwujudan pelaksanaan Keistimewaan DIY terutama dalam.pelestarian kebudayaan serta menyemarakkan upacara adat ganti diajak Kadipaten Pakualaman dengan bentuk pentas kesenian tradisi kerakyatan.
Dalam paparan RM Donny Surya Megananda mengatakan ke depan tentunya diharapkan pengembangan dari upacara Adat Ganti Dwaja tiap Sabtu Kliwon menjadi sebuah peristiwa budaya berskala nasional bahkan internasional wujud persatuan dan kesatuan dari seluruh pihak maupun stakeholder,tentunya Kadipaten Pakualaman sebagai poros utama dan didukung masyarakat serta pemerintah pelibatan RKB Gunung ketur-Purwokinanti Kemantren Pakualaman Dinas DIY serta kab/Kota Dinas Pariwisata Diskop UKM,Kundha Kabudayan, Dispora,Desa budaya,sanggar kesenian dalam skala nasional.(San)




