Selamatkan Generasi Muda Bangsa, RS PKU Muhammadiyah Bantul Tolak Miras

0
176
Usai Pengajian Ahad dilanjutkan pernyataan tolak Miras. (Radnas/Ist)

RADARNASIONAL – Merebaknya peredaran minum keras (Miras) menjadi keprihatinan berbagai kalangan masyarakat, aparat terkesan lamban bertindak.

Rasa keprihatinan mengundang reaksi dari komponen Muhammadiyah Bantul dan RS PKU Muhammadiyah Bantul menolak peredaran miras, yang mengusik ketenangan masyarakat.

Pernyataan sikap penolakan miras disampaikan seusai Pengajian Rutin Ahad Pahing yang diselenggarakan RS PKU Muhammadiyah, Minggu (27/10/2024).

Direktur Utama RS PKU Muhammadiyah Bantul, dr Nurcholid Uman mengungkapkan peredaran miras di DIY sudah sangat memprihatinkan.

“Mengkonsumsi miras jelas haram hukumnya dan banyak mudharatnya, secara ilmiah mengkonsumsi akan menurunkan tingkat kesadaran dan moralitas manusia, sehingga memicu terjadinya kriminalitas.

Poster penolakan miras berlangsung seusai pengajian. (Radnas/Ist)

Mempelajari dan mencermati polemik yang berlangsung di masyarakat terhadap peredaran miras di DIY, kami bersama masyarakat dengan tegas menyatakan tolak miras” terang dokter spesialis anak ini.

Ditambahkan secara ilmiah mengkonsumsi miras berdampak menurunnya tingkat kesadaran dan moralitas manusia, sehingga memicu terjadinya kriminalitas.

Selain itu, turunnya kesadaran akibat konsumsi miras akan menurunkan produktifitas bangsa.

“Menyikapi hal tersebut, kami menyatakan sikap menolak peredaran miras di DIY. Kami juga meminta kepada pemerintah daerah tingkat 1 dan 2 beserta Kapolda DIY dan Kapolres se-DIY untuk tegas melarang peredaran miras di DIY” tandasnya.

Lebih jauh, untuk menjaga ketenangan dan kondusifitas di Daerah Istimewa Yogyakarta dan menyelamatkan kader kader generasi muda bangsa di masa mendatang.(San)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini