Kebakaran Hebat Landa Toko Bingkai di Jaksel, Tujuh Orang Tewas 

0
150
Ilustrasi kebakaran Foto: Sinar Harapan

RADARNASIONAL – Kebakaran hebat melanda toko bingkai di Jalan Mampang Prapatan Raya, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan (Jaksel), pada Kamis (18/4).

Pada peristiwa itu, sebanyak tujuh orang dilaporkan tewas mengenaskan lantaran mengalami luka bakar yang sangat berat.

Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Pol Hariyanto mengatakan, tujuh korban mengalami luka bakar berat hingga 90 persen.

Hariyanto menjelaskan, kondisi tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan ketujuh jenazah di posko postmortem RS Polri.

“Luka bakarnya sampai tingkat empat (derajat luka bakar paling berat),” terang Hariyanto di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (19/4).

Ketujuh jenazah korban sudah dibawa ke Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi lebih lanjut menggunakan metode indentifikasi korban bencana (disaster victim identification/DVI).

Identifikasi dilakukan melalui pencocokan data sebelum kematian (antemortem) berupa sidik jari, rekam medis gigi dan sampel “deoxyribo nucleic acid” (DNA) dari keluarga korban dengan sesudah kematian (postmortem) dari jenazah korban.

Sidik jari, DNA, dan gigi menjadi parameter dalam proses identifikasi karena pada ketiganya terdapat karakteristik khusus yang dapat menunjukkan identitas seseorang secara medis.

“Jadi, nanti kita maksimalkan. Seperti biasanya untuk identifikasi medis, DNA, sidik jari, gigi kita maksimalkan. Nanti data-data (pembanding) yang kita kumpulkan seperti apa,” ujar Hariyanto.

Menurut Hariyanto, tujuh jenazah itu terdiri atas satu laki-laki dewasa, dua laki-laki anak, kemudian empat perempuan dewasa.

“Apakah itu satu keluarga nanti kita buktikan. Kan masih ada (korban kebakaran) yang ada di rumah sakit (berbeda). Apakah bisa komunikasi, nanti kita tanyakan,” terang Hariyanto.

Sementara itu, Kepala Instalasi Forensik RS Polri Kramat Jati, Arif Wahyono mengimbau pihak keluarga korban dapat segera menyerahkan data pembanding untuk identifikasi.

“Kita tekankan (identifikasi melalui data) gigi dan DNA, tinggi badan segala macam. Kalau memang ada keluarga yang punya catatan gigi, kalau memang ada datang ke (RS Polri) Kramat Jati,” kata Arif.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Henrikus Yossi mengatakan bahwa pihaknya masih mengidentifikasi tujuh korban meninggal dunia akibat kebakaran ruko di Mampang Prapatan.

“Identitas awal korban sudah kita ketahui sebanyak 12 orang. Tujuh meninggal dunia lima luka-luka,” kata Henrikus Yossi.

Dari data yang diterima ketujuh korban meninggal dunia atas nama Thang Tjiman (75), Heni (39), Riichi (2), Austin (8), Tia (25), Shella (20) dan satu orang perempuan berusia 18 tahun.

Yossi menambahkan, para korban yang meninggal dunia merupakan karyawan dan keluarga pemilik ruko yang terbakar pada Kamis (18/4) sekitar jam 19.30 WIB.

“Tujuh dinyatakan meninggal dunia dan telah dievakuasi pada pukul 07.30 WIB. Sedangkan lima korban mengalami luka-luka, sudah dievakuasi sejak semalam dan saat ini masih dalam perawatan intensif,” kata Yossi.

Yossi menambahkan bahwa saat terjadi kebakaran ke-12 korban sedang menjalankan aktivitas masing-masing.

Menurut Yossi, dari 12 orang tersebut lima berhasil melarikan diri sedangkan tujuh orang terjebak di lantai dua bangunan tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini