Pemkab Sleman Pantau Proses Penyembelihan Hewan Kurban

0
423
Bupati dan Wakil Bupati Sleman melakukan pemantauan pemotongan hewan kurban di beberapa masjid di Sleman. /Foto : Istimewa

RADARNASIONAL – Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan pemantauan proses penyembelihan hewan kurban Hari Raya Idul Adha 1445 Hijriyah, Senin (17/6).

Pemantauan dipimpin Bupati Sleman dan Wakil Bupati Sleman beserta jajarannya dengan menyasar wilayah Sleman Tengah dan Sleman Barat.

Pemantauan diawali dengan lokasi pertama yaitu Masjid Al Kariim yang menjadi lokasi penyembelihan warga Pogung Lor, Sinduadi, Mlati. Kemudian, dilanjutkan di Masjid Besar Sleman Kota, Triharjo, Sleman Margodadi, Seyegan dan Masjid As-Sakinah, Margomulyo, Seyegan. Terakhir, pemantauan di Masjid Ar-Rahman, Sendangsari, Minggir.

Hewan kurban disiapkan panitia Idul Adha siap disembelih sesuai urutan. /Foto : Istimewa

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo mengatakan bahwa pemantauan ini merupakan upaya Pemkab Sleman memastikan penyembelihan hewan kurban di wilayah Sleman berlangsung dengan baik sekaligus menjadi ajang silaturahmi dengan warga masyarakat.

“Pemantauan kita lakukan untuk memastikan kondisi hewan kurban yang disembelih dalam kondisi sehat dan proses penyembelihan lancar,” jelas Kustini.

Lebih lanjut, Kustini mengungkapkan, dari hasil pemantauan ini, seluruh hewan ternak memenuhi syarat untuk dijadikan hewan kurban, baik dari segi kesehatan, usia, dan syarat lainnya karena sudah dipantau oleh tim dokter dari UGM dan beberapa ahli peternakan.

Sedangkan untuk ketersediaan hewan kurban, Kustini mengungkapkan kebutuhan hewan kurban di Sleman dapat tercukupi.

Bupati Sleman menyalami sejumlah ibu-ibu yang sedang mengelola daging kurban. /Foto: Istimewa

Ia menyebut hampir semua Masjid di Padukuhan hingga Masjid besar melaksanakan kurban.

“Alhamdulillah tahun ini kebutuhan hewan kurban di Sleman dapat terpenuhi,” ungkapnya.

Selain melakukan pemantauan proses penyembelihan, Kustini juga memberikan himbauan langsung kepada masyarakat untuk bijak mengelola kotoran dan organ hewan kurban agar tidak mencemari sungai dan dapat berdampak pada lingkungan.

“Pengelolaan limbah hewan kurban harus dikelola dengan baik. Salah satu contohnya dapat memanfaatkan lahan atau tanah kosong untuk menimbun limbah dan memanfaatkannya menjadi pupuk organik,” ujar Kustini.(sani)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini