
RADARNASIONAL – Bangunan pendoponya bagus full kayu, mengembalikan disainnya sebagai sebuah pendopo. Demikian disampaikan GKR Mangkubumi dalam peresmian pendopo Kromoredjan di Kelurahan Condongcatur (Rabu,3/1/2024).
Menurutnya pendopo selain bisa untuk “rembug warga”pendopo juga untuk latihan menari, membatik, bersama latihan budaya, “nguri-uri” budaya Jawa sehingga makin “regeng”.
“Kita patut bangga kawasan situs kita mendapat pengakuan dari UNESCO” ungkap GKR Mangkubumi.
GKR Mangkubumi mengajak warga untuk nyengkuyung kawasan situs budaya terus berkembang kedepan Condongcatur merupakan bagian mimpi besar Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi kawasan warisan budaya dunia.

Peresmian dihadiri wakil bupati Sleman, Sekda, Dinas PMK, BNNP, Rektor UNY, Panewu Depok, Panewu Anom, Pimpinan Bank, Pimpinan RS, BP Kal Condongcatur, Tokoh Agama, Budaya dan masyarakat.
Sedangkan dalam laporannya Lurah Condongcatur Reno Candra Sangaji, S.Ip.,M.Ip menyampaikan Pemkal Condongcatur telah menyelesaikan dua pekerjaan yakni Pembangunan Pendapa dan ruang gamelan.
“Pendapa ini kami beri nama Kromoredjan yang terinspirasi dari nama lurah pertama Condongcatur simbah Kromoredjo sesuai Maklumat dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX pada tanggal 26 Desember 1946 yang diperingati sebagai hari jadi Kelurahan Condongcatur dan saat ini merupakan hari jadi ke-77 Kelurahan Condongcatur” ungkapnya.

Pembangunan Pendapa menghabiskan anggaran dana Rp.1.837.120.000,-, ruang gamelan (sasono gongso) Rp.418.995.732,- sehingga total anggaran sebesar Rp.2.256.115.732,-berasal dari dan SILPA dan Pendapatan Asli Kelurahan.
“Pendapa ini nantinya akan diperuntukkan bagi berbagai aktivitas seperti seni budaya, UMKM dan kegiatan lainnya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Sedangkan wakil bupati Sleman Danang Maharsa mengapresiasi dengan diresmikan pemda pendapa dan ruang gamelan diharapkan dapat meningkatkan pelestarian seni dan budaya di Kelurahan Condongcatur.
Hal tersebut menurutnya senada dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Sleman yaitu pembangunan kelurahan berbasis budaya.

Saat ini Kabupaten Sleman memiliki 19 desa/kelurahan yang sudah ditetapkan melalui SK Gubernur sebagai desa budaya dan ada 5 Kelurahan yang sudah ditetapkan menjadi desa mandiri.
“Smoga keberadaan Pendapa dan ruang Gamelan ini semakin memeriahkan pentas kesenian dan atraksi budaya, serta menjadi motivasi bagi pamong dan masyarakat dalam upaya pelestarian budaya di Kelurahan Condongcatur,” ujar Danang.
Acara dipungkasi GKR Mangkubumi bersama wakil bupati, Sekda melakukan peninjauan bangunan pendapa Kromoredjan dan ruang gamelan.(San)




