
RADAR NASIONAL,–Membangun kota yang tidak sekadar fokus pada infrastruktur fisik, namun juga memperhatikan keseimbangan alam dan nilai budaya.
Hal tersebut disampaikaikan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X saat meresmikan Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG),Yogyakarta Jumat (24/5/2025)

Menurutnya,TBEG dirancang sebagai ruang pertemuan warga, tempat di mana udara bersih dan ide-ide kreatif mengalir bersamaan.
Dengan konsep yang unik, taman ini tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tapi juga wadah pelestarian budaya lokal.
“Kita tidak bisa bicara masa depan tanpa merawat alam, dan tak bisa menjaga nilai hidup tanpa menghidupkan budaya,” tegas Sri Sultan.
Sri Sultan pun mengajak masyarakat untuk terus menjaga taman ini dengan semangat gotong royong.
Hadir dalam peresmian TBEG ,Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa pembangunan taman ini telah dimulai sejak 2019.
Proyek ini dibiayai melalui Danas Keistimewaan, Dana Alokasi Khusus, dan APBD Kota Yogyakarta.
“Kini Taman Budaya Embung Giwangan siap menjadi ruang hidup bersama, yang harmonis antara alam dan budaya,” ungkapnya.
Menempati lahan seluas 3,49 hektar, TBEG memiliki berbagai fasilitas menarik. Di antaranya, Embung Giwangan sebagai penampung air dan pengendali banjir, amphitheatre berkapasitas 538 penonton, Grha Budaya, jogging track, serta kios cinderamata.
Dengan fasilitas tersebut, TBEG tak hanya menjadi ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi panggung kreativitas dan pusat pelestarian budaya warga Yogyakarta.
Pemerintah berharap taman ini bisa menjadi titik awal pergerakan baru dalam menghidupkan nilai-nilai lokal di tengah dinamika kota modern.(R*)




