
RADAR NASIONAL,–Hari ini lahir harapan-harapan baru, lahir semangat dan energi baru untuk membangun wilayah kita tercinta.
Hal tersebut disampaikan Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP saat melantik dan mengambil sumpah jabatan Jagabaya dan dukuh Ngropoh dan Kayen di Pendopo Kalurahan Condongcatur, Rabu ( 9/4/2025)
Menurutnya,dalam filosofi jawa kita mengenal “hamemayu hayuning bawana”, menjaga dan merawat keindahan serta harmoni dunia.

Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, berpesan kepada Jagabaya, Dukuh terlantik agar segera beradaptasi dengan lingkungan kerja baru. Ia juga mengingatkan agar bekerja keras, mau mendengar aspirasi masyarakat sehingga maksimal dalam melayani masyarakat.
“Kepemimpinan sejati. Tidak hanya memerintah, tetapi melayani. Tidak sekadar hadir saat senang, tetapi kuat berdiri saat warga dalam kesulitan.”ungkapnya.
Ditambahkan, tanggung jawabnya Jagabaya tidak ringan. Keamanan dan ketertiban warga Condongcatur adalah tanggung jawab bersama, tetapi Jagabaya adalah ujung tombaknya, bangun kerja sama yang solid dengan Babinsa, Bhabinkamtibmas, linmas, dan seluruh elemen masyarakat.
“ Dalam hal pertanahan, saya minta agar proses pelayanan dilakukan lebih cepat, transparan, dan tanpa hambatan, jangan biarkan warga menunggu terlalu lama untuk sesuatu yang seharusnya bisa diselesaikan dengan segera” pesannya
Sementara sambutan tertulis Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Sleman Samsul Bakri memastikan bahwa setiap warga dapat menjalankan aktivitas dengan rasa aman dan tenteram karena itu tanggung jawab yang diemban oleh para pejabat yang baru dilantik ini bukanlah tugas yang ringan, namun merupakan Amanah yang harus dijalankan dengan penuh dedikasi, keikhlasan dan profesionalisme.
Turut hadir dalam acara tersebut, DRPM UNY Prof. Dr Sudji Munadi, M.Pd, Panewu Depok Wawan Widiantoro, S.IP. M.PA beserta Muspika Kapanewon Depok.Kepala KUA Depok Abu Hanifah, S.Ag, M.Si, Kepala Jawatan Praja, Kepala Jawatan Umum, Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Depok, BPKal Condongcatur, Lembaga Kalurahan Condongcatur, Pamong Kalurahan, Ketua RW Se-Condongcatur dan keluarga terlantik.
Prosesi pelantikan pengambilan sumpah Jagabaya dan Dukuh dipimpin Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP menghadirkan 2 orang saksi Ketua BPKal. Condongcatur Sunarto,S.Sos, dan Ulu-ulu Murgiyanta, SE didampingi Rohaniawan Kepala KUA Depok Rohaniwan Abu Hanifah, S.Ag, M.S, dan Pendeta Gembala Jemaat GBI Gloria Kayen Catur Ari Krisnanto, M.Th.
Prosesi pengambilan sumpah dan pelantikan Jagabaya dan Dukuh dipimpin Lurah Condongcatur, Reno Candra Sangaji, S.IP, M.IP didahului dengan menyanyikan lagi Indonesia Raya dengan pemandu Supriyono dukuh Gandok.
Usai pengambilan sumpah jabatan dilakukan penandatangan Berita Acara dan Serah Terima Jabatan dari Pelaksana Tugas (Plt) kepada pejabat baru terlantik dengan penandatanganan Berita Acara serah terima jabatan dan penyerahan Memori Jabatan dari Wahyu Nurendra, S.AP (Plt. Jagabaya) kepada Rudi Antariksawan, dari Andree Setiawan. S.H.I (Plt. Dukuh Ngropoh) kepada Nurdin Wododo dan dari Purwanto (Purna Tugas dukuh Kayen) kepada kepada Ade Hermawan Susilo, ST
Lurah Condongcatur dalam pesannya kepada Dukuh agar Fokus menyelesaikan persoalan-persoalan di padukuhan, pahami denyut nadi masyarakat, dengarkan suara mereka dengan hati. Organisasi bisa menyesuaikan, tetapi tugas dan tanggung jawab kepada warga jangan tertunda, apalagi terabaikan.
Dalam kesempatan tersebut,Lurah Condongcatur mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Wahyu Nurendra dan Andre Setiawan bertugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jagabaya dan Dukuh Ngropoh dengan penuh dedikasi.Secara khusus kepada Purwanto, Dukuh Kayen, yang telah lebih dari 35 tahun mendedikasikan diri kepada Pemerintah Kalurahan Condongcatur.
“ Selamat kepada para pejabat baru. Semoga amanah dan menjadi ladang pengabdian yang diridhoi Allah SWT,pahami dan laksanakan falsafah jawa sederhana namun dalam maknanya yaitu ‘Ojo dumeh, ojo lali, ojo kagetan, ojo gumunan’, Tetap rendah hati, jangan lupa asal-usul, jangan mudah panik dan kita harus siap mengikuti perubahan dengan bijak tanpa kehilangan jati diri dan budaya luhur kita” ungkapnya.(Isr)




