
RADARNASIONAL – Ibadah tahunan sarat makna yang baik, peningkatan kualitas kesalehan individu maupun kesalehan sosial.
Keseimbangan kesalehan individu dan sosial merupakan cerminan dari tingkat keimanan.
Hal tersebut disampaikan Prof. Drs. H. Muhammad Wildan, M.A., Ph.D guru besar UIN Sunan Kalijaga dalam khutbah Idul Adha 1445 H di halaman Mapolda DIY Jl. Ringroad Utara, Yogyakarta, Senin (17/6/2024).
Panita Hari Besar Islam Condongcatur Tengah bekerjasama dengan Polda DIY menyelenggarakan solat Idul Adha di Lapangan Mapolda DIY, dilanjutkan penyembelihan hewan kurban.

Menurut ustadz Muhammad Wildan kurban dalam ajaran agama hanya diperintahkan setahun sekali namun spirit pengorbanan perlu terus dihidupkan.
Islam adalah agama yang konprehensif yang mementingkan aspek aqidah dan muamallah, ujarnya.
Penting kombinasi antara iman dan amal soleh tersebut, Allah mengulang sampai 53 kali di dalam Quran.
“Keimanan dan ketakwaan menjadi suri tauladan bagi umat manusia ketaatan kepada Allah, kita harus berani rela menunaikan perintah agama, meskipun harus mengorbankan yang kita cintai.” pungkasnya.

Sementara itu, PHBI Perumnas Condongcatur menyelenggarakan solat Idul Adha dengan imam dan khatib Erik Hadi Saputra dihadiri ribuan jamaah di Lapangan Perumnas Condongcatur.
Takbir keliling diikuti 8 An-Nur, As-Sajiddin, Al-Ikhlas, Melati, Muhajirin, Nurul Iman, Quwwatul Islam.
Terkumpul hewan kurban 32 ekor sapi dan 45 ekor kambing 1 aqiqah kambing.(san)




