Ibu dan Anak Asal Magelang Dibunuh Dukun Mbah Slamet

0
177
ilustrasi jenazah
ilustrasi Jenazah Foto:iNews.id

RADARNASIONAL – Satu keluarga yang terdiri atas ibu dan anak menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh Slamet Tohari alias Mbah Slamet (45) di Banjarnegara.

Ibu dan anak tersebut diketahui merupakan warga Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah (Jateng).

Sedangkan Mbah Slamet (45), merupakan dukun penggandaan uang di Desa Balun, Kabupaten Banjarnegara, Jateng.

Kapolresta Magelang Kombes Pol Ruruh Wicaksono mengatakan, dua warga Magelang yang menjadi korban itu atas nama Theresia Dewi (48) beserta anaknya Okta Ali Abrianto.

Ruruh menjelaskan, selama ini tidak ada warga Magelang yang melaporkan kasus orang hilang ke polisi.

“Ketika kejadian di Banjarnegara itu kami sudah menyampaikan kepada polsek jajaran untuk memastikan ada tidaknya warga yang kehilangan anggota keluarganya, ternyata tidak ada,” kata Ruruh di Magelang, Senin (10/4).

Akan tetapi, setelah tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jateng melakukan identifikasi terhadap korban pembunuhan dukun Slamet, diketahui ada dua orang, yakni seorang ibu dan anaknya asal Mertoyudan, Magelang.

Dari informasi itu, jajaran Polsek Mertoyudan merapat ke rumah korban dan membenarkan karena selama lebih kurang dua tahun tidak ada laporan orang hilang ke kepolisian.

Ruruh menuturkan, keluarga korban sudah berangkat ke Banjarnegara untuk memastikan temuan tim DVI.

Ruruh menambahkan, pihaknya sudah memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan berbagai bentuk modus orang yang bisa menggandakan uang.

Menurut dia, sudah banyak contoh kasus yang ujung-ujungnya korban meninggal dunia. Beberapa daerah pernah terjadi kasus serupa, seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

“Masyarakat agar lebih cerdas karena tidak ada zaman sekarang ini yang bisa menggandakan uang. Misalnya, uang Rp 1 juta menjadi Rp100 juta, tidak mungkin itu,” katanya.

Ruruh mengimbau bila masyarakat mengetahui aktivitas mencurigakan seperti mengaku bisa menggandakan uang serta meresahkan, agar segera melapor ke polisi.

“Segera laporkan supaya tidak terjadi seperti di Banjarnegara, sudah ada belasan korban baru diketahui, padahal sudah bertahun-tahun,” pungkas Ruruh.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini