RADARNASIONAL – Desa Sosok di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat dilanda banjir dengan ketinggian air bervariasi dari 1-4 meter sejak Rabu (16/10).
Ketua Satgas Informasi BPBD Kalimantan Barat Daniel mengatakan, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah itu telah memutus akses transportasi darat yang menghubungkan Kota Pontianak-Sanggau dan wilayah sekitarnya.
Daniel menambahkan, dari informasi yang diterima pihaknya banjir berasal dari luapan Sungai Sekayu dan Sungai Tayan yang melintasi Desa Sosok.
“Akibatnya beberapa dusun di Desa Sosok terendam banjir dengan ketinggian bervariasi antara satu sampai empat meter,” kata Daniel, di Pontianak, Kamis (17/10).
Dia menjelaskan, banjir merendam permukiman warga dan jalan poros utama sepanjang 1,5 km dengan ketinggian air di titik tertinggi mencapai satu meter.
Kondisi ini menyebabkan gangguan serius pada akses transportasi dari Sanggau menuju Pontianak, serta jalur menuju perbatasan Entikong-Kuching dan kabupaten lain seperti Sekadau, Sintang, Melawi, dan Kapuas Hulu.
“Kendaraan roda empat jenis minibus sudah tidak bisa melewati jalur tersebut,” jelas Daniel.
Ketinggian air yang terus naik merendam delapan dusun di wilayah Desa Sosok, yaitu Dusun Sosok 1, Sosok 2, Sekayu Tabat, Barage, Tahan, Moling, Dangku, dan Perayaan Dangku.
Hingga saat ini tercatat sebanyak 931 kepala keluarga (KK) atau sekitar 3.403 jiwa terdampak banjir.
Jumlah tersebut diperkirakan akan bertambah mengingat hujan lebat masih terus mengguyur wilayah tersebut.
Warga terdampak banjir sebagian telah mengungsi ke dua lokasi sementara di Kantor Desa Sosok.
“Sedangkan di Dusun Barage pengungsi ditempatkan di tenda darurat berukuran 4×4 meter, namun jumlah pastinya masih menunggu laporan karena jaringan komunikasi terputus,” kata Daniel.
Banjir yang menggenangi jalan utama juga membuat para pengguna jalan dari Sanggau menuju Pontianak dan sebaliknya harus mencari jalur alternatif melalui Meliau-Tayan.





