KDRT di Banten Tinggi, Ormas MKGR Ajak Perempuan Bangun Ketahanan Ekonomi

0
279
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gerakan Perempuan Ormas MKGR (BPP GEPE Ormas MKGR), Adde Rosi Khoirunnisa (Foto: RADARNASIONAL)

RADARNASIONAL – Berdasarkan data terakhir Kementrian PPA hingga Oktober 2022, jumlah Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di Indonesia mencapai 18.719 kasus. Dari jumlah itu, lebih dari 90 persen atau 17.159 kasus dialami perempuan.

Di antara peringkat 10 besar, Provinsi Banten rneduduki posisi ke-8 KDRT terbanyak di Indonesia dengan 771 kasus. Tingginya kasus tersebut mayoritas dilatarbelakangi oleh kondisi ekonomi rumah tangga.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Gerakan Perempuan Ormas MKGR (BPP GEPE Ormas MKGR), Adde Rosi Khoirunnisa, menyebut peran perempuan sangat signifikan dalam mengatasi permasalahan ekonomi rumah tangga.

“Apabila perempuan berdaya secara ekonomi, mandiri secara ekonomi, permasalahan apapun yang dihadapi oleh seorang perempuan Insya Allah bisa dihadapi,” tutur Adde usai memberi sambutan dalam kegiatan Bimbinan Teknis sosialisasi Peraturan Pemerintah tentang ekonomi kreatif di Hotel Santika Bintaro, Tangerang Selatan, Minggu (13/11/22).

“Kalau misalnya berdaya secara ekonomi, tentu selain dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri, keluarganya, anak-anaknya, suaminya, maka tentu dia bisa juga mengajak tetangganya, saudaranya atau orang lain untuk bisa memerkuat ekonomi masing-masing,” sambung istri mantan Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy itu.

Menurut Adde yang juga anggota Komisi III DPR RI itu, tingginya KDRT di Provinsi Banten tak lepas dari persoalan ekonomi. Sehingga kata dia, seorang perempuan sangat penting memiliki skil atau keahlian untuk membangun ekonomi rumah tangga.

“Oleh karena itu penting sebagai seorang perempuan memiliki skil, entah itu di bidang kuliner, fashion, atau ekonomi kreatif lainnya yang bisa memberikan nilai tambah bagi ekonominya tersebut,” paparnya.

Pemberdayaan peran perempuan itu, kata dia, selaras dengan tujuan dari Gerakan Perempuan MKGR yang ingin menciptakan kesetaraan gender. Dengan begitu, perempuan turut berpartisipasi aktif dalam menjaga keharmonisan rumah tangga, lingkungan hingga sebuah bangsa.

“Bagi saya, sosok seorang perempuan baik itu dalam rumah tangga, lingkungan sosial, tempat pekerjaan, itu krusial sekali. Sehingga saya selaku ketua DPP Gerakan Perempuan MKGR berupaya keras bagaimana memberdayakan perempuan di Indonesia,” tandasnya.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini