
RADARNASIONAL – Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) bekerjasama PT Chemco Harapan Nusantara kembali melakukan seleksi peserta program Kerja sambil Kuliah.
Program yang diberi nama “KERSAKU SEMBADA” itu dijalankan bekerjasama dengan PT Chemco Harapan Nusantara, Tangerang.
Melalui program itu peserta mendapat kesempatan magang kerja di PT Chemco Harapan Nusantara sambil kuliah.
Peserta tidak perlu membayar uang kuliah sebab sudah diurus oleh perusahaan. Peserta juga diberikan fasilitas berupa tempat tinggal (di komplek perumahan) dan disediakan kendaraan antar-jemput.
Dengan standar pengupahan di Tangerang dan Karawang, peserta sangat bisa memenuhi kebutuhan hidup harian dari uang saku yang mereka terima. Jika mereka berhemat, mereka bahkan masih bisa menabung.
Dalam waktu empat tahun para peserta diharapkan dapat meraih gelar sarjana. Pada saat yang sama mereka sudah mengantongi pengalaman kerja yang sangat mencukupi. Pengalaman kerja merupakan hal yang sangat dibutuhkan bagi pencari kerja.
Semua pemberi kerja selalu lebih memilih pelamar yang sudah memiliki pengalaman kerja.
Skema yang diterapkan dalam program KERSAKU SEMBADA adalah dua tahun magang kerja.

Selanjutnya pada tahun ketiga dan keempat para peserta diberi kesempatan menjadi karyawan kontrak. Dengan demikian keberlanjutan kuliah terus terjamin.
Danang Maharsa selaku Ketua TKPK hadir dan memberikan pengarahan kepada para peserta seleksi.
“Saya senang ketika bisa membantu warga untuk menggapai kehidupan yang lebih baik. Pemkab Sleman sudah membukakan jalan dan memfasilitasi, maka Anda semua harus memanfaatkan peluang ini sebaik mungkin.” Danang mewanti-wanti agar peserta tidak putus asa.
Menurutnya, program ini merupakan tangga untuk menggapai hidup lebih baik agar tidak mewarisi kesulitan hidup yang dihadapi orang tua.
Tantangan dan hembatan selama mengikuti program harus bisa diatasi. Program KERSAKU SEMBADA merupakan program unggulan TKPK Kabupaten Sleman.
“Program itu merupakan salah satu langkah memutus rantai kemiskinan. Anak-anak dari keluarga kurang mampu, ketika kelak berumah tangga jangan sampai langsung masuk golongan kurang mampu.” pungkasnya.(Ang)




