RADARNASIONAL – Gempa bumi yang melanda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat beberapa waktu lalu telah mengakibatkan ratusan orang meninggal dunia serta mengalami luka-luka.
Selain itu, sejumlah bangunan pribadi maupun bangunan fasilitas umum pun turut menjadi korban pada gempa tersebut.
Pemerintah Kabupaten Cianjur mencatat jumlah rumah rusak akibat gempa bermagnitudo 5,6 di Kabupaten Cianjur bertambah.
“Rumah rusak berat itu bertambah dari 7.817 unit menjadi 8.151 unit yang telah terverifikasi,” ujar Sekretaris Daerah Cianjur Cecep Alamsyah, Minggu (4/12).
Dia menambahkan, kerugian materiil berupa rumah rusak sedang juga bertambah dari 10.589 unit menjadi 11.210 unit, rusak ringan dari 17.195 unit menjadi 18.469 unit.
Kemudian, kerusakan fasilitas sekolah juga ada perubahan dari 518 sekolah menjadi 525 sekolah, sementara tempat ibadah sebanyak 269 tempat ibadah, 14 fasilias kesehatan dan 17 gedung kantor.
Korban Meninggal Dunia Bertambah Jadi 334 Orang
Cecep Alamsyah juga menyampaikan korban meninggal dunia akibat gempa magnitudo 5,6 di Cianjur sebanyak 334 orang dan delapan orang masih dalam pencarian.
“Jumlah korban meninggal dunia dan korban dalam pencarian jumlahnya masih sama seperti kemarin,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Cecep Alamsyah juga menyampaikan bahwa pemerintah menyiapkan tempat relokasi di Desa Sirnagalih di atas lahan 2,5 hektare sebanyak 200 rumah.
“Disiapkan untuk sebanyak 200 rumah instan sederhana sehat dan struktur tahan gempa,” tuturnya.
Selain di wilayah itu, lanjut dia, pihaknya juga mengusulkan untuk menyiapkan tempat-tempat lain seperti di Kecamatan Mande sekitar 30 hektare untuk hunian tetap bagi warga terdampak gempa bumi Cianjur.
Dia menambahkan, bagi warga yang rumahnya rusak berat tidak ditempatkan di hunian sementara tetapi langsung dibangun hunian tetap.
“Selama menunggu proses pembangunan hunian tetap selesai, warga menerima dana tunggu hunian sebesar Rp 500 ribu per KK,” tutupnya.





