
RADARNASIONAL – Yogja Video Mapping Project, digelar sebagai ajang presentasi karya dan festival ini juga menjadi tempat berkumpulnya pelaku dan pecinta seni cahaya dari Indonesia bahkan dunia.
Demikian disampaikan Doni dalam jumpa pers Sumonar 2023: Being As Such, di Museum Affandi Jalan Laksda Adusucipto, Yogyakarta. Sabtu (25/11/23).
Menurutnya, JVMP digagas sejak 2019 merupakan kerja kolektif seniman visual maupun media yang berbasis di Yogyakarta. Sumonar menawarkan presentasi berbagai macam karya tak hanya seni instalasi cahaya, namun juga karya dua dimensi dari beberapa seniman rupa Indonesia.
Sumonar digelar 25 November s.d 5 Desember 2023 di museum Affandi Yogyakarta menjadi ruang interaksi para penikmat seni instalasi cahaya untuk tidak sekadar melihat seni pertunjukan video Mapping, namun juga memaknai para maestro seni rupa melalui karya karyanya.
Dipilihnya museum Affandi sebagai ruang mengaktualisasi dan memaknai kembali pemikiran maestro seni rupa Indonesia.
Melalui rekaan optis yang maujud dalam karya seni digital dan immersive.

“Karya karya maestro seni rupa selalu menyajikan visual bernilai magis dikolaborasi dengan seni digital dan immersive, Sumonar mencoba meluaskan jangkauan dari karya tersebut kepada masyarakat yang akrab di digital sekarang.” ujar Doni.
Ditambahkan, Sumonar menyajikan program presentasi khusus karya Affandi dan Sudjojono dua tokoh maestro bersejarah dalam dunia seni rupa di Indonesia yang karyanya melegenda.
Menyandingkan dua karya sang maestro sebagai teladan sekaligus memberi gambaran sejarah seni rupa di Indonesia dan terakhir mendedahkan berdasarkan perspektif ruang publik. Sumonar ingin kembali kepada semangat sang maestro berkarya semasa hidupnya dan menjadi ruang bagi Sumonar berdinamika tumbuh dari waktu ke waktu.
Sementara itu, Helvi Dirix selain mengucapkan terima kasih juga memberi semangat dengan di selenggarakan Sumonar. Kedepan berharap museum Affandi kembali bersinar. (Isan R)




