RADARNASIONAL – Amunisi, senapan, dan rompi antipeluru terpajang di berbagai sudut dalam sebuah pameran senjata api di Ontario, California, AS. Transaksi jual-beli pun laris manis. Saking larisnya, para pengunjung mungkin tidak sadar bahwa sebuah penembakan massal baru saja terjadi beberapa hari lalu di dekat lokasi pameran.
Mengutip AFP, ribuan orang mengunjungi pameran bertajuk ‘Crossroads of the West Gun Show’ di Kota Ontario itu akhir pekan lalu, di mana puluhan vendor hadir dengan berbagai produk senjata mereka.
Para perempuan melihat-lihat pistol berukuran kecil sambil mendorong kereta bayi mereka, sementara beberapa pemuda mengamati senapan semi-otomatis bergaya militer yang dapat diisi beberapa kaliber amunisi. Suasana di pameran itu tampak ceria. Anak-anak di bawah 12 tahun bisa masuk tanpa dipungut biaya.
Kebanyakan orang tidak mau membicarakan peristiwa penembakan massal yang terjadi beberapa waktu lalu, meskipun negara bagian itu tengah berduka.
Sebuah penembakan massal di sebuah klub dansa di Monterey Park, sekitar 30 menit dari lokasi pameran, menyebabkan 11 orang kehilangan nyawa mereka pada 21 Januari lalu. Dua hari kemudian, pelaku berbeda menembakan peluru ke tujuh orang di sebuah perkebunan di Half Moon Bay, di dekat San Francisco.
“Tidak ada yang mau membicarakan insiden-insiden ini, tapi ada lonjakan pembelian pekan ini,” kata salah satu vendor pameran, Crystal Markanson.
“Setiap kali media membahas penembakan massal, orang-orang membeli senjata api karena mereka khawatir senjata-senjata itu akan dirampas.”
Bab terbaru dari krisis kekerasan senjata api tak berkesudahan di AS itu kembali memicu perdebatan lama tentang isu pengendalian senjata api.
Presiden AS Joe Biden pun sekali lagi menyerukan pelarangan federal terhadap senapan serbu bergaya militer, jenis senjata api yang sering digunakan pelaku dalam penembakan massal seperti yang baru saja terjadi.
Namun, dengan tentangan keras Partai Republik di Kongres, gagasan itu tidak memiliki peluang untuk menjadi undang-undang.
“Menarget senjata api jenis tertentu bukanlah jawaban yang tepat,” kata seorang pengunjung pameran, Brett Reeves, yang mengenakan topi koboi.





