RADARNASIONAL – Menghadapi panen Musim Tanam (MT 1), Perum BULOG Kanwil Yogyakarta siap menyerap gabah hasil panen petani di seluruh wilayah kerja Kanwil Yogyakarta.
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Wilayah Perum Bulog Yogyakarta Ninik Setyowati,dalam rilisnya yang disampaikan di sejumlah media. Selasa (4/1/2025)
Menurutnya, harga pembelian BULOG kepada petani sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional RI Nomor 2 Tahun 2025 yang diatur sebagai berikut
1. Gabah Kering Panen (GKP) di petani sebesar Rp 6.500/kg dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
2. Gabah Kering Panen (GKP) di penggilingan sebesar Rp 6.700/kg dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
3. Gabah Kering Giling (GKG) di penggilingan sebesar Rp 8.000/kg dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen.
“Sedangkan Gabah Kering Giling (GKG) di gudang Bulog sebesar Rp 8.200/kg dengan kualitas kadar air maksimal 14 persen dan kadar hampa maksimal 3 persen. Beras di gudang Bulog sebesar Rp 12.000/kg dengan kualitas derajat sosoh minimal 100 persen, kadar air maksimal 14 persen , butir patah maksimal 25 persen, dan butir menir maksimal 2 persen. ” ujarnya.
Ditambahkan, untuk ketentuan tersebut Harga Pembelian Pemerintah (HPP) baru ini mulai diberlakukan tanggal 15 Januari 2025.
Perum BULOG Kanwil Yogyakarta terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan Dinas Pertanian, Petugas PPL, Gapoktan, Penggilingan.
“Terkait Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang baru sehingga diharapkan ada pemahaman yang sama mengenai harga dan kualitas yang ditentukan.” ungkapnya.
“Koordinasi ini diharapkan menjadi sinergi yang kuat sehingga BULOG dapat maksimal melakukan penyerapan gabah sekaligus menjaga harga gabah di tingkat petani sesuai dengan ketentuan” pungkasnya.(*)





