RADARNASIONAL – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, berkomitmen untuk zero dari halinar (handphone, pungli dan narkoba).
Komitmen itu diimpelementasikan dengan menyelenggarakan “Deklarasi Zero Halinar” bersama TNI-Polri di Lapangan Apel Lapas Narkotika Gunung Sindur, Sabtu (6/5).
Kemudian, kegiatan pun dilanjutkan dengan mengadakan razia di blok-blok yang dihuni oleh para narapidana (napi) atau warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kepala Lapas Narkotika Gunung Sindur Riko Stiven menegaskan, razia tersebut merupakan kegiatan rutin serta insidentil yang wajib dilakukan oleh pihaknya.
Hal tersebut, menurut pria yang khas dengan senyum simpul-nya itu, merupakan bentuk komitmen dari zero halinar di Lapas yang dia pimpin.
Riko menjelaskan, razia kali ini juga menunjukkan bahwa sinergitas antara Lapas Narkotika Gunung Sindur dengan TNI-Polri berlangsung dengan baik dan hangat.

Selain itu, kata Riko, razia kamar hunian adalah bentuk kontrol terhadap barang-barang yang dimiliki oleh para WBP. Menurut dia, pihaknya tak ingin barang terlarang berada di dalam Lapas.
“Seperti HP, senjata tajam rakitan, bahkan narkoba,” terang Riko di sela-sela memimpin langsung razia yang menyisir seluruh kamar hunian WBP tersebut.
Riko mengutarakan, razia itu merupakan implementasi dari perintah harian Direktur Jenderal Pemasyarakatan tentang 3 Kunci Pemasyarakatan Maju dan Back To Basic Pemasyarakatan.
“Dalam razia kali ini kita melibatkan TNI dan Polri sebagai bentuk sinergitas kita dengan aparat penegak hukum lainnya,” beber Riko.

Riko menguraikan, pada kegiatan tersebut tidak ditemukan adanya barang-barang yang keberadaannya dilarang berada di dalam Lapas Narkotika Gunung Sindur.
“Kegiatan berlangsung aman dan kondusif dari awal hingga akhir. Saya berpesan kepada seluruh WBP agar senantiasa mentaati peraturan yang ada di Lapas tercinta ini,” ujarnya.
Tak Main-main dengan Narkoba
Terakhir, Riko menegaskan bahwa dirinya tak akan segan-segan menindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku bila menemukan pegawai atau WBP yang terlibat peredaran gelap narkotika.

Menurut pria yang mengaku memiliki motto “Bekerja dengan Hati, Sepenuh Hati dan Tetap Hati-hati” tersebut, kedepannya pihaknya pun akan terus menggencarkan razia.
“Hukum harus ditegakkan meski langit runtuh. Mari bersama-sama kita ciptakan lapas tercinta ini menjadi semakin profesional,” tandas Riko didampingi jajarannya dan personel TNI-Polri.





