Putin Mau Dibunuh Lewat Serangan Drone di Kremlin

0
292
Kantor kepresidenan Rusia Foto: SINDOnews

RADARNASIONAL –   Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, membantah negaranya mengirim pesawat nirawak atau drone untuk menyerang Kremlin dan membunuh Presiden Vladimir Putin, sebagaimana dituduhkan Rusia.

“Kami tidak menyerang Putin atau Moskow. Kami berperang di wilayah kami. Kami mempertahankan desa dan kota kami,” kata Zelensky di sela-sela kunjungan ke Finlandia.

Kantor kepresidenan Rusia mengatakan telah menjatuhkan dua drone dalam semalam.
Rusia, menurut kantor kepresidenan, mengancam akan membalas serangan tersebut.
Rekaman video yang beredar online dan belum diverifikasi menunjukkan asap mengepul di atas

Kremlin – sebuah kompleks pemerintah besar di pusat kota Moskow – Rabu (03/05) pagi.
Video kedua menunjukkan ledakan kecil di atas gedung Senat, sementara dua pria tampak memanjat kubah.

Kantor kepresidenan Rusia mengatakan Ukraina telah mencoba menyerang kediaman Putin di Kremlin dan menyebut hal itu sebagai “tindakan teroris yang direncanakan dan upaya pembunuhan terhadap presiden”.

Sejumlah pejabat mengatakan dua pesawat nirawak yang menargetkan kompleks itu telah dinonaktifkan menggunakan radar elektronik. Ditambahkan pula bahwa Presiden Putin tidak berada di Kremlin saat dugaan serangan itu.

Ukraina mengatakan tuduhan Rusia hanyalah dalih untuk serangan besar-besaran di wilayahnya. Adapun Amerika Serikat mengatakan pihaknya memperlakukan klaim Rusia dengan sangat hati-hati.
Selama ini Putin tampak sebagai salah satu pemimpin yang paling dijaga ketat di dunia. Setiap kali

Putin menghadiri acara di Moskow yang dihadiri oleh wartawan BBC, keamanan sangat ketat telah diterapkan, termasuk pemeriksaan menyeluruh, konvoi panjang kendaraan berisi pengawal, wilayah udara ditutup, dan lalu lintas dihentikan.

Namun, jika apa yang dikatakan Kremlin itu benar, akan timbul pertanyaan tentang seberapa baik perlindungan terhadap Putin.

Kemudian akan ada pengawasan atas keefektifan pertahanan udara Rusia. Dalam beberapa bulan terakhir, sistem anti-pesawat terlihat di sekitar gedung-gedung utama Moskow.

Perangkat persenjataan itu telah ditempatkan di sana karena Kremlin khawatir bahwa Ukraina, atau mereka yang bersimpati pada Ukraina, mungkin mencoba melakukan serangan udara terhadap target penting.

Apa pun yang sebenarnya terjadi pada Rabu pagi, pertanyaannya sekarang adalah bagaimana tanggapan Rusia. Beberapa pejabat telah menyerukan tindakan keras. Sejumlah jenderal Rusia telah berkali-kali memperingatkan bahwa akan ada tanggapan keras terhadap setiap serangan di wilayah Rusia.

Tetapi tidak jelas apakah Rusia memiliki kapasitas untuk melakukan serangan balasan yang berarti, atau apakah insiden ini akan menyebabkan eskalasi signifikan di medan perang di Ukraina.

Mykhailo Podolyak, selaku penasihat presiden Ukraina, mengatakan kepada BBC bahwa insiden tersebut mengindikasikan bahwa Rusia dapat “mempersiapkan provokasi teroris skala besar” di Ukraina.

Podolyak mengatakan bahwa tidak masuk akal bagi Ukraina untuk menyerang Moskow. Serangan ke Kremlin, menurutnya, justru akan membuat Rusia membenarkan serangan terhadap warga sipil.

Pada Rabu (03/05), serangan Rusia di wilayah Kherson selatan, Ukraina, menewaskan 21 orang.
Presiden Zelensky mengatakan penembakan itu mengenai “stasiun kereta api dan persimpangan, rumah, toko perangkat keras, supermarket grosir, dan pom bensin”. Para korban termasuk pelanggan supermarket dan karyawan perusahaan energi yang sedang melakukan perbaikan, kata para pejabat.

Podolyak menambahkan bahwa setiap drone yang terbang di atas lokasi di Rusia disebabkan oleh “aktivitas gerilya pasukan perlawanan lokal”.

“Sesuatu sedang terjadi di RF [Federasi Rusia], tapi jelas tanpa drone Ukraina di atas Kremlin,” kata Podolyak.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini