Menjelang Puncak Haji, Layanan Bus Shalawat Dihentikan Sementara

0
257

RADAR NASIONAL,–Guna meningkatkan  ketaqwaan dan  memanfaatkan keutamaan pahala berlipat ganda, selama  menjalankan ibadah  haji di tanah suci jutaan jamaah haji dari berbagai belahan dunia memadati Masjidil Haram.

Tak henti hentinya tamu Allah itu  melantunkan  Laabaikallahhuma laabaik..

Untuk memberi pelayanan   maksimal tamu  Allah yang datang dari penjuru dunia,  Petugas  Penyelenggara  Ibadah Haji Arab Saudi  (PPIH) menyediakan  alat transportasi   bus  shalawat dengan  tujuan  membawa tamu Allah ke  Masjidil Haram  secara gratis.

Puncak  ibadah haji  yang jatuh pada  9 Dzulhijah 1446 H atau  tanggal 5 Juni 2025, Petugas  Penyelenggara  Ibadah Haji (PPIH) Pemerintah  Arab  Saudi, mengumumkan untuk sementara  menghentikan  bus sholawat mulai Senin 1 Juni 2025.

Hal ini  dilakukan jemaah  haji  Indonesia khususnya jemaah haji dari KBIH Hajar Aswat Sleman yang tergabung dalam kloter 66 SOC terus melakukan pertemuan untuk membahas hal tersebut.

Untuk regu 24, rombongan 6, kloter 66 SOC misalnya yang dipimpin karom Muhajir Hanifi terus berupaya mengumpulkan jamaahnya seminggu 2 kali sambil lesehan dan santap siang bersama di depan kamar hotel.

Menurut Muhajir hal ini dimaksudkan agar jama’ah mengetahui bahwa mulai 1 Juni 2025 bus sholawat dihentikan untuk digunakan ke Masjidil Haram.Hal ini dimaksudkan agar jama’ah banyak beribadah di hotel dan berfokus pada persiapan puncak ibadah haji .

” Kita sekarang mulai jaga stamina karena proses ibadah haji kita nanti membutuhkan tenaga yang kuat karena ibadah haji adalah ibadah fisik” kata Muhajir.

Sementara itu salah seorang jemaah bu Singgih dari kloter 66 Jogjakarta mengaku beribadah di kamar hotel sudah dilakukan beberapa hari lalu untuk menjaga stamina.

” Saya bersama teman sekamar sejak kemarin sudah melakukan ibadah di kamar untuk mengumpulkan tenaga” ungkap Singgih.

Ditambahkan,sementara  jarak tempuh dari  hotel ke Masjidil  Haram sekitar  3 jam perjalanan,  bagi  Kloter 66 yang  ingin  menggunakan taxi jamaah harus  membayar 40 real atau  Rp. 200.000,- demikian laporan yang diterima lewat WA anggota IWO-I Sleman.(*R)

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini