Vaksinasi PMK Masih Rendah, Ma’ruf Amin: Kita Mau Impor Vaksin Lagi

0
185
Ternak Sapi Foto: KabarPapua.co

JAKARTA – Wapres Ma’ruf Amin mengatakan, pemerintah saat ini tengah membuka opsi mengimpor vaksin untuk melawan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

“Pemerintah sekarang justru mau impor lagi vaksin (PMK),” ujar Ma’ruf kepada wartawan usai hadiri peresmian Gedung Pusiba, Rabu (22/6).

Ma’ruf menyebut, pemerintah telah memerintahkan kepada pihak terkait untuk melakukan tindak pencegahan agar virus penyebab penyakit PMK tak menyebar.

“Ya kalau PMK itu memang sudah diantisipasi oleh pemerintah dengan melakukan vaksinasi dan kemudian juga pencegahan (dengan) memindahkan hewan yang terjangkit ke tempat lain,” ucap dia.

Berdasarkan keterangan Mentan Syahrul Yasin Limpo, 180 ribu sapi di Indonesia terjangkit PMK. Menyikapi itu, Ma’ruf meminta masyarakat tak perlu khawatir.

Ia memastikan pemerintah, dalam hal ini MUI, telah mengeluarkan kriteria hewan ternak bagaimana yang aman untuk dikonsumsi atau dikurbankan nanti pada hari raya Idul Adha.

“Kan sesuai dengan juga saat kita akan idul kurban ini kan ada kriteria-kriteria yang sesuai dengan yang dikeluarkan oleh majelis ulama, kalau yang ringan masih boleh kalau yang berat tidak boleh,” ucap Ma’ruf.

Eks Ketua Umum MUI ini meminta kepada pengelola tempat pemotongan hewan memperketat dalam menyeleksi hewan ternak mana saja yang layak potong.

“Jadi meminta kepada tempat pemotongan dan pemasaran supaya mengawasi jangan sampai ada yang sakit kemudian dijual di pasar, ini harus diawasi. Dari hasil laporan banyak yang sudah disembuhkan,” kata Ma’ruf.

Sebelumnya, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai vaksinasi PMK masih rendah. Padahal jumlah populasi seluruh ternak yang berisiko dan terancam (sapi, kerbau, kambing, domba, dan babi) sebanyak 48.779.326 ekor.

Sementara Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, mengatakan sudah 1.250 ekor sapi divaksin hingga Senin (20/6).

Rendahnya vaksinasi pada hewan ternak, disebabkan sulitnya distribusi vaksin ke sejumlah daerah di Indonesia. Tak hanya itu, kesulitan juga ditemui dalam urusan penyediaan kotak pendingin bagi vaksin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini