PRM Jogotirto Gelar Sholat Idul Fitri di Halaman Balai Jogotirto

0
458
Jamaah solat Idul Fitri 1446 H berlangsung di Kalurahan Jogptirto,Berbah.Radnas/Kus

RADAR NASIONAL,–Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Jogotirto menyelenggarakan kegiatan sholat Idul Fitri 1446 H dengan imam dan khatib Ustadz Farid Imron,  di Kantor Balai Kalurahan  Jogotirto,Berbah, Sleman Ahad(31/3/2025)

Jamaah mulai berdatangan  memenuhi halaman berasal dari kampung Rejosari, Jogomangsan, Karongan, Caren, Pedusan, Blambangan. Candibang, Kecikan,maupun perantaua emudiak mauun warga sekitarnya.

Dalam khutbahnya, ustadz Farid Imron menyampaikan, tujuan utama melakukan ibadah puasa adalah terwujudnya pribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya dan dengan segala konsekwensinya. Yaitu patuh dan tunduk serta taat kepada setiap seruan dan perintah Allah.
” Sekaligus juga berkomitmen untuk tidak melanggar larangan serta batas batas yang telah di tetapkan oleh Allah SWT” jelas ustadz Farid.

Disampaikan oleh ustadz bahwa ada tiga sifat dan karakter yang akan melekat dan terlihat dari orang orang yang mendapatkan predikat taqwa di sisi Allah SWT.
“Tiga sifat itu adalah sifat Ahsana an Nas kasih sayang , Ajwaja An Nas suka memberi yang ketiga Asyja’a an Nas berani dalam hal kebaikan” tambahnya.
¹
Selanjutnya ustadz menjelaskan,ketiga sifat orang taqwa yakni pertama Ahsana an Nas ( apikan) . Dalam kehidupan sehari-hari ia selalu berkomitmen menebarkan rasa kasih dan sayang.Selain berusaha menjaga sikap dan lisannya dari perbuatan yang bisa menyinggung atau melukai hati orang lain. Ia selalu menjaga hatinya hatinya agar selamat (salamathus ash shadr) dari penyakit hati seperti Al-ghilu mudah tersinggung dan ak- hasadu senang melihat orang lain susah dan susah jika melihat saudaranya memperoleh kebahagian.
Menurut riwayat abu Hurairah bahwa nabi Muhammad SAW ketika masa kecilnya oleh malaikat Jibril dan Mikail membelah dada Nabi untuk mengeluarkan penyakit Al-ghillu dan Al-hasadu lalu menggantikan dua sifat Al-ro’fah (kelembutan) dan ar-rohmah (k
Asih sayang) yang menjadikan Rosulullah menjadi Uswatun Hasanah .

” Untuk itu marilah kita selalu berusaha menghilangkan penyakit hati Al-ghillu dan Al-hasadu dengan mengganti sifat ar ro’fah kelembutan dan Ar-rohmah kasih sayang. Dengan demikian yang nampak dalam sikap perilaku kita adalah akhlak yang mulia kepada sesama manusia kepada seluruh makhluk di alam semesta”.

Sedangkan karakter dan sifat orang taqwa,kedua Ajwada an Nas suka memberi atau sodakoh. Mereka memilik rasa empati dan memberi lebih banyak. Fenomena nafsi nafsi sudah terbentuk dalam kehidupan.Mereka dalam kehidupan sehari hari bila melihat orang lain menderita tidak hanya timbul rasa simpati, tapi akan langsung timbul tindakan membantu sebagai bentuk empati.

Simpati adalah rasa iba ketika melihat orang lain dalam kondisi menderita membutuhkan pertolongan tapi hanya sebatas iba belum melakukan tindakan nyata untuk memperingan penderitaan orang lain. Berbeda dengan sifat empati mereka tidak hanya timbul rasa kasihan namun melakukan tindakan nyata untuk membantu meringankan penderitaan orang lain. Maka memiliki rasa empati itu penting sebagai wujud ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

” Orang taqwa sebenarnya tidak hanya  membangun hubungan dengan dengan Allah SWT (hablumminallah) terapi  membangun hubungan dengan sesama manusia (hablumminannas). Kesempurnaan taqwanya dengan kepedulian terhadap sesama” ucap ustadz.

Adapun sifat karakter  taqwa ketiga  Asyja’a an Nas berani,adalah mengambil sikap dan tindakan yang benar,beramal  makruf nahi munkar berani mengambil sikap tegas dan tindakan yang benar. Meskipun tindakannya mendapatkan tantangan.

Sementara itu, dilaporkan hasil infaq solat Idul Fitri  PRM   Jogotirto terkumpul  Rp. 5.724.000.-(Kus)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini